Rapat menyusun perencanaan pembelajaran yang rencananya dimulai jam 10.00 diundur hingga jam 13.00 baru dimulai, karena pengawas manajerial SMK Provinsi Bali I Nyoman Pasek,S.Pd,M.Pd. baru datang langsung menuju ruang kepala sekolah. Sepuluh menit kemudian acara rapat baru dimulai yang diantarkan oleh Wakasek Humas Drs.I Wayan Suiji. Suiji dalam pengantarnya menyampaikan agenda rapat hari ini Selasa,4 Juni 2024 yakni Pembukaan,Pengarahan sekaligus kepala sekolah memimpin rapat,diskusi atau tanya jawab,penyampaian simpulan rapat dan terakhir pencerahan atau pembinaan dari pengawas.
Rapat kemudian dipimpin oleh kepala sekolah I Komang Sumarta S.Pd,M.Pd yang memancing peserta dengan mengajukan pertanyaan tentang rencana pembelajaran yang seperti apa diingnkan ?,apa usaha yang mesti dilakukan ?,Asset apa yang dimiliku sebagai pendukung perencanaan pembelajaran ? dan apa yang perlu diperbaiki untuk mensukseskan perencanaan pembelajaran bapak ibu sekalian ?. Pertanyaan pertanyaan itu sedikit dijabarkan oleh kepala sekolah,kemudian dimintakan pendapat atau usulan dari peserta rapat, pertanyaan itu kemudian pertama ditanggapi oleh Waka Kurikulum IGNR Mataram,S.Pd, M.Si,intinya perencanaan pembelajaran harus didukung oleh SDM yang memadai dan perencanaan yang matang sehingga proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Kemudian Suiji selaku Waka Humas merangkap Waka Sarpras, berpendapat bahwa Rencana Pembelajaran harus bersifat efektif,efesien dan berorientasi pada peserta didik,efektif artinya tepat sasaran sesuai tujuan pembelajaran,efesien maksud nya hemat biaya apalagi income kita di sekolah ini relatif kecil karena jumlah siswa yang sedikit,juga dalam proses pembelajaran hendaknya siswa yang lebih aktif karena ini tuntutan kurikulum,perencanaan yang seperti inilah yang kita impikan. Untuk mencapai itu usaha yang mesti dilakukan adalah meningkatkan kinerja guru untuk mengikuti regulasi dan perkembangan dunia pendidikan, masuk dalam PMM(Platform Merdeka Mengajar), berbagi dan belajar mengembangan kompetensi,karena perkem bangan pendidikan melalui aplikasi digital begitu pesatnya dan tak kalah penting mendukung sarana prasarana dan kese jahtraan guru dan pegawai untuk memotivasi mereka sebagai ujung tombak dalam perencanaan dan proses pembelajaran. Kami selaku waka sarpras menyampaikan asset pendukung perencanaan pembelajaran adalah ruang kelas sudah memadai,mobiler masih kurang,untuk efesiensi saya usulkan gunakan kursi model kuliahan (kursi inklud meja) dan akan mempermudah dalam mobailnya semisal mengadakan diskusi kelompok, akan sangat mudah kita pindahkan.Proyektor masih kurang, Hal hal yang perlu diperbaiki adalah sarana pendukung pembelajaran agar bisa dilengkapi,iklim pembelajaran perlu dibenahi agar nyaman dan tidak sering kosong,tanggung jawab personil perlu ditingkatkan sesuai tupoksinya tentu kesejahtraan karyawan perlu dipikirkan solusinya oleh pimpinan lembaga maupun yayasan,ungkap suiji.
Sementara itu Drs.Dewa Pt.Suaba kaprodi perhotelan mengusulkan agar ketrampilan tambahan pendukung skill siswa perlu dibangkitkan dalam kegiatan Ekskul seperti Bahasa Inggris,dalam komunikasi itu kelemahan siswa,juga skill lainnya seperti dibidang seni,fruit carving,juggling perlu dikembangkan sehingga ketika mereka on the job training apalagi sudah bekerja di hotel mereka akan memiliki brending,sehingga sekolah kita juga punya ciri khas sebagai brend. Ni Wayan Peby Melina,SS pendampung Humas juga berencana akan menambah metoda mengajar dan akan berorientasi pada siswa dalam mengajar.Kabeng PH,IGNR Adi Sandi Putra,SE juga angkat bicara menyoroti tentang prakerin sebagai salah satu eksistensi perencanaan pembelajaran. I Made Agus Suciarta,S.Pd Waka Kesiswaan,akan merencanakan meningkatkan komunikasi dengan orangtua dalam proses pembelajaran,juga memberikan kesempatan sosialisasi kepada dudi untuk memperluas wawasan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Setelah disimpulkan oleh kepala sekolah sebagai kesepakatan teknis perencanaan pembelajaran, Pengawas Manajerial SMK Provinsi Bali I Nyoman Pasek,S.Pd,M.Pd,pengawas yang murah senyum ini, memberikan pembinaan sekalugus mengobserpasi kepala sekolah tentang teknik kepemimpinan dalam salah satu tugas kepala sekolah,dengan bijak menyarankan agar semua guru masuk dalam PMM walaupun sekolah swasta,kegiatan ini memang tidak berdampak pada kenaikan pangkat(karena swasta),namun paling tidak mekanisma regulasi yang ada dalam kinerja guru wajib diikuti,untuk kesetaraan sekolah bapak ibu dengan sekolah lainnya,pungkas Pasek (manixs)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar