Buleleng, 24 Juli 2025 — Ni Putu Satya Widyasanti putri sulung pasangan Mk.Gde Selamet
Widyaguna dan Mk Ririn Susanti, siswi SMA Negeri 1 Rendang, kembali mengukir
prestasi membanggakan, dengan mewakili Kabupaten Karangasem dalam ajang Jumpa
Bhakti Gembira (JUMBARA) V PMR PMI Provinsi Bali yang berlangsung dari 21
hingga 24 Juli 2025 di Taman Wisata Gangga Buyan, Desa Pancasari, Kabupaten
Buleleng.
Satya,
kelahiran Br.Adat Tegenan Kelod,17 April 2008, merupakan salah satu remaja
aktif yang dikenal di lingkungan sekolahnya sebagai siswa yang gemar
berorganisasi. Terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi sekolah seperti OSIS
(ORENS), Club Karya Tulis Ilmiah, Club Biologi, Club Kimia, Club Jurnalistik,
dan PMR Wira SMA N 1 Rendang, Satya juga menjabat sebagai Wakil Ketua PMR
Wira Rensma periode 2024/2025. Tak hanya di dalam sekolah, Satya aktif pula
dalam organisasi luar sekolah yakni SATIN (Satuan Inti PMR Wira Kabupaten
Karangasem) di lingkungan Banjarnya juga aktif sebagai sekretaris Seka Teruna Werdhi Sesana dan Ketua
Paiketan Seka Igel Citta Werdhi Banjar Adat Tegenan Kelod .
Berbekal
dedikasi dan semangat tinggi, Satya berhasil lolos seleksi kabupaten untuk
menjadi delegasi Karangasem dalam kegiatan JUMBARA V PMI Provinsi Bali.
Mengusung tema “Remaja Sebagai Agen Perubahan & Ketangguhan Iklim”,
kegiatan ini menjadi ajang pengembangan kapasitas remaja sebagai pelaku
perubahan sosial yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam
kegiatan JUMBARA V, Satya mengikuti berbagai rangkaian acara seperti Jumpa,
Bhakti, dan Gembira. Salah satu kegiatan utama yang diikuti Satya
adalah Youth Station, yaitu sesi edukasi dan kompetisi antar kontingen
yang menguji pemahaman peserta pada tujuh modul penting: Kepalangmerahan, PRS
(Pendampingan Remaja Sebaya), RSPS (Remaja Sehat Peduli Sesama), Donor Darah,
Kepemimpinan, Kesiapsiagaan Bencana, dan Pertolongan Pertama.
Putu Satya Widyasanti
Bersama
tim perwakilan dari berbagai kabupaten—Bahyu (Jembrana), Indy (Badung), Sinta
(Klungkung), Yakta (Gianyar), Wiguna (Denpasar), dan Dimas (Tabanan) sebagai
pemantau—Satya berhasil meraih Juara 2 dalam Youth Station, sebuah
pencapaian membanggakan bagi Karangasem.
Tak hanya
itu, Satya juga mengikuti berbagai kegiatan lain seperti olahraga persahabatan
dan anjangsana ke kontingen kabupaten/kota lainnya. Melalui kegiatan
ini, peserta saling mengenal budaya daerah masing-masing serta memperkuat rasa
persaudaraan dan solidaritas antaranggota PMR se-Bali.
Satya
menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pembina dari SD, SMP, dan SMA
se-Kabupaten Karangasem, para relawan PMI, KSR, TSR, dan semua pihak yang telah
mendukung perjalanan mereka hingga berhasil meraih predikat Karangasem
Teladan I Tingkat Provinsi.
“JUMBARA adalah pengalaman baru yang sangat
berharga. Saya belajar banyak tentang kepemimpinan, kerja sama, edukasi teman
sebaya, serta bagaimana menurunkan ego dalam tim. Ini bukan akhir, melainkan
awal dari perjalanan yang lebih besar,” ungkap Satya penuh semangat.
Satya berharap ke depan ia bisa melanjutkan
perjalanannya hingga ke tingkat nasional dengan lolos seleksi JUMBARA
NASIONAL (JUMNAS). Ia bertekad untuk terus berkembang, membantu sesama, dan
menjadi agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Siaplah mencoba hal baru. Pengalaman adalah guru
terbaik. Mengorbankan masa muda demi masa depan bukanlah kerugian, tapi bekal
untuk menghadapi kehidupan dewasa dengan kesiapan dan keyakinan,” tutupnya.Berikut contoh berita jurnalis singkat berdasarkan informasi yang kamu berikan:
Ni Made Windya Kusuma Dewi (3 dari kanan) bersama tim sebagai Juara 1
Jumbara Youth Station Provinsi Bali
Dihubungi terpisah adiknya Satya yang bernama Ni Made Windya Kusuma Dewi, siswi SMPN 3 Rendang kelahiran 7 September 2010, juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Putri kedua Mk.Ririn ini ,juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka, Windya bersama timnya berhasil meraih predikat Teladan 1 pada ajang Jumbara Youth Station tingkat madya.
Windya tergabung dalam kontingen Karangasem yang turut ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Kegemarannya dalam berorganisasi di sekolah turut mendukung keberhasilannya tampil unggul di antara peserta lainnya.
Prestasi ini semoga menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan positif dan membawa nama baik sekolah maupun daerah,ucapnya salah seorang gurunya dihubungi melalui HP.
Mk.Ririn (5 dari kiri)saat memimpin tim Pakisnya ke Provinsi
Mk.Ririn orang tua dari kedua kakak adik yang juara ini ,dihubungi oleh redaksi Gatra Humas melalui sambungan telpon,mengungkapkan rasa bangganya pada sang putri,perjuangan mereka memang ekstra ketat, disiplin dalam belajar,kami memang memberi perhatian pada mereka untuk merebut ajang bergengsi ini, astungkara berkat dukungan dan doa semua pihak akhirnya putri kami berhasil meraih mimpinya,ujarnya merendah. Sosok Mk.Ririn memang ibu yang kreatif,aktif dan produktif di manapun ia berada,ia seorang organisatoris,menjadi guru juga wakil kepala sekolah,di Desa Adat aktif menjadi Sekretaris bendesa,menjadi ketua Pakis,Sekretaris KWT dan banyak lagi kegiatan lainnya di masyarakat, saya sangat merasa terbantu atas dukungan dan aktivitas serta loyalitas pengabdian sosialnya di masyarakat,maka tidak heran kalau anak anaknya mendapat juara,ujar Bendesa Desa Adat Tegenan disela sela kegiatan di kantornya.(manixs)