Minggu, 12 Mei 2024

MENGELUS JIWA DIPERSIMPANGAN

Cuaca pagi ini, Sabtu 11 Mei 2024 agak cerah namun sedikit berawan tampak jelas diatas sasana SMK Giri Pendawa,anak anak kelas X sedang diberikan arahan oleh guru piket tentang tata krama dan implementasi ajaran suci Tri Hita Karana,sebagian tampak dengan serius mendengarkan wejangan sang guru namun beberapa anak ada yang acuh ,asik dengan khayalannya sendiri. Bahkan ada satu orang diantara mereka tak bergeming dengan sambaran halus wejangan  sang guru,mungkin mereka terbiasa dengan peradaban remaja zaman sekarang yang dikenal dengan anak anak genZ,yang apatis,cuek,mines kepekaan sosial dan cepat berputus asa,seperti jiwa jiwa dipersimpangan,ini harus ekstra keras kita bina tentu dengan pendekatan yang humanis,bila perlu kita harus mengelus jiwa jiwa mereka, bisik seorang guru pada temannya.

semangat pengabdian guru dan pegawai di sekolah ini memang patut kita apresiasi,karena dengan penghasilan yang minimalis mereka terima ,namun semangat pengabdianya masih dapat dipertanggungjawabkan,walaupun satu dua orang ada diantara mereka lupa dengan tugasnya sebagai seorang pendidik,kadang pagi pagi anak berkeliaran gegara tidak ada guru yang mengajar,mereka sih fine-fine saja bergeromol sambil menikmati hiburan di mainan kecilnya yang bernama HP android,tapi bagaimana citra sekolah di mata orang tua siswa,gumam seorang penata surat di sekolah itu bersama sohibnya.

Tiba tiba ada suara motor menderu di depan kantor,tampak seorang siswa laki laki berperawakan gempal berpakaian lengkap datang bersama orang tuanya karena dipanggil oleh Kepala Sekolah melalui surat panggilan No.: SMK GP/V/2024 tanggal  Mei 2024. Ia adalah I Dw.Kd.Sinarta anak kelas XI PH bersama orang tuanya I Dewa Gede Wedana. Dengan ramah bagian front office menyapa dan mempersilahkan duduk di sofa ruang tunggu. Taklama kemudian kepala sekolah memanggil untuk masuk ke ruangannya,selanjutnya para waka,kaprodi,wali dan ketua panitia juga dipanggil untuk membahas kasus tersebut. Semua sudah pada datang memenuhi panggilan kepalka sekolah,disisi timur duduk waka Humas,disebelah utara kepala sekolah bersama kaprodi PH,sementara dibagian selatan berjejer dari timur waka kesiswaan,wali XI PH dan ketua panitia prakerin,sedangkan diposisi barat duduk siswa beserta orang tuanya. Suasana tampak hening untuk mendengarkan dimulainya rapat besar ini dan seijin pimpinan waka humas memulai membuka rapat dengan memanjatkan syukur pada Tuhan karena acara ini dapat terselenggara,juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran semua pihak, juga memaparkan tujuan dipanggilnya siswa bersangkutan beserta orang tuanya yakni untuk bersama sama mengetahui secara runut kasus kasus yang sudah dilakukan oleh anak tersebut,juga untuk mencari solusi dan agar orang tua paham dan mengetahuinya agar sama sama jelas hingga terang benderang kasus ini ,selanjutnya waka humas memberikan kesempatan pertama kepada kepala sekolah. Kepala sekolah menjelaskan lebih rinci akan kasus yang dilakukan oleh anak tersebut,harapannya agar kedepan anak tersebut mau berubah dengan mengintrospeksi diri,sering kali sudah melakukan pelanggaran, bahkan sampai masuk ke ranah hukum yang ditangani polsek,tujuan kami mengundang bapak adalah untuk mengetahui keberadaan anak bapak,kita cari solusi,membina,membimbing anak ini bersama sama,terutama di rumah,kami di sekolah hanya ada waktu 6 jam,selebihnya bapak yang menasehati. Sebab kalau tidak ada perubahan kami bisa mengambil sanksi tegas, untuk lebih jelasnya silahkan teman teman yang membidangi menjelaskan lebih rinci,ujar kepala sekolah mengakhiri arahannya. Humas kemudian memberikan kesempatan kepada wali kelasnya,yang panjang lebar menjelaskan kronologi pelanggaran yang dilakukan dari kelas 10,hingga menyebabkan orangtuanya berwajah muram,ketua prakerin juga menceritakan kejadiannya di tempat prakerin,yang bersangkutan sering tidak masuk sehingga waktu trening baru 4 bulan sudah diberhentikan,sedangkan 5 temannya diberi hingga 6 bulan,coba renungkan ini,ini akibat prilaku yang melanggar ketentuan lembaga,sering tidak praktek tanpa alasan,secara tidak langsung ini merugikan adik kelasmu,karena prilakumu attitude mu, adik kelas mungkin akan tidak diterima di hotel ini,karena tahu watak anak anak SMK seperti kamu. Setelah itu kaprodi PH juga memberikan arahan,pada intinya mengharapkan anak ini bisa tamat,karena itu ikuti aturan yang ada,apalagi di hotel disiplinnya sangat ketat,kamu jangan seenaknya melakukan trening,citra sekolah tercoreng,bapak selaku penanggungjawab jurusan perhotelan,tegas menyampaikan ,kalau kamu tidak bisa sadar dan tidak mau berubah,maka kami akan mengembalikan kamu pada orang tuamu,tegas itu,tuturnya. Terakhir Waka Kesiswaan menjelaskan dan menambahi tentang prilaku anak tersebut dan parahnya waka kesiswaan dipanggil oleh kapolsek dan sering didatangi kerumah oleh intel menanyakan hal ikhwal anak ini,sehingga mau tak mau,walaupun kejadiannya diluar sekolah,tetapi kamu masih bersekolah disini,wajar kalau polisi menanyakan kesekolah khususnya kepada saya selaku waka kesiswaan,kalau tidak mau berubah maka seperti tadi kami akan kembalikan kepada orang tuamu, agar prilaku seperti ini tidak mewabah kepada anak anak yang lain.pintanya.

Selanjutnya diberikan kesempatan kepada orang tuanya untuk menjelaskan tentang prilaku anaknya dirumah,dijelaskan dengan raut mata berkaca kaca,ia memperkenalkan diri dan keluarganya,serta menyampaikan aktivitas kesehariannya suami istri ini sebagai buruh angkut kayu,betapa beratnya beban yang ia rasakan,sampai memperlihatkan bahunya mengeras karena memikul kayu yang berat setiap hari demi anak anak,uangkapnya sedih, Saya sudah begini,biar anak anak saya kehidupannya lebih baik dari saya,makanya berusaha saya menyekolahkan,apa yang ia minta saya berusaha memenuhinya agar mau sekolah,saya mohon kebijakan bapak bapak untuk membina mendidik anak saya biar bisa tamat, pintanya. 

Setelah mendengar penjelasan dari berbagai pihak yang bertanggungjawab,maka kepala sekolah menyimpulkan,bahwa anak ini diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri,mengikuti mekanisme yang ada baik disekolah,keluarga dan masyarakat,demi masa depanmu,tetapi kalau kamu tidak bisa berubah,guru guru disini tidak mampu membina dan mungkin sekolah ini tidak cocok dengan karakter dan keinginanmu,maka silahkan cari sekolah lain,bapak akan memberi rekomendasi untuk pindah sekolah dan atau bapak kembalikan pada orang tuamu selaku penanggungjawab dirimu. Sebentar agar ada bukti hitam diatas putih,kamu agar membuat pernyataan sendiri yang kamu tanda tangani disaksikan dan disepakati oleh orangtuamu juga menadatangani. Bapak tegas sekarang,karena kamu sudah sering bapak bina secara langsung,anak anak yang lain tidak ada yang dibina langsung kepala sekolah,cukup di wali kelas atau waka kesiswaan,selesai. Ok ya,kamu berubah,pintanya.(manixs)

 
Sinarta saat dipanggil dihaadapan kepala sekolah

saat sidang berlangsung

Sinarta menandatangani pernyataannya sendiri untuk tidak mengulang lagi pelanggarannya

I Dewa Gde Widana orang tua Sinarta ikut mengetahui dan menandatangani pernyataan anaknya

 
Foto bersama usai penyelesaian kasus,tampak dari kiri orang tua Sinarta,Sinarta
Kaprodi,Kepala Sekolah,Waka Ksesiswaan dan Wali Kelasnya

angelus jiwa jiwa dipersimpangan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar