Ni Luh Desvita Setiari siswi kelas XII PH SMK Giri Pendawa ,lahir di Yeho 6 Desember 2006 ini adalah putri sulung pasangan I Wayan Budiarsa dan Ni Kadek Wiliantari yang seorang pengusaha toko kelontong di desanya. Desvita panggilan akrab gadis manis ini, saat ini menduduki jabatan ketua OSIS yang merupakan jabatan bergengsi dan menjadi impian bagi setiap siswa, dan untuk memperolehnya didapat dari pemilihan dan persaingan yang cukup ketat,diseleksi dari attitude,kemampuan komunikasi,wawasan, intelektual, dan lainnya. Diwawancarai saat menjajakan hasil prakteknya dengan bahasa yang santun dan lancar serta senyum keramahan ia dengan lugas mengungkapkan pengalamannya sejak SMP kelas 7 menduduki jabatan sebagai ketua MPK,kelas 8 hingga 9 sebagai ketua sekbid 7 bidang Kersehatan OSIS SMP Negeri 2 Selat. Sejak SMP ia memiliki cita-cita bekerja di dunia pariwisata atau dunia traveling, sehingga ia membulatkan tekad untuk nantinya bekerja di kapal pesiar,karena itulah ia memilih SMK dan kemarin untuk mewujudkan mimpinya ia mengaku sudah mendaftar di kampus Mediterania ucapnya penuh semangat.
Desvita yang hoby kuliner khususnya membuat snack, dirumahnya rajin membantu orang tua membuat jajanan bali dan pisang coklat untuk dijual sehingga secara tidak langsung jiwa entrepreneur atau jiwa kewirausahaannya sudah terasah sejak kecil,maka tidak heran dalam praktek mapel PKK membuat terang bulan mini,ia bertindak sebagai mentor dari kelompok kerjanya ,yang anggotanya I Kadek Aris,Putu Sudarsana,Gusti Ngurah Bagus Sudiantara dan Made Swandika Ambara. Dengan kordinasi yang baik ia mampu memimpin temannya saling bekerja sama untuk mengerjakan tugas praktek membuat terang bulan mini,masing-masing urunan minimal Rp.30 ribu untuk membeli kebutuhan bahan seperti tepung,telur,beking soda,beking powder,pewarna makanan,coklat,baking instan,garam, gula dan seris dan alat yang digunakan berupa cetakan khusus dapat dari meminjam,ini untuk efesiensi anggaran. Setelah kami kerjakan hasilnya lumayan bagus dari modal 170 ribuan bisa kami produksi 150 biji dijual dengan harga 2 ribuan hingga kami dapat untung 130 ribu dan akan kami gunakan untuk praktek selanjutnya membuat makanan berbahan beras seperti nasi kuning atau pariasi menu lainnya,ujar desvita.
Ditanya mengenai kesannya dalam praktek,dengan senyum manisnya gadis jebolan SD 1 Sebudi tahun 2018 ini mengatakan sangat senang dapat pengalaman praktek langsung dari proses produksi, pemasaran dan pembukuan sehingga manajemen kewirausahaannya dapat terlihat dengan jelas dan kita paham alur kerjanya,sehingga memotipasi kita untuk bekerja keras,cerdas dan tuntas serta iklas bersama team yang solid ungkapnya dengan bangga,ia juga menyampaikan pesan kepada adik kelasnya yang sekaligus sebagai komitmennya kita harus punya mimpi dan komitmen untuk mewujudkannya,tentu dengan kerja keras ,sabar dan tekun,niscaya astungkara akan bisa kita gapai,pastinya bahagia akan datang. tetep semangat yuk kita berjuang wujudkan mimpi ,tutupnya. (manixs)
.jpeg)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar