Kamis, 14 Juli 2022

YAYASAN GIRI PENDAWA DALAM REGENARASI KEPEMIMPINAN

Yayasan Giri Pendawa yang sudah berdiri 11 tahun silam, memiliki unit usaha bidang pendidikan yakni SMK Giri Pendawa yang memiliki 3 prodi yaitu Perhotelan,Tata Boga dan TKJ. dengan pemimpin pertamanya sebagai perintis adalah alm.Bapak Ngakan Putu Murtika,S.Pd.H yang berakhir Juni 2018 karena meninggal,kemudian digantikan oleh Drs.I Putu Gede Arimbawa,M.Si hingga mengundurkan diri tanggal 8 Juli 2022 dalam rapat yayasan karena mendapat tugas lain di Denpasar sehingga tidak merangkap jabatan.. Sebelum rapat beliau sempat mengadakan pertemuan dengan guru dan stap pegawai ,beliau minta maaf apabila selama kepemimpinannya ada yang salah dan keras melakukan ucapan,namun semua itu adalah demi kemajuan sekolah ujarnya.

Sementara dalam rapat yayasan muncul tiga nama yakni I Wayan Suiji,I Komang Sumarta dan I Komang Warsa. Selanjutnya Wayan Suiji tidak mau dipilih karena alasan kesehatan,sementara I Komang Warsa masih aktif sebagai PNS dan banyak menduduki jabatan lainnya sehingga terpilih secara aklamasi I Komang Sumarta sebagai kepala sekolah dalam periode berikutnya,yang sebelumnya usulan dari Gusti Ngurah Mataram,sebaiknya masalah pimpinan di PLTkan dulu dan kordinasikan juga dengan guru-guru terutama yang mempunyai NUPTK.

Dari hal tersebut disimpulkan  berdasarkan rangkuman pendapat dari peserta rapat diputuskan bahwa yang terpilih sebagai Kepala Sekolah adalah I Komang Sumarta karena dari berbagai kajian yang bersangkutan sudah memenuhi syarat,ucap Ketua Yayasan.(manix)

Jumat, 01 Juli 2022

SOSIALISASI PRAKERIN VARIAN BARU

Virus Covid 19 telah menyebabkan berbagai persoalan di seluruh jagat raya,lebih-lebih Indonesia khususnya Bali lebih parah lagi dampak sosialnya,karena Bali mengandalkan sektor pariwisata sebagai andalannya dalam memperoleh PAD,sehingga kehidupan masyarakat Bali yang mengandalkan pariwisata nyaris tak berdaya dibuatnya,termasuk sektor pendidikan khususnya sekolah swasta,yang nota bena menghidupi diri dari uluran tangan orang tua siswa. Masyarakat khususnya orangtua siswa semua kelimpungan untuk bertahan hidup,maka kewajiban mereka disekolahpun terabaikan karenanya,sehingga sekolah juga turut prihatin  akhirnya menurunkan biaya komite kepada peserta didik,termasuk prakerinpun tidak dipungut bayaran sudah tiga periode,termasuk prakerin tahun ini, ungkap I Wayan Suiji Waka Humas mewakili kepala sekolah dalam sosialisasi prakerin tanggal 29 Juli 2022 kemarin.

Sementara itu Drs.Dewa Putu Suaba kaprodi APH menyampaikan permohonan maafnya kepada orangtua siswa karena kegiatan prakerin tahun ini terasa mendadak,karena dikhawatirkan adanya varian virus baru bisa menutup aktivitas pariwisata,sehingga peserta didik tidak dapat melakukan kegiatan prakerin seperti kejadian awal terjangkitnya corona di Bali,untuk itu sedini mungkin kami antisipasi. Tolong dimaklumi demi anak-anak kita dan untuk biaya prakerin kami tidak memungut,bapak ibu silahkan untuk menempatkan anak-anaknya di hotel kalau ada keluarga yang mencarikan,kalau tidak kami pihak sekolah akan menindak lanjuti,jangan khawatir kami sudah bekerjasama dengan ratusan hotel di Bali yang tersebar dikawasan strategis Kuta,Sanur,Ubud, Denpasar dan sekitarnya.

Kaprodi Tata Boga Dewa Putu Suarya yang juga dosen di beberapa kampus pariwisata di Bali menginformasikan, bahwa anak-anak TB sudah semuanya diterima di DuDi untuk melakukan praktik kerja lapangan,kalau ada kesulitan silahkan hubungi kami ujarnya.

Dalam acara tanyajawab ada beberapa pertanyaan ,namun kesimpulannya,walaupun mendaadak tidak masalah yang penting anak-anak kami mendapat bimbingan yang optimal sehingga mereka memiliki kompetensi yang baik dan siap bersaing di dunia kerja,ungkap salah seorang,orang tua siswa. (manix).

                                       Wakasek Humas Drs.I Wayan Suiji bersama para kaprodi


                                 Orangtua siswa saat mengikuti sosialisasi prakerin