Kurikulum Merdeka Belajar yang digaungkan pemerintah melalui Kementerian Dikbud Ristek RI tiga tahun lalu,tampaknya belum terwujud sepenuhnya dari tujuan.Untuk itu peran serta dari berbagai kalangan dari dunia pendidikan khususnya guru sangat diharapkan. Berbagai program pendukung Merdeka Belajar sudah diluncurkan seperti Flatform Merdeka Mengajar astungkara sudah diikuti oleh lebih dari1,6 juta guru yang mau mencoba hal-hal baru,yang tidak takut untuk berinovasi,yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi.
Tidak kalah pentingnya program Guru Penggerak yang bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan di Indonesia,mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya,yang mampu menjadi mentor bagi guru guru lainnya dan berani melakukan terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya. Sekarang sudah 5.000 guru penggerak yang diharapkan dapat mendorong inovasi di dunia pendidikan menuju Indonesia maju.
Demikian halnya dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam prajabatan berorientasi pada praktik pengalaman lapangan,mengedepankan metode inkuiri dan membiasakan guru melakukan refleksi. Inovasi lainnya adalah perkuliahan PPG jauh lebih terintegrasi dengan sekolah,kampus dan masyarakat melalui sistem digital. Semua ini bertujuan untuk melahirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif,yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik dan yang selalu bersemangat untuk berkolaborasi dalam berinovasi. Seklumit sambutan mendikbudristek tersebut dibacakan oleh I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd Kepala SMK Giri Pendawa ,selaku pembina dalam upacara bendera memperingati hari guru ke 77 di lapangan upacara tadi pagi.
Sumarta yang juga Klian Pura Dalem Kupa menyampaikan bahwa dalam rangka peringatan hari guru tahun ini juga diselenggarakan pemilihan guru paporit oleh para siswa sehingga diserahkan piagam dan apresiasi berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMK Giri Pendawa No.:421.3/054/SMK.GP/XI/2022, tanggal 25 November 2022, yang berhasil dipilih oleh siswa sebagai guru paporit adalah :
1.Putu Darma Suci,S.Pd
2.I Made Agus Suciarta,S.Pd
3.I Gusti Ngurah Wirya Sudewa,SS.
4.I Gusti Ngurah Adi Sandi Putra,SE
5.Luh Eka Mega Suryani,S.Pd
Usai upacara dan penyerahan penghargaan,segenap siswa yang hadir menyampaikan ucapan selamat hari guru kepada para pendidiknya.
Sementara itu dalam agenda lanjutan bertempat di restaurant giri langon kepala sekolah didampingi waka humas mengadakan rapat dengar pendapat dengan orang tua siswa yang nunggak kewajiban pembayaran uang sekolah anaknya, yang berdasarkan data petugas ada yang sama sekali belum membayar sejak kelasX,sehingga tunggakannya cukup besar. Mengkordinasikan masalah tersebut bagian humas memanggil orang tua siswa yang hadir sekitar 45 %,ini berarti kesadaran dan tanggungjawab orang tua siswa terhadap pemenuhan kewajibannya relatif masih rendah,berbagai alasan dikemukakan namun sekolah tetap memberi toleransi sebagai rasa kemanusiaan.Memang ada beberapa menyampaikan alasan bahkan seorang ibu sampai menangis menceritakan kisah hidupnya yang ditinggal suami sehingga ia seorang diri mengurus anaknya,pihak sekolah berharap agar keadaannya disampaikan kepada klian diansnya untuk dibantu memperoleh KIP/KIS agar anaknya dibantu oleh pemerintah dalam melanjutkan pendidikannya.(by.Manixs).
