Gatra Humas, Rabu 11 Februari 2026 – Kepala SMK Giri Pendawa yang diwakili oleh Wakasek Kesiswaan, I Made Agus Suciarta, menghadiri kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Rendang. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor sebagai narasumber, di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, KTU Puskesmas Rendang, Sekretaris Camat Rendang, Seksi PMD, serta Koordinator SPPG, terkait program MBG.
Lokakarya tersebut membahas sejumlah isu penting yang berkaitan dengan standar kesehatan di masyarakat dan sekolah, pelaksanaan CKG di setiap instansi dan lingkungan masyarakat, serta tingkat stunting di desa-desa di wilayah Rendang.
Dalam sesi diskusi, pihak Puskesmas berharap agar sekolah-sekolah, khususnya SMK Giri Pendawa, dapat membentuk Tim Kesehatan Sekolah atau first aider yang terdiri dari perwakilan masing-masing kelas dan OSIS. Pembentukan tim ini dinilai penting guna meminimalisir kejadian fatal terkait masalah kesehatan di lingkungan sekolah. Hal serupa juga diharapkan diterapkan pada berbagai instansi di wilayah Rendang.First Aider adalah individu terlatih yang memberikan bantuan medis dasar segera kepada korban sakit atau cedera sebelum tenaga medis profesional tiba untuk menanganinya.
Selain isu kesehatan, persoalan sampah turut menjadi perhatian utama. Masalah sampah disebut sebagai persoalan nasional yang membutuhkan penanganan serius dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah, sekolah, maupun masyarakat umum.
Secara khusus, SMK Giri Pendawa mendapat catatan penting terkait keberadaan saluran air irigasi subak yang mengalir di lingkungan sekolah. Pihak Puskesmas menghimbau agar warga sekolah tidak membuang limbah maupun sampah ke saluran air tersebut karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Seluruh warga sekolah diajak untuk semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, I Made Agus Suciarta menyampaikan bahwa pihak sekolah selama ini telah secara konsisten menanamkan kepedulian lingkungan kepada para siswa.
“Kepedulian sekolah, khususnya para siswa, sudah setiap hari kami arahkan mengenai dampak lingkungan, baik melalui pengarahan secara keseluruhan maupun pemantauan oleh guru piket setiap harinya. Tidak hanya itu, kami juga rutin mengadakan kerja bakti, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di tempat umum seperti Dalem Kupa bahkan sampai ke Besakih,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa SMK Giri Pendawa juga bekerja sama dengan klub peduli alam tingkat internasional, Yayasan Atova Indonesia, dalam memberikan edukasi kepada siswa terkait kecintaan terhadap lingkungan dan kesehatan. Kerja sama tersebut juga mencakup kursus Bahasa Inggris yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu selama enam bulan.
“Kami tidak tinggal diam terhadap pencemaran lingkungan. Kami tetap ambil bagian dan peduli terhadap isu lingkungan dan kesehatan. Jika ada himbauan atau masukan dari Puskesmas terkait kekurangan di sekolah kami, tentu siap kami tindak lanjuti,” tegas Agus Suciarta.
Melalui keikutsertaan dalam lokakarya ini, SMK Giri Pendawa menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan standar kesehatan dan kepedulian lingkungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.(manixs).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar