Senin, 20 April 2026

KESBANGPOL KARANGASEM SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DI SMK GIRI PENDAWA

Gatra Humas 13042026— I Nyoman Adil,S.Pd.pimpinan rombongan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karangasem menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap (P4G) narkotika dan prekursor narkotika di SMK Giri Pendawa. Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi pengedaran serta penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA/SMK.

Kegiatan menyasar para siswa sebagai kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh negatif pergaulan, sekaligus sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan oleh I Komang Sumarta Kepala Sekolah SMK Giri Pendawa, dilanjutkan pengarahan dari Kepala Bidang Kesbangpol Kabupaten Karangasem. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, aparat, dan masyarakat dalam menekan peredaran narkotika.

Materi umum tentang narkoba disampaikan oleh Kapolsek Rendang, yang menguraikan jenis-jenis narkotika serta dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. Selanjutnya, perwakilan Kesbangpol Kecamatan memberikan pemahaman terkait bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi sosial dan lingkungan.

Dari aspek hukum, Kanit Reskrim Narkoba Polres Karangasem menjelaskan risiko pidana yang dapat menjerat pelaku penyalahgunaan narkoba, termasuk ancaman hukuman yang berat bagi pengguna maupun pengedar. Sementara itu, tambahan materi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem yang disampaikan oleh Pak Rofi memperkuat pemahaman siswa terkait upaya pencegahan dan rehabilitasi.

Kepala SMK Giri Pendawa dalam sambutannya berharap melalui kegiatan ini para siswa semakin memahami bahaya narkoba, mampu menjauhinya, serta turut menyosialisasikan pengetahuan tersebut kepada teman sebaya.

Senada dengan itu, para narasumber berharap generasi muda Karangasem dapat terselamatkan dari ancaman narkoba dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutup dan ajakan bersama untuk berkomitmen memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(manixs).

Sambutan Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta

Sambutan dari Pimpinan rombongan Kesbangpol Karangasem

Narsum dari Kapolsek,Polres,Kesbangpol

Peserta sosialisasi dari siswa SMK Giri Pendawa sangat antusias mengikuti acara.




LAPORAN KEGIATAN RAPAT PERSIAPAN PAWAI BUDAYA HARI JADI KOTA AMLAPURA KE-386

Gatra Humas,20-04-2026,Kepala SMK Giri Pendawa yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, menghadiri undangan Camat Rendang nomor: 400.6.3/162/Kesos/Kec. Rendang  tanggal 16 April 2026. Undangan tersebut terkait dengan rapat persiapan pawai budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Camat Rendang, I Made Bambang Sulistono, yang menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk menyatukan persepsi serta membagi tugas dalam pelaksanaan parade pawai budaya Hari Jadi Kota Amlapura. Tema kegiatan yang diusung adalah “It’s Not Easy, But We Can Do It” yang berarti “Tidak mudah, tetapi harus bisa.”

Pertemuan ini dihadiri oleh para perbekel se-Kecamatan Rendang, perwakilan SMA, perwakilan SMK Giri Pendawa, Kepala SMA Astika Dharma, Kepala Puskesmas Rendang, serta tim kesenian barong.

Dalam sambutannya, Camat Rendang, Gede Sastraadi Wiguna, menyampaikan bahwa meskipun terdapat keterbatasan anggaran di masing-masing instansi, diharapkan kegiatan ini tetap dapat terlaksana dengan baik dalam kesederhanaan sesuai tema peringatan. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk menyepakati program ini sebagai ajang pengembangan potensi budaya lokal di Kecamatan Rendang. Kegiatan ini dilandasi oleh Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 1 Tahun 2015 tentang perayaan hari lahir Kota Amlapura.

Konsep parade menampilkan sajian seni yang mencerminkan keberagaman, ciri khas, dan keunikan potensi budaya di masing-masing wilayah. Parade dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 Juni 2026 dengan rute dimulai dari Taman Budaya Candra Buana menuju panggung kehormatan di Lapangan Tanah Aron, dan berakhir kembali di Lapangan Candra Buana.

Adapun pembagian tugas dalam parade adalah sebagai berikut:

  • 1 orang putri pembawa papan nama dari SMK Giri Pendawa

  • 3 pasang jegeg bagus dari Desa Pesaban

  • 20 orang pembawa uparengga dari Desa Besakih

  • 10 orang pembawa tambur dari Desa Nongan

  • 20 orang bebarisan/rerejangan dari Desa Pempatan

  • 20 orang pengiring jejangeran dari PKK desa dan kecamatan serta Puskesmas

  • 20 orang pembawa gebogan dari Desa Menanga

  • 25 orang beratraksi tematik dari Desa Rendang

  • 35 orang penabuh baleganjur dari SMA Astika Dharma

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi pelaksanaan rapat persiapan pawai budaya.(Manixs).

    Berikut dokumen kegiatan










Selasa, 14 April 2026

Menjajaki Jepang dari Bangku Sekolah

Laporan Khusus Gatra Humas.

Selasa, 14 April 2026, halaman SMK Giri Pendawa tampak lebih ramai dari biasanya. Siang itu, sebuah agenda penting digelar: penjajakan kerja sama antara pihak sekolah dengan LPK Zenith untuk membuka jalur pelatihan dan penempatan kerja ke Jepang.

Rombongan LPK Zenith dipimpin langsung oleh sang pemilik, Gusti Lanang Muliarta. Dalam pemaparannya, Lanang menegaskan bahwa tujuan kedatangannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah awal membangun sinergi konkret antar lembaga.

“Kami ingin menjalin kerja sama strategis dengan SMK Giri Pendawa dalam program pelatihan kerja ke Jepang,” ujarnya di hadapan peserta rapat.

Pertemuan itu dipimpin oleh Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, serta dihadiri jajaran yayasan, termasuk Ketua Dewan Pembina dan sejumlah pengurus. Diskusi berlangsung hangat namun terarah, menimbang peluang sekaligus tantangan dari kerja sama lintas lembaga ini.

Dalam paparannya, Lanang yang juga menjabat Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih (BPFKSPAB) menjelaskan visi LPK Zenith: meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sumber daya manusia. Jalurnya adalah membuka akses pengalaman kerja internasional, khususnya ke Jepang.

Adapun misinya mencakup pelatihan bahasa Jepang, pembekalan teknik kerja sesuai minat, hingga pengenalan budaya Jepang. Menariknya, lembaga ini juga menekankan penguatan budaya Bali sebagai fondasi spiritual bagi peserta, terutama bagi “semeton Bali” yang akan merantau.

Pendekatan sosial menjadi salah satu ciri utama program ini. Biaya pelatihan dirancang lebih terjangkau dengan skema cicilan, guna meringankan beban masyarakat. “Kami ingin layanan ini tetap inklusif,” kata Lanang.

Kerangka kerja sama yang ditawarkan cukup sistematis. Pembinaan dimulai sejak siswa masih di bangku SMK. Bahasa, budaya, dan etika kerja Jepang akan diperkenalkan sejak dini agar peserta lebih siap secara mental dan profesional. Bahkan, wacana pembentukan kelas khusus Jepang pun mengemuka sebagai nilai tambah bagi sekolah.

Tahapan awal seleksi mencakup pemeriksaan kesehatan tiga kali, dengan rincian biaya bertahap. Setelah itu, peserta mengikuti pelatihan bahasa intensif maksimal tiga bulan dalam sistem karantina. Selama masa ini, kebutuhan dasar seperti penginapan selama 3 bulan maksimal, listrik, air, hingga jatah beras 5 kg perbulan disediakan.

Untuk keberangkatan, peserta membayar uang muka sebesar Rp3 juta, sementara sisa biaya dapat diangsur hingga sepuluh kali setelah mulai bekerja di Jepang. “Jadi tidak perlu terlalu memikirkan biaya di awal,” ujar Lanang.

Dari pihak yayasan, respons yang muncul cenderung positif. Ketua Yayasan Giri Pendawa, I Ketut Sudana, menyebut kerja sama ini sebagai peluang strategis.

“Yang penting mutualisme, saling menguntungkan, dan menjadi nilai tambah bagi sekolah,” katanya.

Melalui forum yang berlangsung aklamatif, para peserta rapat menyatakan persetujuan awal terhadap rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Namun, rincian teknis akan dikaji lebih lanjut sebelum dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih detail.

Pertemuan ditutup dengan suasana santai namun bermakna: santap siang bersama. Hidangan yang tersaji bukan sekadar konsumsi, melainkan hasil praktik siswa di restoran teaching factory sekolah—penegas bahwa pendidikan vokasi tak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga kesiapan nyata menghadapi dunia kerja.

Di tengah meningkatnya minat generasi muda untuk bekerja di luar negeri, langkah SMK Giri Pendawa ini bisa menjadi model. Pertanyaannya kini: sejauh mana kesiapan sistem pendidikan vokasi mengintegrasikan kebutuhan global tanpa kehilangan akar lokalnya?(manixs).

Ketua Yayasan I Ketut Sudana memaparkan sejarah dan kondisi Yayasan Giri Pendawa

Pemaparan visi misi LPK Zenith oleh Gusti Lanang Muliarta(Owner)

Foto bersama setelah MoU disepakati antara SMK Giri Pendawa dengan LPK Zenith



Minggu, 12 April 2026

Upacara Bendera Senin di SMK Giri Pendawa: Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa

Gatra Humas,13-04-26--SMK Giri Pendawa kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada hari Senin dengan tertib dan khidmat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pendiri bangsa, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter bagi para siswa.

Dalam amanatnya, pembina upacara Nyoman Pande Setiawan,menyampaikan pentingnya kesadaran diri dalam berperilaku. Ia menekankan bahwa setiap tindakan yang dilakukan siswa memiliki konsekuensi, sehingga perlu dipikirkan dengan matang agar tidak menimbulkan dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun bagi nama baik sekolah. Contoh,guru sudah memberikan payung dan tempat berteduh kala hujan,namun kalau kalian sukanya basah-basahan dan bermain lumpur,maka perlindungan dan didikan yang diberikan guru akan sia sia tidak dapat melindungi kalian,itu tergantung,sangat tergantung dari niat kalian,sebab bagaimanapun hebatnya seorang guru dan orang tua kalian mendidik,kalau diri kalian tidak interes,maka nonsen akan mencapai perubahan signifikan pada diri kalian.

“Sekali lagi kami Guru sudah berupaya memberikan perlindungan dan bimbingan, namun semua kembali pada niat kalian masing-masing. Jika kalian tidak mampu menjaga diri, maka perlindungan tersebut tidak akan maksimal,”.

Ia juga menambahkan bahwa harapan para guru dan orang tua adalah agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lurus, tulus, serta mulus menjalani kehidupan masa depan dengan baik,pungkasnya.

Sementara itu, guru piket hari Senin, I Wayan Suiji , menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara berjalan dengan lancar, mulai dari persiapan barisan, pelaksanaan Tri Sandya, hingga berakhirnya kegiatan. Ia menyebutkan adanya peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya, terutama pada jumlah siswa yang izin sakit ngumpul di kantor menurun dari minggu lalu 38 orang kini menjadi hanya 4 orang yang memang sakit.

Selain itu, kerapian barisan siswa juga mulai membaik seiring dengan penyesuaian dalam pemberian arahan oleh guru piket dengan tone yang dinaikan sedikit. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang kurang disiplin dalam mengikuti rangkaian kegiatan, meskipun jumlahnya semakin berkurang,karena itu kita guru penting memberi sentuhan pada semua siswa untuk memperhatikan,mengawasi dan membina dengan sungguh hati,guna membelai relung hatinya sebagai anak muda bangsa.

Disisi lain I Wayan Gede Suarnata guru wali kelas yang siswanya bertugas,menyampaikan apresiasi pada anak waliannya yang bertugas dengan baik dan lancar,juga menegaskan bahwa pengawasan dan pembinaan dari seluruh guru perlu terus ditingkatkan agar kedisiplinan siswa semakin baik. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan semua pihak agar tidak ada lagi guru yang harus dipanggil saat upacara sudah akan dimulai.

Melalui kegiatan upacara bendera ini, diharapkan seluruh siswa dapat terus meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran dalam menjaga nama baik sekolah.(manixs)

Puja Tri Sandya sebelum upacara

Penghormatan pada pembina

Nyoman Pande Setiawan selaku pembina upacara

Amanat Pembina upacara 




Jumat, 10 April 2026

SMK Giri Pendawa Undang Orang Tua Siswa Untuk Sosialisasi PKL.

SMK Giri Pendawa kembali mengundang orang tua/wali siswa kelas XI melalui surat Nomor: 05/139/SMK.GP/IV/2026 tertanggal 7 April 2026, terkait undangan rapat sosialisasi Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini bertujuan untuk membahas bersama pelaksanaan PKL yang direncanakan berlangsung pada Juni hingga Desember 2026.

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan, Ketua Komite, Kepala Sekolah, serta jajaran wakil kepala sekolah. Acara dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, I Wayan Suiji, yang dalam acara pembukaannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada orang tua siswa atas kehadirannya dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan rangkaian acara meliputi pembukaan, pemaparan rencana kerja oleh kepala sekolah, sambutan dari Ketua Komite dan Ketua Yayasan, sesi diskusi, hingga penutup.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan PKL yang berlandaskan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020. Ia berharap program ini dapat berjalan dengan baik dengan dukungan penuh dari orang tua.

“Kami mohon dukungan Bapak/Ibu untuk memberikan perhatian, baik secara mental, perbekalan, maupun doa kepada anak-anak kita. Mereka akan mulai terjun ke dunia kerja dan masih minim pengalaman. Pengawasan serta bimbingan dari orang tua dan sekolah sangat diperlukan agar mereka tidak terpengaruh oleh pergaulan yang kurang baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program PKL merupakan salah satu syarat wajib kelulusan di SMK, sehingga perlu dilaksanakan secara optimal demi masa depan siswa.

Sementara itu, Ketua Komite, I Ketut Sutawa, menyampaikan bahwa selama ini pihaknya berperan sebagai mediator antara sekolah dan orang tua, serta bersyukur bahwa hubungan yang terjalin selama ini berjalan harmonis. Ia juga mengungkapkan bahwa lulusan SMK Giri Pendawa telah terserap di berbagai industri, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sinergi antara orang tua, sekolah, dan yayasan perlu terus ditingkatkan demi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Sambutan Ketua Yayasan, yang diwakili oleh Sekretaris Gst Ngurah Mataram, menyampaikan bahwa sejak berdirinya yayasan, berbagai pembangunan telah dilakukan dengan dukungan pemerintah. Namun, menurutnya, peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter siswa.

“Kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi anak perlu dibentuk melalui perhatian orang tua, baik di rumah, masyarakat, maupun di sekolah. Kami berharap anak-anak kita sukses menghadapi tantangan kehidupan ke depan,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan harapan bersama agar pelaksanaan PKL berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa.(manixs)

Beikut dokumentasi rapat dengan keputusan disetujui penuh!!!








Senin, 06 April 2026

Upacara Senin yang “Nyentil”: Saat Disiplin Diuji Tanpa Persiapan

Gatra Humas,06-04-26,Upacara bendera pada Senin pagi, 6 April 2026, di SMK Giri Pendawa berlangsung tidak seperti biasanya. Tanpa kehadiran lengkap kepala sekolah dan jajaran guru, kegiatan tetap digelar atas instruksi guru piket, I Wayan Suiji. Keputusan ini membuat pengurus OSIS dan perangkat kelas kelabakan karena tidak sempat melakukan persiapan maupun latihan.

Namun, Suiji justru menekankan bahwa upacara rutin tidak semestinya bergantung pada latihan khusus. Menurutnya, kesiapan siswa adalah bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan bangsa. “Kalian harus selalu siap,” tegasnya di hadapan peserta upacara.

Situasi di lapangan pun menjadi cerminan yang cukup “menyentil”. Setelah barisan dirapikan, banyak siswa enggan ditunjuk untuk mengambil peran. Hal ini terlihat jelas saat penunjukan petugas, bahkan hingga pemimpin Trisandya—tidak ada yang berani maju hingga nada suara guru piket sedikit meninggi, barulah ada yang mengangkat tangan.

Masalah lain muncul ketika dilakukan pengecekan siswa yang tidak mengikuti upacara. Bersama I Gst Ngr Gde Adnyana, ditemukan sebanyak 38 siswa mengaku sakit. Jumlah ini langsung menjadi perhatian serius guru piket karena dinilai tidak wajar.

Upacara tetap berlangsung, namun kendala belum berakhir. Beberapa perangkat kelas tampak ragu bahkan takut tampil sebagai pemimpin pleton. Ketua kelas XI TB pun sempat enggan maju hingga akhirnya dipanggil langsung oleh guru piket.

Dalam amanatnya, pembina upacara Ngakan Made Ariawan memberikan apresiasi kepada OSIS yang tetap sigap menjalankan tugas. Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih banyak hal yang perlu dilatih dan diperbaiki.

Ariawan menegaskan makna upacara bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap perjuangan pahlawan. Ia mengajak siswa untuk membayangkan kondisi negara yang masih dilanda konflik seperti di Timur Tengah. “Kita di Bali ini aman, harusnya kita bersyukur,” ujarnya.

Usai upacara, Suiji langsung mengumpulkan siswa yang mengaku sakit. Secara tegas, ia menyoroti terutama siswa laki-laki yang diduga berpura-pura. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan berbohong akan membentuk karakter buruk yang tidak sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

“Kalau terus dilakukan, ini bisa fatal untuk masa depanmu,” tegasnya. Ia juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang pada minggu berikutnya. Bagi yang benar-benar sakit, ia mempersilakan untuk beristirahat di rumah.

Tak berhenti di situ, Suiji juga mengumpulkan siswa yang pernah mengikuti pelatihan bela negara di Rindam Tabanan. Mereka direncanakan menjadi garda terdepan dalam membentuk kedisiplinan siswa lainnya, sekaligus menjadi teladan dalam sikap tegas, jujur, disiplin, dan sopan.

Upacara pagi itu bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi cermin yang cukup jelas: kesiapan, kejujuran, dan keberanian generasi muda masih perlu ditempa—bukan nanti, tapi mulai sekarang.(manixs)

Penghormatan peserta upacara pada sang merah putih

Ngakan Made Ariawan pendamping kesiswaan sebagai Pembina Upacara

Para guru dan pegawai yang hadir dalam upacara tersebut

Sekelompok siswa yang pura pura sakit agar tidak upacara




Minggu, 05 April 2026

Rombongan Melasti Ida Betara Turun Kabeh Berjalan 5 KM, Sisakan Sampah – OSIS SMK Giri Pendawa Bersama Guru Peduli Lingkungan Bersihkan Tempat Pemelastian.

Gatra Humas,310326--Dalam rangka pemelastian jelang perayaan Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, ribuan umat Hindu dari seluruh penjuru Bali berkumpul untuk mengikuti prosesi ngiring Ida Betara melasti yang melintasi jarak sekitar 5 kilometer dari Pura Besakih menuju Tegal Suci Tegenan. Perjalanan spiritual yang penuh makna ini menjadi saksi kemeriahan dan kebersamaan masyarakat, namun juga meninggalkan tantangan bagi kelestarian lingkungan.

Prosesi yang dilaksanakan dengan khidmat tersebut menarik perhatian banyak pihak, termasuk pedagang dadakan yang segera muncul menyediakan kebutuhan pengiring. Beragam jenis makanan ringan dan minuman menjadi primadona, terutama minuman kemasan plastik seperti air mineral, es buah, dan minuman dingin lainnya. Ketersediaan makanan dan minuman ini memang memberikan kemudahan bagi yang berpartisipasi, namun aktivitas tersebut juga menghasilkan jumlah sampah plastik yang cukup banyak di sepanjang rute perjalanan dan sekitar lokasi Tegal Suci Tegenan.

Melihat kondisi tersebut, OSIS SMK Giri Pendawa yang didampingi oleh gurunya, I Wyn.Gde Arta Sunyana dan Waka Kesiswaan Made Agus Duciarta yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, segera mengambil langkah nyata. Setelah prosesi Ida Betara kembali dan aktivitas masyarakat mereda, rombongan siswa dan guru tersebut langsung bergerak memungut sampah yang tersebar disekitar pura dan sepanjang jalan. Dengan semangat yang tinggi, mereka membersihkan setiap sudut yang terlantar sampah plastik, mulai dari pinggir jalan rute prosesi hingga sekitar area tegal suci.

Hasil kerja keras tersebut terlihat nyata, dimana puluhan kampil sampah berhasil terkumpul dari berbagai titik yang dibersihkan. Setelah itu, seluruh sampah yang terkumpul akan diproses lebih lanjut oleh Klian Banjar Adat Tegenan Kelod Mangku Manik Puspayoga. Langkah ini menjadi bentuk kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat adat dalam menjaga kebersihan dan keasrian tempat suci sekaligus lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam setiap kesempatan. OSIS SMK Giri Pendawa dan guru yang membimbingnya menunjukkan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga kelestarian alam, bahkan di tengah perayaan keagamaan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Bali. Dihubungi terpisah,kepala SMK Giri Pendawa Jero Mangku Komang Sumarta sangat mengapresiasi langkah OSIS dan gurunya karena sudah mengimplementasikan visi sekolah untuk mewujudkan karakter murid yang berbudaya dan peka terhadap pelestarian lingkungan yang mampu berkolaborasi dengan masyarakat adat,ujarnya.(manixs)

Prosesi melasti dari Pura Agung Besakih ke Tegal Suci sepanjang 5 km.

Pemungutan sampah yang dilakukan oleh OSIS

Klian Banjar Adat Tegenan kelod  Jero Mk.MAnik tampak berbaur dengan OSIS

Wayan Gede Arta Sunyana siswa OSIS di Tegan Suci

Sampah yang terkumpul diproses,dipilah dan dibakar

Proses akhir pembakaran sampah oleh Klian Br.Adat Tegenan Kelod