Jumat, 30 Januari 2026

Sosialisasi Uji Coba Distribusi MBG Digelar di SD 5 Nongan

Nongan Gatra Humas — Sosialisasi uji coba distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di SD Negeri 5 Nongan. Kegiatan ini mengambil sampel distribusi ke SD Negeri 3 Nongan yang diselenggarakan oleh Yayasan Intan Pertiwi.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Perbekel se-Kecamatan Rendang, Bendesa Adat, Tim SPPG, Polsek Rendang, Koramil Rendang, serta guru perwakilan sekolah SD se-Desa Nongan dan SMK Giri Pendawa.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas ,terkait dengan mekanisme pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah, yang akan mulai dilaksanakan pada 2 Februari hingga 31 Desember 2026 mendatang.

Dalam kegiatan tersebut juga dibahas Memorandum of Understanding (MoU) program MBG yang menekankan beberapa aspek penting. Sekolah diminta menindaklanjuti kegiatan ini dengan melakukan sosialisasi program MBG kepada seluruh warga sekolah. Setiap sekolah dengan jumlah siswa 300 hingga 500 orang akan mendapatkan insentif sebesar Rp30.000 untuk setiap kali kegiatan.

Selain itu, sekolah diwajibkan mendata siswa yang memiliki kebutuhan khusus, alergi, atau kondisi tertentu lainnya, termasuk melakukan pendataan tinggi badan dan berat badan siswa sebelum dan sesudah program MBG berlangsung.

Terkait teknis pelaksanaan, peralatan makan seperti sendok, tumbler, dan tisu dibawa sendiri oleh penerima manfaat. Pihak MBG hanya menyediakan ompreng makanan dan sekolah tidak bertanggung jawab atas penggantian apabila terjadi kerusakan atau kehilangan, namun sekolah diharapkan turut menjaga keutuhan dan keamanan peralatan tersebut.

Sekolah juga diminta segera menyiapkan titik penerimaan makanan, yang selanjutnya akan didistribusikan oleh PIC dan didokumentasikan. Apabila terdapat perubahan jadwal kegiatan sekolah, agar segera dikoordinasikan demi tertibnya pelayanan.

Khusus hari Sabtu, MBG akan menyediakan makanan kering yang dibagikan pada hari Jumat oleh pihak MBG, sehingga pengaturan distribusi diharapkan dapat berjalan dengan baik.

“Dengan koordinasi dan kerja sama yang baik antara pihak MBG dan sekolah, diharapkan pelaksanaan program ini dapat berjalan lancar dan meminimalisir berbagai persoalan,” ujar I Made Agus Suciarta, S.Pd., Wakasek Kesiswaan yang mewakili Kepala Sekolah pada acara rapat sosialisasi tersebut.(manixs)

Proses pengadaan makanan diawasi oleh ahli gizi Yayasan Intan Pertiwi

Proses penyiapan MBG di dapurnya

Contoh menu MBG

 
Sosialisasi dari pihak MBG

I Made Agus Suciarta (kaos merah) mewakili Kepala sekolah dalam rapat sosialisasi MBG


SMK Giri Pendawa Gelar Program “Sabtu Sehat” untuk Jaga Kebugaran Warga Sekolah

SMK Giri Pendawa, salah satu sekolah swasta di Kabupaten Karangasem yang terletak di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, secara rutin menggelar kegiatan Sabtu Sehat setiap hari Sabtu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk senam bersama di lapangan upacara sekolah sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran seluruh warga sekolah.

Program Sabtu Sehat berlandaskan prinsip di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat (Mens sana in corpore sano), sehingga diharapkan para siswa dapat lebih segar, fokus, dan cepat menerima pelajaran. Kegiatan ini dimotori oleh OSIS SMK Giri Pendawa dan dipandu oleh guru piket yang bertugas menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Ni Wayan Melina Pebriani, guru Bahasa Jepang yang juga merupakan guru Yoga serta pendamping Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, menyampaikan bahwa kegiatan Sabtu Sehat memiliki banyak manfaat. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebugaran fisik siswa. Kebugaran fisik akan berpengaruh pada pola pikir yang lebih positif, meningkatkan kerukunan antarsiswa, dan pada akhirnya berimplikasi pada tumbuhnya rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMK Giri Pendawa, Dina, mengungkapkan rasa senangnya terhadap program Sabtu Sehat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga rohani karena dapat berkumpul dan berinteraksi bersama teman-teman. “Kami dari OSIS sangat respek terhadap program ini. Semoga ke depan kegiatan Sabtu Sehat bisa dikembangkan lebih bervariasi, tidak hanya senam, tetapi juga joged, bernyanyi bersama, yoga, dan bentuk olahraga lainnya,” harapnya.(Manixs/Gatra Humas)

Ibu Melina berbaur bareng dengan para siswa untuk senam

Deretan OSIS memberi contoh di depan


Pengurus OSIS di depan

 
Kegiatan Sabtu Sehat



Rabu, 28 Januari 2026

NYOMAN SOSOK AYAH PENUH TANGGUNGJAWAB

Agus, siswa kelas XII Perhotelan SMK Nusantara, kembali duduk tertunduk di depan meja wali kelasnya. Namanya sudah terlalu sering muncul di daftar panggilan. Tercatat tiga puluh tiga kali ia belum melunasi SPP, uang PKL, uang ujian akhir, dan UKK. Surat panggilan untuk orang tuanya sudah berkali-kali dikirim, namun tak satu pun berbalas kehadiran.

“Besok, Pak,” jawab Agus lirih setiap kali ditanya. Jawaban yang sama, berulang, tanpa kepastian.

Akhirnya, wali kelas menyerahkan kasus itu kepada WakA Kesiswaan, Pak Suci. Agus dibina, dinasihati, namun tetap tak ada penyelesaian. Masalah itu pun berlanjut ke meja Wakasek Humas, Pak Manik.

Di ruang humas yang sunyi, Pak Manik menatap Agus lekat-lekat. Dengan suara pelan dan mata yang tak berani menatap, Agus akhirnya mengaku. Uang sebesar 1,2 juta rupiah yang diberikan ayahnya ia katakan hilang. Uang berikutnya dipakai untuk memodifikasi motor, dan sebagian lagi habis untuk judi online.

Pak Manik dan Pak Suci terdiam. Kaget, kecewa, sekaligus sedih.

Orang tua Agus pun dipanggil. Ibunya, sebut saja Nyoman, datang bersama keponakannya. Baru duduk, air matanya sudah jatuh tak tertahan. Suaranya bergetar saat bercerita.

“Saya sudah berusaha, Pak… setiap bulan SPP kami bayar. Saya jualan canang, kerja serabutan, apa saja saya lakukan. Saya tidur paling satu jam sehari demi anak-anak saya. Adiknya masih SMP…”

Ia terisak. Suaminya sudah enam bulan tidak bekerja. Kakinya dioperasi akibat kecelakaan. Semua tabungan habis. Namun Agus tak memahami keadaan itu. Bangun siang, tak pernah membantu, sore hari baru pulang dari kongko-kongko.

“Hati saya hancur, Pak,” ucapnya lirih.

Setelah diberi rincian tunggakan, Nyoman menelpon suaminya. Ia menjelaskan semuanya. Sore itu juga, mereka berjanji akan datang.

Menjelang senja, Pak Wayan—ayah Agus—datang ke rumah Pak Manik bersama istrinya. Ia berjalan tertatih, bertumpu pada tongkat yang menyangga kaki kanannya yang belum pulih. Dengan suara berat, ia menceritakan bagaimana anaknya selama tiga tahun pintar membohongi orang tua sendiri.

“Kami sangat kecewa, Pak,” katanya jujur.

Pak Manik menasehati dengan tenang, meredakan luka yang terlalu dalam untuk sekadar dimarahi. Setelah itu, Pak Wayan menyerahkan uang sebesar Rp8.550.000, hasil pinjaman, untuk melunasi seluruh kewajiban Agus hingga tamat.

Tangannya gemetar saat menyerahkan uang itu.

“Saya mohon, Pak,” ucapnya penuh harap,

“Setiap minggu, kalau bisa sepuluh menit saja, panggil anak saya. Pantau dia. Bantu dia berhenti main slot. Saya ingin dia punya masa depan.”

Ia menunduk dalam-dalam.

“Saya titipkan anak saya pada guru-guru. Tolong bina dia lebih intensif. Kalau ada biaya lain, langsung hubungi saya.”

 

Dengan mata berkaca-kaca, Pak Manik mengangguk. Janji itu ia terima, bukan hanya sebagai tugas, tetapi sebagai amanah.

 

“Atas nama pimpinan sekolah, saya mengucapkan terima kasih atas tanggung jawab Bapak dan Ibu sebagai orang tua Agus,” ucapnya tulus.

Dalam keterbatasan dan musibah, orang tua itu tetap berdiri tegak demi pendidikan anaknya. Pak Manik merasa salut—dan bangga.

Senja pun benar-benar turun ketika Pak Wayan pamit. Ia dibonceng istrinya, perlahan meninggalkan halaman rumah. Di balik langkah tertatih itu, ada cinta orang tua yang tak pernah menyerah, meski berkali-kali dilukai.(manixs)

Ibunya Agus saat di ruang waka bersama Pak Manik dan Pak Suci


Pak Wayan saat bertemu dengan Pak Manik dirumahnya menitipkan uang
melunasi kewajibannya pada sekolah.




SEKOLAH NUSANTARA: DILEMA DI KANTOR KEPALA

 Pada pagi hari yang cerah di SMK Nusantara, sebuah sekolah swasta yang berdiri kokoh di tengah kota, Pak Wira berdiri di depan kelas XII PH 2 sedang menjelaskan tentang cara memasak daging entok untuk persiapan UKKS. Di tengah leretan siswa, ada seorang pemuda berwajah kurus bernama Ngada yang terus mengacungkan tangan untuk bertanya. Walaupun sering terlambat datang, Ngada memang salah satu siswa yang agam malas.

 Setelah selesai mengajar, Pak Wira dipanggil ke ruang kepala sekolah. Pak Anton, kepala sekolah yang sudah menjabat selama lima tahun, duduk di belakang meja besar dengan wajah sedikit berat. "Wira, ada masalah dengan salah satu siswa kita. Ngada dari kelas XII PH 2. Ayahnya bernama Bringhas, teman baik saya dari masa muda. Mereka benar-benar tidak mampu membayar uang sekolah sejak tahun pertama, bahkan sampai sekarang akan segera lulus SMK."

 Pak Wira mengerutkan kening. "Kenapa tidak saya tahu dari awal, Pak Anton?"

 "Saya kasihan, Wira. Bringhas dulu pernah menolong saya saat kesusahan. Sekarang giliran saya membantu dia. Tapi sekolah juga punya keuangan yang harus dijaga. Tolong setelah tamat carikan kerja untuk Ngada agar bisa melunasi tunggakannya. Saya percaya padamu."

 Dengan rasa kasihan dan tanggung jawab terhadap sekolah, Pak Wira langsung menghubungi temannya yang mengelola sebuah perusahaan konstruksi kecil di pinggiran kota. Setelah beberapa hari proses, Ngadasetelah pulang sekolah diterima sebagai karyawan magang dengan gaji yang cukup untuk mulai melunasi hutangnya.

 "Saya berjanji akan membayar semua tunggakan sekolah saya, Pak Wira. Terima kasih banyak telah memberi saya kesempatan," ujar Ngada dengan mata penuh harapan saat menerima surat penerimaan kerja.

 Sekitar lima bulan tamat dan bekerja, Pak Wira mendapatkan panggilan dari perusahaan temannya. "Pak Wira, anak buahmu Ngada mulai sering terlambat dan malas bekerja. Kadang-kadang bahkan tidak datang tanpa kabar. Sudah kami beri teguran beberapa kali tapi tidak ada perubahan."

 Pak Wira langsung menghubungi Ngada melalui telepon. "Ngada, perusahaan bilang kamu malas bekerja. Apa masalahnya?"

 "Saya sedang sakit, Pak Wira. Maaf ya," jawab Ngada dengan suara lesu.

 "Lantas, uang untuk membayar tunggakan sekolah yang kamu janjikan dulu ,sudah kamu bisa bayar berapa dari gajimu?" tanya Pak Wira.

 

"Belum, Pak. Saya masih perlu waktu lebih lama," jawab Ngada dengan nada tergesa-gesa sebelum memotong panggilan.

 Pak Wira merasa kesal. Ia mengingat janji Ngada yang begitu tegas dulu. Keesokan harinya, ia mencari Ngada untuk memberikan nasihat dengan nada sedikit marah. "Kamu harus tahu, Ngada, kerja itu bukan permainan. Sekolah sudah memberi tenggang waktu,dan saya bantu kamu kerja dan perusahaan sudah memberi kamu kesempatan besar, jangan sampai kamu menyia-nyiakan itu!"

 Namun, kabar itu cepat sampai ke telinga Bringhas. Tak lama kemudian, Pak Wira menerima pesan WhatsApp yang sangat kasar: "Pak Wira, kenapa kamu marahi anak saya? Dia sudah capek bekerja, kamu tidak tahu kesusahan kami! Jangan sekali-kali kamu menyakitkan hati Ngada lagi!"

 Pak Wira merasa kesel. Ia hanya ingin membantu dan demi me nyelamatkan uang sekolah, tapi malah mendapat celaan. Tak lama setelah itu, kabar datang bahwa perusahaan tempat Ngada bekerja terbakar akibat korsleting listrik. Semua karyawan harus diberhentikan, termasuk Ngada.

Satu tahun berlalu tanpa kabar dari Bringhas dan Ngada. SMK Nusantara tetap berjalan dengan baik berkat kerja keras dan kekompakan para guru dan staf lainnya. Suatu hari, seorang pegawai administrasi sekolah bernamaa Pakde mengajukan pengunduran diri karena ingin pindah kerja.

 Pak Anton kembali memanggil Pak Wira ke ruang kerjanya. "Wira, saya ingin menawarkan posisi kosong itu kepada Bringhas. Dia sekarang tidak bekerja dan sangat membutuhkan penghasilan. Saya sudah bicara dengan ketua yayasan agar proses wawancara hanya sekadar bentuk saja. Tolong beri saya pertimbangan dan dukunganmu."

 Pak Wira menggeleng perlahan. "Pak Anton, saya rasa lebih baik kita manfaatkan sisa dana sekolah untuk meningkatkan kesejahtraan karyawan yang sudah ada,itu diintensifkan kerjanya,dan atau  cari karyawan baru yang lebih memenuhi syarat. Tugas administrasi bisa saja digantikan oleh pegawai lain yang sudah ada. Selain itu, kita harus menjaga profesionalisme dalam perekrutan karyawan sekolah."

 Namun, Pak Anton tampaknya tidak peduli dengan masukandan perasaan Pak Wira. Beberapa hari kemudian, proses wawancara dilakukan dengan cara yang sudah direncanakan sebelumnya, dan Bringhas akhirnya diterima sebagai pegawai administrasi SMK Nusantara.

 

Pak Wira merasa sangat kecewa. Ia telah banyak berkorban untuk mendukung kemajuan sekolah—mulai dari mengerjakan tabloid tanpa bayaran, membantu merencanakan kegiatan sekolah, hingga mencari solusi untuk masalah keuangan kecil-kecilan. Namun, atasannya memilih mengutamakan hubungan pribadi daripada kepentingan sekolah.

 Tanpa berkata apa-apa, Pak Wira hanya diam dan keluar dari ruang kepala sekolah. Perasaan terpukul membuatnya merasa lesu dan malas untuk melakukan aktivitas sekolah seperti biasa. Hatinya penuh dengan pertanyaan: apakah semua kerja kerasnya selama ini tidak berharga bagi sekolah yang ia cintai?

Apakah Pak Wira akan terus tinggal di SMK Nusantara atau memutuskan untuk mencari tempat kerja lain? Dan bagaimana kelanjutan hubungan antara Pak Wira, Pak Anton, dan Bringhas di masa depan ? Tunggu episode berikutnya!!! (manixs)

Senin, 26 Januari 2026

Menjaga Kesucian Tak Cukup Hanya dengan Upacara

Pelaksanaan Upacara Ngusaba Pitra di Pura Dalem Puri Besakih diawaali dengan pecaruan pada tilem  kepitu 18 Januari dan puncaknya pada kajeng nemonin tanggal ganjil(7) sasih kawolu yakni 25 Januari 2026 dan mesineb 26 Januari 2026. pemedek sudah ramai h-2 pecaruan dan membludaknya pada h-2 dan -1 puncak upacara bahkan sempat macet sampai di wilayah Nongan,ramainya pemedek tahun ini karena pengaruh media sosial juga, sehingga umat mengetahui pentingnya upacara ini terhadap leluhur,sebelum ini belum begitu tersosialisasikan,ujar Gst Aji Mk. Adnyana salah seorang tokoh di Besakih,beliau kembali mengingatkan bahwa menjaga kesucian kawasan suci tidak cukup hanya dengan kemegahan upacara dan ramainya seremonial. Kesucian juga menuntut tanggung jawab nyata dalam wujud kepedulian terhadap lingkungan.

Kesadaran inilah yang ditunjukkan keluarga besar SMK Giri Pendawa melalui kegiatan kerja bakti mereresik di kawasan Pura Besakih dan sekitarnya, bekerja sama dengan Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Besakih. Di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan kawasan suci yang kerap diwarnai persoalan sampah dan ketertiban, kehadiran para pendidik dan pelajar ini menjadi catatan penting.

Sekretaris Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Besakih, I Wayan Mastra, menegaskan bahwa menjaga Pura Besakih tidak bisa dibebankan pada satu lembaga saja. “Kami tidak mampu menjaga kawasan ini sendirian. Partisipasi semua pihak mutlak diperlukan, terutama generasi muda,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kesucian niskala tanpa kebersihan sekala hanya akan menjadi simbol kosong, terlebih Besakih juga merupakan destinasi wisata dunia.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik terselubung terhadap pola keberagamaan umat saat ini yang cenderung menitikberatkan pada ritual, namun abai pada makna dan implementasi nilai-nilai dasarnya. Tri Hita Karana kerap dikumandangkan, tetapi belum sepenuhnya dihidupi.

Hal ini diamini oleh Putri, salah satu pelajar SMK Giri Pendawa. Menurutnya, kerja bakti bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi sarana ngaturang ayah sebagai wujud sraddha bhakti kepada Hyang Widhi. “Kalau kita bicara cinta lingkungan, seharusnya dimulai dari tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, bukan baru sibuk saling menyalahkan saat banjir datang,” ujarnya.

Ia menyoroti realitas sosial umat Hindu dewasa ini yang dinilai belum seimbang dalam menerapkan Tri Hita Karana. Pada aspek parhyangan, upacara berjalan megah. Namun pada aspek pawongan, ruang publik—termasuk media sosial—justru sering dipenuhi ujaran kebencian, fitnah, dan saling menjatuhkan. Sementara pada aspek palemahan, kesadaran menjaga lingkungan masih rendah dan reaktif, bukan preventif.

Kegiatan kerja bakti ini menjadi pengingat keras bahwa spiritualitas tanpa etika sosial dan kepedulian lingkungan hanya akan melahirkan kemunafikan religius. Generasi muda perlu dibiasakan tidak hanya “hadir” dalam upacara, tetapi juga “hadir” dalam menjaga harmoni alam dan sesama.

Jika tidak, Tri Hita Karana akan terus berhenti sebagai slogan, bukan jalan hidup menuju hita-hita yang sejati,pungkas Putri. (manixs)

Putri (paling kiri)bersama temannya menunggu pelaksanaan kegiatan

Ngayah di sekitar pura

Mereresik di besmen/parkir

Mendengarkan arahan panitia

Nyoman Pande Setiawan(suara) memimpin rombongan di zona Pura Penataran Agung Besakih



Rabu, 21 Januari 2026

HUT ke-15 Yayasan dan SMK Giri Pendawa Digelar Sederhana

Gatra Humas,12 januari 2026.Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Yayasan dan SMK Giri Pendawa dilaksanakan secara sederhana pada Senin, 12 Januari 2026 dengan mengusung tema “15 Tahun Mengabdi dengan Hati, Bertumbuh dalam Kesederhanaan”.

Ketua Panitia Pelaksana, I Gusti Ngurah Gede Adnyana, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT telah dimulai sejak Sabtu, 10 Januari 2026, diawali dengan persembahyangan bersama sebagai wujud rasa syukur atas anugerah Ida Hyang Widhi Wasa, khususnya Ida Bhatara Dalem Pendawa yang menjadi cikal bakal inspirasi berdirinya yayasan dan sekolah tersebut.

Ia menjelaskan, peringatan hari jadi sesungguhnya jatuh pada 11 Januari, namun karena bertepatan dengan hari Minggu, maka pelaksanaan dipusatkan pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini turut menghadirkan Pengawas Manajerial, Ida Bagus Keniten, sebagai saksi utama yang juga memberikan arahan dan pembinaan.

Kepala SMK Giri Pendawa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga sekolah atas dukungan dan kebersamaan selama ini. Ia juga memaparkan berbagai program, hambatan, tantangan, serta prestasi yang telah berhasil diraih oleh sekolah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Giri Pendawa, I Ketut Sudana, mengenang perjalanan pendirian sekolah yang penuh tantangan, terutama pada masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan jumlah siswa secara drastis. Namun melalui berbagai upaya strategis, kondisi tersebut kini mulai pulih.

“Perayaan hari ini kita laksanakan secara sederhana, namun tidak mengurangi maknanya. Tema yang diusung sangat sesuai dengan kondisi dan semangat kita saat ini,” ujarnya.

Dalam arahannya, Ida Bagus Keniten menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga sekolah atas kerja sama dalam membangun karakter generasi muda. Ia menegaskan bahwa meskipun merupakan sekolah swasta yang berada di desa, SMK Giri Pendawa tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.

Ia berpesan agar para guru melaksanakan tugas sesuai tupoksi dan menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya orang tua siswa. Disiplin waktu, pengelolaan jam pelajaran, serta keteladanan pimpinan sekolah juga menjadi penekanan dalam arahannya. Selain itu, pihak yayasan selaku pemilik diminta untuk terus memberikan perhatian dan pengawasan agar sekolah dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

Kepada para siswa, ia mengingatkan agar fokus pada tujuan utama sebagai pelajar, yakni belajar, serta menjauhi perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.

Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, serta hiburan lawak Sengot Bali yang berhasil mencairkan suasana dan menghibur seluruh peserta kegiatan.(manixs)

Diaawali dengan persembahyangan bersama pada hari Sabtu,10 Januari 2026

Kepala Sekolah didampingi Waka Humas melaksanakan persembahyangan bersama
sebagai wujud syukur dalam 15 pengabdian dengan hati memnbangun SMK Giri Pendawa

Tema ulang tahun ke XV yayasan dan SMK Giri Pendawa

Tari penyambutan oleh OSIS SMK Giri Pendawa

Sambutan ketua yayasan I Ketut Sudana

Sambutan Pengawas Manajerial Provinsi Bali IB KEniten

Hiburan sederhana kolaborasi Sengot Bali dan siswi SMK Giri Pendawa

SENGOT BALI in actions












Akhir Pertemuan Adalah Perpisahan, SMK Giri Pendawa Lepas Tiga Pegawai

SMK Giri Pendawa melaksanakan kegiatan perpisahan bagi tiga pegawai pada Sabtu 10 Januari 2026 di pelataran Padmasana sekolah usai sembahyang bersama rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun ke XV Yayasan dan SMK Giri Pendawa. Pelepasan dilakukan kepada I Wayan Parsa Adiputra dan I Wayan Surya Arimbawa yang telah dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta I Made Ariawan yang akan melanjutkan kiprahnya di bidang usaha mandiri. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat haru.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap pertemuan pada akhirnya akan bermuara pada perpisahan. Ia mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di SMK Giri Pendawa.

“Dalam kehidupan sosial tentu ada pengalaman yang menyenangkan maupun yang kurang berkenan. Pengalaman baik silakan dikenang, sedangkan yang kurang berkenan hendaknya dikubur dalam-dalam agar keharmonisan tetap terjaga meskipun kita telah berpisah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pintu SMK Giri Pendawa selalu terbuka bagi ketiganya untuk berkunjung kembali kapan pun. Atas nama pimpinan dan seluruh rekan kerja, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kebersamaan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

“Selamat dan sukses atas keberhasilan Saudara I Wayan Parsa Adiputra dan I Wayan Surya Arimbawa meraih status P3K. Kepada Saudara I Made Ariawan, selamat menekuni dunia usaha, semoga selalu sukses dan mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Rahayu,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua OSIS Putu Dina mewakili seluruh siswa turut menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan dan keteladanan yang telah diberikan, serta memohon maaf apabila selama ini terdapat sikap dan perilaku siswa yang kurang berkenan.

Secara khusus, apresiasi juga disampaikan kepada I Made Ariawan atas pengabdiannya sebagai pembina seni yang telah membimbing siswa dalam seni tabuh dan tari wali, sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan ngayah pada upacara keagamaan.

Kesan dan pesan terakhir disampaikan oleh I Wayan Parsa Adiputra mewakili rekan-rekannya. Dengan penuh haru, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan dan kenangan indah selama bertugas di SMK Giri Pendawa, serta memohon maaf apabila terdapat kesalahan selama berinteraksi.

“Semoga persahabatan dan tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga dan abadi. Astungkara,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan pemberian cendra mata dan penyerahan simpanan koperasi sekolah kepada ketiganya dan diberikan ucapan selamat oleh seluruh warga sekolah,ada yang sedih dan haru menyertai acara tersebut. 

Melalui kegiatan ini, keluarga besar SMK Giri Pendawa berharap agar ketiga pegawai yang dilepas senantiasa diberikan kelancaran, kesuksesan, serta keberkahan dalam menjalani pengabdian dan perjalanan hidup selanjutnya.(Humas)



 
Siswa saat mengikuti acara perpisahan

 
Diawali dengan persembahyangan bersama sekaligus menyambut
HUT XV Yayasan dan SMK Giri Pendawa dipimpin Gst Mk.Adi Sandi Putra


Sambutan Kepala SMK Giri Pendawa dalam acara pelepasan guru dan pegawai

Tampak I Wayan Surya Arimbawa dan I Wayan Parsa Adipuitra saat pelepasan

Penyerahan bingkisan dan foto bersama




Rabu, 07 Januari 2026

Rapat Rutin Awal Semester Genap 2025/2026 SMK Giri Pendawa Evaluasi Kinerja Semester Ganjil

SMK Giri Pendawa mengawali semester genap tahun pelajaran 2025/2026 dengan menyelenggarakan rapat rutin sekaligus rapat evaluasi semester ganjil. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, S.Pd., M.Pd., dan diikuti oleh seluruh unsur pimpinan serta dewan guru.

Rapat yang dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji, semula dijadwalkan mulai pukul 11.00 WITA. Namun, pelaksanaannya diundur hingga pukul 12.15 WITA karena adanya kegiatan Police Goes to School di lingkungan sekolah.

Dalam arahannya, I Komang Sumarta menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan pada semester ganjil telah berjalan dengan baik berkat kerja sama seluruh komponen sekolah. Hal ini dibuktikan dengan capaian nilai Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) yang memperoleh predikat Amat Baik dengan skor 90,75.

“Nilai ini bukan semata-mata nilai kompetensi kepala sekolah, tetapi nilai kita semua. Saya tidak akan mampu menghasilkan nilai tersebut tanpa kerja sama seluruh warga sekolah. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi yang telah diberikan,” ujar Komang Sumarta.

Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya evaluasi kedisiplinan, khususnya bagi guru yang mendapat jadwal mengajar di jam pagi. Ia mengingatkan agar tidak sering meninggalkan kelas karena dapat menimbulkan citra negatif di masyarakat.

“Sekali dua kali mungkin bisa dimaklumi, tetapi jika sering kosong, sebaiknya introspeksi diri. Apakah masih memiliki komitmen seperti saat melamar menjadi guru? Perilaku seperti itu dapat merusak nama baik sekolah. Di semester ini, hal tersebut jangan sampai terulang,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa ketidakhadiran guru dapat berdampak pada kedisiplinan siswa.

Dalam rapat tersebut, disepakati pula bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 Yayasan dan SMK Giri Pendawa akan dilaksanakan secara sederhana, dengan kegiatan persembahyangan bersama dan upacara peringatan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Beberapa informasi tambahan juga disampaikan oleh para wakil kepala sekolah dan ketua program studi. Isu penting yang mendapat perhatian khusus adalah peningkatan disiplin kerja serta ketertiban siswa. Untuk mendukung hal tersebut, sekolah berencana menyusun buku saku siswa sebagai alat deteksi dini terhadap pelanggaran tata tertib.

Selain itu, terkait rencana pembangunan usaha kantin OSIS, disepakati agar pengelolaannya berada di bawah wadah koperasi sekolah. Langkah ini diambil untuk menghindari tumpang tindih jenis usaha serta menekankan aspek edukasi kewirausahaan (entrepreneurship) bagi siswa.

Menutup rapat, Kepala SMK Giri Pendawa berharap ke depan seluruh pihak dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga tidak saling membebani dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

“Di era keterbukaan seperti sekarang ini, semua hendaknya bekerja dengan baik agar tidak menimbulkan keluhan di masyarakat. Selamat bekerja, semoga ke depan SMK Giri Pendawa menjadi lebih baik dan semakin dipercaya,” pungkasnya.(manixs)

                                    Beberapa dokumen saat rapat rutin:






Senin, 05 Januari 2026

Polsek Rendang Gelar Program Police Goes to School di SMK Giri Pendawa

Gatra Humas,060126 – Polsek Rendang melaksanakan program Police Goes to School di SMK Giri Pendawa pada siang hari sekitar pukul 11.00 WITA. Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara sekolah tersebut berjalan dalam suasana cukup terik, namun tetap diikuti dengan antusias oleh para siswa.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, mengawali kegiatan dengan mengumpulkan seluruh siswa untuk mendengarkan arahan dari pihak kepolisian. Dalam sambutannya, Sumarta mengajak para siswa agar bersama-sama menyimak dan mengimplementasikan arahan yang disampaikan sebagai bagian dari pembentukan karakter, khususnya terkait kedisiplinan dan pencegahan pelanggaran.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polsek Rendang atas pelaksanaan program Police Goes to School yang dinilainya sangat positif dan patut disinergikan dengan pihak sekolah. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting dalam upaya bersama membangun karakter anak bangsa, khususnya siswa SMK Giri Pendawa.

Sementara itu, Wakapolsek Rendang, I Made Sutirta, dalam arahannya menegaskan bahwa tujuan utama siswa datang ke sekolah adalah untuk belajar. Ia mengingatkan agar tidak ada siswa yang membawa senjata tajam, rokok, terlibat judi, minuman keras, terlebih lagi narkoba. Selain itu, siswa diminta untuk menghormati orang tua, menjaga nama baik almamater, serta memperhatikan kerapian dan penampilan.

“Disiplin harus diterapkan di jalan, di sekolah, maupun di masyarakat. Saya tidak ingin menemukan anak SMK Giri Pendawa berperilaku melanggar hingga harus berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Arahan selanjutnya disampaikan oleh Kanit Satlantas Polsek Rendang, I Wayan Subrata. Ia menekankan pentingnya tertib berlalu lintas dan berperilaku sopan di jalan maupun di lingkungan masyarakat. Ia juga menyoroti penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong serta mengingatkan bahwa sebagian besar siswa sebenarnya belum berhak mengendarai sepeda motor karena belum memiliki SIM.

“Kami sudah memberikan toleransi, namun apabila setelah kegiatan ini masih ada yang melanggar, akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar tidak ada siswa yang terlibat perkelahian, tawuran, maupun perilaku menyimpang lainnya.

Usai kegiatan pengarahan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menjaring puluhan siswa yang kedapatan menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong. Bahkan, terdapat beberapa siswa yang meninggalkan sekolah saat penertiban berlangsung. Terkait hal tersebut, Waka Kesiswaan Agus menyatakan bahwa siswa yang bersangkutan akan dipanggil ke sekolah pada keesokan harinya untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.(manixs)

Beberapa Dokumen foto kegiatan Police Goes to School:









Minggu, 04 Januari 2026

"SMK Giri Pendawa Gelar Upacara Spesial Awali Semester Genap"

Gatra Humas— Menyikapi Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Pagi Ceria dan upacara bendera pada hari pertama semester genap, SMK Giri Pendawa menindaklanjuti dengan menggelar upacara bendera sesuai instruksi pada awal masuk sekolah semester genap, Senin,05 Januari 2026.

Kegiatan diawali dengan melantunkan doa Puja Tri Sandya secara bersama-sama, dilanjutkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat, dan kemudian upacara bendera. Meski cuaca sempat turun gerimis, pelaksanaan upacara tetap berlangsung tertib, khidmat, dan lancar hingga selesai.

Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta, selaku pembina upacara, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada dewan guru dan pegawai serta seluruh peserta upacara atas kesiapan dan kedisiplinan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.

“Saya ucapkan selamat datang kembali di sekolah bagi anak-anak kelas XII yang sudah enam bulan melaksanakan PKL, anak-anak kelas XI dan X yang telah menikmati libur dua minggu, 15 siswa yang sempat berlatih kedisiplinan di Rindam, serta beberapa guru baru di sekolah kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan upacara kali ini bersifat spesial sebagai momentum menyambut kembalinya seluruh warga sekolah setelah menjalani berbagai aktivitas di luar sekolah. “Dengan adanya surat edaran Mendikdasmen, upacara hari ini menjadi awal yang baik untuk menyongsong semester dua dengan hati ceria, sehat, bahagia, dan berbudi pekerti,” imbuhnya.

Menurutnya, para siswa sebelumnya berada pada “zona bebas” selama libur dan kegiatan di luar sekolah, sehingga kini perlu menyesuaikan kembali sikap dan mental untuk mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Pelaksanaan upacara ini juga mengacu pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang upacara bendera di sekolah, yang bertujuan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan disiplin, serta menanamkan loyalitas dan dedikasi terhadap bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, I Komang Sumarta juga menyinggung 15 siswa SMK Giri Pendawa yang mendapat kesempatan mengikuti latihan kedisiplinan di Rindam Udayana. Meski hanya berlangsung selama tiga hari, ia optimistis para siswa tersebut akan menjadi embrio pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berdedikasi.

“Ke depan, anak-anak yang kurang disiplin,malas, sering membuat onar, atau melakukan kenakalan lainnya akan kami arahkan untuk ditempa melalui kegiatan serupa agar mampu menghargai diri sendiri, keluarga, dan sekolah, serta menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Mengakhiri amanat, Kepala Sekolah menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh warga sekolah. Ia berharap di tahun yang baru ini seluruh pihak dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik, profesional, dan kompeten sesuai bidang masing-masing.

Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran seluruh kegiatan pembelajaran dan program sekolah pada semester genap tahun ajaran ini.(manixs)

 
Pelaksanaan Puja Tri Sandya
Penjemputan Pembina Upacara




Beberapa foto berlangsungnya upacara special sambut semester 2