Gatra Humas,18-07-2026 ---– Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dirangkaikan dengan Upacara Upanayana bagi siswa kelas X SMK Giri Pendawa berlangsung khidmat di Pura Dalem Pendawa, Sabtu. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian MPLS sekaligus menandai pengesahan siswa baru secara niskala sebagai bagian dari keluarga besar SMK Giri Pendawa.
Perjalanan menuju lokasi upacara diawali dengan suasana hujan gerimis. Namun, setibanya di kawasan hutan lindung yang mengelilingi Pura Dalem Pendawa, hujan seolah menghilang. Hanya tampak awan tipis yang berarak perlahan diterpa angin pegunungan, menghadirkan kesejukan dan keasrian alam yang menambah kekhusyukan suasana.
Sebelum menuju Pura Dalem Pendawa, rombongan siswa terlebih dahulu melakukan persembahyangan di Pura Puseh Glagah. Selain bersembahyang, para siswa juga ngayah dengan melaksanakan kegiatan mereresik atau membersihkan area pura sebagai wujud bakti dan kepedulian terhadap tempat suci.
Usai persembahyangan pertama, perjalanan dilanjutkan menggunakan sepeda motor masing-masing menuju Pura Dalem Pendawa melalui jalur berpasir yang menanjak dan cukup ekstrem. Medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa, terutama mereka yang baru pertama kali melintasinya.
Tak sedikit sepeda motor kehilangan traksi akibat pasir yang dalam sehingga tak mampu lagi menaklukkan tanjakan. Para pengendara pun harus turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil mendorong motornya. Meski demikian, semangat para siswa tidak surut. Sebagian besar berhasil melewati tanjakan, bahkan seorang siswi mampu mengendarai motornya hingga mencapai puncak, mengundang decak kagum peserta lainnya.
Sekitar pukul 09.00 Wita, rangkaian Upacara Upanayana dimulai. Ritual dipimpin oleh Jero Mangku Jan Bangul dan didampingi Penyarikan Desa Pule, Jero Nyoman Pande. Suasana sakral terasa ketika lantunan puja mantra berpadu dengan suara bajra dan hembusan angin pegunungan yang menambah kekhidmatan prosesi.
Prosesi dilanjutkan dengan penyucian banten, pelinggih, serta penyucian diri para peserta sebagai simbol penyucian jiwa dalam merajut harapan dan langkah menuju masa depan yang lebih baik.
Setelah persembahyangan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan MPLS yang diawali dengan hening cipta. Suasana sempat terganggu oleh beberapa siswa yang masih berbicara. Kepala SMK Giri Pendawa, Jero Komang Sumarta, dengan suara tegas mengingatkan peserta.
"Berhenti kalian ribut, tak mengerti hening. Diam!"
Seruan tersebut langsung membuat seluruh peserta terdiam. Keheningan pun tercipta selama beberapa menit sebelum acara resmi dimulai.
Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa sebagian besar peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Dari jumlah peserta sekitar 119 orang, beberapa siswa tidak dapat hadir karena alasan tertentu. Kegiatan juga dihadiri pengurus OSIS, dewan guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan Yayasan Giri Pendawa.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Giri Pendawa, Jero Komang Sumarta, mengapresiasi kehadiran para siswa yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
"Anak-anak yang tidak hadir akan diberikan sanksi karena Upanayana ini merupakan kegiatan yang sangat penting. Ini adalah babak baru kalian memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dekatkanlah diri kepada Tuhan, karena itulah makna Upanayana, yakni memohon restu dan mendekatkan diri kepada Sang Penguasa Ilmu Pengetahuan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dipilihnya Pura Dalem Pendawa bukan tanpa alasan.
"Di tempat inilah sabda suci turun sebagai landasan berdirinya sekolah kita. Dengan terlaksananya Upanayana ini, kalian telah sah secara niskala menjadi siswa SMK Giri Pendawa," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Giri Pendawa, Gst. Ngurah Mataram, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan MPLS sejak 13 hingga 18 Juli dengan baik.
"Atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan MPLS SMK Giri Pendawa secara resmi saya nyatakan ditutup," ucapnya yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.
Menutup acara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh siswa. Menurutnya, perjalanan menuju Pura Dalem Pendawa merupakan simbol perjalanan kehidupan.
"Perjalanan menuju puncak ibarat proses kehidupan. Banyak tanjakan, rintangan, dan tantangan yang harus dihadapi. Raihlah puncak dengan kerja keras, kerja tuntas, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Dengan itu, kalian akan sampai pada tujuan dengan selamat," pesannya.
Ia juga mengajak siswa memaknai keberadaan Pura Pendawa sebagai simbol kepemimpinan yang diwariskan para Pandawa.
"Dharmawangsa melambangkan kebijaksanaan, Bima melambangkan kekuatan, Arjuna melambangkan kecerdasan dan cinta kasih, sedangkan Nakula dan Sahadewa melambangkan kemuliaan serta kemakmuran. Nilai-nilai itulah yang hendaknya kalian perjuangkan, baik secara sekala maupun niskala, agar kelak menjadi pribadi yang sukses dan berbudi luhur," pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan santap siang bersama dalam suasana penuh kebersamaan sebelum seluruh peserta kembali pulang, membawa pengalaman spiritual sekaligus pelajaran hidup yang akan menjadi bekal dalam menempuh perjalanan pendidikan di SMK Giri Pendawa.(manixs)

.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar