Dalam rangka mempersiapkan rapat dengan orang tua siswa Yayasan Giri Pendawa mengadakan rapat intern yang dihadiri oleh sebagaian anggota,karena aadanya kesibukan dan tugas dinas yang tidak dapat diwakilkan,seperti bendahara yayasan I Komang Warsa,S.Pd,M.Si,M.Pd sedang tugas dinas ke Bandung.
Pada kesempatan tersebut ketua Yayasan Drs. I Ketut Sudana,M.Si membuka acara rapat yang bertempat di Restaurant SMK Giri Pendawa meminta kepala sekolah untuk memaparkan program yang akan dilaksanakan di tahun ajaran 2024/2025 agar disampaikan secara detail rencana kerja dan anggaran biayanga sehingga dapat didiskusikan dan disepakati nantinya,ujar Sudana.
Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd menanggapi hal tersebut dengan menyampaikan RAKS dan dana Bos serta perencanaannya yang dibantu detilisasinya oleh Waka Kurikulum I Gst Ngr,mataram,S.Pd,M.Si ,terungkap dalam rancangan tersebut,akan memungut dana komite atau SPP sebesar Rp.100.000,- sesuai yang disosialisasikan oleh tim PPDB kemaren ke sekolah sekolah SMP,kemudian Rp.45.000,- untuk dana pemeliharaan laboratorium serta Rp.5.000,- untuk kegiatan OSIS,itu biaya rutin,sedangkan biaya lainnya adalah petigasanaan sebesar Rp.180.000,- selama 3 tahun untuk masing masing orang tua siswa. juga yang tidak kalah penting untuk implementasi Pendidikan Kewirausahaan warga sekolah wajib sebagai anggota Koperasi Sekolah Giri Amertha dengan Simpanan Pokok Rp.25.000 sekali setor dan Simpanan Wajib Rp.5.000,- tiap bulan,terakhir sesudah tamat dana simpanan di Koperasi dapat diambil oleh masing-masing anggota sesuai besaran setoran dan pembagian SHUnya. Semua pungutan itu ditangani oleh bidang masing masing. Disisi lain kami juga ingin mengapresiasi teman teman guru dan pegawai karena penghasilan mereka jauh dibawah UMR dan belum pernah ada peningkatan,karena itu kami ingin meningkatkan sedikitnya 10% dari penghasilan mereka sebagai wujud penghargaan,walaupun nilainya sangat sangat kecil.papar Sumarta.
dalam arena diskusi apa yang dipaparkan oleh kepala sekolah secara umum disetujui,bahkan kalau memungkinkan lebih dari 10% dengan mengakuisisi pos pos lain,kasihan mereka,pengabdiannya sudah tinggi tetapi kita belum menghargai secara wajar,ujar Ngk.Putu Suarjana,S.Pd,M.Pd salah seorang perintis pendiri yayasan yang baru datang langsung dari Kuta dalam mengikuti diklat,langsung kesekolah. Suarjana juga mengusulkan agar mekanisme pengelolaan keuangan berjalan sesuai ketentuan yakni 15% ke Yayasan,kalau merubah itu berarti harus membuat keputusan,walaupun dananya sedikit 15% itu harus dijalankan,perkara sudah masuk ke yayasan diambil lagi untuk kepentingan sekolah itu tidak masalah,ujarnya. Namun kesimpulannya pengelolaan dana keuangan yang dipungut,masuk dulu ke bendahara yayasan,kemudian dari sekolah mengamprah ke yayasan dan disetorkan 15% ke yayasan dan 5 % ke dana suka duka. masalah kenaikan gaji disetujui 10% (manixs)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar