Musyawarah kerja ke VII PHRI BPC Karangasem yang diselenggarakan di Taman Surgawi Ujung dengan mengambil tema “Problematika Kepariwisataan Karangasem Berlandaskan Nangun Sat Kerti Loka Bali” dihadiri oleh Bupati Karangasem Gde Dana,Ketua PHRI Bali Cok Ace,para manajer hotel dan Restoran sekabupaten Karangasem,para Kepala SMK Negeri Swasta se wilayah kabupaten Karangasem dan para Camat se antero Karangasem. Musyawarah kerja memutuskan I Wayan Kariasa ketua lama terpilih kembali untuk menahkodai gerbong PHRI BPC Karangasem masa bakti 2024-2029,selanjutnya pengurus terpilih langsung dilantik oleh Ketua PHRI Provinsi Bali Cok Ace.
Ketua PHRI BPC Karangasem yang baru dilantik I Wayan
Kariasa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap
anggota PHRI Kabupaten Karangasem yang telah memberikan kepercayaan untuk
memimpin PHRI lima tahun kedepan,juga apresiasi atas kerjasamanya selama
ini,juga dukungan pemerintah Kabupaten Karangasem para kepala SMK negeri swasta
sebagai partner kerja selama ini,kedepannya Kariasa meminta agar solidaritas
anggota bisa ditingkatkan. Untuk tahun ini dapat saya laporkan jumlah anggota
PHRI di Karangasem baru sejumlah 60 anggotaa yang bergabung target kami
kedepannya 150 orang bisa masuk bergabung di PHRI BPC Karangasem,masih banyak
yang belum terdaftar,untuk itu kami mohon kepada bapak camat /bapak bupati yang
berkenan hadir hari ini untuk bisa
memberikan motivasi sehingga setiap pengusaha hotel dan restaurant bisa
bergabung dalam wadah PHRI BPC.Kaarangasem,harapnya.
Selanjutnya ketua PHRI Provinsi Bali Cok Ace dalam arahannya
memaparkan bahwa keanggotaan PHRI Kab.Karangasem termasuk besar atau aktif
bahkan ada di posisi kedua di Bali setelah Badung,untuk Karangasem bagaimana Upaya
agar target yang 150 anggota itu bisa tercapai. Nah itu tergantung dari
bagaimana pengurus PHRI BPC Karangasem memberikan sosialisasi kepada pengusaha
hotel restaurant dan bagaimana promosi dan pelayanan sehingga tamu tertarik berkunjung
ke Karangasem,tentu peran penting penguasa wilayah bapak camat dan bapak bupati
untuk turut memberikan arahan kepada masyarakatnya terutama di objek objek
wisata untuk bisa memberikan pelayanan yang nyaman bagi para toris dan
mencerminkan prilaku atau karakter orang Bali yang terkenal ramah,santun dan welcome
terhadap para tamu sangat perlu mendukung, apalagi di Karangasem ini sudah
dibangun Klinik Hasna Medika tepatnya di Subagan sebagai pasilitas kesehatan jantung
yang pertama di Bali,ini juga merupakan sarana pendukung pariwisata di
Karangasem. Selanjutnya saya apresiasi kepada pengurus sudah bekerja baik
terbukti jumlah anggota terus meningkat,ini patut kita syukuri dan lebih
salutnya lagi para pengurus mau bekerja maksimal walau tanpa imbalan,ini nating
tulus dari hati mereka, sebagai wujud cinta pada profesinya saya bangga,sekali
lagi saya ucapkan selamat kepada pengurus terpilih,dalam pemilihan ketua tidak
ada yg menang atau kalah ,tapi cocok atau kurang cocok, terpilih atau tidak
terpilih.budayakan rasa saling menghargai dan saling menghormati sesama warga
bangsa ,apalagi PHRI ini besar manfaatnya untuk mengembangkan dan menjaga
kekompakan sektor jasa pariwisata,jalinlah komonikasi dg berbagai pihak agak
setiap persoalan lebih gampang mendapatkan solusinya. Pesan saya jagi Bali ini
secara parsial untuk memberikan efek memyeluruh kpd seluruh wilayah pariwisata
Bali,pintanya.
Bupati Karangasem Gde Dana dalam pidatonya menyampaikan
bahwa kondisi nyata Karangasem masih banyak yg perlu ditingkatkan destinasi
pariwisatanya,infrastruktur jalan di Karangasem belum sebanding dg wilayah
lainnya terutama Badung,masalah ini belum mendapat sentuhan dana yg besar dari
pusat misalnya bypas antara Goalawah dan Ujung belum terwujud,juga masalah truk
pengangkut galian C (pasir, batu) memang cukup menghambat di jalan, tapi
dilemanya jika truk dibatasi tentu
pembangunan akan terhambat. dan para pemilik truk dan pengusaha galian C merasa
dipojokkan.Kendala yang lain,SDM Pariwisata di Karangasem lebih memilih wilayah
Denpasar dan Badung untuk berkiprah,karena disana lapangan kerja lebih banyak
dan lebih menjamin karena memang disana pusat akomodasi pariwisatanya. Kemudian
kunjungan tamu di wilayah Karangasem masih belum maksimal.mungkin karena
SDMnya masih perlu dibenahi terutama pelaku di objek objek wisata,juga masih perlu
diperbanyak fasilitas toilet yg memadai
di tempat-tempat wisata ,juga sarana prasana lainnya.untuk membangun itu
kesadaran membayar pajak dari pengusaha pariwisata perlu ditingkatkan untuk
mendukung PAD Karangasem walaupun mengalami kenaikan yang signifikan sampai th
2024 ini,ungkap Gde Dana.
Sementara itu dalam acara ramah Tamah,ketua PHRI
terpilih I Wayan Kariasa sempat menemui kepala SMK SMK Giri Pendawa I Komang
Sumarta yang di damping kaprodi PH, Dewa Putu Suaba,sahabat lama I Wayan Kariasa.
Kariasa menyampaikan ucapan terimakasih
atas dukungan dan kehadiran petinggi SMK Giri Pendawa dalam acara ini,serta berharap Kerjasama PHRI BPC
Karangasem yang telah dibangun sejak berdirinya SMK Giri Pendawa utamanya dalan uji kompetensi keahlian siswa atau UKK dapat dilanjutkan terus,pintanya sambil berseloroh(manixs).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar