Menunjuk surat Kepala
Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Nomor: B.10.400.14.1.1/14425/UK/DIKPORA ,prihal Pelaksanakan Upacara Bendera
Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024 tanggal 25 April 2024, mengacu pada Surat
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor: 11911/MPK.A/TU.02.03/2024 Tanggal 22 April 2024, hal Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional
Tahun 2024 maka Kepala SMK
Giri Pendawa I Komang Sumarta menindak lanjutinya dengan Surat Keputusan Nomor
: 107/SMKGP/IV/2024,tanggal 26 April 2024 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana
Peringatan Hardiknas SMK Giri Pendawa Tahun 2024,yang didaulat sebagai ketua I
Made Agus Suciarta Waka Kesiswaan dilengkapi dengan seksi seksinya yang
dikordinasikan oleh Waka Humas I Wayan Suiji.
Pada puncak acara peringatan Hardiknas
dapat dilaksanakan dengan hidmat,walaupun dihadiri hanya oleh siswa kelas
X,karena siswa kelas XI sedang melaksanakan Praktek Kerja Industri dan kelas
XII sudah mengakhiri kegiatan.
Hardiknas yang bertema “Bergerak Bersama,
Lanjutkan Merdeka Belajar”.dilaksanakan pada hari
Kamis , 2 Mei 2024
pukul 08.00 Wita hingga pukul
09.02 Wita. Bertempat di lapangan upacara SMK Giri Pendawa.
Latar belakang diperingatinya
hari Pendidikan Nasional ini adalah Keppres RI Nomor 316 Tahun 1959, sebagai wujud
nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di negeri ini,juga karena sosok
yang memiliki jasa luar
biasa di dunia pendidikan kita, yakni
Ki Hadjar Dewantara, yang
lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang
diselenggarakan pada setiap tanggal 2 Mei tidak semata-mata dimaksudkan untuk
mengenang hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan
Nasional, namun lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa
patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan.Salah satu upaya
yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan
menetapkan pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari
Pendidikan Nasional. Hal ini dimaksudkan agar semua insan pendidikan mengingat
kembali filosofi dari nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam menegakkan
fondasi pendidikan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk Memperkuat komitmen
seluruh insan pendidikan akan penting dan strategisnya
pendidikan bagi peradaban dan daya saing bangsa,Mengingatkan kembali kepada seluruh insan pendidikan akan filosofi perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam meletakkan
dasar dan arah pendidikan bangsa dan Meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan insan pendidikan.
Pada
saat kepala sekolah sebagai Pembina upacara,beliau membacakan pidato Mendikbudristek
, dimana seluruh peserta upacara tampak cukup hidmat menyimak,suasana terasa hening,
hanya terdengar suara kepala sekolah yang tegas terdengar jelas, mengawali pidatonya Mendikbudristek mengucapkan salam
dan menyampaikan bahwa,Menjadi pemimpin dari gerakan merdeka belajar mempunyai
tantangan dan kesempatan yang semakin luas,namun bukan suatu hal yang mudah
untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar,ini bukan tugas yang
sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Awalnya kita
sadar,bahwa membuat perubahan membutuhkan perjuangan,rasa tidak nyaman juga
menyertai langkah kita untuk menuju perbaikan dan kemajuan. Tak terduga dan
terkira wabah pandemi meluluhlantakan sendi kehidupan,pendidikan dan kebudayaan
juga terpengaruh secara signifikan,perubahan besar secara bersama kita lakukan
menghadapi tantangan hebat itu,perlahan sudah mulai bangkit dan wajah baru di
dunia pendidikan kita canangkan dalam platform Merdeka Belajar. Anak anak
Indonesia sudah mulai berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar
di kelas, termasuk guru guru sudah berani mencoba hal hal baru karena mereka
mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid muridnya. Juga
Mahasiswa mulai berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak
lagi terbatas di kampus.Juga tidak kalah pentingnya para seniman dan budayawan
sudah melahirkan karya karya yang kreatif karena mereka terus didukung untuk
berprestasi. Lima tahun bukanlah waktu sebentar untuk menjalankan mimpi mimpi
Merdeka Belajar,namun lima tahun bukan juga waktu yang lama untuk membuat
perubahan menyeluruh,kita sudah bergerak dijalan yang benar, untuk itu agar
diteruskan semua yang diupayakan mesti dilanjutkan menuju cita cita bersama.
Waktu terus bergulir sudah sampai dipenghujung pengabdian saya sebagai menteri Pendidikan,Kebudayaan
Riset dan Teknologi,namun bukan berarti titik akhir dari Gerakan Merdeka
Belajar,dengan rasa tulus saya sampaikan terimakasih atas perjuangan yang ibu
bapak berikan. Dengan penuh harapan saya titipkan Merdeka Belajar kepada anda
semua para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa
Indonesia melompat ke masa depan,pungkasnya.
Usai
pembacaan pidato menteri,upacara bendera diakhiri dengan pembacaan doa dan
pembinapun meninggalkan lapangan upacara,sebagai tanda upacara peringatan hari
Pendidikan nasional sudah berakhir. Dirgahayu Kihajar Dewantara,semoga roh
sucimu membimbing kami keluarga besar SMK Giri pendawa agar bisa mewujudkan
mimpi mimpi kami untuk menjadikan lembaga ini maju dan terlahirnya anak anak
yang cerdas,ceria,bertanggungjawab dan memiliki kompetensi yang mampu bersaing
di segala sendi kehidupan,guna mengantarkan mereka ke gerbang kesuksesan
menunuju masa depannya yang bahagia.astungkara (manixs)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar