Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan di tujuh wilayah se-Bali, yakni Jembrana, Denpasar, Gianyar, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Tabanan.
Menurut Wesnawa, kegiatan tersebut sangat penting untuk menyamakan persepsi seluruh satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan capaian rapor pendidikan di Provinsi Bali.
“Penurunan capaian rapor pendidikan pada tahun 2025 dipengaruhi berbagai faktor. Untuk itu mari kita berbenah diri sehingga capaian di tahun mendatang bisa lebih baik,” ujarnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan sejumlah pengawas SMA/SMK Provinsi Bali sebagai narasumber.
Pengawas SMA/SMK Bali, Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten, memaparkan materi tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan guna mendongkrak nilai rapor pendidikan, khususnya pada aspek literasi, numerasi, lingkungan pendidikan, serta keterbukaan akses manajemen.
Khusus bagi SMK, Widiasa menekankan pentingnya keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, tracer study juga dinilai penting untuk mengkaji tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja.
“Sekolah diharapkan mampu melengkapi seluruh komponen standar yang dibutuhkan, bahkan bila memungkinkan dapat mewujudkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” jelasnya.
Sementara itu, narasumber I Gede Merta Ariawan menyampaikan materi mengenai penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Ia mengungkapkan bahwa mutu pendidikan di Bali dan di sekolah pada umumnya masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, ia mendorong setiap sekolah segera membentuk tim penjaminan mutu pasca kegiatan workshop. Tim tersebut nantinya bertugas memetakan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai persoalan yang ada di sekolah sebelum dilakukan evaluasi eksternal, seperti oleh BAN-SP.
Materi berikutnya mengenai siklus SPMI disampaikan oleh Ni Nyoman Wirati. Dalam sesi tersebut, peserta diajak berdiskusi aktif untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi sekolah masing-masing sebagai bahan analisis dan umpan balik kegiatan.
Adapun pemateri terakhir, I Nyoman Pasek, menyampaikan materi tentang analisis dampak pendidikan. Ia langsung memandu peserta mempraktikkan langkah-langkah pengisian format rapor pendidikan, mulai dari pembentukan tim penjaminan mutu, pemetaan masalah, analisis masalah, penyusunan perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi.
Sebagai tugas akhir, seluruh peserta diminta menyusun rencana kerja tim penjaminan mutu di sekolah masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, SMK Giri Pendawa dihadiri Kepala Sekolah I Komang Sumarta bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas I Wayan Suiji yang mewakili bidang kurikulum karena berhalangan hadir.(manixs)
.jpeg)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar