Gatra Humas, 2 Agustus 2025 – Dalam rangka menyongsong tahun ajaran baru 2025/2026, Yayasan Giri Pendawa menggelar rapat perdana pada Sabtu (2/8) di ruang restaurant SMK Giri Pendawa. Rapat yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam implementasi visi dan misi yayasan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya. Sebanyak 71% anggota yayasan hadir dan mengikuti rapat dengan penuh keseriusan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Giri Pendawa JM. Ketut Sudana,dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kinerja kepala sekolah SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta. “Kegiatan sekolah tahun lalu telah berjalan baik berkat kepemimpinan Bapak Komang dalam memimpin dan mengelola sekolah. Tahun ini, jumlah peserta didik baru meningkat secara signifikan, ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim,” ungkap Ketua Yayasan.
Selanjutnya, Kepala Sekolah I Komang Sumarta menyampaikan laporan capaian sekolah. Beliau menjelaskan bahwa delapan standar pendidikan nasional telah berhasil diimplementasikan dengan baik berkat kolaborasi antara guru dan pegawai. Namun, beliau juga menggarisbawahi adanya kendala mendesak, yaitu kekurangan mobiler (meja dan kursi belajar) akibat meningkatnya jumlah siswa.
"Kami telah berkoordinasi dengan bendahara yayasan untuk segera melakukan pengadaan mobiler. Selain itu, hasil rapat bersama orang tua siswa menghasilkan rencana untuk membuka donasi sukarela yang diinisiasi oleh Wakasek Humas, mengingat keterbatasan anggaran," . Program lain kami telah mengadakan kerjasama dengan pihak yayasan Atova Internasional lembaga nirlaba yang bergerak dibidang pendidikan,kesehatan dan perlindungan alam yang dimulai tahun ajaran ini kontrak kerjasama selama satu semester yang kita libatkan anak anak kelas XI kursus bahasa inggris gratis dalam persiapan PKL kedepan,ujar I Komang Sumarta.
Sementara itu, pengelola koperasi sekolah, I Wayan Suiji, memaparkan peluang pengembangan koperasi sekolah yang sejalan dengan kewajiban SMK untuk mengembangkan Teaching Factory (TEFA). Ia menyampaikan bahwa peningkatan jumlah siswa membuka peluang usaha koperasi yang lebih luas. Orang tua siswa yang hadir dalam rapat yang lalu, juga menyatakan kesediaannya untuk mendukung rencana pembangunan warung koperasi melalui bantuan sukarela.
"Program ini tidak hanya bertujuan untuk kesejahteraan anggota—guru, pegawai, yayasan, dan siswa—tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan siswa. Mereka dilatih langsung dalam manajemen usaha seperti berdagang, laundry, produksi makanan dari jurusan tata boga, dan lainnya," . Kemudian sebagai upaya menjaga transparansi dan menghindari kesalahpahaman antara pihak sekolah dan wali siswa, seluruh orang tua telah menandatangani surat pernyataan kesediaan mengikuti program sekolah dengan segala ketentuannya,pungkas Suiji.
Di akhir rapat, Bendahara Yayasan I Komang Warsa menyampaikan laporan keuangan, termasuk saldo kas dan strategi penagihan terhadap siswa yang masih menunggak pembayaran, terutama yang telah lulus. “Kondisi keuangan saat ini masih terbatas. Kami akan mengalokasikan dana untuk pengadaan sekitar 200 set mobiler dengan harga Rp750.000 per set. Jika hanya digunakan untuk gaji, dana yang tersedia saat ini hanya cukup untuk dua bulan ke depan,” paparnya.
Sesi tanya jawab juga berjalan aktif. Beberapa masukan konstruktif disampaikan oleh anggota yayasan, antara lain Gusti Mataram dan Ngakan Putu Suarjana, yang menyoroti pentingnya strategi penguatan keuangan dan perencanaan jangka panjang yayasan serta prinsif kehati-hatian dalam menerima ajakan kerjasama dari pihak lain,perlu ada MoU dan kordinasi dengan pihak dinas pendidikan sebagai atasan kita,agar tidak ada masalah dikemudian hari.(manixs)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar