Menyikapi Permendikbud RI No.: 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti,kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd di ruang kerjanya baru baru ini memaparkan bahwa langkah langkah yang sudah dan akan dilakukan adalah kegiatan yang mengacu pada Permen tersebut,karena pertimbangannya bahwa setiap sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan inspiratif bagi siswa, guru, dan/atau tenaga kependidikan,juga pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah adalah cerminan dari nilai-nilai Pancasila dan seharusnya menjadi bagian proses belajar dan budaya setiap sekolah,disamping itu pendidikan karakter seharusnya menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan/atau orangtua.Intinya Permen itu membahas tentang Penumbuhan Budi Pekerti yaitu kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari hari pertama sekolah, masa orientasi peserta didik baru anak anak SMK Giri Pendawa, sampai dengan kelulusannya nanti. Nah inilah pentinya pendidikan Budi Pekerti di sekolah perlu ditanamkan mulai dari PPDB dalam masa orientasi, sedang berproses pendidikan hingga mereka lulus sekolah.Kalau begitu apa tujuan dari Penumbuhan Budi Pekerti ini ?..Tujuannya tiada lain adalah :
a.
menjadikan sekolah
sebagai taman belajar
yang menyenangkan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan;
b. b. menumbuhkembangkan
kebiasaan yang baik sebagai bentuk
pendidikan karakter sejak di keluarga, sekolah, dan masyarakat;
c.
menjadikan pendidikan sebagai gerakan yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah,
masyarakat, dan keluarga; dan/atau
d. d. menumbuhkembangkan
lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Nah yang terlibat siapa ?,tanya
Sumarta,tentu yang pokok utama kita gerakan adalah siswa,guru,Tenaga Kependidikan atau Pegawai,Orang
tua siswa,Komite Sekolah,Alumni tak kalah pentingnya adalah anggota Yayasan
sebagai pemilik sekolah ini.Mereka semua harus terlibat,kalau ingin
berhasil,kalau mereka tidak peduli maka mustahil
akan bisa terwujud anak anak kita berkarakter,apalagi zaman sekarang,gempuran
teknologi informasi melalui medsosnya begitu
besar pengaruhnya terhadap karakter anak anak kita. Nah sekarang bagaimana kita
laksanakan ?, ini tentu mengacu pada ketentuan,maka bentuk kegiatannya ada kegiatan umum, harian, mingguan,
bulanan, tengah tahunan,
dan/atau tahunan,melalui interaksi
dan komunikasi antara
sekolah, keluarga, dan/atau
masyarakat,tentu boleh juga
melibatkan pihak terkait di luar sekolah disesuaikan dengan kemampuan kita.
Selanjutnya pelaksanaan PBP itu didasarkan pada nilai-nilai dasar kebangsaan
dan kemanusiaan yang meliputi pembiasaan untuk menumbuhkan internalisasi sikap
moral dan spiritual, yaitu mampu menghayati hubungan spiritual dengan Sang Pencipta
yang diwujudkan dengan sikap
moral untuk menghormati sesama mahluk hidup dan alam sekitar,keteguhan menjaga
semangat kebangsaan dan kebhinnekaan untuk merekatkan persatuan bangsa, yaitu
mampu terbuka terhadap perbedaan bahasa, suku bangsa, agama, dan golongan,
dipersatukan oleh keterhubungan untuk mewujudkan tindakan bersama sebagai satu bangsa, satu tanah air dan berbahasa
bersama bahasa Indonesia,interaksi sosial positif antara peserta didik dengan
figur orang dewasa di lingkungan sekolah dan rumah, yaitu mampu dan mau
menghormati guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, warga masyarakat di
lingkungan sekolah, dan orangtua,interaksi sosial positif antar peserta didik,
yaitu kepedulian terhadap kondisi fisik dan psikologis
antar teman sebaya, adik kelas, dan kakak kelas,memelihara lingkungan sekolah,
yaitu melakukan gotong-royong untuk menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan,
dan kebersihan lingkungan sekolah,penghargaan terhadap keunikan potensi peserta
didik untuk dikembangkan, yaitu mendorong peserta didik gemar membaca dan
mengembangkan minat yang sesuai dengan potensi bakatnya untuk memperluas
cakrawala kehidupan di dalam mengembangkan dirinya sendiri,penguatan peran
orangtua dan unsur masyarakat yang terkait, yaitu melibatkan peran aktif
orangtua dan unsur masyarakat untuk ikut bertanggung jawab mengawal kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di
sekolah.Nah sekarang bagaimana metodenya,katanya sambil membacakan isi permen
itu. Metode Pelaksanaannya adalah
A.
Cara Pelaksanaan
Seluruh pelaksanaan kegiatan PBP bersifat konstekstual,
yaitu disesuaikan dengan nilai-nilai muatan
lokal daerah pada peserta didik sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai
kemanusiaan. Seluruh pelaksanaan kegiatan PBP yang melibatkan peserta didik
dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian sebagai bagian dari
penumbuhan karakter kepemimpinan.
B. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Waktu pelaksanaan kegiatan PBP dapat dilakukan berdasarkan
aktivitas harian, mingguan, bulanan,
tengah tahunan, dan akhir tahun; dan penentuan waktunya dapat disesuaikan
dengan kebutuhan konteks lokal di daerah masing-masing.
C. Kegiatan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah melalui
pembiasaan-pembiasaan:
I.
Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Moral dan Spiritual
Mewujudkan nilai-nilai moral dalam perilaku sehari-hari.
Nilai moral diajarkan pada siswa, lalu guru dan siswa mempraktekkannya secara
rutin hingga menjadi kebiasaan dan akhirnya bisa membudaya.
Kegiatan wajib:
Guru dan peserta didik berdoa bersama yaitu dengan
melantunkan Puja Tri Sandya, , sebelum dan
sesudah hari pembelajaran, dipimpin oleh seorang peserta didik secara
bergantian di bawah bimbingan guru,terutama guru Agama,PKN,Bahasa Indonesia
atau Bahasa Bali.
Contohnya:
1.
Pembiasaan Umum:
•
Membiasakan
melakukan persembahyangan setiap hari misalnya
mebanten dan puja tri sandya;
2. Pembiasaan periodik:
•
Membiasakan perayaan
Hari Besar Keagamaan
dengan kegiatan yang sederhana dan hikmat seperti Purnama
Tilem,kajeng Klion,Tumpek, Saraswati ,Upanayana ke Pura Pendawa,Ngayah di Dalem
Kupa dll.
II. Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinnekaan
Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menerima keberagaman
sebagai anugerah untuk bangsa Indonesia. Anugerah yang harus dirasakan dan
disyukuri sehingga manfaatnya bisa terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang wajib
kita lakukan :
1.
Melaksanakan
upacara bendera setiap hari Senin dengan mengenakan seragam hari Senin.
2.
Melaksanakan
upacara bendera pada pembukaan MOPPDB dengan peserta didik bertugas sebagai
komandan dan petugas upacara serta kepala sekolah/wakil bertindak sebagai pembina
upacara;
3.
Sesudah
berdoa setiap memulai hari pembelajaran, guru dan peserta didik menyanyikan
lagu kebangsaan Indonesia Raya dan/atau satu lagu wajib nasional atau satu lagu
terkini yang menggambarkan semangat patriotisme dan cinta tanah air.
4. Sebelum berdoa saat mengakhiri hari pembelajaran, guru dan
peserta didik menyanyikan satu lagu daerah (lagu-lagu daerah seluruh
Nusantara).
Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat
dilakukan :
1.
Pembiasaan umum:
•
Mengenalkan
beragam keunikan potensi daerah asal siswa melalui berbagai media dan kegiatan.
2. Pembiasaan periodik:
•
Membiasakan perayaan
Hari Besar Nasional
dengan mengkaji atau mengenalkan
pemikiran dan semangat yang melandasinya melalui berbagai media dan kegiatan.
III. Mengembangkan Interaksi Positif
Antara Peserta Didik dengan Guru dan Orangtua
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah,
peserta didik dan orangtua. Interaksi positif antara tiga pihak tersebut
dibutuhkan untuk membangun persepsi positif, saling pengertian dan saling
dukung demi terwujudnya pendidikan yang efektif.
Kegiatan wajib
yang mesti dilakukan:
Mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa pada setiap
tahun ajaran baru guna mensosialisasikan: (a) visi; (b) aturan; (c) materi; dan
(d) rencana capaian belajar siswa agar orangtua turut mendukung keempat poin
tersebut.
Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat
dilakukan :
1. Pembiasaan umum:
•
Memberi salam,
senyum dan sapaan
kepada setiap orang
di komunitas kita.
•
Guru
dan tenaga kependidikan datang lebih awal untuk menyambut kedatangan peserta
didik sesuai dengan tata nilai yang berlaku.
2. Pembiasaan periodik:
•
Membiasakan
peserta didik (dan keluarga) untuk berpamitan dengan orangtua/wali/penghuni
rumah saat pergi dan lapor saat pulang, sesuai kebiasaan/adat yang dibangun
masing-masing keluarga;
•
Secara
bersama peserta didik mengucapkan salam hormat kepada guru sebelum pembelajaran
dimulai, dipimpin oleh seorang peserta didik secara bergantian.
IV.
Mengembangkan Interaksi Positif Antar Peserta Didik
Peserta didik hadir di sekolah bukan hanya belajar
akademik semata, tapi juga belajar bersosialisasi. Interaksi positif antar
peserta didik akan mewujudkan pembelajaran dari rekan (peer learning) sekaligus
membantu siswa untuk belajar bersosialisasi.
Kegiatan wajib
yang dilakukan:
Membiasakan pertemuan di lingkungan sekolah dan/atau rumah
untuk belajar kelompok yang diketahui oleh guru dan/atau orangtua.
Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat
dilakukan oleh sekolah:
1.
Pembiasaan umum:
•
Gerakan kepedulian kepada sesama warga sekolah dengan menjenguk warga sekolah yang sedang mengalami
musibah, seperti sakit, kematian, dan lainnya.
2.
Pembiasaan periodik:
•
Membiasakan siswa
saling membantu bila ada siswa
yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.
V. Merawat Diri dan Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah akan mempengaruhi warga sekolah baik
dari aspek fisik, emosi, maupun kesehatannya. Karena itu penting bagi warga
sekolah untuk menjaga keamanan, kenyamanan,
ketertiban, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah serta diri.
Kegiatan wajib
seperti :
Melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah
dengan membentuk kelompok untuk berbagi tugas.
Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat
dilakukan :
1. Pembiasaan umum:
•
Membiasakan
penggunaan sumber daya sekolah (air, listrik, telepon,internet dsb) secara
efisien melalui berbagai kampanye kreatif dari dan oleh siswa.
•
Menyelenggarakan kantin
yang memenuhi standar
kesehatan.
•
Membangun
budaya peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan di bangkunya masing-masing
sebagai bentuk tanggung jawab individu maupun kebersihan kelas dan lingkungan
sekolah sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
2. Pembiasaan periodik:
•
Membiasakan antri sebelum masuk kelas, dan pada saat bergantian
memakai fasilitas sekolah.
•
Peserta didik melaksanakan piket kebersihan secara beregu dan bergantian regu.
•
Menjaga dan merawat tanaman
di lingkungan sekolah,
bergilir antar kelas.
•
Melaksanakan kegiatan
bank sampah bekerja
sama dengan dinas kebersihan
setempat.
VI. Mengembangkan Potensi Diri Peserta Didik Secara Utuh
Setiap siswa mempunyai potensi yang beragam. Sekolah
hendaknya memfasilitasi secara optimal agar siswa bias menemukenali dan
mengembangkan potensinya.
Kegiatan wajib
dilaksanakan:
1.
Menggunakan
15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata
pelajaran (setiap hari).
2. Seluruh warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, siswa)
memanfaatkan waktu sebelum memulai pembelajaran untuk kegiatan olah fisik
seperti senam kesegaran jasmani,
dilaksanakan secara berkala dan rutin,setiap hari Jumat.
3. Seluruh warga sekolah (guru, tenaga kependidikan, siswa)
memanfaatkan waktu sebelum memulai pembelajaran pada setiap hari Sabtu untuk
kegiatan PRJ (Panggung Rekreasi Jiwa) di lapangan dengan menampilkan
pengalaman yang memotivasi kehidupan,juga boleh menghibur,dengan menampilkan
bakat seperti Lawak,Nyanyi,Cerita,Mesatua, deklamasi, mewirama
dll. Secara bergiliran baik dari guru,Pegawai dan Siswa.
4. Membentuk dan mengaktifkan GLS (Gerakan Literasi
Sekolah) Sastra Giri, SMK. Giri Pendawa
Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat
dilakukan oleh sekolah:
1. Pembiasaan umum:
•
Peserta
didik membiasakan diri untuk memiliki tabungan dalam berbagai bentuk (rekening Kopsek
Giri Amertha,bank, celengan, dan lainnya).Hal ini perlu digalakan dan
memberikan kesempatan pada peserta didik untuk terlibat dalam pengelolaan
Koperasi sekolah sehingga menumbuhkan jiwa intepreneur/kewirausahaan.
•
Membangun
budaya bertanya dan melatih peserta didik mengajukan pertanyaan kritis dan
membiasakan siswa mengangkat tangan sebagai isyarat akan mengajukan pertanyaan;
•
Membiasakan
setiap peserta didik untuk selalu berlatih menjadi pemimpin dengan cara
memberikan kesempatan pada setiap siswa tanpa kecuali, untuk memimpin secara
bergilir dalam kegiatan-kegiatan bersama/berkelompok seperti pembiasaan pada point
VI.3 diatas;
2. Pembiasaan periodik:
•
Siswa melakukan
kegiatan positif secara berkala sesuai
dengan potensi dirinya
seperti kerja bakti,gerakan sosial,mengikuti lomba,bersedekah dll.
VII.
Pelibatan Orangtua
dan Masyarakat di Sekolah
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu,
sekolah hendaknya melibatkan orangtua dan masyarakat dalam proses belajar.
Keterlibatan ini diharapkan akan berbuah dukungan dalam berbagai bentuk dari
orangtua dan masyarakat.
Kegiatan wajib
ada:
Mengadakan pameran karya siswa pada setiap akhir tahun
ajaran dengan mengundang orangtua dan masyarakat untuk memberi apresiasi pada
siswa.
Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan dan/atau
didukung oleh sekolah:
1. Pembiasaan umum:
•
Orangtua
membiasakan untuk menyediakan waktu 20 menit setiap malam untuk bercengkerama
dengan anak menanyakan mengenai kegiatan di sekolah
2.
Pembiasaan periodik:
•
Masyarakat
bekerja sama dengan sekolah untuk mengakomodasi kegiatan kerelawanan oleh
peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar
sekolah.
• Masyarakat dari berbagai profesi terlibat berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa di dalam sekolah seperti mengundang nara sumber dari berbagai kalangan profesional utamanya orang tua siswa,yang biasa dilakukan pada saat pembekalan prakerin.
Itulah
hal penting yang dapat saya sampaikan terkait dengan Penumbuhan Budi Pekerti di
sekolah kita SMK Giri Pendawa yang kita banggakan. Mari bergerak bersama utamanya
rekan rekan guru dan pegaawai agar bisa menjadi panutan bagi anak anak
kita,sehingga karakter anak anak kita menjadi insan yang berbudi luhur dan
berpancasila sebagai way of live-nya bangsa Indonesia,harap Sumarta.(manixs).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar