Kamis, 21 Maret 2024

MENGOREK HATI SANG PEMANTIK KASUS

Praktek Kerja Industri SMK Giri Pendawa tahun ini diikuti oleh siswa kelas XI TB dan PH mulai Januari kemarin yang tersebar di beberapa hotel dikawasan Kuta,Jimbaran,Sanur, Denpasar, Sidemen, Rendang dan lainnya selama 6 bulan. Dari mereka yang melakukan trening ada beberapa siswa yang bermasalah terutama kasus kedisiplinan dalam melaksanakan tugas,seperti yang terjadi di Hotel Kuta Paradisso yang diikuti oleh 6 orang peserta yakni Dewa Sinarta,Dika,Saputra, Juni, Saputra ,Edi Saputra,Putu Sudiarta dan empat diantara mereka seperti Sinarta,Dika, Juni dan Saputra dapat peringatan dari pihak hotel karena mereka sering tidak kerja dan mengganggu temannya sehingga mereka mendapat warning dari pihak dudi,hal ini telah dikonfirmasikan oleh Ketua Panitia Prakerin Dewa Putu Suarya bersama wakasek kesiswaan I Md,Agus Suciarta. Pihak sekolah dihimbau agar memanggil keenam anak tersebut agar diberikan pembinaan dan apabila melakukan pelanggaran perjanjian trening maka ia 4 orang ini akan dikeluarkan,kami beri kesempatan sekali lagi,mohon dibina empat anak ini,karena mereka sering tidak masuk tanpa alasan, wa menyampaikan sakit tetapi mereka seenaknya tidak bawa Surat Keterangan Sakit dari dokter,sering mengganggu temannya dan mengeluh,main HP dan ada yang mengambil minuman di mini bar tanpa ijin,tolong mereka bina,tapi yang dua orang Edi Saputra dan Putu Sudiarta mereka bagus kerjanya saya reword dua orang ini tapi yang 4 itu saya warning kalau tak mau berubah saya berikan fanisment otomatis mereka keluar,sayang sekali sudah setengah jalan mereka tak mau berubah,diwarning ngulang lagi,ini warning terakhir ujar supervisor Kuta Paradiso.

Menyikapi hal tersebut pihak sekolah melalui waka Kesiswaan memanggil ke enam anak tersebut dan memberikan nasehat kepada semuanya dan memberikan peringatan kepada 4 anak tersebut. Agus Suciarta Waka Kesiswaan dalam pertemuan itu memaparkan kronologi kejadian dan data yang diperoleh dari hasil kunjungannya ke Kuta Paradiso,sekaligus memberikan warning kepada mereka,kemudian Ketua Panitia Prakerin Dewa Putu Suarya memberikan peringatan tegas kepada anak anak tersebut khususnya kepada Dewa Sinatra,padahal sudah wanti wanti saya peringatkan saat pembekalan dan juga oleh semua instruktur tetapi kalian tetep berbuat diluar norma,walaupun kalian merasa hebat,kalau atittude kalian seperti ini,kalian tak mencerminkan seorang terpelajar,jangan merasa hebat,karena diatas hebat ada yang lebih hebat lagi,kalian ini masih kecil jaga nama baik diri dan keluarga kalian,zaman sekarang tak ada orang takut,ini negara hukum jangan kalian berprilaku yang aneh aneh,tumben saya punya murid seperti kalian,kakak kakak kelas mu dulu semua mendapat riword dari Kuta Paradiso,sekarang kalian berbuat seperti ini,adik adikmu akan sulit mendapat tempat disini gegara prilaku kalian ini. kalian masih trening belum jadi bos,biasa itu dipresur,jangan mentang mentang kalian merasa kuat kalian berani dengan supervisormua,salah itu,apapun yang ditugaskan kalian harus ikuti sesuai koridor seorang trainer,camkan itu. ujar Dewa Suarya.

Selanjutnya Waka Humas memberikan pembinaan dengan mengintrogasi satu persatu kepada mereka dan minta pernyataan mereka,apa penyebabnya sehingga kalian berprilaku seperti itu,Sinarta lantas menceritakan tentang kelakuannya,pada awalnya ia mengelak dan seolah olah tidak bersalah,namun akhirnya setelah diberikan pengertian,ia bercerita bahwa ia ada masalah lain lagi selain di hotel dan sampai sempat ditahan selama 24 jam di polsek Rendang gegara berkelahi dengan salah seorang siswa SMPN 2 Rendang,padahal ia tidak ada masalah dengan korban tetapi semata mata membela temannya, namun pembelaan yang salah sehingga ia sempat mendapat pembinaan dri Polsek Rendang,walaupun berkesepakatan damai namun buntutnya masih harus keluarga atau orang tuanya bersama Sinarta datang ke rumah korban untuk meminta maaf. karena kasaus ini ada di luar jam sekolah,maka pihak sekolah hanya memberikan pembinaan dan warning, pada kesempatan itu Waka Humas memberikan pembinaan dan peringatan kepada empat anak itu dan menyampaikan apresiasi kepada 2 orang anak tersebut yang sudah melaksanakan tugas dengan baik, harapannya agar kasus ini tidak terulang kembali,apabila itu terjadi maka orang tuanya akan dipanggil untuk mencari solusi lebih lanjut dan apabila sudah tidak bisa dibina maka mereka akan dikembalikan kepada orangtuanya,pungkasa Waka Humas.

Pembinaan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah ini,pada intinya harapan kepala sekolah I Komang Sumarta,menekankan agar arahan dan binaan dari para Waka dan Ketua Panitia agar didengarkan dan dicamkan terus dilaksanakan dengan sebaik baiknya,Kepada nak Sinarta,bapak bangga punya murid yang kuat,pemberani seperti kamu,tetapi asal kekuatan dan keberanianmu itu digunakan untuk kebaikan membela yang lemah bukan untuk ajum ajuman ngengkogin timpal nyakcak anak cerikan,bapak sedih nak,tumben bapak jadi kepala sekolah terjadi murid yang berprilaku seperti ini. Camkan nasehat itu nak,buat kalian semua perbaiki atitude kalian,bersikap bisa menghargai orang lain,kalau kalian tidak bisa menghargai orang lain,maka kalian tidak akan pernah dihargai, jangan mengandalkan kekuatan dan keberanian saja tapi otak kosong,percuma itu nak, isi otak kalian dengan ilmu sehingga kalian punya kompetensi,isi otakmu dengan etika dan susila,isi ucapmu dengan santun,gunakan tubuhmu dengan prilaku baik,laku baik dan sopan akan membuat orang segan denganmu,bukan dengan kekerasan seperti prilaku preman,disini dunia pendidikan yang mengedepankan wawasan pengetahuan,kebijakan,karakter yang berbudi baik. jagalah harkat dan martabatmu dengan baik jangan sok jago sehingga main pukul,kalian masih dibawah binaan bapak dan ibu guru kalian di sekolah ini,nanti kalau sudah lepas 1,5 tahun lagi,kalian bebas tidak merupakan tanggungjawab kami,apa kenginan kalian silahkan asal tidak bertentangan dengan koridor hukum dan perundang undangan yang berlaku,gitu yan nak ya,

Kesimpulannya,Sinarta dkk pada intinya kalian harus menyadari akan kekeliruannya dan meminta maaf kepada kepala sekolah dan dewan guru serta akan meminta maaf kepada supervisornya dan atasan yang membina di tempat prakerin,serta mereka berjanji dan sudah menandatangani pernyataan,apabila melanggar kesepakatan tersebut,maka orang tuanya akan dipanggil dan akan dikembalikan kepada orang tua mereka alias dikeluarkan dari sekolah karena sudah tidak bisa dibina lagi. Agar tidak merusak citra sekolah di mata dudi karena sudah baik memberikan anak anak trening di tempat mereka. Kita malu pada dudi yang menampung kalian akibat prilaku kalian,untuk itu sekali lagi kalian datang besok, minta maaf kepada senior kalian dan terpenting jangan mengulangi lagi,kalau itu terjadi kalian akan dikeluarkan dari hotel,kamipun akan memberi tindakan tegas sesuai surat pernyataan yang kalian tanda tangani,pungkas Sumarta.

Di hotel lain di kawasan  Menanga yakni di Hotel Tapa Agung ada siswa yang trening bernama Sri Widani juga mengalami kasus serupa yakni sering bolos dari tugasnya,setelah diberi warning dan dibina oleh sekolah,ia merasa dirinya indigo,bisa melihat sesuatu sehingga ia takut melaksanakan trening,sempat kordinasi dengan orang tuanya sehingga ia dipindahkan ke LA restourant,namun setelah beberapa minggu disana ia juga melakukan hal yang sama,sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut,setelah berulang kali di hubungi lewat HP,tetap ada nada dering namun tidak ada yang mengangkat. Hal ini dilaporkan oleh panitia ke Kepala Sekolah,lanjut kemarin kepala sekolah menghubungi keluarganya(kakeknya) juga hanya  ada nada dering saja, beliau kemudian menugaskan panitia untuk  konfirmasi lebih lanjut.(manixs)

 
Ketua panitia Prakerin Dewa Putu Suarya bersama Waka Kesiswaan made Agus Suciarta 
berkordinasi dengan pihak Kuta Paradiso.

4 orang siswa bermasalah di berikan pembinaan

Ketua Panitia Dewa Putu Siuarya,SE(kanan) sedang memberikan pembinaan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar