Jumat, 26 September 2025 – Suasana berbeda tampak di SMK Giri Pendawa pagi ini. Siswa-siswi kelas XI PH1 mendapatkan tugas literasi yang unik, yaitu dengan menampilkan sebuah drama sebabak berjudul Legenda Gunung Rinjani. Pementasan ini dibawakan dengan apik oleh para siswa, di bawah bimbingan wali kelas, I Wayan Gede Suarnata, S.Pd.
Yang menarik, drama ini dipandu oleh dua narator dengan suara merdu dan artikulasi yang jelas, yakni Ni Luh Buncing Putri Kembar dan I Made Juli Pradnyana. Keduanya berhasil membawa alur cerita dengan lancar dan menarik, terlebih dengan iringan instrumental musik Bali yang memperkuat suasana magis pementasan.
Penonton pun tampak antusias. Beberapa kali terdengar teriakan histeris saat adegan romantis antara Tuan Datu dan permaisurinya ditampilkan. Tepuk tangan meriah juga menggema saat tiap babak cerita berakhir.
Namun demikian, menurut Wali Kelas Suarnata, pementasan ini masih memiliki beberapa catatan penting. "Para pemain memang belum maksimal dalam mendubbing suara serta menyelaraskan ucapan bibir dan akting. Tapi, sebagai pemula, penampilan mereka sudah cukup bagus dan patut diapresiasi," ujarnya saat diwawancarai oleh tim Gatra Humas. Penulis naskah sekaligus sutradara pementasan ini Ni Luh Ari Namayanti merasa bersyukur dan puas dengan hasil pementasannya walaupun ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki,kedepan akan ditingkatkan lagi dengan adanya pengalaman in,ujarnya.
Sebagai penutup, narator menyampaikan poin-poin penting dari cerita yang dipentaskan. Untuk menambah semangat penonton, panitia juga mengadakan kuis seputar cerita yang telah dibawakan. Bagi penonton yang bisa menjawab dengan tepat, disediakan hadiah menarik sebagai bentuk motivasi.
Pementasan ini menjadi salah satu contoh pembelajaran literasi yang kreatif dan menyenangkan, sekaligus melatih kepercayaan diri dan kerja sama para siswa.(manixs)
Berikut sinopsis dari Legenda Gunung Rinjani.
LEGENDA
GUNUNG RINJANI
Dahulu kala tak jauh dari pelabuhan lembah
terdapat sebuah kerajaan, kerajaan ini di pimpin oleh seorang raja bernama datu
tuan, di kerjaan tersebut datu tuan menghabiskan waktunya bersama sang
permasyuri yang bernama dewi mas. Putri
Dewi mas: datu tuan, marilah minum teh
bersama selagi hangat. Putri
Datu tuan: ohh, ya dewi mas (duduk meminum
teh). Juli
Dewi mas: suamiku kau nampak murung
belakangan ini kalau boleh tau sebenarnya apa yang mengganggu pikiranmu? Putri
Datu tuan: dewi ini sungguh berat bagiku
untuk mengatakannya padamu. Juli
Dewi mas: katakan saja datu tuan, siapa
tau aku bisa mengurangi beban pikiranmu. Putri
Datu tuan: sebelumnya aku minta maaf dewi
mas, seperti yang kau ketahui kita telah lama berumah tangga namun tak juga di
beri anak, sementara aku kian tua kita perlu penerus untuk membawakan kerajaan
ini agar tetap makmur, oleh karena itu aku meminta ijinmu supaya aku
diperbolehkan menikah lagi untuk memperoleh keturunan. Juli
Dewi mas: sungguh keputusan yang berat,
namun jika demi kerajaan ini aku harus ikhlas atas keputusan yang diambil
olehmu selaku raja, tentunya engkau telah memikirkan ini matang – matang aku
harus mendukungnya. Putri
Datu tuan: terimakasih dewi mas, aku akan
tetap memperhatikanmu dan sayangku padamu tak akan berubah. Juli
Dewi mas: baiklah datu tuan. Putri
Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya
datu tuan melangsungkan pernikahannya, datu tuan memperistri seorang putri dari
pati haur yang bernama sunggar tutul. Hari demi hari mereka lalui bersama,
lambat laun perhatian datu tuan kepada dewi mas semakin berkurang. Sekali pun
perhatian datu tuan semakin tersurah kepada sunggar tutul namun dewi mas tetap
bersikap sabar ia mendoakan suaminya dan semuanya agar tetap sejahtera. Putri
Di pagi hari, hingga sebuah kabar
mengejutkan terjadi dewi mas tiba – tiba dikabarkan hamil, dewi mas tentu
merasa senang karena penantianya selama ini telah terwujud akan tetapi tidak
semuanya merasa senang mendengar kabar kehamilan dewi mas. Juli
Sunggar tutul: uhhh, ini tidak bisa
dibiarkan perhatian raja hanyalah untukku seorang. Putri
(sunggar tutul segera menemui datu tuan) Juli
Sunggar tutul: datu tuan, tidakah kau
merasa janggal, dewi mas tiba – tiba hamil tentunya ini bukan berita bagus
untuk disebarkan kepada rakyat. Putri
Datu
tuan: hmmm, ada benarnya juga perkataan mu sunggar tutul. Putri
(datu tuan terhasut oleh perkataan sunggar
tutul, ia pun menghampiri dewi mas) Putri
Datu tuan: pergi kau dewi mas. Juli
(dewi mas pun keluar dari istana, dewi mas
diasingkan disebuah gili atau pulau di antar oleh penggiringnya, dewi mas
merasa sedih ditinggal disebuah pulau kecil yang tak berpenghuni di pulau
tersebut dewi mas mencoba bertahan hidup hanya dengan memanfaatkan tanaman
sayur yang ada. Hari terus berlalu hingga pada suatu ketika sebuah kapal
berlabuh digili tersebut nahkoda dan awak kapal tersebut pun turun ia pun kaget
bertemu dengan dewi mas) Putri
Nahkoda: aku tak menyangka ada orang di
pulau ini, terlebih dia adalah seorang wanita hamil. Juli
Dewi mas: namaku dewi mas tuan nahkoda aku
telah beberapa hari tinggal disini. Putri
Nahkoda: sebenarnya apa yang membuatmu
bisa sampai di tempat asing seperti ini? Juli
(dewi mas pun menceritakan kejadianya) Putri
Nahkoda: sungguh malang nasibmu, aku turut
prihatin, aku akan membantumu ke pulau bali kebetulan aku sedang menuju kesana.
Juli
(akhirnya nahkoda menghantarkan dewi mas
untuk keluar dari pulau tersebut menuju kebali, di bali dewi mas tinggal disebuah
gubuk hingga datanglah masa kelahiran dewi mas, dewi mas melahirkan bayi kembar
laki – laki dan perempuan, hari demi hari anak – anak dari dewi mas tumbuh
besar anak laki – laki tersebut dinamakan raden nuna putra janjak, sedangkan
yang perempuan namanya dewi rinjani) Putri
Raden: ibu bolehkah aku bertanya suatu hal?
Juli
Dewi mas: tentu saja anakku apakah yang
hendak kau tanyakan? Putri
Raden: sebenarnya siapakah ayahku itu? aku
dan dewi rinjani terlahir tanpa ayah. Juli
(dewi mas terkejut, dewi mas lalu
menceritakan semua kisahnya kepada putranya tersebut)
Raden: (tidak percaya dan marah) tidak
bisa dibiarkan ibu berhak mendapatkan kebahagiaan aku harus menemui ayah. Juli
Dewi mas: tenangkanlah dirimu nak. Putri
Raden: ibu, ijinkan aku untuk menemui
ayah. Juli
Dewi mas: ibu merestui kepergianmu nak,
pesan ibu berhati – hatilah selama perjalanan, jaga sikapmu. Putri
(raden nuna berjalan dan mencari pusat
kerajaan datu tuan, hingga dia tiba dikerajaan datu tuan) Putri
Raden: permisi pengawal aku hendak bertemu
dengan baginda raja. Juli
Pengawal: siapa kau apa urusanmu bertemu
dengan baginda raja? Juli
Raden: mohon maaf tuanku aku belum bisa
mengatakannya hingga aku bertemu dengan datu tuan. Juli
Pengawal: sombong sekali kau, raja tidak
bisa ditemui semaumu, sebelum kau menemui raja kau harus melawanku dan pengawal
lainnya. Juli
(pertarungan raden dengan pengawal berlangsung,
pengawal kerajaan berhasil dikalahkan raden nuna,,,,,,,, pertempuran itu pun
didengar oleh datu tuan ia segera turun tangan untuk mengatasi keributan tersebut, hendak melawan raden nuna, tiba –
tiba terdengar suara “ datu tuan,,, datu tuan” ) Putri
Datu tuan: siapa itu siapa disana
keluarlah!!!. Juli
“
hentikan langkahmu janganlah bertarung dengan anakmu sendiri” Putri
Datu tuan: anakku? Anaku…. Jangan – jangan
kau siapakah namamu anak muda? Siapakah ibumu? Putri
Raden: perkenalkan nama hamba adalah raden
nuna putra janjak, putra dari seorang ibu yang bernama dewi mas. Juli
Datu tuan: ohhh,, anakku maafkan ayahmu
yang tak mengenalmu, dimanakah ibumu apakah ia baik – baik saja? Juli
Raden: beliau baik – baik saja ayah. Juli
(akhrinya datu tuan pun menjemput istrinya
dewi mas untuk kembali ke istana, sekembalinya ke istana dewi mas tidak menaruh
dendam pada sunggar tutul, mereka hidup damai) Putri
(suatu hari datu tuan, mengajak dewi
rinjani ke gunung, rinjani terpukau melihat keindahan gunung tersebut, rinjani
pun ingin tinggal di gunung tersebut) Putri
Rinjani: ayah bolehkah aku tinggal disini?
Aku ingin mengenal gunung ini lebih jauh. Putri
Datu tuan: boleh saja anakku, tapi apakah
kamu bisa bertahan hidup disini sendirian? Juli
Rinjani: tenang saja ayahku, aku bisa jaga
diri dengan baik. Putri
(datu tuan meninggalkan rinjani digunung
tersebut, berhari – hari rinjani bertapa digunung tersebut dengan sungguh –
sungguh dan khusyuk dalam berdoa, dia memohon kepada sang kuasa agar diberikan
ketentraman dan kesejahteraan untuk semua rakyat kerajaannya, ternyata para jin
mengetahui kekhusyukan doa rinjani, maka ia pun diangkat sebagai ratu oleh para
jin dan terus tinggal digunung tersebut gunung itu kini biasanya di kenal
sebagai gunung rinjani) Putri
-TAMAT-
PESAN MORAL:
·
Kepercayaan
·
Kesetiaan
·
Menghormati alam dan
memahami bahwa manusia memiliki tanggung jawab dalam menjaga limgkungan.
PERTANYAAN:
·
Siapakah nama anak dari
datu tuan dan dewi mas?
·
Pesan moral dari cerita legenda gunung rinjani?
·
Siapa nama istri kedua
dari datu tuan?
·
Apa judul dari cerita
drama ini?
·
Hadiah utama: sebutkan
nama nama tokoh yang ada dicerita legenda gunung rinjani?
Pemeran legenda gunung rinjani:
I ketut restiawan:datu tuan
Ni ketut sutrisna: dewi mas
Ni putu lestari: sunggar tutul
Ni luh pebriani: dewi rinjani
I komang juniarta: raden nuna putra janjak
I gede eka agus andika prawidya, i putu agus saputra darma wiguna , i putu agus pradana, i komang aditia, i gede padmayasa, i gede murtiyasa: pasukan
I wayan agus tisna: awak kapal
I gede mariana: nahkoda
Narator Putri dan Juli,Penggalan kisah Gunung Renjani
acting pemain cukup baik
antusias penonton
Pemberian hadiah bagi yang menjawab benar