Jumat, 02 Juni 2023

PANCASILA ENERGI MENUMBUHKAN JATI DIRI BANGSA.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),telah merilis  surat edaran tentang sejarah, tema, hingga logo Hari Lahir Pancasila yang kita peringati hari ini 1 Juni 2023,sekaligus kita pakai acuannya ungkap I Komang Sumarta Kepala SMK Giri Pendawa mengawali amanatnya sebagai Pembina dalam upacara bendera memperingati hari lahir Pancasila di lapangan upacara SMK Giri Pendawa.

Hari Lahir Pancasila diperingati pada 1 Juni setiap tahunnya. Hal tersebut juga tercantum pada Keppres Nomor 24 Tahun 2016 yang menyatakan tanggal 1 Juni merupakan hari penting nasional,sebagai hari lahirnya Pancasila.
Selain itu, penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945. Di saat sidang tersebutlah, Presiden Soekarno untuk pertama kalinya menyebutkan kata Pancasila.Merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia.menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka. Dalam sidang kedua BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk "Lahirnya Pancasila" menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945.
Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.
Dalam pidatonya tersebut Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamai "Pancasila". Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.
Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama 'Kebangsaan', sila kedua 'Internasionalisme atau Perikemanusiaan', sila ketiga 'Demokrasi', sila keempat 'Keadilan Sosial', dan sila kelima 'Ketuhanan yang Maha Esa'.
Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Berisi Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokrosoejoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.
Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah seperti Pancasila yang sekarang ini yang baru saja bapak bacakan,ujar Sumarta.

Selanjutnya hal mendasar yang perlu kita sikapi adalah bagaimana kita mengaktualisasikan Pancasila sebagai energi menumbuhkan jati diri bangsa, khususnya dalam kehidupan kita sehari-hari yang sejatinya sudah kita laksanakan yaitu:

1.  Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dapat kita lakukan doa atau persembahyangan setiap kita mengawali kegiatan seperti doa Puja Trisandya,doa dirumah,di pura dll.

2.     Kemanusiaan yang adil dan beradab,bagaimana kita melakukan komunikasi dengan baik, memanusiakan manusia dengan konsep tatwamasi,Susila,catur paramita dll.

3.  Persatuan Indonesia,persatuan dimulai dari rumah tangga,tanamkan kejujuran dikalangan anggota keluarga,sebab kebohongan akan merusak persatuan,rumah tangga akan tidak harmoni kalau anggota keluarga saling berbohong satu sama lainnya demikian juga dilembaga/organisasi atau masyarakat.

4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.artinya segala sesuatu masalah penyelesaiannya dapat dimusyawarahkan,apalagi dizaman demokrasi ini,semua orang bebas berpendapat asalkan jangan lepas dan atau mengkikis  sila ketiga, apalagi kita orang Bali sangat mengenal musyawarah yang dikenal dengan istilah para separo sarpa naya salunglung sebayantaka .

5.     Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,bagaimana keadilan bisa tercapai apabila kalian,kita semua mampu melaksanakan keempat sila tadi,maka keadilan itu akan kita rasakan,kedamaian akan kita nikmati.

Itulah hebatnya idiologi negara kita Pancasila anak-anaku,mampu merekatkan NKRI yang demikian beragam Suku, Ras,Agama,Bahasa,utuh menjadi sebuah negara besar yang dikenal dengan sebutan Nusantara.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rakhmatnya untuk kita semua,tutup Sumarta dalam mengakhiri amanatnya.

Usai upacara bendera langsung dibacakan SK Kepala Sekolah tentang  siswa berkarakter Pancasila oleh PendampingWakasek

.
Kurikulum I Gusti Ngurah Wirya Sudewa,SS yang dimenangkan oleh I Wayan Agus Dharmayasa kelas X Perhotelan dan Ni Luh Desvita Setyani kelas XI Perhotelan yang juga Ketua OSIS SMK Giri Pendawa Periode 2023-2024.(manixs)


Petugas pengerek bendera sedang beraksi.

Pembacaan SK oleh Pendamping Wakasek Kurikulum IGNR,Wirya Sudewa



Keluarga besar SMK Giri Pendawa