Jumat, 15 Maret 2024

PANGGUNG REKREASI JIWA (PRJ) MARWAH PERMEN 2315

Menyikapi Permendikbud RI No.: 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti,kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd di ruang kerjanya baru baru ini memaparkan bahwa langkah langkah yang sudah dan akan dilakukan adalah kegiatan yang mengacu pada Permen tersebut,karena pertimbangannya bahwa setiap sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan inspiratif bagi siswa, guru, dan/atau tenaga kependidikan,juga pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah adalah cerminan dari nilai-nilai Pancasila dan seharusnya menjadi bagian proses belajar dan budaya setiap sekolah,disamping itu pendidikan karakter seharusnya menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan/atau orangtua.Intinya Permen itu membahas tentang Penumbuhan Budi Pekerti yaitu kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari hari pertama sekolah, masa orientasi peserta didik baru anak anak SMK Giri Pendawa, sampai dengan kelulusannya nanti. Nah inilah pentinya pendidikan Budi Pekerti di sekolah perlu ditanamkan mulai dari PPDB dalam masa orientasi, sedang berproses pendidikan hingga mereka lulus sekolah.Kalau begitu apa tujuan dari Penumbuhan Budi Pekerti ini  ?..Tujuannya tiada lain adalah :

a.       menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan;

b.         b.         menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai bentuk pendidikan karakter sejak di            keluarga, sekolah, dan masyarakat;

c.       menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga; dan/atau

d.       d.  menumbuhkembangkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Nah yang terlibat siapa ?,tanya Sumarta,tentu yang pokok utama kita gerakan adalah siswa,guru,Tenaga Kependidikan atau Pegawai,Orang tua siswa,Komite Sekolah,Alumni tak kalah pentingnya adalah anggota Yayasan sebagai pemilik sekolah ini.Mereka semua harus terlibat,kalau ingin berhasil,kalau mereka tidak peduli  maka mustahil akan bisa terwujud anak anak kita berkarakter,apalagi zaman sekarang,gempuran teknologi informasi  melalui medsosnya begitu besar pengaruhnya terhadap karakter anak anak kita. Nah sekarang bagaimana kita laksanakan ?, ini tentu mengacu pada ketentuan,maka bentuk kegiatannya ada  kegiatan umum, harian, mingguan, bulanan, tengah tahunan, dan/atau tahunan,melalui interaksi dan komunikasi antara sekolah, keluarga, dan/atau masyarakat,tentu boleh juga melibatkan pihak terkait di luar sekolah disesuaikan dengan kemampuan kita. Selanjutnya pelaksanaan PBP itu didasarkan pada nilai-nilai dasar kebangsaan dan kemanusiaan yang meliputi pembiasaan untuk menumbuhkan internalisasi sikap moral dan spiritual, yaitu mampu menghayati hubungan spiritual dengan Sang Pencipta yang diwujudkan dengan sikap moral untuk menghormati sesama mahluk hidup dan alam sekitar,keteguhan menjaga semangat kebangsaan dan kebhinnekaan untuk merekatkan persatuan bangsa, yaitu mampu terbuka terhadap perbedaan bahasa, suku bangsa, agama, dan golongan, dipersatukan oleh keterhubungan untuk mewujudkan tindakan bersama sebagai satu bangsa, satu tanah air dan berbahasa bersama bahasa Indonesia,interaksi sosial positif antara peserta didik dengan figur orang dewasa di lingkungan sekolah dan rumah, yaitu mampu dan mau menghormati guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, warga masyarakat di lingkungan sekolah, dan orangtua,interaksi sosial positif antar peserta didik, yaitu kepedulian terhadap kondisi fisik dan psikologis antar teman sebaya, adik kelas, dan kakak kelas,memelihara lingkungan sekolah, yaitu melakukan gotong-royong untuk menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan sekolah,penghargaan terhadap keunikan potensi peserta didik untuk dikembangkan, yaitu mendorong peserta didik gemar membaca dan mengembangkan minat yang sesuai dengan potensi bakatnya untuk memperluas cakrawala kehidupan di dalam mengembangkan dirinya sendiri,penguatan peran orangtua dan unsur masyarakat yang terkait, yaitu melibatkan peran aktif orangtua dan unsur masyarakat untuk ikut bertanggung jawab mengawal kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah.Nah sekarang bagaimana metodenya,katanya sambil membacakan isi permen itu. Metode Pelaksanaannya adalah

 

A.       Cara Pelaksanaan

Seluruh pelaksanaan kegiatan PBP bersifat konstekstual, yaitu disesuaikan dengan nilai-nilai muatan lokal daerah pada peserta didik sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Seluruh pelaksanaan kegiatan PBP yang melibatkan peserta didik dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian sebagai bagian dari penumbuhan karakter kepemimpinan.

 

B.       Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Waktu pelaksanaan kegiatan PBP dapat dilakukan berdasarkan aktivitas harian, mingguan, bulanan, tengah tahunan, dan akhir tahun; dan penentuan waktunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan konteks lokal di daerah masing-masing.

 

C.       Kegiatan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah melalui pembiasaan-pembiasaan:

I.       Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Moral dan Spiritual

Mewujudkan nilai-nilai moral dalam perilaku sehari-hari. Nilai moral diajarkan pada siswa, lalu guru dan siswa mempraktekkannya secara rutin hingga menjadi kebiasaan dan akhirnya bisa membudaya.

Kegiatan wajib:

Guru dan peserta didik berdoa bersama yaitu dengan melantunkan Puja Tri Sandya, , sebelum dan sesudah hari pembelajaran, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian di bawah bimbingan guru,terutama guru Agama,PKN,Bahasa Indonesia atau Bahasa Bali.

Contohnya:

1.       Pembiasaan Umum:

         Membiasakan melakukan persembahyangan setiap hari  misalnya mebanten dan puja tri sandya;

2.       Pembiasaan periodik:

         Membiasakan perayaan Hari Besar Keagamaan dengan kegiatan yang sederhana dan hikmat seperti Purnama Tilem,kajeng Klion,Tumpek, Saraswati ,Upanayana ke Pura Pendawa,Ngayah di Dalem Kupa dll.

II.     Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinnekaan

Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menerima keberagaman sebagai anugerah untuk bangsa Indonesia. Anugerah yang harus dirasakan dan disyukuri sehingga manfaatnya bisa terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang wajib kita lakukan :

1.       Melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin dengan mengenakan seragam hari Senin.

2.       Melaksanakan upacara bendera pada pembukaan MOPPDB dengan peserta didik bertugas sebagai komandan dan petugas upacara serta kepala sekolah/wakil bertindak sebagai pembina upacara;


3.       Sesudah berdoa setiap memulai hari pembelajaran, guru dan peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan/atau satu lagu wajib nasional atau satu lagu terkini yang menggambarkan semangat patriotisme dan cinta tanah air.

4.       Sebelum berdoa saat mengakhiri hari pembelajaran, guru dan peserta didik menyanyikan satu lagu daerah (lagu-lagu daerah seluruh Nusantara).

Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan :

1.       Pembiasaan umum:

         Mengenalkan beragam keunikan potensi daerah asal siswa melalui berbagai media dan kegiatan.

2.       Pembiasaan periodik:

         Membiasakan perayaan Hari Besar Nasional dengan mengkaji atau mengenalkan pemikiran dan semangat yang melandasinya melalui berbagai media dan kegiatan.

III.  Mengembangkan Interaksi Positif Antara Peserta Didik dengan Guru dan Orangtua

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, peserta didik dan orangtua. Interaksi positif antara tiga pihak tersebut dibutuhkan untuk membangun persepsi positif, saling pengertian dan saling dukung demi terwujudnya pendidikan yang efektif.

Kegiatan wajib yang mesti dilakukan:

Mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa pada setiap tahun ajaran baru guna mensosialisasikan: (a) visi; (b) aturan; (c) materi; dan (d) rencana capaian belajar siswa agar orangtua turut mendukung keempat poin tersebut.

Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan :

1.       Pembiasaan umum:

         Memberi salam, senyum dan sapaan kepada setiap orang di komunitas kita.

         Guru dan tenaga kependidikan datang lebih awal untuk menyambut kedatangan peserta didik sesuai dengan tata nilai yang berlaku.

2.       Pembiasaan periodik:

         Membiasakan peserta didik (dan keluarga) untuk berpamitan dengan orangtua/wali/penghuni rumah saat pergi dan lapor saat pulang, sesuai kebiasaan/adat yang dibangun masing-masing keluarga;

         Secara bersama peserta didik mengucapkan salam hormat kepada guru sebelum pembelajaran dimulai, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian.

IV.    Mengembangkan Interaksi Positif Antar Peserta Didik

Peserta didik hadir di sekolah bukan hanya belajar akademik semata, tapi juga belajar bersosialisasi. Interaksi positif antar peserta didik akan mewujudkan pembelajaran dari rekan (peer learning) sekaligus membantu siswa untuk belajar bersosialisasi.

Kegiatan wajib yang dilakukan:

Membiasakan pertemuan di lingkungan sekolah dan/atau rumah untuk belajar kelompok yang diketahui oleh guru dan/atau orangtua.

Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan oleh sekolah:

1.       Pembiasaan umum:

         Gerakan kepedulian kepada sesama warga sekolah dengan menjenguk warga sekolah yang sedang mengalami musibah, seperti sakit, kematian, dan lainnya.

2.       Pembiasaan periodik:

         Membiasakan siswa saling membantu bila ada siswa yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.

V.      Merawat Diri dan Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah akan mempengaruhi warga sekolah baik dari aspek fisik, emosi, maupun kesehatannya. Karena itu penting bagi warga sekolah untuk menjaga keamanan, kenyamanan, ketertiban, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah serta diri.

Kegiatan wajib seperti :

Melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dengan membentuk kelompok untuk berbagi tugas.


Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan :

1.       Pembiasaan umum:

         Membiasakan penggunaan sumber daya sekolah (air, listrik, telepon,internet dsb) secara efisien melalui berbagai kampanye kreatif dari dan oleh siswa.

         Menyelenggarakan kantin yang memenuhi standar kesehatan.

         Membangun budaya peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan di bangkunya masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab individu maupun kebersihan kelas dan lingkungan sekolah sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

2.       Pembiasaan periodik:

         Membiasakan antri   sebelum masuk kelas, dan pada saat bergantian memakai fasilitas sekolah.

         Peserta didik melaksanakan piket kebersihan secara beregu dan bergantian regu.

         Menjaga dan merawat tanaman di lingkungan sekolah, bergilir antar kelas.

         Melaksanakan kegiatan bank sampah bekerja sama dengan dinas kebersihan setempat.

VI.    Mengembangkan Potensi Diri Peserta Didik Secara Utuh

Setiap siswa mempunyai potensi yang beragam. Sekolah hendaknya memfasilitasi secara optimal agar siswa bias menemukenali dan mengembangkan potensinya.

Kegiatan wajib dilaksanakan:

1.       Menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran (setiap hari).

2.       Seluruh warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, siswa) memanfaatkan waktu sebelum memulai pembelajaran untuk kegiatan olah fisik seperti senam kesegaran jasmani, dilaksanakan secara berkala dan rutin,setiap hari Jumat.

3.       Seluruh warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, siswa) memanfaatkan waktu sebelum memulai pembelajaran pada setiap hari Sabtu untuk kegiatan PRJ (Panggung Rekreasi Jiwa) di lapangan dengan menampilkan pengalaman yang memotivasi kehidupan,juga boleh menghibur,dengan menampilkan bakat seperti Lawak,Nyanyi,Cerita,Mesatua, deklamasi, mewirama dll. Secara bergiliran baik dari guru,Pegawai dan Siswa.

4.       Membentuk dan mengaktifkan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) Sastra Giri, SMK. Giri Pendawa

Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan oleh sekolah:

1.       Pembiasaan umum:

         Peserta didik membiasakan diri untuk memiliki tabungan dalam berbagai bentuk (rekening Kopsek Giri Amertha,bank, celengan, dan lainnya).Hal ini perlu digalakan dan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk terlibat dalam pengelolaan Koperasi sekolah sehingga menumbuhkan jiwa intepreneur/kewirausahaan.

         Membangun budaya bertanya dan melatih peserta didik mengajukan pertanyaan kritis dan membiasakan siswa mengangkat tangan sebagai isyarat akan mengajukan pertanyaan;

         Membiasakan setiap peserta didik untuk selalu berlatih menjadi pemimpin dengan cara memberikan kesempatan pada setiap siswa tanpa kecuali, untuk memimpin secara bergilir dalam kegiatan-kegiatan bersama/berkelompok seperti pembiasaan pada point VI.3 diatas;

2.       Pembiasaan periodik:

         Siswa melakukan kegiatan positif secara berkala sesuai dengan potensi dirinya seperti kerja bakti,gerakan sosial,mengikuti lomba,bersedekah dll.

VII. Pelibatan Orangtua dan Masyarakat di Sekolah

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, sekolah hendaknya melibatkan orangtua dan masyarakat dalam proses belajar. Keterlibatan ini diharapkan akan berbuah dukungan dalam berbagai bentuk dari orangtua dan masyarakat.

Kegiatan wajib ada:

Mengadakan pameran karya siswa pada setiap akhir tahun ajaran dengan mengundang orangtua dan masyarakat untuk memberi apresiasi pada siswa.

Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan dan/atau didukung oleh sekolah:

1.       Pembiasaan umum:

         Orangtua membiasakan untuk menyediakan waktu 20 menit setiap malam untuk bercengkerama dengan anak menanyakan mengenai kegiatan di sekolah

2.       Pembiasaan periodik:

         Masyarakat bekerja sama dengan sekolah untuk mengakomodasi kegiatan kerelawanan oleh peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar sekolah.

         Masyarakat dari berbagai profesi terlibat berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa di dalam sekolah seperti mengundang nara sumber dari berbagai kalangan profesional utamanya orang tua siswa,yang biasa dilakukan pada saat pembekalan prakerin.

Itulah hal penting yang dapat saya sampaikan terkait dengan Penumbuhan Budi Pekerti di sekolah kita SMK Giri Pendawa yang kita banggakan. Mari bergerak bersama utamanya rekan rekan guru dan pegaawai agar bisa menjadi panutan bagi anak anak kita,sehingga karakter anak anak kita menjadi insan yang berbudi luhur dan berpancasila sebagai way of live-nya  bangsa Indonesia,harap Sumarta.(manixs).   

I Km.Sumarta,S.Pd,M.Pd.kepala SMK Giri Pendawa saat ditemui di ruang kerjanya.


Wakasek Humas Drs.I Wayan Suiji sedang memberikan wawasan Penumbuhan Budi Pekerti pada siswa saat PRK (Panggung Rekreasi Jiwa)

 
Waka Kurikulum I Gst Ngurah Mataram,S.Pd,M.Si, sedang memberi motivasi kepada peserta didik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar