Kamis, 18 Juni 2026

SHU Lampaui Target, Kopsek Giri Amertha Sahkan RAT Tahun Buku 2025/2026

Gatra Humas – Koperasi Sekolah (Kopsek) Giri Amertha kembali menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025/2026 pada Kamis (11/6/2026) pukul 11.00 Wita di Ruang Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Giri Pendawa.

RAT dihadiri 27 anggota aktif dari kalangan guru dan pegawai, 402 anggota siswa, serta anggota nonaktif yang berasal dari yayasan dan sejumlah guru maupun pegawai yang pernah bertugas di SMK Giri Pendawa. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa yang dipandu langsung oleh pengelola koperasi sekolah.

Dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan melalui presentasi PowerPoint, pengelola memaparkan perkembangan usaha dan kondisi keuangan koperasi selama tahun buku 2025/2026. Capaian menggembirakan ditunjukkan dengan perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp41,7 juta, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp35 juta.

Pengelola Kopsek Giri Amertha, I Wayan Suiji, menjelaskan bahwa pada tahun buku mendatang koperasi akan tetap memperkuat usaha simpan pinjam sekaligus mengembangkan usaha penyediaan kebutuhan sehari-hari dan pengelolaan Teaching Factory (Tefa) kewirausahaan.

Menurut Suiji, sinergi antara koperasi dan ketua program studi akan terus diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) sehingga program Teaching Factory dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

“Koperasi akan maju apabila anggotanya punya hati rasa memiliki sebagai pemilik sekaligus pelanggan. Partisipasi aktif anggota menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Sebagai bentuk manfaat berkoperasi, pada kesempatan tersebut pengelola juga menyerahkan sebagian SHU dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR) Galungan kepada anggota aktif. Pembagian dilakukan dengan mempertimbangkan masa keanggotaan dan tetap mengedepankan asas pemerataan.

Ketua Dewan Penasehat Kopsek Giri Amertha yang juga Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,memberikan apresiasi atas kinerja pengelola yang dinilai jujur, transparan, dan akuntabel.

“Saya mengajak seluruh anggota untuk terus mendukung kinerja pengelola sehingga tujuan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dapat terwujud secara lebih optimal,” katanya.

Selain itu, koperasi juga memberikan  cashback bagi anggota yang aktif bertransaksi, baik melalui tabungan maupun pinjaman, sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi anggota.

Setelah melalui pembahasan dan tanggapan peserta, laporan pertanggungjawaban pengelola serta rencana kerja Tahun Buku 2026/2027 disahkan secara bulat oleh seluruh anggota yang hadir.

Acara RAT ditutup dengan pembagian uang transport kepada peserta serta penyerahan THR Galungan kepada anggota aktif sebagai wujud nyata manfaat berkoperasi bagi seluruh anggota.(manixs)

Pemberian hadiah/cash back pada anggota peminjam

Pemaparan proja

Hadiah bagi anggota penyimpan

 Laporan Pertanggungjawaban pengelola

 
Pemngarahan ketua Dewan Pembina/Penasehat




Menjaga Api Iman di Hati Generasi Muda: Refleksi Hari Raya Galungan di SMK Giri Pandawa

 

Ajik Mangku Sandi dan keluarga sembahyang Galungan di Padmasana

Hari Raya Galungan adalah momen paling suci dan dinanti-nanti umat Hindu di Bali. Hari ini dirayakan sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma, kebaikan mengatasi keburukan, dan menjadi pengingat untuk kembali mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mempererat hubungan harmonis antar sesama makhluk hidup. Namun, pengamatan sederhana tapi menyentuh hati yang terjadi di lingkungan SMK Giri Pandawa pada perayaan Galungan kemarin menyisakan satu pertanyaan mendalam: ke mana arah iman dan karakter generasi muda kita kini?

 Perubahan yang Terasa Nyata

 Dahulu, suasana di Padmasana sekolah saat Hari Raya Galungan terasa begitu meriah dan khidmat. Bukan hanya siswa yang datang berbondong-bondong membawa sesajen dan sembahyang dengan khusyuk, bahkan para alumni pun meluangkan waktu untuk kembali ke sekolah, mengulang kebiasaan suci yang menjadi bagian dari identitas mereka. Guru-guru pun hadir ikut sembahyang, menciptakan lingkungan ibadah yang hangat, penuh makna, dan menjadi teladan bagi para siswa.

 Namun kini, gambaran itu terasa memudar. Pada perayaan Galungan kemarin, suasana di Padmasana sekolah terasa sepi. Sangat sedikit siswa yang terlihat melaksanakan sembahyang, bahkan nyaris tidak ada. Kehadiran guru pun terasa terbatas. Di sisi lain, terlihat pola kegiatan yang berbeda: para remaja lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkumpul tanpa arah yang jelas, bersenang-senang secara berlebihan, mengendarai sepeda motor ke sana kemari, bahkan tak jarang terlibat dalam perilaku yang kurang terpuji seperti mengonsumsi minuman keras diiringin instrumen musik keras di jalanan.

Gradasi Kepercayaan dan Dampaknya pada Karakter

Fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini menjadi tanda adanya gradasi dalam nilai keimanan dan kepercayaan beragama. Ketika hubungan vertikal dengan Tuhan mulai dijauhkan, secara alami akan terganggu pula hubungan horizontal dengan sesama. Ajaran agama bukan lagi menjadi pedoman hidup, melainkan sekadar pengetahuan yang lepas dari pengamalan.

Lambat laun, dampak ini terlihat jelas pada karakter dan perilaku mereka. Rasa hormat kepada orang tua memudar, sopan santun kepada guru berkurang, serta cara berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat menjadi kurang terkontrol. Pengaruh lingkungan bebas dan media sosial yang tidak disaring dengan bijak semakin mempercepat pergeseran ini, membuat mereka terjebak dalam kesenangan sesaat yang menjauhkan dari makna sejati kehidupan.

Apa Jalan Keluarnya?

Sebagai orang tua di rumah dan pendidik di sekolah, kita tidak boleh diam saja. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk membangkitkan kembali kesadaran dan kepekaan hati generasi muda. Berikut adalah langkah-langkah yang kiranya bisa kita upayakan:

Mengembalikan Keteladanan: Ajaran paling ampuh bukan hanya lewat kata-kata, melainkan lewat perbuatan. Orang tua dan guru harus menjadi teladan nyata dalam melaksanakan ibadah dan menjalankan nilai-nilai agama dalam keseharian.

Memperdalam Makna, Bukan Sekadar Ritual: Ajak mereka memahami mengapa kita sembahyang, bukan hanya bagaimana caranya. Jelaskan bahwa Galungan adalah pengingat untuk mengendalikan diri, berbuat baik, dan menyadari bahwa segala sesuatu ada di bawah kuasa Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Membangun Lingkungan yang Mendukung: Sekolah perlu menjadikan Padmasana bukan sekadar bangunan, melainkan pusat nilai dan kegiatan rohani yang teratur, menarik, dan memberi ruang bagi siswa untuk merasakan kedamaian. Di rumah, ciptakan suasana harmonis di mana ibadah menjadi rutinitas yang menyenangkan.

Mendampingi, Mengarahkan, dan Mengawasi: Ketahui dengan siapa mereka bergaul dan apa yang menjadi pengaruhnya. Dekati mereka dengan kasih sayang, bukan dengan hukuman semata, agar mereka mau membuka hati dan menerima nasihat.

Membangkitkan Kesadaran Diri: Ingatkan mereka dengan lembut: “Ingatlah dirimu sebagai anak umat Hindu, percayalah pada kebesaran Tuhan, dan jadikan ajaran agama sebagai pelita penerang jalan hidup.”

Penutup

 Generasi muda adalah harapan masa depan, namun harapan itu akan pudar jika tidak ditopang oleh iman dan akhlak yang luhur. Mari kita bersama-sama mengembalikan cahaya Galungan ke dalam hati mereka — bukan hanya sebagai perayaan di luar, melainkan sebagai kekuatan batin yang menjadikan mereka pribadi yang berkarakter, berbudi luhur, dan tetap teguh memegang teguh ajaran leluhur.

 Semoga dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak, kelak Padmasana sekolah kembali ramai dipenuhi doa, dan Hari Raya Galungan kembali menjadi momen yang memperkuat iman serta membangun karakter generasi muda yang sesungguhnya.

 “Dharma menang, Adharma kalah — semoga kemenangan ini senantiasa terjaga dalam hati setiap anak muda kita.”

Om Santi Santi Santi Om

Medio 180626,by.Manixs

sambil Silaturahmi

di Penunggun Karang

 
di Padmasana


Minggu, 31 Mei 2026

SMK Giri Pendawa Peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan Upacara Berbusana Adat Bali

Gatra Humas, 1 Juni 2026 – Keluarga besar SMK Giri Pendawa melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman sekolah pada Senin (1/6/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas imbauan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali terkait implementasi Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 200.2.2/e-594/Polpum tanggal 26 Mei 2026 tentang Penerusan Surat Edaran Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang ditujukan kepada gubernur serta bupati/wali kota se-Indonesia.

Seluruh peserta upacara yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian adat Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Dalam amanat yang dibacakan, Kepala BPIP menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya. Pancasila juga menjadi landasan moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika geopolitik dunia.

Selain itu, generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Nilai-nilai gotong royong, toleransi, persatuan, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap kemanusiaan harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Melalui peringatan ini, SMK Giri Pendawa meneguhkan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh warga sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, nasionalis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat rasa cinta tanah air serta menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Usai kegiatan dilakanakan foto bersama.

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.
Merdeka! Salam Pancasila.(manixs)

Melantunkan puja Tri Sandya sebagai doa kepada pendahulu bangsa

Pelaksanaan upacara bendera peringati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 


Foto bersama diakhir acara


Jumat, 22 Mei 2026

Workshop Penguatan SPM Pendidikan Digelar di SMKN 1 Klungkung

Gatra Humas---Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali menggelar Workshop Penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi satuan pendidikan SMA/SMK negeri dan swasta se-kabupaten Klungkung dan Karangasem di SMKN 1 Klungkung,Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan di tujuh wilayah se-Bali, yakni Jembrana, Denpasar, Gianyar, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Tabanan.

Menurut Wesnawa, kegiatan tersebut sangat penting untuk menyamakan persepsi seluruh satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan capaian rapor pendidikan di Provinsi Bali.

“Penurunan capaian rapor pendidikan pada tahun 2025 dipengaruhi berbagai faktor. Untuk itu mari kita berbenah diri sehingga capaian di tahun mendatang bisa lebih baik,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan sejumlah pengawas SMA/SMK Provinsi Bali sebagai narasumber.

Pengawas SMA/SMK Bali, Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten, memaparkan materi tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan guna mendongkrak nilai rapor pendidikan, khususnya pada aspek literasi, numerasi, lingkungan pendidikan, serta keterbukaan akses manajemen.

Khusus bagi SMK, Widiasa menekankan pentingnya keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, tracer study juga dinilai penting untuk mengkaji tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja.

“Sekolah diharapkan mampu melengkapi seluruh komponen standar yang dibutuhkan, bahkan bila memungkinkan dapat mewujudkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” jelasnya.

Sementara itu, narasumber I Gede Merta Ariawan menyampaikan materi mengenai penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Ia mengungkapkan bahwa mutu pendidikan di Bali dan di sekolah pada umumnya masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, ia mendorong setiap sekolah segera membentuk tim penjaminan mutu pasca kegiatan workshop. Tim tersebut nantinya bertugas memetakan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai persoalan yang ada di sekolah sebelum dilakukan evaluasi eksternal, seperti oleh BAN-SP.

Materi berikutnya mengenai siklus SPMI disampaikan oleh Ni Nyoman Wirati. Dalam sesi tersebut, peserta diajak berdiskusi aktif untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi sekolah masing-masing sebagai bahan analisis dan umpan balik kegiatan.

Adapun pemateri terakhir, I Nyoman Pasek, menyampaikan materi tentang analisis dampak pendidikan. Ia langsung memandu peserta mempraktikkan langkah-langkah pengisian format rapor pendidikan, mulai dari pembentukan tim penjaminan mutu, pemetaan masalah, analisis masalah, penyusunan perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi.

Sebagai tugas akhir, seluruh peserta diminta menyusun rencana kerja tim penjaminan mutu di sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, SMK Giri Pendawa dihadiri Kepala Sekolah I Komang Sumarta bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas I Wayan Suiji yang mewakili bidang kurikulum karena berhalangan hadir.(manixs)



Wakasek Humas dan Kepala Sekolah sebagai peserta Workshop

sedang berlangsung 

 
Para nara sumber dari kiri : Ida Bgs.W.Widiasa Keniten,I Gde Merta Ariawan,
I Nyoman Pasek dan Ni Nyoman Wirati


Rabu, 20 Mei 2026

Upacara Harkitnas ke-118 di SMK Giri Pendawa, Siswa Lanjut Ulangan Semester

Gatra Humas,200526-------SMK Giri Pendawa melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Jumat, 20 Mei 2026. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan berlangsung khidmat di halaman sekolah.

Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Giri Pendawa, I Gusti Ngurah Mataram. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak kesadaran berbangsa. Semangat perjuangan saat itu disebut telah mengubah pola perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomasi.

Menteri Komunikasi dan Digital juga menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan untuk memperkuat perlindungan generasi muda sekaligus menjaga kemandirian bangsa.

Dalam sambutan itu turut disampaikan sejumlah program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun disebut sebagai langkah menjaga ruang digital yang sehat dan aman bagi anak.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa.

Upacara ditutup dengan pembubaran pasukan oleh pembina upacara. Setelah kegiatan selesai, seluruh siswa mengikuti kegiatan ulangan umum semester 2 tahun pelajaran 2026/2027.(manixs)


Puja Tri Sandya
Puja Tri Sandya sebelum upacara
Peersiapan upacara

Guru dan staf pegawai

Pembina upacara menuju lapangan upacara

Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara

Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara

Pengibaran Bendera Merah Putih

Pengibara bendera kembali ke posisi semula


Pembacaan naskah Pembukaan UUD'45

Pembina upacara membacakan pidato sambutan Menkomdigi

Laporan ajudan bahwa upacara selesai
















Selasa, 12 Mei 2026

LPK Zenith Tindak Lanjuti MoU dengan SMK Giri Pendawa Lewat PKS dan Sosialisasi Kerja ke Jepang

Gatra Humas,130526--LPK Zenith Bali Training Center Jasri kembali mengunjungi SMK Giri Pendawa dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan Zenith dengan SMK Giri Pendawa.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK Giri Pendawa itu diawali dengan sosialisasi kepada siswa kelas X dan XI sebelum pembahasan teknis terkait PKS dilakukan. Sosialisasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa.

LPK Zenith Bali Training Center Jasri yang berkedudukan di Jalan Ki Hajar Dewantara, Jasri, Subagan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali 80811, beroperasi di bawah naungan Yayasan Widya Santi Wisata. Saat ini, lembaga tersebut telah bertransformasi dengan fokus sebagai pusat pelatihan khusus persiapan kerja ke Jepang, terutama melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Berketerampilan Spesifik.

Owner LPK Zenith, Gusti Lanang Muliarta, dalam kesempatan itu memberikan motivasi kepada para siswa. Ia juga menampilkan atraksi bermain kartu yang mengundang perhatian dan antusiasme peserta.

Dalam pemaparannya, Muliarta menjelaskan bahwa melalui program pelatihan terpadu selama enam bulan, para siswa dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada sejumlah sektor, di antaranya pertanian dan perkebunan, pengolahan makanan, kelistrikan, pariwisata/perhotelan, hingga caregiver atau perawat lansia.

“Melalui program ini, siswa dipersiapkan secara matang agar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri di Jepang,” ujar Muliarta.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam operasionalnya, LPK Zenith bermitra dengan lembaga penyalur resmi seperti PT Mojo Indonesia Raya untuk menjaring calon peserta dari berbagai daerah, termasuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, memberikan apresiasi positif atas kerja sama yang dijalin bersama LPK Zenith.

Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan peluang tersebut sebagai langkah awal merintis masa depan yang lebih baik dan bertanggung jawab.

“Banyak lembaga sejenis menawarkan kerja sama, tetapi saya masih ragu. Kali ini saya yakin karena Bapak Gusti Muliarta adalah salah satu tokoh profesional yang dipercaya oleh Bali untuk ngayah mengelola fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Karena itu,bapak yakin LPK ini aman dan patut dipercaya, jangan sia-siakan kesempatan ini nak.” ujarnya meyakinkan.(manixs)

Sosialisasi Gusti lanang Muliarta(LPK.Zenith)

Suasana antusias dari peserta

 
Atraksi main kartu dari owner LPK.Zenith



Senin, 11 Mei 2026

SMK Giri Pendawa Gelar Pembekalan PKL Tahun Ajaran 2026/2027

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa kelas XII Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Giri Pendawa melaksanakan program PKL selama enam bulan, mulai akhir Mei hingga Desember 2026. Program ini dikoordinasikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, yang telah merancang berbagai tahapan kegiatan mulai dari rapat sosialisasi dengan orang tua siswa, penyusunan panitia PKL, orientasi, pembekalan, pemberangkatan, pelaksanaan hingga ujian PKL.

Kegiatan pembekalan PKL tahun ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Senin, 11 Mei hingga Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di aula sekolah.

Pada acara pembukaan, Ketua Panitia PKL, I Wayan Gde Suarnata, melaporkan bahwa kegiatan pembekalan diikuti oleh 146 siswa. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh sumber dana dari orang tua siswa serta subsidi Dana BOS. Narasumber yang dihadirkan berasal dari internal sekolah, yayasan, dan pihak eksternal dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), yakni HRD Tapa Hotel.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh sehingga siap menghadapi tugas dan pekerjaan selama on the job training.“Jagalah nama baik sekolah, orang tua, dan diri sendiri. Tujuan kalian melaksanakan PKL adalah untuk menambah keterampilan serta membentuk sikap yang lebih baik guna menghadapi tantangan masa depan sesuai tema PKL tahun ini, yaitu Upgrade Skill Unlock Future,” pungkasnya.

Materi pada hari pertama diawali oleh Koordinator PKL, I Wayan Suiji, yang menyampaikan tentang pengenalan PKL, tugas, dan kewajiban siswa selama menjalani praktik kerja lapangan. Selanjutnya, Ketua Yayasan, I Ketut Sudana, memberikan materi tentang motivasi dan mental kerja, meliputi pembangunan mindset profesional, cara mengatasi rasa gugup atau takut, serta tips sukses menjalani PKL.

Materi berikutnya mengenai pengenalan dunia industri disampaikan oleh Kepala Program Studi Perhotelan, Dewa Putu Suaba, sedangkan komunikasi efektif dibawakan oleh GNR Adi Sandi Putra.

Pada hari kedua, peserta menerima materi tentang tata kelola dan peran DUDI dalam PKL yang disampaikan oleh Bu Devi dari Tapa Hotel. Selain itu, Dewa Putu Suarya selaku Kaprodi Tata Boga memberikan materi simulasi dunia kerja. Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disampaikan oleh Made Agus Suciarta, sedangkan penyusunan laporan PKL dibawakan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, IGNR Mataram.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan evaluasi serta penutupan acara yang berlangsung dengan tertib dan lancar. Diharapkan melalui pembekalan ini seluruh siswa siap menjalankan PKL dengan baik serta mampu mengembangkan keterampilan dan karakter profesional di dunia kerja.(manixs)

Logo PKL 2026

Sambutan Kepala Sekolah sekaligus membuka secara resmi Pembekalan PKL 2026

Koordinator PKL I Wayan Suiji

Kaprodi PH Dewa Putu Suaba

 Bu Devi dari Tapa Hotel