Minggu, 31 Mei 2026

SMK Giri Pendawa Peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan Upacara Berbusana Adat Bali

Gatra Humas, 1 Juni 2026 – Keluarga besar SMK Giri Pendawa melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman sekolah pada Senin (1/6/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas imbauan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali terkait implementasi Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 200.2.2/e-594/Polpum tanggal 26 Mei 2026 tentang Penerusan Surat Edaran Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang ditujukan kepada gubernur serta bupati/wali kota se-Indonesia.

Seluruh peserta upacara yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian adat Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Dalam amanat yang dibacakan, Kepala BPIP menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya. Pancasila juga menjadi landasan moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika geopolitik dunia.

Selain itu, generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Nilai-nilai gotong royong, toleransi, persatuan, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap kemanusiaan harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Melalui peringatan ini, SMK Giri Pendawa meneguhkan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh warga sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, nasionalis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat rasa cinta tanah air serta menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Usai kegiatan dilakanakan foto bersama.

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.
Merdeka! Salam Pancasila.(manixs)

Melantunkan puja Tri Sandya sebagai doa kepada pendahulu bangsa

Pelaksanaan upacara bendera peringati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 


Foto bersama diakhir acara


Jumat, 22 Mei 2026

Workshop Penguatan SPM Pendidikan Digelar di SMKN 1 Klungkung

Gatra Humas---Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali menggelar Workshop Penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi satuan pendidikan SMA/SMK negeri dan swasta se-kabupaten Klungkung dan Karangasem di SMKN 1 Klungkung,Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan di tujuh wilayah se-Bali, yakni Jembrana, Denpasar, Gianyar, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Tabanan.

Menurut Wesnawa, kegiatan tersebut sangat penting untuk menyamakan persepsi seluruh satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan capaian rapor pendidikan di Provinsi Bali.

“Penurunan capaian rapor pendidikan pada tahun 2025 dipengaruhi berbagai faktor. Untuk itu mari kita berbenah diri sehingga capaian di tahun mendatang bisa lebih baik,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan sejumlah pengawas SMA/SMK Provinsi Bali sebagai narasumber.

Pengawas SMA/SMK Bali, Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten, memaparkan materi tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan guna mendongkrak nilai rapor pendidikan, khususnya pada aspek literasi, numerasi, lingkungan pendidikan, serta keterbukaan akses manajemen.

Khusus bagi SMK, Widiasa menekankan pentingnya keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, tracer study juga dinilai penting untuk mengkaji tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja.

“Sekolah diharapkan mampu melengkapi seluruh komponen standar yang dibutuhkan, bahkan bila memungkinkan dapat mewujudkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” jelasnya.

Sementara itu, narasumber I Gede Merta Ariawan menyampaikan materi mengenai penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Ia mengungkapkan bahwa mutu pendidikan di Bali dan di sekolah pada umumnya masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, ia mendorong setiap sekolah segera membentuk tim penjaminan mutu pasca kegiatan workshop. Tim tersebut nantinya bertugas memetakan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai persoalan yang ada di sekolah sebelum dilakukan evaluasi eksternal, seperti oleh BAN-SP.

Materi berikutnya mengenai siklus SPMI disampaikan oleh Ni Nyoman Wirati. Dalam sesi tersebut, peserta diajak berdiskusi aktif untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi sekolah masing-masing sebagai bahan analisis dan umpan balik kegiatan.

Adapun pemateri terakhir, I Nyoman Pasek, menyampaikan materi tentang analisis dampak pendidikan. Ia langsung memandu peserta mempraktikkan langkah-langkah pengisian format rapor pendidikan, mulai dari pembentukan tim penjaminan mutu, pemetaan masalah, analisis masalah, penyusunan perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi.

Sebagai tugas akhir, seluruh peserta diminta menyusun rencana kerja tim penjaminan mutu di sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, SMK Giri Pendawa dihadiri Kepala Sekolah I Komang Sumarta bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas I Wayan Suiji yang mewakili bidang kurikulum karena berhalangan hadir.(manixs)



Wakasek Humas dan Kepala Sekolah sebagai peserta Workshop

sedang berlangsung 

 
Para nara sumber dari kiri : Ida Bgs.W.Widiasa Keniten,I Gde Merta Ariawan,
I Nyoman Pasek dan Ni Nyoman Wirati


Rabu, 20 Mei 2026

Upacara Harkitnas ke-118 di SMK Giri Pendawa, Siswa Lanjut Ulangan Semester

Gatra Humas,200526-------SMK Giri Pendawa melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Jumat, 20 Mei 2026. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan berlangsung khidmat di halaman sekolah.

Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Giri Pendawa, I Gusti Ngurah Mataram. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak kesadaran berbangsa. Semangat perjuangan saat itu disebut telah mengubah pola perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomasi.

Menteri Komunikasi dan Digital juga menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan untuk memperkuat perlindungan generasi muda sekaligus menjaga kemandirian bangsa.

Dalam sambutan itu turut disampaikan sejumlah program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun disebut sebagai langkah menjaga ruang digital yang sehat dan aman bagi anak.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa.

Upacara ditutup dengan pembubaran pasukan oleh pembina upacara. Setelah kegiatan selesai, seluruh siswa mengikuti kegiatan ulangan umum semester 2 tahun pelajaran 2026/2027.(manixs)


Puja Tri Sandya
Puja Tri Sandya sebelum upacara
Peersiapan upacara

Guru dan staf pegawai

Pembina upacara menuju lapangan upacara

Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara

Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara

Pengibaran Bendera Merah Putih

Pengibara bendera kembali ke posisi semula


Pembacaan naskah Pembukaan UUD'45

Pembina upacara membacakan pidato sambutan Menkomdigi

Laporan ajudan bahwa upacara selesai
















Selasa, 12 Mei 2026

LPK Zenith Tindak Lanjuti MoU dengan SMK Giri Pendawa Lewat PKS dan Sosialisasi Kerja ke Jepang

Gatra Humas,130526--LPK Zenith Bali Training Center Jasri kembali mengunjungi SMK Giri Pendawa dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan Zenith dengan SMK Giri Pendawa.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK Giri Pendawa itu diawali dengan sosialisasi kepada siswa kelas X dan XI sebelum pembahasan teknis terkait PKS dilakukan. Sosialisasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa.

LPK Zenith Bali Training Center Jasri yang berkedudukan di Jalan Ki Hajar Dewantara, Jasri, Subagan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali 80811, beroperasi di bawah naungan Yayasan Widya Santi Wisata. Saat ini, lembaga tersebut telah bertransformasi dengan fokus sebagai pusat pelatihan khusus persiapan kerja ke Jepang, terutama melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Berketerampilan Spesifik.

Owner LPK Zenith, Gusti Lanang Muliarta, dalam kesempatan itu memberikan motivasi kepada para siswa. Ia juga menampilkan atraksi bermain kartu yang mengundang perhatian dan antusiasme peserta.

Dalam pemaparannya, Muliarta menjelaskan bahwa melalui program pelatihan terpadu selama enam bulan, para siswa dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada sejumlah sektor, di antaranya pertanian dan perkebunan, pengolahan makanan, kelistrikan, pariwisata/perhotelan, hingga caregiver atau perawat lansia.

“Melalui program ini, siswa dipersiapkan secara matang agar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri di Jepang,” ujar Muliarta.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam operasionalnya, LPK Zenith bermitra dengan lembaga penyalur resmi seperti PT Mojo Indonesia Raya untuk menjaring calon peserta dari berbagai daerah, termasuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, memberikan apresiasi positif atas kerja sama yang dijalin bersama LPK Zenith.

Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan peluang tersebut sebagai langkah awal merintis masa depan yang lebih baik dan bertanggung jawab.

“Banyak lembaga sejenis menawarkan kerja sama, tetapi saya masih ragu. Kali ini saya yakin karena Bapak Gusti Muliarta adalah salah satu tokoh profesional yang dipercaya oleh Bali untuk ngayah mengelola fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Karena itu,bapak yakin LPK ini aman dan patut dipercaya, jangan sia-siakan kesempatan ini nak.” ujarnya meyakinkan.(manixs)

Sosialisasi Gusti lanang Muliarta(LPK.Zenith)

Suasana antusias dari peserta

 
Atraksi main kartu dari owner LPK.Zenith



Senin, 11 Mei 2026

SMK Giri Pendawa Gelar Pembekalan PKL Tahun Ajaran 2026/2027

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa kelas XII Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Giri Pendawa melaksanakan program PKL selama enam bulan, mulai akhir Mei hingga Desember 2026. Program ini dikoordinasikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, yang telah merancang berbagai tahapan kegiatan mulai dari rapat sosialisasi dengan orang tua siswa, penyusunan panitia PKL, orientasi, pembekalan, pemberangkatan, pelaksanaan hingga ujian PKL.

Kegiatan pembekalan PKL tahun ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Senin, 11 Mei hingga Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di aula sekolah.

Pada acara pembukaan, Ketua Panitia PKL, I Wayan Gde Suarnata, melaporkan bahwa kegiatan pembekalan diikuti oleh 146 siswa. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh sumber dana dari orang tua siswa serta subsidi Dana BOS. Narasumber yang dihadirkan berasal dari internal sekolah, yayasan, dan pihak eksternal dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), yakni HRD Tapa Hotel.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh sehingga siap menghadapi tugas dan pekerjaan selama on the job training.“Jagalah nama baik sekolah, orang tua, dan diri sendiri. Tujuan kalian melaksanakan PKL adalah untuk menambah keterampilan serta membentuk sikap yang lebih baik guna menghadapi tantangan masa depan sesuai tema PKL tahun ini, yaitu Upgrade Skill Unlock Future,” pungkasnya.

Materi pada hari pertama diawali oleh Koordinator PKL, I Wayan Suiji, yang menyampaikan tentang pengenalan PKL, tugas, dan kewajiban siswa selama menjalani praktik kerja lapangan. Selanjutnya, Ketua Yayasan, I Ketut Sudana, memberikan materi tentang motivasi dan mental kerja, meliputi pembangunan mindset profesional, cara mengatasi rasa gugup atau takut, serta tips sukses menjalani PKL.

Materi berikutnya mengenai pengenalan dunia industri disampaikan oleh Kepala Program Studi Perhotelan, Dewa Putu Suaba, sedangkan komunikasi efektif dibawakan oleh GNR Adi Sandi Putra.

Pada hari kedua, peserta menerima materi tentang tata kelola dan peran DUDI dalam PKL yang disampaikan oleh Bu Devi dari Tapa Hotel. Selain itu, Dewa Putu Suarya selaku Kaprodi Tata Boga memberikan materi simulasi dunia kerja. Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disampaikan oleh Made Agus Suciarta, sedangkan penyusunan laporan PKL dibawakan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, IGNR Mataram.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan evaluasi serta penutupan acara yang berlangsung dengan tertib dan lancar. Diharapkan melalui pembekalan ini seluruh siswa siap menjalankan PKL dengan baik serta mampu mengembangkan keterampilan dan karakter profesional di dunia kerja.(manixs)

Logo PKL 2026

Sambutan Kepala Sekolah sekaligus membuka secara resmi Pembekalan PKL 2026

Koordinator PKL I Wayan Suiji

Kaprodi PH Dewa Putu Suaba

 Bu Devi dari Tapa Hotel






Jumat, 01 Mei 2026

Upacara Hardiknas 2026, SMK Giri Pendawa Tekankan Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Karakter

Gatra Humas--Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, SMK Giri Pendawa menggelar upacara bendera di lapangan sekolah, Jumat (2/5). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta menyampaikan amanat dengan membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Sumarta saat membacakan pidato. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses menumbuhkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.

Dalam amanat itu juga disampaikan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang sistem among yang meliputi asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan). Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai fondasi pendidikan Indonesia hingga saat ini.

Pidato tersebut turut menggarisbawahi bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Pendidikan diharapkan mampu membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta bertanggung jawab.

Selain itu, arah kebijakan pendidikan nasional juga dikaitkan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama menuju Indonesia maju dan bermartabat.

Dalam pidato tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui pemahaman yang lebih komprehensif di dalam kelas.

Untuk mendukung implementasinya, pemerintah menetapkan LIMA KEBIJAKAN STRATEGIS. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Kedua, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui beasiswa, pelatihan, serta perbaikan sistem tunjangan.

Ketiga, penguatan karakter siswa melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, termasuk penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta berbagai program pembiasaan positif. Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi dan evaluasi akademik seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kelima, perluasan akses pendidikan melalui berbagai layanan fleksibel seperti pembelajaran jarak jauh dan pendidikan inklusif.

Upacara Hardiknas di SMK Giri Pendawa ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan usaha bersama seluruh elemen bangsa. Melalui semangat kolaborasi, diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat terwujud secara nyata.(manixs)

Amanat Pembina dengan membacakan pidato mendikdasmen RI