Gatra Humas,310326--Dalam rangka pemelastian jelang perayaan Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, ribuan umat Hindu dari seluruh penjuru Bali berkumpul untuk mengikuti prosesi ngiring Ida Betara melasti yang melintasi jarak sekitar 5 kilometer dari Pura Besakih menuju Tegal Suci Tegenan. Perjalanan spiritual yang penuh makna ini menjadi saksi kemeriahan dan kebersamaan masyarakat, namun juga meninggalkan tantangan bagi kelestarian lingkungan.
Prosesi yang dilaksanakan dengan khidmat tersebut menarik perhatian banyak pihak, termasuk pedagang dadakan yang segera muncul menyediakan kebutuhan pengiring. Beragam jenis makanan ringan dan minuman menjadi primadona, terutama minuman kemasan plastik seperti air mineral, es buah, dan minuman dingin lainnya. Ketersediaan makanan dan minuman ini memang memberikan kemudahan bagi yang berpartisipasi, namun aktivitas tersebut juga menghasilkan jumlah sampah plastik yang cukup banyak di sepanjang rute perjalanan dan sekitar lokasi Tegal Suci Tegenan.
Melihat kondisi tersebut, OSIS SMK Giri Pendawa yang didampingi oleh gurunya, I Wyn.Gde Arta Sunyana dan Waka Kesiswaan Made Agus Duciarta yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, segera mengambil langkah nyata. Setelah prosesi Ida Betara kembali dan aktivitas masyarakat mereda, rombongan siswa dan guru tersebut langsung bergerak memungut sampah yang tersebar disekitar pura dan sepanjang jalan. Dengan semangat yang tinggi, mereka membersihkan setiap sudut yang terlantar sampah plastik, mulai dari pinggir jalan rute prosesi hingga sekitar area tegal suci.
Hasil kerja keras tersebut terlihat nyata, dimana puluhan kampil sampah berhasil terkumpul dari berbagai titik yang dibersihkan. Setelah itu, seluruh sampah yang terkumpul akan diproses lebih lanjut oleh Klian Banjar Adat Tegenan Kelod Mangku Manik Puspayoga. Langkah ini menjadi bentuk kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat adat dalam menjaga kebersihan dan keasrian tempat suci sekaligus lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam setiap kesempatan. OSIS SMK Giri Pendawa dan guru yang membimbingnya menunjukkan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga kelestarian alam, bahkan di tengah perayaan keagamaan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Bali. Dihubungi terpisah,kepala SMK Giri Pendawa Jero Mangku Komang Sumarta sangat mengapresiasi langkah OSIS dan gurunya karena sudah mengimplementasikan visi sekolah untuk mewujudkan karakter murid yang berbudaya dan peka terhadap pelestarian lingkungan yang mampu berkolaborasi dengan masyarakat adat,ujarnya.(manixs)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar