Kamis, 18 Juni 2026

SHU Lampaui Target, Kopsek Giri Amertha Sahkan RAT Tahun Buku 2025/2026

Gatra Humas – Koperasi Sekolah (Kopsek) Giri Amertha kembali menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025/2026 pada Kamis (11/6/2026) pukul 11.00 Wita di Ruang Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Giri Pendawa.

RAT dihadiri 27 anggota aktif dari kalangan guru dan pegawai, 402 anggota siswa, serta anggota nonaktif yang berasal dari yayasan dan sejumlah guru maupun pegawai yang pernah bertugas di SMK Giri Pendawa. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa yang dipandu langsung oleh pengelola koperasi sekolah.

Dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan melalui presentasi PowerPoint, pengelola memaparkan perkembangan usaha dan kondisi keuangan koperasi selama tahun buku 2025/2026. Capaian menggembirakan ditunjukkan dengan perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp41,7 juta, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp35 juta.

Pengelola Kopsek Giri Amertha, I Wayan Suiji, menjelaskan bahwa pada tahun buku mendatang koperasi akan tetap memperkuat usaha simpan pinjam sekaligus mengembangkan usaha penyediaan kebutuhan sehari-hari dan pengelolaan Teaching Factory (Tefa) kewirausahaan.

Menurut Suiji, sinergi antara koperasi dan ketua program studi akan terus diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) sehingga program Teaching Factory dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

“Koperasi akan maju apabila anggotanya punya hati rasa memiliki sebagai pemilik sekaligus pelanggan. Partisipasi aktif anggota menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Sebagai bentuk manfaat berkoperasi, pada kesempatan tersebut pengelola juga menyerahkan sebagian SHU dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR) Galungan kepada anggota aktif. Pembagian dilakukan dengan mempertimbangkan masa keanggotaan dan tetap mengedepankan asas pemerataan.

Ketua Dewan Penasehat Kopsek Giri Amertha yang juga Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,memberikan apresiasi atas kinerja pengelola yang dinilai jujur, transparan, dan akuntabel.

“Saya mengajak seluruh anggota untuk terus mendukung kinerja pengelola sehingga tujuan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dapat terwujud secara lebih optimal,” katanya.

Selain itu, koperasi juga memberikan  cashback bagi anggota yang aktif bertransaksi, baik melalui tabungan maupun pinjaman, sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi anggota.

Setelah melalui pembahasan dan tanggapan peserta, laporan pertanggungjawaban pengelola serta rencana kerja Tahun Buku 2026/2027 disahkan secara bulat oleh seluruh anggota yang hadir.

Acara RAT ditutup dengan pembagian uang transport kepada peserta serta penyerahan THR Galungan kepada anggota aktif sebagai wujud nyata manfaat berkoperasi bagi seluruh anggota.(manixs)

Pemberian hadiah/cash back pada anggota peminjam

Pemaparan proja

Hadiah bagi anggota penyimpan

 Laporan Pertanggungjawaban pengelola

 
Pemngarahan ketua Dewan Pembina/Penasehat




Menjaga Api Iman di Hati Generasi Muda: Refleksi Hari Raya Galungan di SMK Giri Pandawa

 

Ajik Mangku Sandi dan keluarga sembahyang Galungan di Padmasana

Hari Raya Galungan adalah momen paling suci dan dinanti-nanti umat Hindu di Bali. Hari ini dirayakan sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma, kebaikan mengatasi keburukan, dan menjadi pengingat untuk kembali mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mempererat hubungan harmonis antar sesama makhluk hidup. Namun, pengamatan sederhana tapi menyentuh hati yang terjadi di lingkungan SMK Giri Pandawa pada perayaan Galungan kemarin menyisakan satu pertanyaan mendalam: ke mana arah iman dan karakter generasi muda kita kini?

 Perubahan yang Terasa Nyata

 Dahulu, suasana di Padmasana sekolah saat Hari Raya Galungan terasa begitu meriah dan khidmat. Bukan hanya siswa yang datang berbondong-bondong membawa sesajen dan sembahyang dengan khusyuk, bahkan para alumni pun meluangkan waktu untuk kembali ke sekolah, mengulang kebiasaan suci yang menjadi bagian dari identitas mereka. Guru-guru pun hadir ikut sembahyang, menciptakan lingkungan ibadah yang hangat, penuh makna, dan menjadi teladan bagi para siswa.

 Namun kini, gambaran itu terasa memudar. Pada perayaan Galungan kemarin, suasana di Padmasana sekolah terasa sepi. Sangat sedikit siswa yang terlihat melaksanakan sembahyang, bahkan nyaris tidak ada. Kehadiran guru pun terasa terbatas. Di sisi lain, terlihat pola kegiatan yang berbeda: para remaja lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkumpul tanpa arah yang jelas, bersenang-senang secara berlebihan, mengendarai sepeda motor ke sana kemari, bahkan tak jarang terlibat dalam perilaku yang kurang terpuji seperti mengonsumsi minuman keras diiringin instrumen musik keras di jalanan.

Gradasi Kepercayaan dan Dampaknya pada Karakter

Fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini menjadi tanda adanya gradasi dalam nilai keimanan dan kepercayaan beragama. Ketika hubungan vertikal dengan Tuhan mulai dijauhkan, secara alami akan terganggu pula hubungan horizontal dengan sesama. Ajaran agama bukan lagi menjadi pedoman hidup, melainkan sekadar pengetahuan yang lepas dari pengamalan.

Lambat laun, dampak ini terlihat jelas pada karakter dan perilaku mereka. Rasa hormat kepada orang tua memudar, sopan santun kepada guru berkurang, serta cara berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat menjadi kurang terkontrol. Pengaruh lingkungan bebas dan media sosial yang tidak disaring dengan bijak semakin mempercepat pergeseran ini, membuat mereka terjebak dalam kesenangan sesaat yang menjauhkan dari makna sejati kehidupan.

Apa Jalan Keluarnya?

Sebagai orang tua di rumah dan pendidik di sekolah, kita tidak boleh diam saja. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk membangkitkan kembali kesadaran dan kepekaan hati generasi muda. Berikut adalah langkah-langkah yang kiranya bisa kita upayakan:

Mengembalikan Keteladanan: Ajaran paling ampuh bukan hanya lewat kata-kata, melainkan lewat perbuatan. Orang tua dan guru harus menjadi teladan nyata dalam melaksanakan ibadah dan menjalankan nilai-nilai agama dalam keseharian.

Memperdalam Makna, Bukan Sekadar Ritual: Ajak mereka memahami mengapa kita sembahyang, bukan hanya bagaimana caranya. Jelaskan bahwa Galungan adalah pengingat untuk mengendalikan diri, berbuat baik, dan menyadari bahwa segala sesuatu ada di bawah kuasa Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Membangun Lingkungan yang Mendukung: Sekolah perlu menjadikan Padmasana bukan sekadar bangunan, melainkan pusat nilai dan kegiatan rohani yang teratur, menarik, dan memberi ruang bagi siswa untuk merasakan kedamaian. Di rumah, ciptakan suasana harmonis di mana ibadah menjadi rutinitas yang menyenangkan.

Mendampingi, Mengarahkan, dan Mengawasi: Ketahui dengan siapa mereka bergaul dan apa yang menjadi pengaruhnya. Dekati mereka dengan kasih sayang, bukan dengan hukuman semata, agar mereka mau membuka hati dan menerima nasihat.

Membangkitkan Kesadaran Diri: Ingatkan mereka dengan lembut: “Ingatlah dirimu sebagai anak umat Hindu, percayalah pada kebesaran Tuhan, dan jadikan ajaran agama sebagai pelita penerang jalan hidup.”

Penutup

 Generasi muda adalah harapan masa depan, namun harapan itu akan pudar jika tidak ditopang oleh iman dan akhlak yang luhur. Mari kita bersama-sama mengembalikan cahaya Galungan ke dalam hati mereka — bukan hanya sebagai perayaan di luar, melainkan sebagai kekuatan batin yang menjadikan mereka pribadi yang berkarakter, berbudi luhur, dan tetap teguh memegang teguh ajaran leluhur.

 Semoga dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak, kelak Padmasana sekolah kembali ramai dipenuhi doa, dan Hari Raya Galungan kembali menjadi momen yang memperkuat iman serta membangun karakter generasi muda yang sesungguhnya.

 “Dharma menang, Adharma kalah — semoga kemenangan ini senantiasa terjaga dalam hati setiap anak muda kita.”

Om Santi Santi Santi Om

Medio 180626,by.Manixs

sambil Silaturahmi

di Penunggun Karang

 
di Padmasana


Minggu, 31 Mei 2026

SMK Giri Pendawa Peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan Upacara Berbusana Adat Bali

Gatra Humas, 1 Juni 2026 – Keluarga besar SMK Giri Pendawa melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman sekolah pada Senin (1/6/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas imbauan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali terkait implementasi Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 200.2.2/e-594/Polpum tanggal 26 Mei 2026 tentang Penerusan Surat Edaran Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang ditujukan kepada gubernur serta bupati/wali kota se-Indonesia.

Seluruh peserta upacara yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian adat Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Dalam amanat yang dibacakan, Kepala BPIP menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya. Pancasila juga menjadi landasan moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika geopolitik dunia.

Selain itu, generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Nilai-nilai gotong royong, toleransi, persatuan, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap kemanusiaan harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Melalui peringatan ini, SMK Giri Pendawa meneguhkan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh warga sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, nasionalis, kreatif, dan bertanggung jawab.

Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat rasa cinta tanah air serta menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Usai kegiatan dilakanakan foto bersama.

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.
Merdeka! Salam Pancasila.(manixs)

Melantunkan puja Tri Sandya sebagai doa kepada pendahulu bangsa

Pelaksanaan upacara bendera peringati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 


Foto bersama diakhir acara


Jumat, 22 Mei 2026

Workshop Penguatan SPM Pendidikan Digelar di SMKN 1 Klungkung

Gatra Humas---Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali menggelar Workshop Penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi satuan pendidikan SMA/SMK negeri dan swasta se-kabupaten Klungkung dan Karangasem di SMKN 1 Klungkung,Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan di tujuh wilayah se-Bali, yakni Jembrana, Denpasar, Gianyar, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Tabanan.

Menurut Wesnawa, kegiatan tersebut sangat penting untuk menyamakan persepsi seluruh satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan capaian rapor pendidikan di Provinsi Bali.

“Penurunan capaian rapor pendidikan pada tahun 2025 dipengaruhi berbagai faktor. Untuk itu mari kita berbenah diri sehingga capaian di tahun mendatang bisa lebih baik,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan sejumlah pengawas SMA/SMK Provinsi Bali sebagai narasumber.

Pengawas SMA/SMK Bali, Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten, memaparkan materi tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan guna mendongkrak nilai rapor pendidikan, khususnya pada aspek literasi, numerasi, lingkungan pendidikan, serta keterbukaan akses manajemen.

Khusus bagi SMK, Widiasa menekankan pentingnya keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, tracer study juga dinilai penting untuk mengkaji tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja.

“Sekolah diharapkan mampu melengkapi seluruh komponen standar yang dibutuhkan, bahkan bila memungkinkan dapat mewujudkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” jelasnya.

Sementara itu, narasumber I Gede Merta Ariawan menyampaikan materi mengenai penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Ia mengungkapkan bahwa mutu pendidikan di Bali dan di sekolah pada umumnya masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, ia mendorong setiap sekolah segera membentuk tim penjaminan mutu pasca kegiatan workshop. Tim tersebut nantinya bertugas memetakan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai persoalan yang ada di sekolah sebelum dilakukan evaluasi eksternal, seperti oleh BAN-SP.

Materi berikutnya mengenai siklus SPMI disampaikan oleh Ni Nyoman Wirati. Dalam sesi tersebut, peserta diajak berdiskusi aktif untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi sekolah masing-masing sebagai bahan analisis dan umpan balik kegiatan.

Adapun pemateri terakhir, I Nyoman Pasek, menyampaikan materi tentang analisis dampak pendidikan. Ia langsung memandu peserta mempraktikkan langkah-langkah pengisian format rapor pendidikan, mulai dari pembentukan tim penjaminan mutu, pemetaan masalah, analisis masalah, penyusunan perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi.

Sebagai tugas akhir, seluruh peserta diminta menyusun rencana kerja tim penjaminan mutu di sekolah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, SMK Giri Pendawa dihadiri Kepala Sekolah I Komang Sumarta bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas I Wayan Suiji yang mewakili bidang kurikulum karena berhalangan hadir.(manixs)



Wakasek Humas dan Kepala Sekolah sebagai peserta Workshop

sedang berlangsung 

 
Para nara sumber dari kiri : Ida Bgs.W.Widiasa Keniten,I Gde Merta Ariawan,
I Nyoman Pasek dan Ni Nyoman Wirati


Rabu, 20 Mei 2026

Upacara Harkitnas ke-118 di SMK Giri Pendawa, Siswa Lanjut Ulangan Semester

Gatra Humas,200526-------SMK Giri Pendawa melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Jumat, 20 Mei 2026. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan berlangsung khidmat di halaman sekolah.

Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Giri Pendawa, I Gusti Ngurah Mataram. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak kesadaran berbangsa. Semangat perjuangan saat itu disebut telah mengubah pola perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomasi.

Menteri Komunikasi dan Digital juga menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan untuk memperkuat perlindungan generasi muda sekaligus menjaga kemandirian bangsa.

Dalam sambutan itu turut disampaikan sejumlah program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun disebut sebagai langkah menjaga ruang digital yang sehat dan aman bagi anak.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa.

Upacara ditutup dengan pembubaran pasukan oleh pembina upacara. Setelah kegiatan selesai, seluruh siswa mengikuti kegiatan ulangan umum semester 2 tahun pelajaran 2026/2027.(manixs)


Puja Tri Sandya
Puja Tri Sandya sebelum upacara
Peersiapan upacara

Guru dan staf pegawai

Pembina upacara menuju lapangan upacara

Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara

Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara

Pengibaran Bendera Merah Putih

Pengibara bendera kembali ke posisi semula


Pembacaan naskah Pembukaan UUD'45

Pembina upacara membacakan pidato sambutan Menkomdigi

Laporan ajudan bahwa upacara selesai
















Selasa, 12 Mei 2026

LPK Zenith Tindak Lanjuti MoU dengan SMK Giri Pendawa Lewat PKS dan Sosialisasi Kerja ke Jepang

Gatra Humas,130526--LPK Zenith Bali Training Center Jasri kembali mengunjungi SMK Giri Pendawa dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Yayasan Zenith dengan SMK Giri Pendawa.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK Giri Pendawa itu diawali dengan sosialisasi kepada siswa kelas X dan XI sebelum pembahasan teknis terkait PKS dilakukan. Sosialisasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa.

LPK Zenith Bali Training Center Jasri yang berkedudukan di Jalan Ki Hajar Dewantara, Jasri, Subagan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali 80811, beroperasi di bawah naungan Yayasan Widya Santi Wisata. Saat ini, lembaga tersebut telah bertransformasi dengan fokus sebagai pusat pelatihan khusus persiapan kerja ke Jepang, terutama melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Berketerampilan Spesifik.

Owner LPK Zenith, Gusti Lanang Muliarta, dalam kesempatan itu memberikan motivasi kepada para siswa. Ia juga menampilkan atraksi bermain kartu yang mengundang perhatian dan antusiasme peserta.

Dalam pemaparannya, Muliarta menjelaskan bahwa melalui program pelatihan terpadu selama enam bulan, para siswa dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada sejumlah sektor, di antaranya pertanian dan perkebunan, pengolahan makanan, kelistrikan, pariwisata/perhotelan, hingga caregiver atau perawat lansia.

“Melalui program ini, siswa dipersiapkan secara matang agar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri di Jepang,” ujar Muliarta.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam operasionalnya, LPK Zenith bermitra dengan lembaga penyalur resmi seperti PT Mojo Indonesia Raya untuk menjaring calon peserta dari berbagai daerah, termasuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, memberikan apresiasi positif atas kerja sama yang dijalin bersama LPK Zenith.

Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan peluang tersebut sebagai langkah awal merintis masa depan yang lebih baik dan bertanggung jawab.

“Banyak lembaga sejenis menawarkan kerja sama, tetapi saya masih ragu. Kali ini saya yakin karena Bapak Gusti Muliarta adalah salah satu tokoh profesional yang dipercaya oleh Bali untuk ngayah mengelola fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Karena itu,bapak yakin LPK ini aman dan patut dipercaya, jangan sia-siakan kesempatan ini nak.” ujarnya meyakinkan.(manixs)

Sosialisasi Gusti lanang Muliarta(LPK.Zenith)

Suasana antusias dari peserta

 
Atraksi main kartu dari owner LPK.Zenith



Senin, 11 Mei 2026

SMK Giri Pendawa Gelar Pembekalan PKL Tahun Ajaran 2026/2027

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa kelas XII Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Giri Pendawa melaksanakan program PKL selama enam bulan, mulai akhir Mei hingga Desember 2026. Program ini dikoordinasikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, yang telah merancang berbagai tahapan kegiatan mulai dari rapat sosialisasi dengan orang tua siswa, penyusunan panitia PKL, orientasi, pembekalan, pemberangkatan, pelaksanaan hingga ujian PKL.

Kegiatan pembekalan PKL tahun ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Senin, 11 Mei hingga Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di aula sekolah.

Pada acara pembukaan, Ketua Panitia PKL, I Wayan Gde Suarnata, melaporkan bahwa kegiatan pembekalan diikuti oleh 146 siswa. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh sumber dana dari orang tua siswa serta subsidi Dana BOS. Narasumber yang dihadirkan berasal dari internal sekolah, yayasan, dan pihak eksternal dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), yakni HRD Tapa Hotel.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pembekalan dengan sungguh-sungguh sehingga siap menghadapi tugas dan pekerjaan selama on the job training.“Jagalah nama baik sekolah, orang tua, dan diri sendiri. Tujuan kalian melaksanakan PKL adalah untuk menambah keterampilan serta membentuk sikap yang lebih baik guna menghadapi tantangan masa depan sesuai tema PKL tahun ini, yaitu Upgrade Skill Unlock Future,” pungkasnya.

Materi pada hari pertama diawali oleh Koordinator PKL, I Wayan Suiji, yang menyampaikan tentang pengenalan PKL, tugas, dan kewajiban siswa selama menjalani praktik kerja lapangan. Selanjutnya, Ketua Yayasan, I Ketut Sudana, memberikan materi tentang motivasi dan mental kerja, meliputi pembangunan mindset profesional, cara mengatasi rasa gugup atau takut, serta tips sukses menjalani PKL.

Materi berikutnya mengenai pengenalan dunia industri disampaikan oleh Kepala Program Studi Perhotelan, Dewa Putu Suaba, sedangkan komunikasi efektif dibawakan oleh GNR Adi Sandi Putra.

Pada hari kedua, peserta menerima materi tentang tata kelola dan peran DUDI dalam PKL yang disampaikan oleh Bu Devi dari Tapa Hotel. Selain itu, Dewa Putu Suarya selaku Kaprodi Tata Boga memberikan materi simulasi dunia kerja. Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disampaikan oleh Made Agus Suciarta, sedangkan penyusunan laporan PKL dibawakan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, IGNR Mataram.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan evaluasi serta penutupan acara yang berlangsung dengan tertib dan lancar. Diharapkan melalui pembekalan ini seluruh siswa siap menjalankan PKL dengan baik serta mampu mengembangkan keterampilan dan karakter profesional di dunia kerja.(manixs)

Logo PKL 2026

Sambutan Kepala Sekolah sekaligus membuka secara resmi Pembekalan PKL 2026

Koordinator PKL I Wayan Suiji

Kaprodi PH Dewa Putu Suaba

 Bu Devi dari Tapa Hotel






Jumat, 01 Mei 2026

Upacara Hardiknas 2026, SMK Giri Pendawa Tekankan Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Karakter

Gatra Humas--Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, SMK Giri Pendawa menggelar upacara bendera di lapangan sekolah, Jumat (2/5). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta menyampaikan amanat dengan membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Sumarta saat membacakan pidato. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses menumbuhkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.

Dalam amanat itu juga disampaikan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang sistem among yang meliputi asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan). Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai fondasi pendidikan Indonesia hingga saat ini.

Pidato tersebut turut menggarisbawahi bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Pendidikan diharapkan mampu membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta bertanggung jawab.

Selain itu, arah kebijakan pendidikan nasional juga dikaitkan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama menuju Indonesia maju dan bermartabat.

Dalam pidato tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui pemahaman yang lebih komprehensif di dalam kelas.

Untuk mendukung implementasinya, pemerintah menetapkan LIMA KEBIJAKAN STRATEGIS. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Kedua, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui beasiswa, pelatihan, serta perbaikan sistem tunjangan.

Ketiga, penguatan karakter siswa melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, termasuk penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta berbagai program pembiasaan positif. Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi dan evaluasi akademik seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kelima, perluasan akses pendidikan melalui berbagai layanan fleksibel seperti pembelajaran jarak jauh dan pendidikan inklusif.

Upacara Hardiknas di SMK Giri Pendawa ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan usaha bersama seluruh elemen bangsa. Melalui semangat kolaborasi, diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat terwujud secara nyata.(manixs)

Amanat Pembina dengan membacakan pidato mendikdasmen RI






Senin, 20 April 2026

KESBANGPOL KARANGASEM SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DI SMK GIRI PENDAWA

Gatra Humas 13042026— I Nyoman Adil,S.Pd.pimpinan rombongan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karangasem menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap (P4G) narkotika dan prekursor narkotika di SMK Giri Pendawa. Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi pengedaran serta penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA/SMK.

Kegiatan menyasar para siswa sebagai kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh negatif pergaulan, sekaligus sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan oleh I Komang Sumarta Kepala Sekolah SMK Giri Pendawa, dilanjutkan pengarahan dari Kepala Bidang Kesbangpol Kabupaten Karangasem. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, aparat, dan masyarakat dalam menekan peredaran narkotika.

Materi umum tentang narkoba disampaikan oleh Kapolsek Rendang, yang menguraikan jenis-jenis narkotika serta dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. Selanjutnya, perwakilan Kesbangpol Kecamatan memberikan pemahaman terkait bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi sosial dan lingkungan.

Dari aspek hukum, Kanit Reskrim Narkoba Polres Karangasem menjelaskan risiko pidana yang dapat menjerat pelaku penyalahgunaan narkoba, termasuk ancaman hukuman yang berat bagi pengguna maupun pengedar. Sementara itu, tambahan materi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem yang disampaikan oleh Pak Rofi memperkuat pemahaman siswa terkait upaya pencegahan dan rehabilitasi.

Kepala SMK Giri Pendawa dalam sambutannya berharap melalui kegiatan ini para siswa semakin memahami bahaya narkoba, mampu menjauhinya, serta turut menyosialisasikan pengetahuan tersebut kepada teman sebaya.

Senada dengan itu, para narasumber berharap generasi muda Karangasem dapat terselamatkan dari ancaman narkoba dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutup dan ajakan bersama untuk berkomitmen memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(manixs).

Sambutan Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta

Sambutan dari Pimpinan rombongan Kesbangpol Karangasem

Narsum dari Kapolsek,Polres,Kesbangpol

Peserta sosialisasi dari siswa SMK Giri Pendawa sangat antusias mengikuti acara.




LAPORAN KEGIATAN RAPAT PERSIAPAN PAWAI BUDAYA HARI JADI KOTA AMLAPURA KE-386

Gatra Humas,20-04-2026,Kepala SMK Giri Pendawa yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, menghadiri undangan Camat Rendang nomor: 400.6.3/162/Kesos/Kec. Rendang  tanggal 16 April 2026. Undangan tersebut terkait dengan rapat persiapan pawai budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Camat Rendang, I Made Bambang Sulistono, yang menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk menyatukan persepsi serta membagi tugas dalam pelaksanaan parade pawai budaya Hari Jadi Kota Amlapura. Tema kegiatan yang diusung adalah “It’s Not Easy, But We Can Do It” yang berarti “Tidak mudah, tetapi harus bisa.”

Pertemuan ini dihadiri oleh para perbekel se-Kecamatan Rendang, perwakilan SMA, perwakilan SMK Giri Pendawa, Kepala SMA Astika Dharma, Kepala Puskesmas Rendang, serta tim kesenian barong.

Dalam sambutannya, Camat Rendang, Gede Sastraadi Wiguna, menyampaikan bahwa meskipun terdapat keterbatasan anggaran di masing-masing instansi, diharapkan kegiatan ini tetap dapat terlaksana dengan baik dalam kesederhanaan sesuai tema peringatan. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk menyepakati program ini sebagai ajang pengembangan potensi budaya lokal di Kecamatan Rendang. Kegiatan ini dilandasi oleh Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 1 Tahun 2015 tentang perayaan hari lahir Kota Amlapura.

Konsep parade menampilkan sajian seni yang mencerminkan keberagaman, ciri khas, dan keunikan potensi budaya di masing-masing wilayah. Parade dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 Juni 2026 dengan rute dimulai dari Taman Budaya Candra Buana menuju panggung kehormatan di Lapangan Tanah Aron, dan berakhir kembali di Lapangan Candra Buana.

Adapun pembagian tugas dalam parade adalah sebagai berikut:

  • 1 orang putri pembawa papan nama dari SMK Giri Pendawa

  • 3 pasang jegeg bagus dari Desa Pesaban

  • 20 orang pembawa uparengga dari Desa Besakih

  • 10 orang pembawa tambur dari Desa Nongan

  • 20 orang bebarisan/rerejangan dari Desa Pempatan

  • 20 orang pengiring jejangeran dari PKK desa dan kecamatan serta Puskesmas

  • 20 orang pembawa gebogan dari Desa Menanga

  • 25 orang beratraksi tematik dari Desa Rendang

  • 35 orang penabuh baleganjur dari SMA Astika Dharma

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi pelaksanaan rapat persiapan pawai budaya.(Manixs).

    Berikut dokumen kegiatan










Selasa, 14 April 2026

Menjajaki Jepang dari Bangku Sekolah

Laporan Khusus Gatra Humas.

Selasa, 14 April 2026, halaman SMK Giri Pendawa tampak lebih ramai dari biasanya. Siang itu, sebuah agenda penting digelar: penjajakan kerja sama antara pihak sekolah dengan LPK Zenith untuk membuka jalur pelatihan dan penempatan kerja ke Jepang.

Rombongan LPK Zenith dipimpin langsung oleh sang pemilik, Gusti Lanang Muliarta. Dalam pemaparannya, Lanang menegaskan bahwa tujuan kedatangannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah awal membangun sinergi konkret antar lembaga.

“Kami ingin menjalin kerja sama strategis dengan SMK Giri Pendawa dalam program pelatihan kerja ke Jepang,” ujarnya di hadapan peserta rapat.

Pertemuan itu dipimpin oleh Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, serta dihadiri jajaran yayasan, termasuk Ketua Dewan Pembina dan sejumlah pengurus. Diskusi berlangsung hangat namun terarah, menimbang peluang sekaligus tantangan dari kerja sama lintas lembaga ini.

Dalam paparannya, Lanang yang juga menjabat Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih (BPFKSPAB) menjelaskan visi LPK Zenith: meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sumber daya manusia. Jalurnya adalah membuka akses pengalaman kerja internasional, khususnya ke Jepang.

Adapun misinya mencakup pelatihan bahasa Jepang, pembekalan teknik kerja sesuai minat, hingga pengenalan budaya Jepang. Menariknya, lembaga ini juga menekankan penguatan budaya Bali sebagai fondasi spiritual bagi peserta, terutama bagi “semeton Bali” yang akan merantau.

Pendekatan sosial menjadi salah satu ciri utama program ini. Biaya pelatihan dirancang lebih terjangkau dengan skema cicilan, guna meringankan beban masyarakat. “Kami ingin layanan ini tetap inklusif,” kata Lanang.

Kerangka kerja sama yang ditawarkan cukup sistematis. Pembinaan dimulai sejak siswa masih di bangku SMK. Bahasa, budaya, dan etika kerja Jepang akan diperkenalkan sejak dini agar peserta lebih siap secara mental dan profesional. Bahkan, wacana pembentukan kelas khusus Jepang pun mengemuka sebagai nilai tambah bagi sekolah.

Tahapan awal seleksi mencakup pemeriksaan kesehatan tiga kali, dengan rincian biaya bertahap. Setelah itu, peserta mengikuti pelatihan bahasa intensif maksimal tiga bulan dalam sistem karantina. Selama masa ini, kebutuhan dasar seperti penginapan selama 3 bulan maksimal, listrik, air, hingga jatah beras 5 kg perbulan disediakan.

Untuk keberangkatan, peserta membayar uang muka sebesar Rp3 juta, sementara sisa biaya dapat diangsur hingga sepuluh kali setelah mulai bekerja di Jepang. “Jadi tidak perlu terlalu memikirkan biaya di awal,” ujar Lanang.

Dari pihak yayasan, respons yang muncul cenderung positif. Ketua Yayasan Giri Pendawa, I Ketut Sudana, menyebut kerja sama ini sebagai peluang strategis.

“Yang penting mutualisme, saling menguntungkan, dan menjadi nilai tambah bagi sekolah,” katanya.

Melalui forum yang berlangsung aklamatif, para peserta rapat menyatakan persetujuan awal terhadap rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Namun, rincian teknis akan dikaji lebih lanjut sebelum dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih detail.

Pertemuan ditutup dengan suasana santai namun bermakna: santap siang bersama. Hidangan yang tersaji bukan sekadar konsumsi, melainkan hasil praktik siswa di restoran teaching factory sekolah—penegas bahwa pendidikan vokasi tak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga kesiapan nyata menghadapi dunia kerja.

Di tengah meningkatnya minat generasi muda untuk bekerja di luar negeri, langkah SMK Giri Pendawa ini bisa menjadi model. Pertanyaannya kini: sejauh mana kesiapan sistem pendidikan vokasi mengintegrasikan kebutuhan global tanpa kehilangan akar lokalnya?(manixs).

Ketua Yayasan I Ketut Sudana memaparkan sejarah dan kondisi Yayasan Giri Pendawa

Pemaparan visi misi LPK Zenith oleh Gusti Lanang Muliarta(Owner)

Foto bersama setelah MoU disepakati antara SMK Giri Pendawa dengan LPK Zenith



Minggu, 12 April 2026

Upacara Bendera Senin di SMK Giri Pendawa: Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa

Gatra Humas,13-04-26--SMK Giri Pendawa kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada hari Senin dengan tertib dan khidmat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pendiri bangsa, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter bagi para siswa.

Dalam amanatnya, pembina upacara Nyoman Pande Setiawan,menyampaikan pentingnya kesadaran diri dalam berperilaku. Ia menekankan bahwa setiap tindakan yang dilakukan siswa memiliki konsekuensi, sehingga perlu dipikirkan dengan matang agar tidak menimbulkan dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun bagi nama baik sekolah. Contoh,guru sudah memberikan payung dan tempat berteduh kala hujan,namun kalau kalian sukanya basah-basahan dan bermain lumpur,maka perlindungan dan didikan yang diberikan guru akan sia sia tidak dapat melindungi kalian,itu tergantung,sangat tergantung dari niat kalian,sebab bagaimanapun hebatnya seorang guru dan orang tua kalian mendidik,kalau diri kalian tidak interes,maka nonsen akan mencapai perubahan signifikan pada diri kalian.

“Sekali lagi kami Guru sudah berupaya memberikan perlindungan dan bimbingan, namun semua kembali pada niat kalian masing-masing. Jika kalian tidak mampu menjaga diri, maka perlindungan tersebut tidak akan maksimal,”.

Ia juga menambahkan bahwa harapan para guru dan orang tua adalah agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lurus, tulus, serta mulus menjalani kehidupan masa depan dengan baik,pungkasnya.

Sementara itu, guru piket hari Senin, I Wayan Suiji , menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara berjalan dengan lancar, mulai dari persiapan barisan, pelaksanaan Tri Sandya, hingga berakhirnya kegiatan. Ia menyebutkan adanya peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya, terutama pada jumlah siswa yang izin sakit ngumpul di kantor menurun dari minggu lalu 38 orang kini menjadi hanya 4 orang yang memang sakit.

Selain itu, kerapian barisan siswa juga mulai membaik seiring dengan penyesuaian dalam pemberian arahan oleh guru piket dengan tone yang dinaikan sedikit. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa siswa yang kurang disiplin dalam mengikuti rangkaian kegiatan, meskipun jumlahnya semakin berkurang,karena itu kita guru penting memberi sentuhan pada semua siswa untuk memperhatikan,mengawasi dan membina dengan sungguh hati,guna membelai relung hatinya sebagai anak muda bangsa.

Disisi lain I Wayan Gede Suarnata guru wali kelas yang siswanya bertugas,menyampaikan apresiasi pada anak waliannya yang bertugas dengan baik dan lancar,juga menegaskan bahwa pengawasan dan pembinaan dari seluruh guru perlu terus ditingkatkan agar kedisiplinan siswa semakin baik. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan semua pihak agar tidak ada lagi guru yang harus dipanggil saat upacara sudah akan dimulai.

Melalui kegiatan upacara bendera ini, diharapkan seluruh siswa dapat terus meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran dalam menjaga nama baik sekolah.(manixs)

Puja Tri Sandya sebelum upacara

Penghormatan pada pembina

Nyoman Pande Setiawan selaku pembina upacara

Amanat Pembina upacara 




Jumat, 10 April 2026

SMK Giri Pendawa Undang Orang Tua Siswa Untuk Sosialisasi PKL.

SMK Giri Pendawa kembali mengundang orang tua/wali siswa kelas XI melalui surat Nomor: 05/139/SMK.GP/IV/2026 tertanggal 7 April 2026, terkait undangan rapat sosialisasi Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini bertujuan untuk membahas bersama pelaksanaan PKL yang direncanakan berlangsung pada Juni hingga Desember 2026.

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan, Ketua Komite, Kepala Sekolah, serta jajaran wakil kepala sekolah. Acara dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, I Wayan Suiji, yang dalam acara pembukaannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada orang tua siswa atas kehadirannya dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan rangkaian acara meliputi pembukaan, pemaparan rencana kerja oleh kepala sekolah, sambutan dari Ketua Komite dan Ketua Yayasan, sesi diskusi, hingga penutup.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan PKL yang berlandaskan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020. Ia berharap program ini dapat berjalan dengan baik dengan dukungan penuh dari orang tua.

“Kami mohon dukungan Bapak/Ibu untuk memberikan perhatian, baik secara mental, perbekalan, maupun doa kepada anak-anak kita. Mereka akan mulai terjun ke dunia kerja dan masih minim pengalaman. Pengawasan serta bimbingan dari orang tua dan sekolah sangat diperlukan agar mereka tidak terpengaruh oleh pergaulan yang kurang baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program PKL merupakan salah satu syarat wajib kelulusan di SMK, sehingga perlu dilaksanakan secara optimal demi masa depan siswa.

Sementara itu, Ketua Komite, I Ketut Sutawa, menyampaikan bahwa selama ini pihaknya berperan sebagai mediator antara sekolah dan orang tua, serta bersyukur bahwa hubungan yang terjalin selama ini berjalan harmonis. Ia juga mengungkapkan bahwa lulusan SMK Giri Pendawa telah terserap di berbagai industri, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sinergi antara orang tua, sekolah, dan yayasan perlu terus ditingkatkan demi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Sambutan Ketua Yayasan, yang diwakili oleh Sekretaris Gst Ngurah Mataram, menyampaikan bahwa sejak berdirinya yayasan, berbagai pembangunan telah dilakukan dengan dukungan pemerintah. Namun, menurutnya, peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter siswa.

“Kedisiplinan, loyalitas, dan dedikasi anak perlu dibentuk melalui perhatian orang tua, baik di rumah, masyarakat, maupun di sekolah. Kami berharap anak-anak kita sukses menghadapi tantangan kehidupan ke depan,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan harapan bersama agar pelaksanaan PKL berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa.(manixs)

Beikut dokumentasi rapat dengan keputusan disetujui penuh!!!