Gatra Humas, 01 Oktober 2025
Rabu, 1 Oktober 2025, SMK Giri Pendawa melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, yang berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat. Upacara ini merupakan bagian dari pelaksanaan serempak di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Bali, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Sekda Provinsi Bali Nomor: B.10.400.3/42158/UK/DIKPORA, tanggal 29 September 2025, tentang pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di seluruh Instansi Pemerintah serta Satuan Pendidikan SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Bali.
Bertindak sebagai pembina upacara Dewa Putu Suarya, Kepala Program Studi Tata Boga SMK Giri Pendawa. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara pagi ini telah berlangsung lancar dan tertib, serta menunjukkan semangat nasionalisme yang tinggi dari seluruh peserta.
Lebih lanjut, Suarya mengisahkan kembali tentang perjuangan para pahlawan bangsa dalam mempertahankan ideologi Pancasila. Dengan penuh semangat beliau menyampaikan:
“Pendahulu kita telah berjuang hingga meneteskan darah demi mempertahankan Pancasila. Maka, sudah sepantasnya kita menghormati dan menghargai jasa beliau melalui upacara yang khidmat seperti pagi ini.”
Suarya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas upacara, peserta didik, serta bapak dan ibu guru yang hadir lengkap sebagai undangan dalam kegiatan tersebut.
Namun, beliau juga menyampaikan permakluman atas ketidakhadiran beberapa guru, karena kemungkinan adanya kesibukan yang tidak dapat diwakilkan. Secara khusus, Bapak Suarya juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan Ibu KTU yang sedang dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan.
“Mari kita doakan bersama, semoga Ibu KTU lekas sembuh dan dapat kembali hadir di tengah-tengah kita seperti biasa,” ucap beliau.
Di akhir amanatnya, pembina upacara memberikan catatan kepada kelas X PH, yang menurut pengamatan beliau terlihat kurang tertib selama pelaksanaan upacara.
“Tolong koreksi diri kalian. Kalian ini siswa di vocational school, maka sikap dan kedisiplinan harus mencerminkan kesiapan menuju dunia kerja. Kalau ingin berhasil, sesuaikan sikap sejak sekarang,” tutupnya tegas.
Upacara ini menjadi momen penting untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan serta nilai-nilai luhur Pancasila kepada seluruh warga sekolah (manixs).



Kadang manusia sulit menghargai orang lain,apalagi mengenang pendahulu,masih perlu ditingkatkan
BalasHapus