Jumat, 13 Oktober 2023

SUABA SANG PENGGAGAS GIRI PENDAWA

Jiwa pariwisatanya sudah dipoles sejak kelas 2 dibangku TGA,hingga malang melintang di zona pariwisata,tidak hanya sebagai praktisi tapi juga pendidik di bidang pariwisata,itulah Drs.Dewa Putu Suaba pria kelahiran Pupuan tahun 1954 dari pasangan Dewa Ketut Kuta dan Desak Made Gria asal Manggis, Karangasem. Suaba kecil menamatkan sekolah SDnya di Pupuan hingga tahun 1967,kemudian di SMPN Pupuan tamat tahun 1970. Melanjutkan kejenjang berikutnya ia hijrah ke kota Denpasar masuk di Taman Guru Atas/TGA Saraswati  hingga tamat tahun 1973,namun hebatnya ketika kelas dua ia nyambi kuliah di KKDP (Kursus Kejuruan Dasar Perhotelan) selama 2 tahun dan 4 bulan job treaning. Lima belas hari setelah lulus ia melamar dan intervew di Sanur Beach Ensiside Bungalow (sekarang Perama Hotel) dan diterima sebagai karyawan FB service.

Tahun 1978 ia diangkat sebagai guru SD 4 Pempatan di Cebulik,setahun kemudian ketemu dengan tambatan hatinya seorang gadis desa yang bernama Ni Nengah Jasri menikah tahun 1979 melahirkan Dewa Putu Suarya dan Desak Made Artawati. Untuk mengisi waktu dipagi dan sore hari ia nyambi sebagai sopir cary picup membantu masyarakat desa mengangkut barang dagangannya ke pasar dan atau kepentingan transportasi lainnya sambil juga menambah wawasannya melanjutkan S1 di kampus Mahasaraswati Denpasar lulus tahun 1986 dan pada saat itu berdiri SMP PGRI Pempatan dan SMA PGRI Rendang ia ikut sebagai guru mengajar di kedua sekolah tersebut hingga sekolah itu bubar tahun 1990an,karena dasarnya tak bisa diam iapun sempat mengajar di SMAP Karangasem, sebagai dosen di P3B(Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata Bali) yang kampusnya tersebar di Klungkung,Gianyar, Negara dan Tanjung Lombok NTB. Tahun 1997 beliau diangkat sebagai Kepala Sekolah di SD 5 Pempatan yang berlokasi di Pemuteran hingga mengakhiri purna tugasnya tetap tidak pindah dari sekolah tersebut. Ada hal menarik di kehidupan Dewa Suaba karena sekitar tahun 1998 beliau didatangi oleh sekelompok orang dari Manggis yang memaksa dirinya untuk menjadi Bendesa Adat di Manggis, karena didaulat dan merasa leluhurnya dari sana maka ia merelakan diri untuk ngayah sebagai Bendesa selama 2 periode sebagai wujud cinta tanah leluhur. 

Berkiprah di desa Pemutran membaur dengan masyarakat dan rela mengabdi maka ia sangat disegani oleh masyarakat setempat,jiwa seninya muncul ketika saat-saat kenaikan kelas kerap kali disekolah diadakan pentas musik,drama sehingga masyarakat merasa terhibur. Kemudian Juni 2010 ia bersama temannya yang bernama Ngakan Putu Suarjana(guru di SD 5 juga) bincang-bincang menggagas ingin mendirikan SMK dengan jurusan Perhotelan sebagai besiknya dan TKJ sebagai keahlian Ngakan Suarjana. Mengingat juga setiap tahun pelajaran baru PPDB di SMA Rendang kisruh karena tidak bisa menampung tamatan SMP. Ide tersebut kemudian dirundingkan bersama Ngakan Putu Murtika(alm) yang berttugas mencari orang,I Made Lumbung(alm) dan I Komang Warsa,beliau berlima inilah kemudian pada saat hari purnama di bulan Agustus mengadakan persembahyangan ke Pura Pendawa,Purnama berikutnya sembahyang tengah malam dan barulah Purnama yang ke tiga sempat mekemit di sana dan dalam semedi dihadapannya jatuh bola api dan yang lain ada mendengar suara harimau,maka besok paginya mengadakan rapat disana dan sepakat mendirikan SMK yang diberi nama Giri Pendawa dan masing masing mencari anggota yang ditugaskan ngk Putu Murtika mencari I Komang Sumarta,I Wayan Suiji,Ida Wayan Buda,I Ketut Sudana,Made Murtiana,Putu Arimbawa,Jero Gde Witama dicarinya,Pak Warsa mengajak Gusti Ngr Mataram dan Pak Ngakan Suarjana mengajak ngakan Ketut mangku sehingga jumlahnya 14 orang,ada lagi yang dicari tokoh pendidikan  tetapi beliau tidak bersedia. Kemudian berkat kerja keras kita  mengurus ijin, maka terbentuklah Yayasan Giri Pendawa yang diketuai oleh Drs.I Ketut Sudana,M.Si dan menaungi SMK Giri Pendawa sebagai Kepala Sekolah yang pertama Ngk.Putu Murtika,Kaprodi Perhotelan saya Dewa Putu Suaba dan Kaprodi TKJ Ngk.Putu Suarjana. Wakasek Kurikulum Gst.Mataram, Kesiswaan I Komang Warsa,Sarpras I Komang Sumarta dan Waka humas I Wayan Suiji. demikian ungkap Dewa Suaba.(manixs).


Drs. Dewa Putu Suaba.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar