Rabu, 01 November 2023

BERKACA DARI PECAHAN KACA

Hari ini satu november,bulan penuh kepahlawanan,terngiang letupan meriam,pelor berdesing diantara medan yang penuh darah,satu desingan peluru menyambar satu nyawa,tergeletak terbujur kaku pekikkan kata merdeka,merdekaaaaa!! dan rohpun melepas raganya jadi pahlawan kusuma bangsa.

Suara itu terdengar (namun bukan suara pekikan pahlawan merebut kemerdekaan) praaakkk, pryaaang.....aaahhhh,kamu..kamu kau....teriak lima orang anak yang lagi bercanda di ruang perpustakaan yang sekaligus ruang pront office,kaca tebal 12 ml penyekat ruangan brantakan retak dan pecah,semua terdiam untuk menutup aib mereka. Satunya bawa potongan kayu yang lainnya mendorong pintu dan terjadilah musibah itu. Diam dan diam,semua bersungut,yang ketiban sial gegara diajak ngecas HP ke ruangan tersebut,nasi sudah jadi bubur.kaca sudah pecah,diam...semoga tidak ketahuan doa mereka dalam hatinya. Dibulan pahlawan,bukannya meniru juang pahlawan,justru sebaliknya,merusak nilai nilai kepahlawanan dengan merusak pasilitas sekolah...(walaupun mungkin tidak sengaja).

Bel pulangpun berbunyi..semua siswa berbaris di lapangan panas,ternyata laku itu sudah terditeksi oleh Pak Gede wali  mereka,dengan suara lantang mengumumkan dan meminta kesadaran karakter pelajar pancasila untuk mengakui perbuatannya. Kalian semua bapak sudah tahu siapa yang memecahkan kaca pront office,bapak minta kesadaran kalian dan mengakui perbuatannya sebagai bentuk tanggungjawab kalian,kalau kalian tidak mau mengakui maka bapak akan tunjuk dan kalian akan lebih malu dan bersalah,karena itu akui perbuatan kalian....gertak pak Gede,akhirnya mungkin takut mendengar suara lantangnya pak gede ,maka satu persatu mereka maju mengakui perbuatannya yang berjumlah lima orang.

Setelah anak-anak yang lain pulang,maka ke lima anak tersebut dibawa oleh pak gede keruang BK diintrogasi oleh Waka Sarpras dan Humas untuk mengetahui kronologi permasalahannya,satu persatu ditanyai dan pada intinya mereka semua mengakui tidak sengaja,namun setelah diintrogasi oleh Waka Sarpras akhirnya mereka mengakui salah dan bertanggungjawab terhadap kesalahannya. berikutnya Waka humas menyimpulkan bahwa apabila minggu ini kalian tidak ada tanggapan maka selanjutnya orang tua kalian akan bapak panggil untuk diajak diskusi menyekesaikan masalah tersebut,namun bp pesan,setelah sampe rumah sampaikan kejadian ini pada orang tua kalian dan bapak hanya ingin barang tersebut kembali seperti semula.merekapun sepakat dan pulang kerumah.

Mereka semua kelas X PH,dan sorenya salah seorang diantara mereka bersama orang tuanya menghadap ke rumah Kepala sekolah,orang tuanya sakit sakitan tak bisa kerja akan sangat sulit mengganti biaya kaca tersebut,mereka mohon keringanan kepala sekolah. Esok paginya datang lagi seorang ayah meminta konfirmasi cerita anaknya tentang kejadian anaknya memecahkan kaca kepada kepala sekolah,bersama humas memberikan penjelasan kronologi kejadian tersebut secara rinci, mendengar itu bapak made tersebut setuju dan siap mengganti karena itu kelalaian anak saya ,saya selaku orang tua bertanggungjawab atas kesalahan anak saya,agar anak saya tidak trauma atau takut ke sekolah. Silahkan berapa biayanya dibagi lima,sampaikan pada anak ty Km Dwi dan tiyang titip uangnya,tyang selaku orang tua berterimakasih atas bimbingan bapak ibu guru di sekolah ini,agar anak tiang lebih disiplin dalam melaksanakan tugasnya. kalau gurunya sudah disiplin mendidik anak tiang,tiang yakin anak tiang pasti akan disiplin kedepannya,suksma pak/ibu guru,sekolah ini tempat anak saya belajar,berarti ini juga milik saya,maka saya wajib bertanggungjawab,ujarnya.Kepala Sekolah menyampaikan apresiasinya kepada bapak tersebut,karena sebelum dipanggil sudah dengan kesadaran selaku orang tua mengkonfirmasi dan bertanggungjawab atas kejadian tersebut dan merekapun bersalaman,pamit pulang.

Dalam teori Konsfirasi mengatakan bahwa kaca atau cermin adalah tempat/jendela masuk ke dimensi lain,walau sampai saat ini belum dapat dibuktikan sepenuhnya.Untuk itu dari kejadian kaca pecah ini, mari kita masuk ke dimensi lain ,berkaca dari pecahan kaca ini,prilaku siswa ,mungkin tidak sepenuhnya kesalahan mereka,mungkin pengawasan kita kurang ketat,pantauan,jangkauan dan tugas tugas kita belum sepenuhnya terlaksana. dalam cerita mitos kalau anda bercermin pada pecahan kaca maka akan kena musibah,maka agar tidak kena musibah mari kita bercermin pada kaca yang utuh,seutuh hati dan cinta kita pada sekolah ini,rahayu(manixs)

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar