Minggu, 24 Maret 2024

PELAJAR PANCASILA SEBUAH IMPIAN MASA DEPAN

Indonesia adalah negara repubik yang berlandaskan Pancasila,sebagai way of live-nya bangsa, oleh karena itu perlu kiranya nilai nilai Pancasila itu ditanamkan pada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa,disamping kepada segenap bangsa Indonesia,agar nilai nilai yang adi luhung itu dapat terserap oleh jiwa jiwa yang bersemayam dilubuk hati rakyat Indonesia,agar keutuhan bangsa Indonesia,negara Indonesia dapat terjaga sepanjang zaman. Yang kita bahas disini adalah tentang bagaimana kita bisa mengimplementasikan karakter pelajar Pancasila di sekolah kita,ini yang perlu kita cermati dan bahas antara lain :

1.     Pengertian Pelajar Pancasila.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

2.     Elemen Pelajar Pancasila dan Implementasinya.

a.   Beriman,Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak Mulia.

Pelajar Indonesia yang berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta bagaimana menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari,intinya bagaimana mereka bisa melaksanakan ajaran agamanya dengan baik. Elemen-elemen Beriman,Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia terdiri dari :

  • Akhlak Beragama artinya bagaimana siswa dapat melaksanakan kewajibannya dalam menjalankan ajaran agama ,menjalankan ibadahnya seperti Trisandya dengan baik,melaksanakan yadnya sesa,mebanten,ngayah bagi umat Hindu dan umat lainnya sesuai dengan tradisi dan keyakinannya masing masing.
  • Akhlak Pribadi yaitu karakter kepribadian siswa itu sendiri sesuai dengan Tri Kaya Parisuda,seperti berpikir,berucap dan berlaku yang baik yang harus dijalankan dalam kehidupannya bersosialisasi antar sesama manusia.
  • Akhlak Kepada Manusia artinya bagaimana kita mengimplementasikan akhlak pribadi kita kepada orang-orang disekitar kita,bisa menghargai,menghormati orang lain,Bagai mana kita memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri kita sendiri seperti ajaran tattwamasi,menyadari bahwa diantara kita adalah berasal dari sumber yang sama, sehingga bagaimana kita berlaku pada orang lain sama artinya kita memperlakukan diri kita sendiri.
  • Akhlak kepada Alam,dalam Tri Hita Karana disebutkan ada 3 hal yang menyebabkan kita Bahagia,yaitu bagaimana akhlak kita kepada Tuhan,kepada sesama manusia dan kepada semesta,apabila kitab isa berlaku adil kepada ketiganya dengan baik,maka kebahagiaan itu akan dating pada diri anda. Alam adalah saudara kita maka itu kita perlu menjaga,melestarikan dan memelihara,karena dari alam kitab isa hidup,boleh dibilang alam adalah sumber kehidupan kita,karena jaga akhlak kita pada alam.
  • Akhlak Bernegara ,sebagai warga negara yang baik kita hendaknya memiliki akhlak yang baik dalam bernegara,bisa menjaga keutuhan negara kita,melalui apa,masing masing bisa mentaati ketentuan negara secara hukum,negara kita negara hukum maka taatilah hukum yang berlaku. Tidak melakukan sikap sikap brutal anarkis,tau tata krama,bisa bermain media sosial dengan mengedepankan peradaban dan etika,tidak membuat kerusuhan dan Tindakan Tindakan lain yang menentang pada perundang undangan yang berlaku.

b.   Berkebinekaan Global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa,Elemen kuncinya adalah:

  • Mengenal dan menghargai budaya ,Bali sangat diminati oleh touris mancanegara,karena apa,karena kekayaan budaya,adat istiadat tradisionalnya,keramahannya yang diwariskan dari ajaran leluhur/kawitan kita,banyak diwariskan bisama dalam lontar lontar,tradisi unik yang menyatu dengan semesta,dengan seremonial tradisi upacara yadnyanya yang luar biasa,itu yang mereka cari,jangan sampai warisan budaya leluhur kita punah akibat tergerus globalisasi dan teknologi,mari kita jaga,pelihara dan lestarikan termasuk Bahasa,sastra dan aksara balinya,bahkan Gubernur Bali telah menguatkannya lewat peraturan daerah Bali. Kita sebagai krama Bali hendaknya tanggap akan fenomena ini, perubahan mendasar telah terjadi dengan masuknya ajaran ajaran baru melalui berbagai sampradaya yang masuk ke Bali,sangat disayangkan banyak tokoh,intelektual,pemuka masyarakat terlena bahkan masuk kearenanya,sehingga tata beragama dan beradat banyak yang berubah dari akar budayanya. Untuk itu sejak dini perlu ditanamkan di sekolah sekolah agar kedepannya tidak jauh melenceng dari koridor tradisi leluhur,berubah sudah pasti namun benang merahnya jangan sampai putus.Ila ila dahat kata tetua tetua kita kalua berani menentang alam Bali,karena taksu alam Bali sangat kuat memutar rta yang berdampak pada karma hidup manusia Bali,cepat atau lambat itu pasti terjadi,karena itu mari jaga Bali dengan segala keunikannya,otak boleh cerdas tetapi kalua tidak bisa menghargai taksu Bali maka itu sama dengan bodoh,oleh karena itu lebih baik bodoh bisa menghargai taksu Bali dibanding jadi orang pintar tetapi tidak bisa menghargai taksu leluhur Bali.
  • Kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama. Komunikasi adalah kata kunci keberhasilan orang,apalagi di Bali sebagai bumi kecil bertaraf Internasional,tentu banyak pendatang dengan berbagai kultur budaya,kita harus mampu menangkap sinyal komunikasi mereka,namun jangan terlena karena itu,kultur yang baik juga ada sperti kultur atau budaya disiplin dan kerja keras patut kita tiru,tetapi kultur mabuk mabukan,narkoba,brutalism,premanisme,egoism buang jauh jauh dari pertiwi tanah Bali,karena itu kita harus bisa berinteraksi dengan sesama pendatang juga sesama warga Bali,harus selektif dan kreatif.
  • Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan .Sikap dan tanggungjawab dalam menghadapi berbagai macam atau berbineka pendatang ke Bali ,Masyarakat Bali harus bisa memilah dan menyikapinya,jangan sampai berbenturan dan jangan sampai menimbulkan kekacauan. Hadapi sikap mereka dengan etika Bali,tetapi kalua mereka menentang maka jalan keluarnya harus berhadapan dengan hukum, penegak hukum tidak boleh lemah karena iming iming material,tetapi harus mampu menjaga taksunya Bali,kalau tidak karma buruk akan menimpa mereka.Sebgai pelajar hendaknya bisa mengambil sikap proteksi terhadap kultur asing yang tidak sesuai dengan budaya leluhur Bali,seperti saat mengikuti prakerin di hotel,disini kalian bisa melihat dan memperhatikan budaya asing tersebut.

c.     Gotong Royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah, dan ringan. Apalagi di Bali budaya gotong royong sudah lumrah dilakukan, namun kini sudah merosot tajam kejatuhannya,hanya masih tinggal ditataran adat di Bali melalui ngayah yang bersifat kolektif saat melaksanakan acara adat dan agama.  Sebenarnya disinilah elemen kunci dari gotong royong:

  • Kolaborasi ,ini merupakan kemampuan bekerjasama antara orang satu dengan orang lainnya,karena dengan bekerjasama yang positif akan mendapatkan hasil dan berkah yang lebih besar dan memuaskan asal dilaksanakan secara efektif dan efesien serta saling bermutualisma atau saling menguntungkan.
  • Kepedulian, adalah rasa hati yang mendalam untuk merasakan penderitaan/kesulitan seseorang sehingga timbul rasa peduli kepada orang tersebut,hal ini muncul tergantung kepekaan hati seseorang dan ini perlu dilatih dan dibiasakan,landasannya adalah tattwamasi. Tidak hanya kepada seseorang tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan, misalnya contoh kecil kepedulaian social di sekolah,ada lampu sampai siang masih menyala,karena ada rasa peduli tanpa diperintah mereka punya inisiatif untuk mencari stop kontak dan mematuikannya,itu peduli terhadap pemborosan energi.
  • Berbagi adalah memberikan sesuatu kepada orang yang memerlukan dengan bersedekah atas penghasilan yang kita miliki,sebagai rasa kesetiakawanan sosial kepada sesama sebagai wujud implementasi ajaran tattwamasi.contoh kecil di sekolah,Ketika ada kawan yang tidak membawa bekal kita bisa berbagi snek atau makanan ringan yang kita bawa, bisa bersedekah kepada pengemis,fakir miskin dan atau orang yang sedang kena musibah.

d. MANDIRI

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya,mampu mengaktualisasikan visinya melalui misi yang ia lakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mandiri artinya berdikari,berdiri diatas kaki sendiri, mewujudkan potensi diri yang lebih baik sehingga mempermudah mencapai tujuan yang diinhinkan. Bagaimana kitab isa mencapainya,tentu dengan melaksanakan elemen mandiri yaitu:

  • Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi . Sadar akan diri itu sangat penting,karena bisa mengukur potensi dan kemampuan diri dalam menghadapi Ancaman,Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT),kitab isa mengukur kekuatan dan kelemahan kita sehingga bisa mawas diri,tidak gegabah,tidak arogan,tidak nyapa kadi aku,menepuk dada karena merasa hebat. Ada filosofi nunjuk jari,orang yang nujuk nunjuk orang ada 5 jari hanya satu jari telunjuk saja  yang nunjuk  orang,yang tiga nunjuknya ke diri kita,satu lagi ibu jari nunjuk kebawah,filosofinya adalah apabila kita nunjuk orang,nyalahin orang,njelekin orang,menghina orang,lihatlah dirimu dulu lebih banyak (3 jari) dan mendalam(ibu jari),apakah kamu dudah hebat hingga berani menjasmen,menyalahin orang,ngata ngatain orang,apakah kamu sudah bagus dan benar sehingga berani nunjuk nunjuk orang. Intinya lihat diri kedalam yang lebih banyak sebelum nyalahin orang lain.
  • Regulasi Diri. Regulasi itu sejenis aturan artinya kita harus mempunyai aturan diri dalam hidup ini,seperti kebiasaan bangun pagi jam berapa,persiapannya apa sebelum ke sekolah, setelah di sekolah tujuan kita apa,tentu mencari ilmu untuk dipelajari sebagai bekal hidup,pulang ke rumah,ngapain,istirahat,bantu orang tua,belajar,mandi dan sebagainya,masing-0-masing indipidu punya regulasinya sendiri,tergantung karakter, lingkungan,keuangan,Kesehatan,Nasib dan lainnya.

 

d.     Bernalah Kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya,ia bertindak berdasarkan wiweka,tahu mana baik dan mana yang bruruk. Bagaimana mencapai itu,tentu dengan mengikuti elemen kuncinya sebagai berikut:

·       Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan . Ketika kalian mendapat informasi  atau ide ide baik dari kawan,media sosial,surat kabar,wa,ig dll,info atau ide ide itu hendaknya diproses,dikaji, dianalisa dengan menggunakan akal sehat,nalar dan wiweka, agar tidak menimbulkan resiko dikemudian hari. Anak muda biasa energinya kuat,tetapi nalarnya lemah,emosinya tinggi,sehingga sedikit saja ada umpan,maka api itu sangat mudah meletup. Untuk itu informasi,ide yang didapat sebaiknya di nalar dulu,kalua positif ok,tetapi kalua negative dan beresiko tinggi,abaikan saja.

·       Menganalisis dan mengevaluasi penalaran . walaupun sudah menggunakan penalaran, seperti point  tadi,namun nalar itu belum tentu sepenuhnya benar,karena kadang dipengaruhi oleh faktor x yang bersifat subjektif sehingga nalar itu bisa bias,maka dari itu menganalisis dan mengevaluasi penalaran dalam hidup kita sangat penting,untuk perbaikan kedepannya.

·       Merefleksi pemikiran dan proses berpikir. Buah pikiran kalau direfleksikan di actionkan maka akan menjadi lelaku ,oleh karena itu perlu proses berfikir,tidak tanpa proses lalu bertindak,tentu akibatnya akan muncul kecerobohan,kalua sudah ceroboh cara berfikir kita maka hasilnya akan kurang baik dan bahkan tag guna jadinya.

·       Mengambil Keputusan . Setelah melalui proses tadi yang cukup matang,maka tiba saatnya mengambil Keputusan. Dalam mengambil Keputusan tidak boleh fikiran terkontaminasi oleh kekacauan,fikir dengan kepala dingin,sebab Keputusan yang diambil dengan kepala dingin maka hasilnya akan menyejukan semua pihak.

 

e.     f. Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak,Elemen Kunci Kreatifnya adalah:

  • Menghasilkan gagasan yang orisinal .Orang yang berfikir kreatif ide idenya akan mengalir tidak henti hentinya,karena setiap kesempatan ada peluang dan mampu mewujudkan suatu karya yang bermanfaat untuk kehidupan,orang yang kreatif biasanya akan lebih sukses dalam menghadapi tantangan hidupnya.
  • Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal ,bagaimana cara menghasilkan karya dan Tindakan yang orisinil,tentu dengan belajar keras dan bekerja keras,mencari informasi dan gagasan,sehingga dari pengalaman itu mampu melahirkan ide ide baru dalam sebuah karya inovatif,tergantung niat dan kesadarannya,semua punya potensi untuk menghasilkan karya,tunggu actionnya saja.

Demikianlah sekilas tentang pelajar Pancasila,sekarang tinggal kita sebagai pendidik,mau ndak melahirkan pemuda atau pelajar seperti itu,anak anak perlu diberi kesempatan melalui pembelajaran dan pembiasaan sehingga mereka dilatih dengan pembiasaan pembiasaan dalam kehidupan di sekolah dan astungkara terlahir pelajar Pancasila di sekolah ini sebagai sebuah impian di masa depan,tentu dengan kerja keras dan perjuangan dari tenaga pendidik dan kependidikan untuk memiliki komitmen bersama dalam mewujudkan Impian siswa SMK Giri Pendawa menjadi Pelajar Pancasila.(manixs)

Suasana siswa akan pulang sekolah
 
Upacara bendera implementasi aktivitas Pelajar Pancasila
Melaksanakan ibadah keagamaan sambil ngayah di Pura Dalem Kupa






Tidak ada komentar:

Posting Komentar