Merujuk dalam rangka mengisi liburan,kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,menjawabnya dengan SK.Kepala Sekolah No.:421.3 /109/SMK.GP/VI/2024 Tentang Pasraman Kilat,tanggal 18 Juni 2024 ,yang pelaksanaan pasramannya dilakukan mulai Senin,24 Juni 2024 hingga Kamis 27 Juni 2024. Pasraman Kilat dengan tema “Melalui Pasraman Kilat Kita Mantapkan Praktek Kewirausahaan yang mendukung keagamaan untuk Mewujudkan Pendidikan Karakter” ini, diikuti oleh siswa kelas XII dan X karena kelas XI sedang melaksanakan job trening di berbagai hotel di Bali. Sementara anggaran yang digunakan dalam pasraman ini tidak terakomodasi dalam anggaran RAPBS, sehingga para instruktur dan panitia pelaksana murni pengabdian untuk mewujudkan acara ini,ujar ketua Pasraman Kilat Widya Giri SMK Giri Pendawa I Gusti Ngurah Sandi Adi Putra,SE.
Sementara itu Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd dalam sambutan sekaligus mengisi materi pasraman kilat menyampaikan, bahwa pasraman kilat ini sangat penting,karena anak anak dapat belajar praktis tentang pembuatan sarana upakara,sekaligus mengimplementasikan ajaran agama terutama dalam sarana upakara. Kegiatan ini diambil pada saat liburan,agar waktu anak anak bisa produktif ikut serta mengajegkan tradisi dan budaya Bali khususnya budaya Hindu. Dalam ajaran Tri kerangka Agama Hindu yang terdiri dari Tattwa ,Susila dan Upakara hendaknya anak anak mengerti akan makna yang terkandung didalamnya. Dalam belajar agama hindu poin penting yang mendasari adalah paham akan tattwanya,kemudian bagimana kita berprilaku atau beretika dalam melaksanakan dan apa sarana upakaranya,semua itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.Untuk mencapai tujuan beragama ketiga komponen itu ibaratnya sebutir terlur ada sarinya yang merupakan intinya yaitu tattwa,ada putihnya ibarat susila/etika,bagaimana kita menjaganya dengan baik agar dapat terlaksana sesuai dengan ajaran agama,serta kulit telur adalah upakara sebagai sarana yang patut dijaga untuk menguatkan ketiga dasar tadi. Kemudian dalam ajaran Panca Saradha,kita yakini akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa yang disebut widhi sradha,keyakinan akan adanya atman,Hukum karma sebagai hukum sebab akibat,phunarbawa dan percaya dengan moksa. Kelima hal itu patut kita jadikan acuan dalam meyakini agama kita,kalian harus pertebal sradha kalian,jangan sampai terpapar oleh ajaran ajaran lain yang mendiskreditkan ajaran agama kita.Kita sudah warisi dari nenek moyang kita,jangan sampai kita meninggalkan jati diri kalian,bisa kena tulah pamidi ata azab,karena mengingkari kodrat kita sebagai umat hindu. Zaman boleh berubah tapi keyakinan jangan sampai kendor,kalian harus menghargai dan menghormati,kalau bukan kita,siapa lagi,orang luar negeri banyak dan suka belajar dengan ajaran leluhur kita,seperti yoga,gamelan,adat bali,dan sebagainya,kenapa kita justru beralih,bodoh amat kita ini.ujarnya bersemangat memotipasi para sisya.
Mengenai materi yang diajarkan selama pasraman berlangsung,ada belajar menabuh gong yang dibina oleh I Made Ariawan (pegawai) seorang seniman lokal yang gemar dalam dunia seni karawitan,sementara dharma gita,mewirama dan mekidung dibina oleh Ngakan Made Ariaawan (guru agama),seorang seniman topeng yang sudah malang melintang di dunia tari bersama Dewa Putu Suaba (Kaprodi PH) yang senang megeguritan. Dalam kegiatan membuat upakara caru dibimbing oleh I Gst Ngurah Gede Adnyana guru TB yang juga seorang praktisi sekaligus menjabat Klian Banjar di Muncan. Praktek membuat banten pejati diasuh oleh Ni Wayan Melina Pebriani dkk,juga pelatih yoga. Sedangkan materi Kewira Usahaan Yang Berbasis Keagamaan disampaikan oleh ketua Koperasi Simpan Pinjam Mekar Sari sebagai mitra SMK Giri Pendawa.
Pelaksanaan kegiatan disamping diberikan materi keagamaan juga materi bisnis dan kegiatan sosial yang berupa acara merersik di Pura Dalem Kupa dan sekitarnya,yang dipandu langsung oleh para wali kelas. Antusias anak anak dalam mengikuti kegiatan hingga akhir penutupan berlangsung kondusip dan penuh keceriaan. Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menambah wawasan keagamaan dan rasa cinta terhadap ajaran leluhur.(manixs)
Bakti sosial


.jpeg)





.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar