Kamis, 25 September 2025

Siswa Kelas XI PH1 SMK Giri Pendawa Tampilkan Drama Kisah Legenda Gunung Rinjani

Jumat, 26 September 2025 – Suasana berbeda tampak di SMK Giri Pendawa pagi ini. Siswa-siswi kelas XI PH1 mendapatkan tugas literasi yang unik, yaitu dengan menampilkan sebuah drama sebabak berjudul Legenda Gunung Rinjani. Pementasan ini dibawakan dengan apik oleh para siswa, di bawah bimbingan wali kelas, I Wayan Gede Suarnata, S.Pd.

Yang menarik, drama ini dipandu oleh dua narator dengan suara merdu dan artikulasi yang jelas, yakni Ni Luh Buncing Putri Kembar dan I Made Juli Pradnyana. Keduanya berhasil membawa alur cerita dengan lancar dan menarik, terlebih dengan iringan instrumental musik Bali yang memperkuat suasana magis pementasan.

Penonton pun tampak antusias. Beberapa kali terdengar teriakan histeris saat adegan romantis antara Tuan Datu dan permaisurinya ditampilkan. Tepuk tangan meriah juga menggema saat tiap babak cerita berakhir.

Namun demikian, menurut Wali Kelas Suarnata, pementasan ini masih memiliki beberapa catatan penting. "Para pemain memang belum maksimal dalam mendubbing suara serta menyelaraskan ucapan bibir dan akting. Tapi, sebagai pemula, penampilan mereka sudah cukup bagus dan patut diapresiasi," ujarnya saat diwawancarai oleh tim Gatra Humas. Penulis naskah sekaligus sutradara pementasan ini Ni Luh Ari Namayanti merasa bersyukur dan puas dengan hasil pementasannya walaupun ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki,kedepan akan ditingkatkan lagi dengan adanya pengalaman in,ujarnya.

Sebagai penutup, narator menyampaikan poin-poin penting dari cerita yang dipentaskan. Untuk menambah semangat penonton, panitia juga mengadakan kuis seputar cerita yang telah dibawakan. Bagi penonton yang bisa menjawab dengan tepat, disediakan hadiah menarik sebagai bentuk motivasi.

Pementasan ini menjadi salah satu contoh pembelajaran literasi yang kreatif dan menyenangkan, sekaligus melatih kepercayaan diri dan kerja sama para siswa.(manixs)

Berikut sinopsis dari Legenda Gunung Rinjani.


LEGENDA GUNUNG RINJANI

 

Dahulu kala tak jauh dari pelabuhan lembah terdapat sebuah kerajaan, kerajaan ini di pimpin oleh seorang raja bernama datu tuan, di kerjaan tersebut datu tuan menghabiskan waktunya bersama sang permasyuri yang bernama dewi mas. Putri

Dewi mas: datu tuan, marilah minum teh bersama selagi hangat. Putri

Datu tuan: ohh, ya dewi mas (duduk meminum teh). Juli

Dewi mas: suamiku kau nampak murung belakangan ini kalau boleh tau sebenarnya apa yang mengganggu pikiranmu? Putri

Datu tuan: dewi ini sungguh berat bagiku untuk mengatakannya padamu. Juli

Dewi mas: katakan saja datu tuan, siapa tau aku bisa mengurangi beban pikiranmu. Putri

Datu tuan: sebelumnya aku minta maaf dewi mas, seperti yang kau ketahui kita telah lama berumah tangga namun tak juga di beri anak, sementara aku kian tua kita perlu penerus untuk membawakan kerajaan ini agar tetap makmur, oleh karena itu aku meminta ijinmu supaya aku diperbolehkan menikah lagi untuk memperoleh keturunan. Juli

Dewi mas: sungguh keputusan yang berat, namun jika demi kerajaan ini aku harus ikhlas atas keputusan yang diambil olehmu selaku raja, tentunya engkau telah memikirkan ini matang – matang aku harus mendukungnya. Putri

Datu tuan: terimakasih dewi mas, aku akan tetap memperhatikanmu dan sayangku padamu tak akan berubah. Juli

Dewi mas: baiklah datu tuan. Putri

 Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya datu tuan melangsungkan pernikahannya, datu tuan memperistri seorang putri dari pati haur yang bernama sunggar tutul. Hari demi hari mereka lalui bersama, lambat laun perhatian datu tuan kepada dewi mas semakin berkurang. Sekali pun perhatian datu tuan semakin tersurah kepada sunggar tutul namun dewi mas tetap bersikap sabar ia mendoakan suaminya dan semuanya agar tetap sejahtera.  Putri

Di pagi hari, hingga sebuah kabar mengejutkan terjadi dewi mas tiba – tiba dikabarkan hamil, dewi mas tentu merasa senang karena penantianya selama ini telah terwujud akan tetapi tidak semuanya merasa senang mendengar kabar kehamilan dewi mas. Juli

Sunggar tutul: uhhh, ini tidak bisa dibiarkan perhatian raja hanyalah untukku seorang. Putri

(sunggar tutul segera menemui datu tuan) Juli

Sunggar tutul: datu tuan, tidakah kau merasa janggal, dewi mas tiba – tiba hamil tentunya ini bukan berita bagus untuk disebarkan kepada rakyat. Putri

 

 Datu tuan: hmmm, ada benarnya juga perkataan mu sunggar tutul. Putri

(datu tuan terhasut oleh perkataan sunggar tutul, ia pun menghampiri dewi mas) Putri

Datu tuan: pergi kau dewi mas. Juli

(dewi mas pun keluar dari istana, dewi mas diasingkan disebuah gili atau pulau di antar oleh penggiringnya, dewi mas merasa sedih ditinggal disebuah pulau kecil yang tak berpenghuni di pulau tersebut dewi mas mencoba bertahan hidup hanya dengan memanfaatkan tanaman sayur yang ada. Hari terus berlalu hingga pada suatu ketika sebuah kapal berlabuh digili tersebut nahkoda dan awak kapal tersebut pun turun ia pun kaget bertemu dengan dewi mas) Putri

Nahkoda: aku tak menyangka ada orang di pulau ini, terlebih dia adalah seorang wanita hamil. Juli

Dewi mas: namaku dewi mas tuan nahkoda aku telah beberapa hari tinggal disini. Putri

Nahkoda: sebenarnya apa yang membuatmu bisa sampai di tempat asing seperti ini? Juli

(dewi mas pun menceritakan kejadianya) Putri

Nahkoda: sungguh malang nasibmu, aku turut prihatin, aku akan membantumu ke pulau bali kebetulan aku sedang menuju kesana. Juli

(akhirnya nahkoda menghantarkan dewi mas untuk keluar dari pulau tersebut menuju kebali, di bali dewi mas tinggal disebuah gubuk hingga datanglah masa kelahiran dewi mas, dewi mas melahirkan bayi kembar laki – laki dan perempuan, hari demi hari anak – anak dari dewi mas tumbuh besar anak laki – laki tersebut dinamakan raden nuna putra janjak, sedangkan yang perempuan namanya dewi rinjani) Putri

Raden: ibu bolehkah aku bertanya suatu hal? Juli

Dewi mas: tentu saja anakku apakah yang hendak kau tanyakan?  Putri

Raden: sebenarnya siapakah ayahku itu? aku dan dewi rinjani terlahir tanpa ayah. Juli

(dewi mas terkejut, dewi mas lalu menceritakan semua kisahnya kepada putranya tersebut)

Raden: (tidak percaya dan marah) tidak bisa dibiarkan ibu berhak mendapatkan kebahagiaan aku harus menemui ayah. Juli

Dewi mas: tenangkanlah dirimu nak. Putri

Raden: ibu, ijinkan aku untuk menemui ayah. Juli

Dewi mas: ibu merestui kepergianmu nak, pesan ibu berhati – hatilah selama perjalanan, jaga sikapmu.  Putri

(raden nuna berjalan dan mencari pusat kerajaan datu tuan, hingga dia tiba dikerajaan datu tuan) Putri

Raden: permisi pengawal aku hendak bertemu dengan baginda raja. Juli

Pengawal: siapa kau apa urusanmu bertemu dengan baginda raja? Juli

Raden: mohon maaf tuanku aku belum bisa mengatakannya hingga aku bertemu dengan datu tuan.  Juli

Pengawal: sombong sekali kau, raja tidak bisa ditemui semaumu, sebelum kau menemui raja kau harus melawanku dan pengawal lainnya. Juli

(pertarungan raden dengan pengawal berlangsung, pengawal kerajaan berhasil dikalahkan raden nuna,,,,,,,, pertempuran itu pun didengar oleh datu tuan ia segera turun tangan untuk mengatasi keributan  tersebut, hendak melawan raden nuna, tiba – tiba terdengar suara “ datu tuan,,, datu tuan” ) Putri

 Datu tuan: siapa itu siapa disana keluarlah!!!. Juli

 “ hentikan langkahmu janganlah bertarung dengan anakmu sendiri” Putri

Datu tuan: anakku? Anaku…. Jangan – jangan kau siapakah namamu anak muda? Siapakah ibumu? Putri

Raden: perkenalkan nama hamba adalah raden nuna putra janjak, putra dari seorang ibu yang bernama dewi mas. Juli

Datu tuan: ohhh,, anakku maafkan ayahmu yang tak mengenalmu, dimanakah ibumu apakah ia baik – baik saja? Juli

Raden: beliau baik – baik saja ayah. Juli

(akhrinya datu tuan pun menjemput istrinya dewi mas untuk kembali ke istana, sekembalinya ke istana dewi mas tidak menaruh dendam pada sunggar tutul, mereka hidup damai) Putri

(suatu hari datu tuan, mengajak dewi rinjani ke gunung, rinjani terpukau melihat keindahan gunung tersebut, rinjani pun ingin tinggal di gunung tersebut) Putri

Rinjani: ayah bolehkah aku tinggal disini? Aku ingin mengenal gunung ini lebih jauh. Putri

Datu tuan: boleh saja anakku, tapi apakah kamu bisa bertahan hidup disini sendirian? Juli

Rinjani: tenang saja ayahku, aku bisa jaga diri dengan baik.  Putri

(datu tuan meninggalkan rinjani digunung tersebut, berhari – hari rinjani bertapa digunung tersebut dengan sungguh – sungguh dan khusyuk dalam berdoa, dia memohon kepada sang kuasa agar diberikan ketentraman dan kesejahteraan untuk semua rakyat kerajaannya, ternyata para jin mengetahui kekhusyukan doa rinjani, maka ia pun diangkat sebagai ratu oleh para jin dan terus tinggal digunung tersebut gunung itu kini biasanya di kenal sebagai gunung rinjani) Putri

-TAMAT-

 

PESAN MORAL:

·       Kepercayaan

·       Kesetiaan

·       Menghormati alam dan memahami bahwa manusia memiliki tanggung jawab dalam menjaga limgkungan.

PERTANYAAN:

·       Siapakah nama anak dari datu tuan dan dewi mas?

·       Pesan  moral dari cerita legenda gunung rinjani?

·       Siapa nama istri kedua dari datu tuan?

·       Apa judul dari cerita drama ini?

·       Hadiah utama: sebutkan nama nama tokoh yang ada dicerita legenda gunung rinjani?


Pemeran legenda gunung rinjani:

I ketut restiawan:datu tuan

Ni ketut sutrisna: dewi mas

Ni putu lestari: sunggar tutul

Ni luh pebriani: dewi rinjani

I komang juniarta: raden nuna putra janjak

I gede eka agus andika prawidya, i putu agus saputra darma wiguna , i putu agus pradana, i komang aditia, i gede padmayasa, i gede murtiyasa: pasukan

I wayan agus tisna: awak kapal

I gede mariana: nahkoda

Narator Putri dan Juli,Penggalan kisah Gunung Renjani

acting pemain cukup baik

 antusias penonton

 Pemberian hadiah bagi yang menjawab benar













Tidak ada komentar:

Posting Komentar