Rabu, 15 Mei 2024

PROBLEMATIKA KEPARIWISATAAN DI MATA PHRI BPC KARANGASEM

Musyawarah kerja ke VII PHRI BPC Karangasem yang diselenggarakan di Taman Surgawi Ujung dengan mengambil tema “Problematika Kepariwisataan Karangasem Berlandaskan Nangun Sat Kerti Loka Bali” dihadiri oleh Bupati Karangasem Gde Dana,Ketua PHRI Bali Cok Ace,para manajer hotel dan Restoran sekabupaten Karangasem,para Kepala SMK Negeri Swasta se wilayah kabupaten Karangasem dan para Camat se antero Karangasem. Musyawarah kerja memutuskan I Wayan Kariasa ketua lama terpilih kembali untuk menahkodai gerbong PHRI BPC Karangasem masa bakti 2024-2029,selanjutnya pengurus terpilih langsung dilantik oleh Ketua PHRI Provinsi Bali Cok Ace.

Ketua PHRI BPC Karangasem yang baru dilantik I Wayan Kariasa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap anggota PHRI Kabupaten Karangasem yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin PHRI lima tahun kedepan,juga apresiasi atas kerjasamanya selama ini,juga dukungan pemerintah Kabupaten Karangasem para kepala SMK negeri swasta sebagai partner kerja selama ini,kedepannya Kariasa meminta agar solidaritas anggota bisa ditingkatkan. Untuk tahun ini dapat saya laporkan jumlah anggota PHRI di Karangasem baru sejumlah 60 anggotaa yang bergabung target kami kedepannya 150 orang bisa masuk bergabung di PHRI BPC Karangasem,masih banyak yang belum terdaftar,untuk itu kami mohon kepada bapak camat /bapak bupati yang berkenan hadir hari ini untuk bisa memberikan motivasi sehingga setiap pengusaha hotel dan restaurant bisa bergabung dalam wadah PHRI BPC.Kaarangasem,harapnya.

Selanjutnya ketua PHRI Provinsi Bali Cok Ace dalam arahannya memaparkan bahwa keanggotaan PHRI Kab.Karangasem termasuk besar atau aktif bahkan ada di posisi kedua di Bali setelah Badung,untuk Karangasem bagaimana Upaya agar target yang 150 anggota itu bisa tercapai. Nah itu tergantung dari bagaimana pengurus PHRI BPC Karangasem memberikan sosialisasi kepada pengusaha hotel restaurant dan bagaimana promosi dan pelayanan sehingga tamu tertarik berkunjung ke Karangasem,tentu peran penting penguasa wilayah bapak camat dan bapak bupati untuk turut memberikan arahan kepada masyarakatnya terutama di objek objek wisata untuk bisa memberikan pelayanan yang nyaman bagi para toris dan mencerminkan prilaku atau karakter orang Bali yang terkenal ramah,santun dan welcome terhadap para tamu sangat perlu mendukung, apalagi di Karangasem ini sudah dibangun Klinik Hasna Medika tepatnya di Subagan sebagai pasilitas kesehatan jantung yang pertama di Bali,ini juga merupakan sarana pendukung pariwisata di Karangasem. Selanjutnya saya apresiasi kepada pengurus sudah bekerja baik terbukti jumlah anggota terus meningkat,ini patut kita syukuri dan lebih salutnya lagi para pengurus mau bekerja maksimal walau tanpa imbalan,ini nating tulus dari hati mereka, sebagai wujud cinta pada profesinya saya bangga,sekali lagi saya ucapkan selamat kepada pengurus terpilih,dalam pemilihan ketua tidak ada yg menang atau kalah ,tapi cocok atau kurang cocok, terpilih atau tidak terpilih.budayakan rasa saling menghargai dan saling menghormati sesama warga bangsa ,apalagi PHRI ini besar manfaatnya untuk mengembangkan dan menjaga kekompakan sektor jasa pariwisata,jalinlah komonikasi dg berbagai pihak agak setiap persoalan lebih gampang mendapatkan solusinya. Pesan saya jagi Bali ini secara parsial untuk memberikan efek memyeluruh kpd seluruh wilayah pariwisata Bali,pintanya.

Bupati Karangasem Gde Dana dalam pidatonya menyampaikan bahwa kondisi nyata Karangasem masih banyak yg perlu ditingkatkan destinasi pariwisatanya,infrastruktur jalan di Karangasem belum sebanding dg wilayah lainnya terutama Badung,masalah ini belum mendapat sentuhan dana yg besar dari pusat misalnya bypas antara Goalawah dan Ujung belum terwujud,juga masalah truk pengangkut galian C (pasir, batu) memang cukup menghambat di jalan, tapi dilemanya jika truk  dibatasi tentu pembangunan akan terhambat. dan para pemilik truk dan pengusaha galian C merasa dipojokkan.Kendala yang lain,SDM Pariwisata di Karangasem lebih memilih wilayah Denpasar dan Badung untuk berkiprah,karena disana lapangan kerja lebih banyak dan lebih menjamin karena memang disana pusat akomodasi pariwisatanya. Kemudian kunjungan tamu di wilayah Karangasem masih belum maksimal.mungkin karena SDMnya masih perlu dibenahi terutama pelaku di objek objek wisata,juga masih perlu diperbanyak fasilitas toilet yg memadai  di tempat-tempat wisata ,juga sarana prasana lainnya.untuk membangun itu kesadaran membayar pajak dari pengusaha pariwisata perlu ditingkatkan untuk mendukung PAD Karangasem walaupun mengalami kenaikan yang signifikan sampai th 2024 ini,ungkap Gde Dana.

Sementara itu dalam acara ramah Tamah,ketua PHRI terpilih I Wayan Kariasa sempat menemui kepala SMK SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta yang di damping kaprodi PH, Dewa Putu Suaba,sahabat lama I Wayan Kariasa. Kariasa  menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan dan kehadiran petinggi SMK Giri Pendawa  dalam acara ini,serta berharap Kerjasama PHRI BPC Karangasem yang telah dibangun sejak berdirinya SMK Giri Pendawa utamanya dalan uji kompetensi keahlian siswa atau UKK dapat dilanjutkan terus,pintanya sambil berseloroh(manixs).

Kepala SMK Giri Pendawa bersama Kaprodi PHnya

Acara Pelantikan Pengurus PHRI BPC Karangasem



Tidak ada komentar:

Posting Komentar