Senin, 03 Agustus 2026

Langkah Preventif Pencegahan Kenakalan Remaja di SMK Giri Pendawa: Mengutamakan Pembinaan, Menegakkan Disiplin

Oleh:

I Wayan Suiji,Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas,SMK Giri Pendawa.


Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang sarat dengan tantangan. Pengaruh lingkungan, pergaulan, media sosial, hingga kurangnya pengawasan dapat memicu munculnya berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti perkelahian, pelanggaran tata tertib, penyalahgunaan waktu belajar, hingga pergaulan bebas yang melampaui norma agama, etika, dan budaya.

Sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berkomitmen membentuk lulusan yang unggul dalam kompetensi sekaligus berkarakter, SMK Giri Pendawa menerapkan langkah-langkah preventif dan pembinaan secara berjenjang dalam menangani setiap pelanggaran yang dilakukan peserta didik. Pendekatan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyadari kesalahannya, memperbaiki perilaku, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.


Pencegahan Menjadi Prioritas

Upaya pencegahan dilakukan melalui berbagai program pembinaan karakter, antara lain:


Penegakan tata tertib sekolah secara konsisten.

Pengawasan guru selama kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi jam kosong tanpa pengawasan.

Penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Komunikasi intensif antara wali kelas, guru BK, kesiswaan, humas, dan orang tua.

Pembentukan grup komunikasi dengan orang tua sebagai media koordinasi apabila muncul permasalahan peserta didik.

Pemberian keteladanan oleh seluruh warga sekolah dalam sikap, disiplin, dan etika.

Melalui langkah preventif tersebut diharapkan potensi kenakalan remaja dapat diminimalkan sebelum berkembang menjadi pelanggaran yang lebih serius.


Penanganan Dilakukan Secara Bertahap

Apabila terdapat peserta didik yang melakukan pelanggaran, seperti perkelahian, tindakan perundungan, pergaulan yang melampaui batas norma, maupun bentuk pelanggaran tata tertib lainnya, sekolah menerapkan mekanisme pembinaan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.


Tahapan tersebut meliputi:

1. Pembinaan oleh Wali Kelas

Wali kelas menjadi pihak pertama yang memberikan nasihat, pembinaan, serta melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada peserta didik.


2. Pendampingan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK)

Apabila belum menunjukkan perubahan, peserta didik akan mendapatkan layanan konseling dan pendampingan dari guru BK untuk menggali akar permasalahan serta mencari solusi yang tepat.


3. Penanganan oleh Bidang Kesiswaan

Jika pelanggaran masih berlanjut, penanganan diteruskan kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan untuk dilakukan pembinaan yang lebih intensif.


4. Pembinaan oleh Pimpinan Sekolah

Peserta didik yang tetap mengulangi pelanggaran akan dipanggil oleh pimpinan sekolah guna memperoleh arahan, nasihat, dan peringatan secara langsung.


5. Sidang Pembinaan dan Pemanggilan Orang Tua

Apabila belum ada perubahan, sekolah menyelenggarakan sidang pembinaan yang melibatkan wali kelas, guru BK, bidang kesiswaan, humas, kaprodi,serta orang tua(bila perlu) atau wali siswa. Forum ini bertujuan mencari solusi terbaik demi kepentingan peserta didik.


6. Skorsing Sementara

Bila seluruh upaya pembinaan tersebut belum memberikan hasil, peserta didik dapat dikenai sanksi skorsing selama satu minggu sesuai tata tertib sekolah. Masa skorsing dimaksudkan sebagai waktu untuk melakukan refleksi dan memperbaiki sikap, bukan sebagai bentuk hukuman semata.


7. Pengembalian kepada Orang Tua

Sebagai langkah terakhir, apabila peserta didik tetap tidak menunjukkan perubahan dan terus melakukan pelanggaran berat sesuai ketentuan tata tertib sekolah, maka sekolah dapat memutuskan untuk mengembalikan peserta didik kepada orang tua melalui keputusan yang ditetapkan sesuai prosedur sekolah. Selanjutnya, administrasi kepesertaan didik diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penghapusan data dari Dapodik apabila status peserta didik telah resmi berakhir.


8. Membangun Karakter Menjadi Tanggung Jawab Bersama

SMK Giri Pendawa meyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan sinergi antara keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dengan orang tua terus diperkuat agar setiap perkembangan peserta didik dapat dipantau dan ditangani secara bersama.

Sekolah berharap seluruh peserta didik menjadikan tata tertib bukan sebagai beban, melainkan sebagai pedoman untuk membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Dengan kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan siswa, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta kondusif sehingga setiap peserta didik dapat berkembang menjadi generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(manix)

Salah satu kasus kenakalan remaja yang sampai ke sidang pembinaan sesuai tahapan (kasus berat) 

Nasaehat dari kepala sekolah dan kaprodi

Penandatanganan Berita Acara Kesanggupan dan Berjanji Merubah Diri


Paraf kaprodi

Penandatanganan oleh waka humas guna memanggil orang tua (bila perlu kalau tak berubah)

Penandatanganan BA oleh Wakasek Kesiswaan

Penandatangan BA oleh Kepala Sekolah


"Tim Gabungan Satpol PP Sidak Kawasan Tanpa Rokok di SMK Giri Pendawa, Sekolah Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan Sehat."

Gatra Humas – Selasa (4/8/2026), Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem bersama instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMK Giri Pendawa. Kegiatan yang dimulai pukul 10.15 WITA tersebut dipimpin oleh Sekretaris Satpol PP Kabupaten Karangasem, I Wayan Putu Aryanta, S.H., M.A.P.

Setibanya di sekolah, tim gabungan langsung melakukan penyisiran di sejumlah area, mulai dari ruang Kepala Sekolah, ruang guru, ruang Tata Usaha, hingga lingkungan sekolah. Pemeriksaan berlangsung sekitar 45 menit sebagai bagian dari upaya pengawasan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok pada satuan pendidikan.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan beberapa puntung rokok di area taman dan selokan sekolah. Temuan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus pengingat pentingnya menjaga komitmen terhadap penerapan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan pendidikan.

Usai pelaksanaan sidak, juru bicara tim, Pak Ngurah, memberikan sosialisasi mengenai ketentuan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan merupakan kawasan yang harus bebas dari aktivitas merokok.

"Institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan harus menjadi kawasan yang benar-benar bebas dari rokok. Hal ini merupakan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya.

Tim gabungan diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana di ruang Kepala Sekolah. Mewakili Kepala SMK Giri Pendawa, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, I Gst. Ngr. Mataram, menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Sekolah tidak dapat hadir mengingat sedang melaksanakan tugas kedinasan yang tidak dapat diwakilkan.

Dalam kesempatan tersebut, Mataram menjelaskan bahwa puntung rokok yang ditemukan di lingkungan sekolah diduga berasal dari orang luar. Menurutnya, area sekolah merupakan kawasan terbuka yang belum memiliki penyengker (tembok pembatas) secara menyeluruh. Selain itu, saluran air yang melintasi lingkungan sekolah juga terhubung dengan aliran subak milik Desa Nongan sehingga memungkinkan sampah terbawa dari luar area sekolah.

Setelah dilakukan pembahasan hasil pemeriksaan, kedua belah pihak menandatangani berita acara pemeriksaan sebagai bentuk dokumentasi pelaksanaan sidak. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebelum tim gabungan melanjutkan tugas ke lokasi berikutnya.

Melalui kegiatan ini, SMK Giri Pendawa menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok serta menjaga lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan.(02/Ngoerah Sandi).

Gst.Ngurah Mataram(Wakur) memberi penjelasan atas temuan puntung rokok di halaman sekolah

Md.Agus Suciarta (Wasis) mewakili kepala sekolah menandatangani Berita Acara Pemeriksaan

Foto bersama sebelum tim meninggalkan tempat di SMK Giri Pendawa



RAPAT PERDANA TAHUN PELAJARAN 2026/2027, KEPALA SMK GIRI PENDAWA TEKANKAN DISIPLIN, PENGUATAN KARAKTER, DAN BRANDING SEKOLAH

Gatra Humas – Senin (3/8/2026), bertempat di Ruang TKJ, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, menggelar rapat perdana Tahun Pelajaran 2026/2027. Rapat dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan sekolah, para wakil kepala sekolah, ketua program studi, KTU,guru, serta staf tata usaha.

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WITA dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, dengan menyampaikan susunan acara, dilanjutkan doa bersama. Agenda rapat meliputi pengarahan Kepala Sekolah, evaluasi Tahun Pelajaran 2025/2026, penyampaian program kerja Tahun Pelajaran 2026/2027, informasi dari para wakil kepala sekolah, sesi tanya jawab, dan penutup.

Dalam arahannya, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar SMK Giri Pendawa atas dedikasi dan loyalitas selama satu tahun terakhir sehingga seluruh program sekolah dapat berjalan dengan baik.

Meski demikian, beliau mengakui bahwa hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar kualitas pelayanan dan citra sekolah terus ditingkatkan.

Kepala sekolah juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap peserta didik, khususnya dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan. Ia mengingatkan agar guru tidak membiarkan jam pelajaran kosong tanpa pengawasan.

"Apabila ada kegiatan, silakan diatur dengan baik, tetapi jangan sampai mengabaikan peserta didik. Kesempatan tanpa pengawasan dapat memicu munculnya berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk pergaulan yang tidak terkontrol. Jika hal tersebut sampai tersebar di masyarakat, tentu akan berdampak pada citra sekolah dan menurunkan kepercayaan orang tua," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum menyoroti pentingnya penguatan branding sekolah. Menurutnya, berbagai kegiatan positif yang selama ini dipublikasikan masih sebatas konsumsi internal sehingga belum mampu menjangkau masyarakat luas.

Ia berharap seluruh informasi dan prestasi sekolah dipublikasikan secara lebih masif melalui media sosial agar dapat dibagikan kembali oleh para alumni maupun masyarakat. Dengan demikian, citra positif sekolah akan semakin dikenal dan menjadi daya tarik bagi calon peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Made Agus Suciarta, mengingatkan seluruh guru dan pegawai yang merokok agar menjaga kebersihan ruang guru dengan tidak membuang abu rokok sembarangan. Hal tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan dari pengurus OSIS yang bertugas piket.

Selain itu, ia meminta para wali kelas agar setiap bulan melaporkan data kehadiran siswa, khususnya yang sering alpa, beserta informasi tunggakan SPP. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan sejak dini terhadap meningkatnya angka ketidakhadiran maupun tunggakan administrasi peserta didik.

Di bidang sarana dan prasarana, Wakil Kepala Sekolah Gst. Ngr. Adi Sandi Putra mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang dimiliki karena proses pengadaannya tidak mudah.

Menindaklanjuti edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai pembatasan penggunaan gawai selama pembelajaran, pihaknya juga akan menyiapkan rak penyimpanan telepon genggam siswa di setiap kelas agar proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, melaporkan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Beberapa kasus siswa bermasalah, termasuk tiga siswa yang sempat mengundurkan diri, telah berhasil ditangani bersama tim sehingga kegiatan PKL dapat kembali berjalan dengan normal.

Ia juga menyampaikan perkembangan pembangunan ruang Teaching Factory (TeFa) E'Widya Giri yang merupakan unit dari Koperasi Sekolah Giri Amerta SMK Giri Pendawa, yang akan menjadi pusat pembelajaran kewirausahaan bagi peserta didik. Unit tersebut akan bekerja sama dengan Program Keahlian Tata Boga dalam memasarkan hasil produksi sekaligus menyediakan berbagai kebutuhan warga sekolah, seperti alat tulis kantor (ATK), layanan pengetikan, jasa cukur rambut, pulsa/paket internet,hingga kebutuhan sembako.

Seluruh layanan akan dikelola oleh guru atau pegawai yang ditunjuk, sedangkan administrasi operasional akan dilaksanakan oleh siswa dan pengurus OSIS di bawah pengawasan guru pembina.

Untuk kegiatan familiarisasi Tahun Pelajaran 2026/2027, direncanakan dilaksanakan di Sindhu Beach Hotel. Sementara itu, Koperasi Sekolah akan memperkuat pelayanan kredit melalui kerja sama dengan KSP Mekar Sari guna mendukung kebutuhan permodalan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa hasil penjualan pakaian seragam telah digunakan untuk pengadaan baju endek bagi guru dan pegawai. Ke depan, melalui shu kopsek,sekolah juga akan menyiapkan seragam khaki yang digunakan setiap hari Senin sebagai identitas bersama.

"Kita harus memberi contoh kepada peserta didik. Jangan sampai guru menegur siswa yang tidak berseragam, sementara gurunya sendiri belum menunjukkan keteladanan dalam berpakaian," ujar Suiji.

Ia juga mengimbau seluruh wali kelas agar membentuk grup WhatsApp orang tua siswa dengan melibatkan Humas dan Kepala Sekolah sehingga komunikasi dapat berlangsung lebih cepat, terutama dalam menangani berbagai persoalan peserta didik. Selain itu, operator sekolah diharapkan segera membentuk grup WhatsApp alumni sebagai media komunikasi dan penguatan jejaring alumni.

Pada sesi tanya jawab, berbagai masukan dan persoalan teknis yang disampaikan peserta rapat diterima dengan baik untuk selanjutnya ditindaklanjuti secara bersama-sama.

Menjelang penutupan, Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gede Arta Sunyana, menyampaikan rencana pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Kegiatan di lingkungan sekolah akan dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Agustus 2026. Sementara itu, kegiatan jalan santai tingkat kecamatan dijadwalkan pada 7 Agustus, sedangkan lomba gerak jalan akan berlangsung pada 11 Agustus 2026.

Terkait keterbatasan anggaran pelaksanaan kegiatan di sekolah, persoalan tersebut langsung mendapat dukungan langsung dari pengelola Koperasi Sekolah Wayan Suiji sekaligus Ketua KSP Mekar Sari menyatakan kesiapan pihaknya membantu pendanaan kegiatan. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta rapat.

Melalui rapat perdana ini, seluruh jajaran SMK Giri Pendawa berkomitmen memperkuat sinergi, meningkatkan mutu layanan pendidikan, membangun karakter peserta didik, serta memperkuat citra sekolah sebagai lembaga pendidikan vokasi yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(manixs)

Suasana rapat penuh kekluargaan

Rapat evaluasi akhir tahun 2025/2026 dan penyampaian program kerja 2026/2027