I Made Pujiarta pria kelahiran 1957 di Banjar Dinas Abuan ,Desa Rendang adalah sosok pria yang penuh tanggung jawab mendedikasaikan dirinya dalam bekerja dimanapun ditugaskan,karena dengan loyalitas melalui kerja keras dan kerja iklas, maka atasan yang menugaskan tidak merasa kecewa,karena prinsip saya ,kita sudah dihargai dengan diberikan kesempatan untuk bekerja,maka kita hargai dengan melaksanakan tugas sebaik baiknya sebagai ucapan terimakasih,pungkasanya.
Pujiarta yang tamatan SMP Negeri Rendang tahun 1973 pernah melakoni berbagai pengalaman kerja, begitu tamat SMP Pujiarta kecil langsung bekerja serabutan ikut orang bekerja harian proyek di desa Bangbang,Bangli dan akhirnya berhenti lanjut mengabdi di Kantor Perbekel Menanga tahun 1974 dibawah pimpinan perbekel Menanga I Wayan Sumatra,disana ia mendapat pengalaman kerja dan bimbingan di kantoran sehingga tertempa mentalnya, dengan semangat kerja ia berharap bisa menjadi pegawai tetap. Namun nasib berkata lain harapan tinggal harapan tak kunjung tiba,maka dengan keputusan bulat ia berhenti dari kantoran tahun 1975 dan balik haluan menjadi kernet di bus Sedia sampai tahun 1977. selanjutnya kembali ke kantor mengabdi sebagai pesuruh di SD Impres atas jasa ketua LSD Desa Menanga I Komang Murka Adnyana sekaligus sebagai pimpinan SD tersebut dan kabar baiknya tahun 1979 diangkat sebagai PNS dengan jabatan sebagai pesuruh gol.Ib ditempatkan di sekolah tempatnya mengabdi.Dengan berbagai macam pengalaman hidup,maka ia dapat mengambil hikmah dari semua pengalaman tersebut, intinya adalah apapun yang kita kerjakan pasti ada hasilnya,mau hasil baik atau sebaliknya tergantung apa yang kita kerjakan,mungkin saya ditempa karena pengalaman hidup dari zaman Pak Harto sampai zaman Pak Jokowi sekarang,karakter masyarakat sangat dipengaruhi oleh zaman kelahirannya,contoh pada zamannya pak Harto kehidupan masyarakat tertib aman terkendali,bisa menghargai atasan atau hormat pada orang tua, kemudian mulai zamannya Amin Rais yang mengusung demokrasi,maka munculah pola berfikir bebas,berbicara bebas,berbuat bebas,teroris mulai bangkit,mahasiswa demo sana sini mengatasnamakan rakyat,bebas mengkritik mengatasnamakan hak asasi manusia,apalagi dibarengi kemajuan teknologi digital, tampaknya semakin bebas orang berbicara,jangankan kesesama teman,ke presidenpun rakyat tertentu berani menghina,memfitnah dan mencacimaki,anak anak cuek acuh terhadap orangtuanya bahkan berani melawan,kata tulah kalau berani dengan orang tua,pada zaman saya dulu ,sudah tidak dianggap lagi zaman sekarang...hmmm gumamnya.
Mungkin karena karakternya yang berdedikasi dan loyal itulah Made Pujiarta yang anaknya 2 dan sudah dikaruniai 3 cucu dan sudah purna tugas tahun 2013,langsung dipinang oleh Kepala SMK Giri Pendawa waktu itu alm.Ngakan Putu Murtika,untuk diajak bergabung mengabdikan diri di sekolah ini,bagai gayung bersambut maka jadilah I Made Pujiarta sebagai petugasa first officer di SMK Giri Pendawa hingga kini. Dedikasi dan loyalitas Pujiarta terbukti dalam rangka memperingati Hardiknas tahun ini,Pujiarta yang kalem dan rapi ini, mendapat predikat petugas TU terpaporit pilihan sejawat.(manixs)
Orang yang bija akan belajar mengenali dirinya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar