Jumat, 28 Oktober 2022

SARASWATI AKTUALISASIKAN KONSEP REMANG-REMANG PAGI

SMK Giri Pendawa yang dipimpin I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd,dalam merayakan rahina Saraswati pada panglong ping roras sasih Kapat icaka 1944,Sabtu Umanis Watugunung,22 Oktober 2022 diisi dengan dharma wecana dengan menghadirkan juara 1Tokoh Bahasa Nasional,Wakatum  BPD se Indonesia, sekaligus Guru Ajeg Bali,juga sebagai Ketua Yayasan Kebaktian Proklamasi Kabupaten Karangasem,Bandesa Alit MDA Kecamatan Rendang dan masih seabreg jabatan social lainnya yakni I Komang Warsa,S.Pd,M.Pd,M.Si

Pada kesempatan tersebut Komang Warsa yang juga Bendesa Adat Alasngandang,memaparkan tentang Saraswati sebagai salah satu “ibu” dari tiga Ibu (Trining ibu) yang patut dihormati dan dimuliakan dalam kehidupan umat manusia.

Ibu yang pertama adalah ibu kandung (ibu rupaka),karena lewat perantaraan dan pengorbanan beliaulah kita terlahir di dunia,tanpa ibu kita tidak akan ada,setelah kita dilahirkan (seperti dikisahkan dalam lakon Watugunung yang diawali dengan Watugunung Runtuh, pada Minggu Klion Watugunung) selanjutnya dengan perjuangan antara mati dan hidup bagai air di daun talas,maka hari  Senin kemarin disebut soma umanis candung/candung watang.Setelah lahir, kita bisa merangkak maka Selasa Paingnya disebut Paid-paidan,terus kita dipelihara dengan kasih oleh ibu bapak kita,maka hari Rabu Pon Watugunung  disebut Urip Kelatas/Buda Pon Bangun Urip.,esoknya Kamis Wage disebut dengan Penegtegan karena ibu kita membekali pengetahuan dasar kehidupan,mulai dari berkomunikasi/bahasa,bertingkah-laku,sehingga kita sadar dengan jati diri sebagai manusia,tidak cukup sampai disana kita bertumbuh dengan perjuangan atau pengredanan orang tua,maka hari Jumat Klionnya disebut dengan Pengredanan.

Setelah bertumbuh lebih besar kita dititipkan pada guru untuk diturunkan ilmu pengetahuan, maka Sabtu Umanis disebut rahinan Saraswati,Pengetahuan didapat,maka kita jadi cerdas cair mengalir pengetahuan kita maka Minggu pahing Sinta disebut Banyu Pinaruh/banyu pinaweruh, kepintaran yang mengalir/mencair dan bila hal itu difungsikan dengan baik maka kita akan sukses kaya makmur,penuh berisi maka Senin Ponnya disebut Soma Ribek dan Selasa Wagenya disebut Sabuh Mas, karena dengan semua itu kita akan mendapat kemuliaan,terkenal,termahsyur. Namun demikian jangan lupa kita pagari diri dengan ketaatan yang kuat,kebenaran dan kebajikan ditandai dengan perayaan Buda klion Pagerwesi.

Ibu yang kedua adalah ibu pertiwi adalah tanah tempat kita berpijak dan melangsungkan kehidupan yang patut juga kita hormati dan muliakan, sedangkan ibu  yang ketiga adalah Ibu Saraswati yang bermakna mengalir terus menerus artinya pikiran kita agar cerdas berpengetahuan harus terus belajar dan belajar,diinisiasi dengan pengetahuan baru sehingga muncul istilah long life education.

Widya dana sarwa dana predanem,ilmu pengetahuan bernilai tertinggi dibandingkan dengan dana atau sedekah lainnya karena bisa merubah kegelapan menjadi terang seperti remang-remang pagi,dari gelap disinari perlahan remang-remang dan semakin terang,jangan remang-remang senja karena tadinya terang akhirnya menjadi gelap.

Anugrah Ibu Saraswati yang berupa pengetahuan akan bisa mengimplementasikan remang-remang pagi apabila dimanfaatkan untuk kebaikan,mencerahkan pikiran untuk menata hidup. Dengan demikian pikiran kita perlu di frame ibaratnya kita pakai destar ke pura hari ini,tujuannya untuk mem-frame pikiran kita untuk pokus kepadaNya yang dilandasi dengan satyam,siwam,sundaram.Karena pikiran adalah kekuatan terdahsyat dalam diri kita,maka perlu di-frame kalau tidak akan menjadi remang-remang senja contohnya teroris. Untuk itu mari kita tanamkan Rasa guna Budi Tepet pada diri kita masing-masing,astungkara rahayu kepanggih pungkasnya.

Usai dharma wecana pengenter persembahyangan Gusti Aji Mangku  Sandi Adi Putra SE menutup rangkaian persembahyangan dengan paramasanti. Acara diakhiri dengan ngelayub nunas boga yang dikordinir oleh IGNR Gde Adnyana selaku kordinator seksi konsumsi,rahayu.(manix).

 
Pelaksanaan Ranina Saraswati





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar