Sebagai narasumber dalam acara tersebut Ida Bagus Wayan Keniten pengawas SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali,sesi materi yang disajikan cukup menarik dengan menggambarkan pengalamannya secara lugas dan gambling dalam menggeluti dunia pendidikan di berbagai daerah dengan karakter yang berbeda-beda sesuai dengan lokasi sekolah tersebut. Seorang pendidik harus memiliki kepekaan sosial dan mengenal identitas daerah,identitas siswa peserta didik secara spesifik dan detil sehingga pelaksanaan pembelajaran akan lebih berhasil,juga apabila jumlah peserta didik dalam satu kelas idealnya 22 orang,lebih dari itu susah mengenal,menyentuh secara koperhensif,ungkap Ida Bgs Keniten.
Kita sebagai insan pendidik jangan apriori terhadap perubahan utamanya paradigma di masyarakat ganti menteri ganti kurikulum,kita harus sadari,perkembangan dunia digital superr cepat,kalau hal ini kita tidak sikapi dan mau menyesuaikan kita akan ketinggalan dibanding Negara lain,dengan demikian mari kita ikuti perkembangan agar tidak ketinggalan tegasnya.
Dalam acara shering pendapat I Gst Ngr.Mataram,S.Pd,M.Si guru muda bergolongan IV.d yang juga wakasek kurikulum itu, berpendapat bahwa sehebat apapun kurikulum dibuat diganti seribu kali,tanpa guru menyentuh langsung peserta didik,maka nonsen hasilnya bagus,karakter siswa akan baik bila senantiasa dibimbing dan disentuh oleh tangan tangan guru,metoda dan teknologi hanya sebagai media perlancar proses.pungkasnya (manixs)
Acara Pembukaan oleh Kepala Sekolah
Peserta cukup antusias mengikuti workshop
Foto Bersama nara sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar