Kamis, 28 November 2024

XII PERHOTELAN DALAM LITERASI "ME-DHARMA SUAKA"

Gatra Humas,Sabtu 30 November 2024.

Kegiatan literasi Jumat,29 november 2024 hari ini berbeda dengan biasanya,karena kelas XII Perhotelan mengusung tema drama budaya dengan melakonkan episode "Me-dharma suaka" yaitu sebuah acara tahapan prosesi perkawinan di Adat Bali yang biasanya didahului dengan acara "mesedek" dimana dalam acara ini pihak pengantin laki-laki bersama ayah ibu dan saudaranya datang kerumah perempuan mengutarakan maksud dan tujuannya untuk meminang anak gadisnya,sekaligus membuat kesepakatan tentang acara selanjutnya. Barulah kemudian.

Acara berikutnya adalah "me-dharma suaka"  drama pendek yang dipentaskan oleh kelas XII PH dalam literasi di acara JBL(Jumat Bersih dan Literasi),dalam acara ini kehadiran pihak purusa mengajak keluarga besar terutama Jero klian(diperankan oleh Ketut Joniarta) dan Jero pemangku merajan (diperankan oleh I Putu Tedi Irawan) sebagai saksi medarma suaka sekaligus menegaskan "pepinangan" . Pihak keluarga predana/perempuan menyambut kehadiran pihak purusa/laki laki yang dipandu oleh seorang MC (diperankan I Kd.Joni Darmadi sebagai Jodar) agar acara tersebut berjalan lancar. Perwakilan pihak predana sebagai juru raos diwakili oleh I Nyoman Lanyuk(diperankan I Pt.Dwi Arta) menyambut dan menanyakan tujuan kehadiran para tamunya,kemudian dijawab dan dijelaskan oleh juru bicara pihak laki yaitu Dewa Gobler(diperankan Dw Kd.Sinarta) bahwa kehadirannya adalah ingin meminang putri bapak Nyoman Plegir (diperankan I Km.Ira Irawan) dan Men Rani(diperankan Ni Komang Rani) yang bernama Gek Asih (diperankan Ni Pt Asih Apriyani) untuk dinikahkan dengan Gung Tomblos(diperankan I Gd.Suma Nuarta) putra dari Gung De Kenjir (diperankanI Gd.Kertayasa) dan Sak Byang Ngepir (diperankan Ni Luh Vira Mirayanti) sekaligus memperkenalkan yang hadir bersama,sekaligus menyampikan terimakasih atas penyambutan dan mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Selanjutnya juru raos memanggil Geg Asih untuk bertanya lebih lanjut tentang kebenaran hubungan mereka,gek Asih datang dari kamarnya lalu duduk disamping bapaknya,disanalah ia ditanyai apakah memang benar gek asih suka sama gung De Tomblos,setelah dijawab dengan anggukan dan ayah ibunya melalui juru bicara sepakat merestui hubungan mereka dan menanyakan kelanjutan acaranya. Selanjutnya dijawab dan disampaikan rencana akad nikahnya oleh Dewa gobler selaku juru bicara pihak purusa dan dinyatakan akan diambil untuk dinikahkan tiga hari lagi. Setelah mencapai kesepakatan pengantin melakukan tukar cincin sebagai tanda pinangan sudah diterima dengan restu kedua belah pihak,disanalah kedua orang tua pihak purusa dan predana menasehati anak anaknya dalam rangka mengarungi rumah tangga,jangan henti henti belajar dan gek Asih bisa menyesuaikan diri di jero nantinya,semoga kalian hidup rukun selamanya,Juga saksi dari pemangku dan klian merajan memberi nasehat dan ketentuan  yang harus dilakukan setelah berumah tangga,dramapun diakhiri dengan rasa suka dan syukur kedua belah pihak ditutup dengan ucapan paramasanti dan salaman,rahayu ucap sang sutradara I Gst Ngurah Adi Sandi Putra,SE sekaligus wali kelas XII PH.(manixs)

 Kru "Me-Dharma Suaka"

 
Pragmen Me-Dharma Suaka dibawakan oleh
Siswa siswi kelas XII Akomodasi Perhotelan.




Minggu, 24 November 2024

HARI GURU MENUJU GURU HEBAT INDONESIA KUAT

 


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti.

Merujuk laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hari Guru Nasional ada, tidak lepas dari sejarah keberadaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI),dimana pada tahun 1912, berdirilah Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) sebagai wadah bagi semua kepala sekolah, guru desa, guru bantu, hingga perangkat sekolah lainnya untuk berkomunikasi dan bersilahturohim. Pada tahun1932, PGHB mengubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Lantaran saat itu Indonesia masih dalam genggaman penjajah maka mereka kaum penjajah,  tidak menerima unsur nama “Indonesia”. Kemudian pada jaman penjajahan Jepang, PGI dilarang untuk melakukan aktivitas. Namun pasca proklamasi kemerdekaan, PGI menggelar Kongres Guru Indonesia yang pertama di Surakarta, Jawa Tengah ,pada tanggal 24 – 25 November 1945. Kongres tersebut menghasilkan keputusan untuk menghapuskan perbedaan suku, ras, agama, politik, dan lainnya agar bergabung menjadi Indonesia seutuhnya dalam wadah PGRI. PGRI secara sah kemudian diakui melalui Keputusan Presiden No. 8 Tahun 1994 bersamaan dengan ditetapkannya Hari Guru Nasional tanggal 25 November,sehingga sampai kini  diperingati sebagai hari guru. 

Sehubungan dengan itu  peringatan hari guru ke 30 ,di Provinsi Bali dilaksanakan sesuai SE Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Nomor : B.10.400.14.1.1/50421/UK/DIKPORA tanggal 18 November 2024 prihal : Pelaksanakan Upacara Bendera       Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2024 dilaksanakan di sekolah masing masing dengan berpakaian adat sesuai kepantasan.

Hal tersebut kemudian ditindak lanjuti oleh Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta sekaligus sebagai pembina upacara dalam peringatan tersebut. Dalam amanatnya ,Sumarta membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti sebagai berikut :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua

Saudara-saudara, Bapak dan Ibu Guru yang mulia,

Pertama, marilah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wataala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala nikmat dan karunia yang terlimpahkan kepada kita, keluarga, dan seluruh bangsa Indonesia.

Kedua, saya mengucapkan selamat Hari Guru Nasional 25 November 2024 untuk para guru di seluruh tanah air, baik yang mendidik di kota-kota besar, satuan pendidikan yang ternama, maupun mereka yang mengabdi di pelosok desa, di satuan pendidikan dengan fasilitas, sarana prasarana pendidikan yang terbatas, ala kadarnya. 

Semuanya merupakan tugas mulia mencerdaskan dan memajukan bangsa.

Saudara-saudara, Bapak dan Ibu Guru yang berbahagia,

Hari Guru tahun ini mengambil tema Guru Hebat Indonesia Kuat. Tema tersebut memiliki tiga makna. 

Pertama, penegasan tentang arti dan kedudukan penting para guru. Sesuai Undang-undang Guru dan Dosen nomor 14/2005, guru adalah pendidik profesional yang bertugas mengajar, mendidik, membimbing, dan menilai hasil belajar para murid. 

Kedua, guru tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban. 

Para guru berperan mendidik para murid sehingga memiliki kecerdasan, keterampilan, dan karakter yang mulia. 

Ketiga, guru menentukan kualitas sumber daya manusia, generasi bangsa yang melanjutkan perjuangan dan bertanggung jawab memajukan bangsa dan negara. 

Guru yang hebat menentukan kualitas pembelajaran, kualitas lulusan, dan kualitas sumber daya manusia.

Sejalan dengan visi pendidikan bermutu untuk semua, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berusaha meningkatkan kualitas para guru melalui tiga program prioritas. 

 Pertama, pemenuhan kualifikasi guru. Terdapat ratusan ribu guru yang belum berpendidikan Diploma IV atau Strata 1. 

Secara bertahap, kementerian berusaha memberikan kesempatan bagi para guru untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan D-IV/S-1. Kedua, meningkatkan kompetensi guru tidak terbatas pada kompetensi akademik, pedagogik, moral, dan sosial tetapi juga kewirausahaan, dan kepemimpinan melalui berbagai pelatihan. 

Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter dan akhlak mulia, kementerian mulai memberikan pelatihan bimbingan konseling dan pendidikan nilai bagi para guru kelas dan guru bidang studi. 

Ketiga, kementerian berusaha meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi baik bagi guru ASN PNS dan PPPK, maupun non-ASN. Dengan peningkatan kesejahteraan, para guru diharapkan dapat meningkatkan dedikasi dan kualitas pembelajaran.

Kementerian juga berusaha menjamin keamanan para guru agar dapat bekerja dengan tenang dan terbebas dari segala bentuk intimidasi dan tindakan kekerasan oleh siapapun. 

Guru juga tidak seharusnya melakukan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Terkait dengan pelindungan guru, Kemendikdasmen akan menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang di dalamnya memuat kesepakatan agar masalah-masalah kekerasan dalam pendidikan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan atau restorative justice sehingga guru tidak menjadi terpidana.

Terakhir, sekali lagi, saya mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2024: Guru Hebat, Indonesia Kuat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 25 November 2024

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,

Abdul Mu'ti


Lebih lanjut Sumarta dalam amanatnya menegaskan bahwa peringatan hari guru adalah momentum yang sangat penting dan sakral ,momen ini mesti diperingati oleh siswa dan sangat tidak etis kalau guru menyanyikan hymne guru,itu sepatutnya siswa yang melakukan. Di Bali tentang acara ini sesungguhnya kita punya ajaran guru susrusa,yaitu ajaran untuk penghormatan terhadap guru, tidak hanya pada guru di sekolah tetapi yang lebih luas yaitu penghormatan kepada catur guru dan yang paling pertama dan utama adalah guru Swadiaya yaitu Ida Sanghyang Widhi Waca,karena Beliaulah alam semesta beserta isinya ini tercipta,kemudian kepada orang tua kalian di rumah,karena jasa beliaulah kamu ada,kemudian tidak kalah penting guru-gurumu di sekolah,karena beliaulah kalian terpelajar dan kepada guru wisesa/pemerintah patut kita hormat karena beliaulah tatanan berkehidupan dapat kita lakukan dan nikmati secara aman,tertib terkendali. Oleh karena itu sepatutnyalah kalian dan kami juga para guru wajib mengormati guru guru kita, kalau tidak, maka kalian akan alpaka guru,tulah pamidi tulah hidup dikatakan dalam ajaran agama kita. Hati hati nak,jangan sampai kita kena azab tulah,bahaya itu. 
Selanjutnya pada kesempatan ini juga, saya menyampaikan apresiasi kepada anak anak yang telah melakukan tugas atau swadarma aguron guron dengan baik,demikian juga kepada bapak ibu guru dan stap pegawai yang telah mengabdikan dirinya, dengan iklas untuk membimbing anak anak kita.Pada kesempatan ini juga saya ucapkan selamat hari guru ,dengan ajaran Catur Guru ,mari kita semangat mengisi diri, mengabdikan diri secara profesional, agar bapak ibu sekalian, menjadi guru yang hebat,karena dengan guru yang hebat akan melahirkan anak anak bangsa yang hebat pula, maka karena itu saya yakin Indonesia akan menjadi kuat. Untuk itu tidak berlebihan kiranya kalau saya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada bapak ibu sekalian,semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rakhmat dan karuniaNya kepada kita semua,pungkasnya.(manixs)     

foto kegiatan Hari Guru di SMK Giri Pendawa :
 








Selasa, 19 November 2024

PUTRI KEMBAR SISWI SMK GIRI PENDAWA RAIH MIMPI DIAJANG SPEACH CONTEST ENGLISH,DIES NATALIS KE 38 STKIP AGAMA HINDU AMLAPURA.

Gatra Humas,19 November 2024 –

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-38 STKIP Agama Hindu Amlapura dengan tema ‘Gema Kualitas Mahasiswa’, Putri siswi SMK Giri Pendawa berhasil meraih prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 dalam lomba “Speech Contest” berbahasa Inggris. Dalam lomba tersebut Putri mengusung  judul The Positive and Negative Impact of Globalization Technology on Education  , Dimana lomba ini diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai jenjang Pendidikan Tingkat SMA/SMK se Kabupaten Karanagsem.

Putri berhasil menunjukkan kemampuan berbicara yang luar biasa dalam menyampaikan pemikirannya mengenai dampak positif dan negatif dari teknologi globalisasi terhadap dunia pendidikan. Dalam pidatonya, ia menjelaskan dengan jelas bagaimana teknologi dapat memperluas akses pendidikan di seluruh dunia, namun juga memaparkan tantangan yang ditimbulkan, seperti ketimpangan digital dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran.

Keberhasilan Putri ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para juri dan peserta lainnya, serta menjadi kebanggaan bagi SMK Giri Pendawa. Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris yang luar biasa, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang isu-isu global yang relevan dengan dunia pendidikan.

Lomba Speech Contest  ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-38 STKIP Agama Hindu Amlapura, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.

Putri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh guru-guru dan teman-temannya, serta berharap dapat terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum dan berkontribusi lebih banyak dalam kegiatan-kegiatan positif di masa depan.

Ditanya mengenai persiapannya ,semuanya harus dilandasi dengan niat kuat dalam diri sendiri, memiliki semangat,ambisi,latihan menggunakan manajemen waktu yg tepat,saya bangun jam 03.50 s.d 04.50 untuk belajar lanjut pulang sekolah,sorenya sekitar jam 15.30 s.d 19.50 saya membaca teks sampai kita memahami isi teks yg akan mau di sampaikan agar nanti saat ingin menyampaikan isi teks tersebut ekspresi gerakan & vokal bisa sesuai dengan isi teks tersebut. Dalam teknik menghafal, yg putri gunakan adalah teknik pengulangan, menghafalkan 1 bait bertahap dan di ulang pengucapan barangkali 10 sampai 15 kali sampai benar benar hafal

Tidur jangan terlalu lama maksimal 8 jam untuk kesehatan tetap terjaga,jangan lupa minum air yg cukup tidak lupa melakukan meditasi mendengarkan musik , itu putri lakukan agar rasa takut, ragu dan kurang percaya diri yg ada di dalam diri itu bisa hilang .

Juga jangan lupa berdoa dengan niat yg tulus & memohon doa restu kepada keluarga ,guru guru dan teman teman,agar dalam setiap proses dan pada saat puncak acara tiba bisa berjalan dengan lancar dan membuah kan hasil/ nilai sesuai dengan usaha kita.

Putri juga mengngkapkan perasaannya sangat bahagia karna ternyata usaha putri tidak sia sia dan perasaan sedih yg tidak tau arah datang nya darimana, kadang muncul,namun dengan doa dan mendekatkan diri pada Tuhan,semuanya bisa dilampaui,ungkapnya.ia berpesan jika kalian memiliki niat yg tulus, jujur, apa adanya, berani, percaya diri & berpikir positif dan mau mencoba semua hal yg bisa memberikan dampak positif dan konsisten dalam melakukan setiap proses yg sedang di lalui ,dengan memanfaatkan waktu sebaik baik nya, pasti usaha itu akan membuahkan hasil sesuai dengan keinginan, tapi jika memang saat ini usaha yg kalian lakukan belum sesuai dengan mimpimu jangan pernah berkecil hati, berpikir lah bahwa rencana-NYA jauh lebih baik suatu saat nanti untuk kita.Jangan lupa senantiasa ingat pada jasa orang yang mendukung kita dalam berproses,mulai dari orang tua,saudara,bapak ibu guru,sahabat,karena merekalah kitab bisa,terimakasih orang orang baik yang mendukungku,ungkapnya dengan senyum sumringah.
Putri sang juara Speach contest

Persiapan lomba

Saat menerima hasiah

Piala bergengsipun diraih





 

Selasa, 12 November 2024

PENDAKIAN SPIRITUAL DENGAN NGAYAH MUNDUT CATUR DI PURA PASAR AGUNG

Sebudi,16 November 2024,Karya Tabuh Gentuh Wana Kertih, Segara Kertih lan Nubung Pedagingan di Pura Pasar Agung Desa Sebudi, Kecamatan Selat,merupakan upacara besar yang hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali yang puncaknya pada Purnama Kelima 16 November 2024 dan mesineb 27 November 2024,sehingga kesucian sekitar Pura Pasar Agung menjelang hingga berakhirnya karya wajib dijaga bersama-sama termasuk tidak diijinkannya mendaki Gunung Agung selama karya berlangsung,ungkap humas Pr.Pasar Agung I Wayan Suara Arsana disela sela ngayah mendak catur berama OSIS dan siswa Kelas XII AP SMK Giri Pendawa tadi pagi.

Rombongan pengayah dari SMK Giri Pendawa dikomandoi Ni Wayan Melina Pebriani,SS pendamping Waka Humas,mengajak serta guru pendamping siswa, I Gst.Gde Ngurah  Adnyana dan staf TU I Kadek Ariaawan dengan 13 orang anak anak OSIS serta 11 orang siswa kelas XII AP. Dalam keberangkatannya masing masing membawa sepeda motor kumpul jam 07.45 Wita di Pasar Selat dan berangkat bersama menuju Pura Pasar Agung sampai disana sekitar jam 08.10.rombongan diterima pemangku setempat untuk mengadakan persembahyangan bersama sebelum ngaturang ayah,kemudian sekitar pukul 08.30 mulai ngaturang ayah dengan mengangkut bakti catur dari parkir menuju pelataran Pura Pasar Agung,yang jaraknya lumayan jauh dengan anak tangga yang cukup menanjak,untuk bisa melaksanakan ngayah membawa catur ini perlu stamina yang kuat dan hati yang sungguh sungguh untuk ngayah. Didukung oleh hembusan angin yang sepoi sepoi dengan udara yang segar di pegunungan,maka rasa lelah terobati ,lebih-lebih ,panorama  alam pegunungan sekitar pura yang begitu indah. Karenanya peserta ngayah dapat melakukan pendakian bolak balik hingga empat kali naik turun membawa banten dari parkir hingga pelataran pura yang berjarak mendaki sekitar 300 m. Usai ngangkut catur juga sempat ngaturang ayah mereresik disekitar wantilan jaba Tengah yang kondisinya perlu dibersihkan. Pada kesempatan tersebut humas Pura Pasar Agung I Wayan Suara Arsana menyampaikan ucapan terimakasih atas bersinerginya SMK Giri Pendawa dalam rangka ngaturang ayah pada karya di Pura Pasar Agung,kami panitia juga berharap lagi nanti pihak sekolah untuk dapat kembali ngaturaang ayah yang waktunya akan kami informasikan lebih lanjut,semoga atas partisipasi dan keikut sertaannya mepengayah kami doakan semoga SMK Giri Pendawa semakin maju dan terkenal dimasa mendatang,pungkas Suara. Pada kesempatan tersebut ketua rombongan Ni Wayan Melina Pebriani juga mohon maaf karena bapak kepala sekolah dan waka Humas beserta beberapa guru sedang dalam keadaan cuntaka,sehingga sejumlah ini yang bisa nangkil untuk ngayah,semoga dikesempatan yang akan datang bisa lebih banyak,uajar peby panggilan akrab pendamping waka humas.rombongan kemudian pamit dari pelataran pura Pasar Agung sekitar jam 13.30 Wita untuk Kembali ke kediaman masing masing,rahayu(Peby).
Mendak nedungang catur di parkiran


Pendakian spiritual ngayah mundut catur

Foto bareng sebelum mepamit

Sedang di tempat parkir mau pulang


Senin, 11 November 2024

UJI PETIK,VALIDASI TEORI DENGAN FAKTA LAPANGAN

SMK Giri Pendawa  Jumat, 8 Nopember 2024 dikunjungi Tim Uji Petik Peningkatan kualitas Dapodik dari Balai Penajaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali yang dihadiri oleh Ni Wayan Karyawati.diterima langsung Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta di ruang kerjanya didampingi para waka dan operator sekolah I Komang Pande Setiawan.

Pada kesempatan itu Karyawati memaparkan tujuannya datang ke sekolah ini,  untuk melakukan Uji Petik Pengingkatan Kwalitas Dapodik di SMk Giri Pendawa,  membandingkan data yang ada di dapodik dengan kondisi nyata di lapangan dengan kata lain untuk memvaliadasi data dapodik, sehingga kesahihan data  di dapodik cocok dengan kondisi riil dilapangan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa  Data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) SMK Giri Pendawa perlu dilakukan validasi dan verifikasi oleh pihak Balai Penjamianan Mutu Pendidikan ,agar data yang terkumpul benar-benar akurat dan sesuai kondisi nyata.Proses ini penting dilakukan untuk;

1.     Mendukung Kebijakan Pendidikan
Data yang valid dan akurat membantu pihak dinas pendidikan dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran. Misalnya, penyaluran bantuan atau program peningkatan fasilitas, yang didasarkan pada data kebutuhan sekolah.

2.     Menghindari Kesalahan Anggaran
Data yang sudah diverifikasi memastikan perhitungan anggaran yang lebih akurat, sehingga dana pendidikan bisa didistribusikan secara optimal, sesuai jumlah siswa, guru, dan kebutuhan sekolah lainnya.

3.     Monitoring dan Evaluasi Kinerja
Validasi dan verifikasi membantu dinas dalam memantau perkembangan kualitas pendidikan di SMK secara nyata. Hal ini mendukung evaluasi kinerja dan identifikasi area yang perlu ditingkatkan.

4.     Menghindari Penyalahgunaan Data
Data yang valid mencegah terjadinya data fiktif atau manipulasi data, sehingga bantuan dan program yang diberikan benar-benar sampai pada sekolah dan siswa yang berhak.

Ungkap Karyawati

Kepala SMK Giri Pendawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih  kepada perwakilan BPMP,yang telah memberi perhatian serius dalam mengawal perkembangan SMK Giri Pendawa kedepan, terutama dalam hal kwalitas data yang terinput di dapodik.

Usai ramah tamah dengan disuguhan  kopi dan teh  serta pisang goreng hasil  praktek siswa kelas XII Tata Boga baru dilanjutkan keacara utama yaitu memvalidasi data dapodik  melalui penyandingan jawaban quistioner dengan data lapangan seperti data administrasi dan fakta lapangan yang ditinjau langsung keliling sekolah melihat situasi riil dengan diantar oleh kepala sekolah yang didampingi waka sarana dan prasarana I Gst.Ngr Adi Sandi Putra.

Pada saat berkunjung ke Lab Tata Boga yang diterima langsung oleh Kaprodi Tata Boga Dewa Putu Suarya memberikan penjelasan secara detail tentang alat dan mekanisme kerja siswa praktek,Karyawati cukup antusias mendengarkan penjelasan dan sesekali ia bertanya serta memberikan apresiasi dan saran sehingga kondisi dialogis sangat inten,juga melihat ketrampilan siswa melakukan praktek cukup trampil,dengan senyum senyum ia berkeliling menyaksikan kegiatan praktek tersebut. Akhirnya usai berkeliling kemudian dijamu dan dilayani oleh siswa kelas XII TB di restaurant dengan hasil prakteknya berupa Soup dan Chicken Cordon Blue. Setelah usai santap siang,petugas Uji Petik menyampaikan evaluasi dengan memberikan  arahan, terkait beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan di SMK Giri Pendawa, Point pentingnya adalah data tingkat kerusakan bangunan yang ada, agar terus diupdate, dan diperbaharui, serta data PTK yang mutasi agar segera dilakukan pemutakhiran data,tegasnya.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto Bersama dan disertai ucapan terimakasih,dengan harapan agar pihak terkait senantiasa memberikan perhatian pada SMK Giri Pendawa yang juga mendidik anak anak bangsa walaupun sekolah swasta,pemerintah hendaknya tidak membedakan sekolah negeri dan swasta ,pemerintah kadang lebih cendrung memberi perhatian lebih kepada sekolah negeri ,harap Sumarta ketika melepas petugas BPMP.(Pande Setiawan)


Surveyor saat diterima di ruang Kepala Sekolah didampingi para waka dan operator. dari kiri 
Ni Wyn. Karyawati(surveyor),Kepsek,Waka Humas,Waka Kurikulum,Waka Sarpras,Waka Kesiswaan
dan operator dapodik I Nyoman Pande Setiawan.

Kepsek di ruang Lab TB

Kaprodi TB memberi penjelasan kepada tim.


Peninjauan lingkungan sarpras sekolah bersama Kepsek,Waka Sarpras dan Kurikulum


Cru XII TB menyiapkan hidangan


Hasil kerja/praktek siswa kelas XII TB

Kepala sekolah mendapingi surveyor

 
Foto bersama sebelum pulang.



Kamis, 07 November 2024

YAKINLAH AKU PASTI BISA

Namanya Ni Putu Lestari siswi SMK Giri Pendawa kelahiran Besakih,11 Maret 2009 kakak dari I Kadek Hery Pramana,terlahir dari orang tua yang Bernama Ni Ketut Suarti seorang pedagang dengan seorang petani yang bernama  I Nengah Suardana sama sama dari Besakih,Kecamatan Rendang ,KAbupaten Karangasem. Dalam Wawancaranya dengan Gatra Humas(GH),ia menceritakan pengalamannya waktu SMP pernah mengikuti lomba Busana Adat Bali,membaca UUD 1945,pernah juga sebagai Juara Kelas,Juara umum di kelas 9 dan di jenjang SMK pernah mengikutil lomba Gerak Jalan dan Lomba Membaca Teks Sumpah Pemuda pada peringatah Hari Sumpah Pemuda ke 96 Tahun 2024 kemarin.

 

Tari panggilan akrab gadis berbintang Pisces ini bercerita kepada GH,bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana,pada umur 4th ia mempunyai adik laki-laki, waktu itu rasa iri muncul dengan kehadiran adiknya,karena orang tuanya seolah olah lebih menyayangi adiknya daripada dirinya.Sifat jahatnya pernah muncul ketika ia menutupi wajah adiknya dengan menggunakan bantal dan selimut mengakibatkan adiknya sesak nafas karena dibekam. rasa iri menyelimuti hatinya,tapi sekarang saya merasa sangat bersalah atas perbuatan saya waktu itu, namun saya gengsi untuk mengungkapkannya,ujarnya penuh penyesalan,namanya juga anak anak,ketusnya.  

Singkat cerita pada saat berumur 7th,ia tumbuh menjadi anak yang begitu nakal,saking nakalnya pernah di seret sejauh 50 meter, tapi itu tidak seberapa menurutnya .Selain itu kakinya pernah diancam dipotong oleh orang tuanya, namun dilarang oleh tetangganya,di pikir-pikir kocak juga kejadian waktu itu kenangnya.tetapi sekarang ia sudah tumbuh dewasa dengan penuh rasa menyesal karena sudah melukai hati ibu dengan begitu dalam.Namun saya sekarang saya merasa sangat bersyukur karena memiliki ibu seperti ibu yang sekarang,yang memiliki rasa sabar seluas samudra untuk menghadapi anak perempuan yang sangat sulit di atur. I LOVE U MOM❤️,bisiknya.

Selanjutnya Ketika di masa SMP ia pernah ikut lomba menbaca UUD 1945 dan Busana Adat Bali,pada waktu itu dengan pd-nya saya mengajukan diri untuk mengikuti lomba tersebut, H-1 minggu saya mulai mempelajari teks yang sudah diberikan,saya belajar dan terus belajar.H-1 hari saya sudah mempersiapkan suara dan segala macem persyaratnnya,namun sialnya pada hari H saya grogi dan pada akhirnya saya salah membacanya ,sehingga saya merasa sangat malu, namun itu sebuah pengalaman berharga sekaligus memalukan buat diri saya,celetuknya.

Pada saat bulan bahasa 1th yang lalu saya mengikuti busana adat Bali.Saya mengikuti lomba itu karena di tunjuk oleh teman sekelas,awalnya sih saya nolak tapi setelah saya pikir-pikir lagi saya mau mengikuti lomba tersebut.H-2 minggu, saya berlatih dengan pasangan saya,saya berlatih tidak hanya berdua tetapi ditemani oleh teman-teman .H-2 saya berlatih lebih serius tanpa bercanda lagi,pas hari H siapa sangka ternyata lombanya tidak berpasangan☺️,tetapi saya tetap tampil walaupun tidak ada persiapan tampil tunggal.Saya tampil dengan rasa grogi,gemeter,dan ya gitu dehh.Singkat cerita tiba lah pengumuman juara,pada saat itu sedikit pun tidak ada benak pikiran saya untuk mendapatkan juara,Tetapi siapa sangka saya mendapatkan juara 1.Itu menjadi motivasi saya untuk mengikuti lomba-lomba lainnya. Seperti saat mengikuti lomba Membaca Teks Sumpah Pemuda pada peringatan hari sumpah pemuda ke 96 yang baru lalu,saya juga yakin dengan konsep diri untuk tidak ragu mencoba dan meyakinkan diri ,aku pasti bisa,maka astungkara perjuangan tidak menghianati hasilnya, maka puji Tuhan predikat Juara I Membaca naskah teks sumpah pemuda diserahkan oleh Pak Wayan Suiji Waka Humas mewakili kepala sekolah kepada diri saya,ucapnya dengan sumringah.

Jadi,dari situ saya banyak belajar untuk tidak ragu mencoba hal-hal baru.Kita harus yakin bahwa kita bisa melewati hal itu walaupun tidak dengan jalan yang mulus,tetapi jangan menyerah hanya karena gagal 1x.Teruslah cobak hingga kamu berhasil,ingat YAKINLAH AKU PASTI BISA,pesannya sambil mengepalkan tangannya, mengakhiri perbincangan dengan GH.(Tari/manixs)

Sebagai Juara I Lomba Membaca Teks Sumpah Pemuda,sertifikat dan uang pembinaan
diserahkan oleh Drs.I Wayan Suiji Waka Humas,mewakili Kepala Sekolah

Tari berfose saat mengikuti lomba Gerak Jalan 17an kemarin

fose didepan Lab Perhotelan


Selasa, 05 November 2024

RESEP SEDERHANA UNTUK BAHAGIA



Semua orang pada prinsipnya  ingin hidup bahagia,namun tidak semua orang bisa mencapainya tergantung orang bersangkutan,karena sesungguhnya Bahagia itu kita yang membuatnya.

Mencapai kebahagiaan itu pada dasarnya sangat personal dan bisa berbeda-beda bagi setiap orang, tetapi ada beberapa prinsip umum yang sering dihubungkan untuk mencapai kehidupan yang lebih bahagia dapat dilakukan dengan pengelolaan diri seperti:

1.     Menjaga Kesehatan Fisik

Menjaga Kesehatan fisik adalah salah satu hal yang paling menentukan kebahagiaan, bagaimana caranya menjaga Kesehatan fisik,dapat dilakukan dengan Olahraga teratur karena Aktivitas fisik dapat merangsang pelepasan endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Ini bisa meningkatkan mood dan mengurangi stres. Apalagi diimbangi dengan pola makan yang seimbang dengan makanan bergizi dapat meningkatkan energi dan mendukung keseimbangan emosi. Jangan lupa Tidur yang cukup karena Tidur yang baik berperan penting dalam kesejahteraan fisik dan mental.

2.     Menjaga Kesehatan Mental ,dapat dilakukan dengan ; Mindfulness atau meditasi karena Latihan mindfulness atau meditasi membantu mengurangi kecemasan, meningkatkan fokus, dan membuat kita lebih hadir dalam setiap momen. Kelola stress  dengan mencari cara-cara sehat untuk mengelola stres, seperti melalui hobi, berbicara dengan teman, atau kegiatan relaksasi. Yang tidak kalah penting Kelola Pikirkan secara positif caranya berlatih untuk melihat sisi positif dari situasi dan berfokus pada hal-hal yang kita syukuri.

3.     Hubungan Sosial yang Sehat, dapat dilakukan denganmembangun hubungan yang mendukung: Berinteraksi dengan orang-orang yang positif dan mendukung bisa meningkatkan rasa kebahagiaan. Koneksi sosial yang baik dapat memberikan rasa aman dan kebersamaan. Hal yang tidak kalah penting usahakan berbagi waktu dengan orang yang kita cintai,Kualitas waktu bersama keluarga dan teman-teman dapat memperkuat ikatan emosional dan meningkatkan perasaan bahagia. Kalau bisa berusahalah untuk Belajar memberi/bersedekah,Membantu orang lain, baik melalui kebaikan sederhana atau dukungan konkret, akan dapat memberikan rasa puas dan kebahagiaan tersendiri.

4.     Tingkatkan Rasa Syukur pada diri,misalnya dengan mempraktikkan rasa syukur Setiap hari, seperti  merenungkan hal-hal kecil yang membuatmu bersyukur. Ini bisa membantu mengalihkan perhatian dari kekurangan dan memperkuat perasaan bahagia.Kemudian apresiasi pencapaian dirimu ,Hargai setiap langkah kecil yang telah kamu capai, baik itu dalam pekerjaan,aktivitas di sekolah, hubungan, atau tujuan pribadi.

5.     Tentukan Tujuan Hidup yang Jelas,misalnya dengan menetapkan tujuan yang bermakna sehingga akan bermakna memberikan arah dan motivasi untuk menjalani kehidupan dengan lebih positif. Selanjutnya bagaimana kita berbuat baik dan memberi makna pada hidup : Fokus pada memberi manfaat bagi orang lain dan dunia di sekitar kita, misalnya melalui pekerjaan, sukarelawan, atau menjadi inspirasi bagi orang lain.

6.     Belajar dari Pengalaman dan Kesalahan,Terimalah kegagalan sebagai Pelajaran : Kebahagiaan bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi lebih pada bagaimana kita menyikapi tantangan dan belajar dari pengalaman buruk.Kemudian fokus pada pertumbuhan pribadi: Setiap kesulitan atau kesalahan adalah kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat,disinilah pentingnya kita introspeksi diri agar bisa bahagia.

7.     Waktu untuk Diri Sendiri,Berikan waktu untuk diri sendiri,sisihkan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan, seperti hobi atau menikmati alam, dapat meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Selanjutnya Kenali dan terima diri sendiri: Menerima diri apa adanya dan merasa nyaman dengan diri sendiri, tanpa terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain, adalah langkah penting menuju kebahagiaan.

8.     Mengurangi Kecemasan dan Beban Mental,dengan cara kurangi konsumsi media social karena media sosial bisa membuat kita merasa kurang puas dengan hidup kita. Batasi penggunaannya dan lebih banyak habiskan waktu dengan kegiatan yang lebih bermakna,jangan mulu bermedsos. Berfokus pada apa yang dapat dikendalikan,alihkan perhatian dari hal-hal yang di luar kendali kita dan fokuskan energi pada hal-hal yang bisa kita ubah dan bis akita laksanakan.

9.     Bersikaplah Fleksibel dan Terbuka, caranya terima perubahan dengan lapang dada karena Kehidupan ini memang penuh dengan perubahan. Kemampuan untuk beradaptasi dan menerima perubahan dengan sikap positif bisa membuat kita lebih bahagia. Yang tidak kalah penting jangan takut untuk mencoba hal baru,Eksplorasi dan tantangan baru dalam hidup dapat membawa kebahagiaan dan kepuasan.

10.  Carilah Kehidupan yang Seimbang,menjaga keseimbangan antara pekerjaan/tugas dan kehidupan pribadi hal yang sangat penting,Jangan terlalu fokus pada pekerjaan sampai melupakan waktu untuk keluarga, teman, dan diri sendiri. Juga prioritaskan apa yang penting , Tentukan apa yang benar-benar bernilai dalam hidup dan usahakan untuk memberi perhatian lebih pada hal-hal tersebut.

Itulah Langkah sederhana yang menjadi resep sederhana untuk mencapai Bahagia,namun ingat, bahwa kebahagiaan adalah perjalanan, bukan tujuan akhir. Setiap orang memiliki cara dan jalan yang berbeda untuk mencapainya, dan penting untuk menghargai proses serta menemukan kebahagiaan dalam momen-momen sederhana.Selamat mencoba,semoga semua hidup berbahagia,astungkara.(manix,disarikan dari berbagai literasi) 

PENDEWASAAN DEMOKRASI INDONESIA

 


Bali Tribune / I Komang Warsa - MDA Kecamatan Rendang

balitribune.co.id | Sebagai sebuah negara demokrasi tentu Pemilu sebagai peranti untuk menyuarakan aspirasi rakyat terhadap negara.  Demokrasi, sebagai sistem pranata  pemerintahan yang berdasarkan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan tentu ujungnya adalah untuk kesejahtraan rakyat. Hajatan pemilu seharusnya bergembira dalam menyambut pesta demokrasi, layaknya pesta-pesta yang lainnya. 

Demokrasi menjadi wahana bagi kebebasan berekspresi gagasan atau menyuarakan gagasan yang dititip melalui wakil rakyat  di pemerintahan. Yang mewakili harus menjaga keadaban sebagai negara demokrasi.

Namun, di Indonesia terutama dalam konteks hajatan demokrasi yang disebut Pemilu/Pemilukada, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi sorotan dan buah bibir di kalangan pemangku kepentingan “politik”.  ASN serasa geli, menjadi risih bahkan diambang ketakutan setiap datang pesta demokrasi disebut Pemilu/Pemilukada. 

ASN seakan menjadi  dongkrak politik untuk mengangkat beban demokrasi yang begitu berat dan agar betul-betul terlihat sebagai negara demokrasi. ASN menjadi pusat perhatian tatkala Pemilu sehingga ASN seperti gadis yang sensitif terhadap rangsangan politik dan terkadang selalu menggoda.

Hak politik dikebiri oleh netralitas tapi kewajiban politik tetap berjalan sesuai fitrah demokrasi sebagai warga negara yang menjungjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Aturan yang selalu  kontroversial, khususnya dalam larangan terhadap sembilan pose ASN sepertinya sangat sensitif.

Hal ini memicu perdebatan tentang apakah demokrasi Indonesia terlalu sensitif  atau belum dewasa. Jika seandainya pula warna pakaian, gaya swafoto sampai gestur tubuh dalam berpose masih diatur saat jelang Pemilu, pertanda demokrasi Indonesia masih proses pendewasaan dan perlu nutrisi agar cepat tumbuh subur dan dewasa. Jika hal ini terjadi berarti demokrasi kita menjadi beku dan politik menjadi kaku.

Larangan terhadap sembilan pose ASN menjadi cermin kehati-hatian pemerintah dalam menjaga netralitas ASN. Namun, banyak yang berpendapat bahwa kebijakan ini menunjukkan ketidakdewasaan dalam memahami esensi demokrasi.  Demokrasi seharusnya bukan hanya tentang melarang pose tertentu, melainkan memberikan kebebasan ekspresi yang lebih luas yang tetap dibingkai oleh aturan. Partai adalah rumah demokrasi tempat berkreasi menuju dedikasi kekuasaan yang bermartabat.

ASN menjadi salah tingkah bahkan ada semacam ketakutan menyambut datangnya pesta demokrasi hanya karena ada pergeseran makna kata netralitas. Jika demokrasi kita terlalu sensitif nanti berpakaian pun orang menjadi takut bahkan bisa jadi pakaian ASN bisa putih dan hitam agar tidak mencirikan warna partai tertentu, ironis. Dagelan politik hanya terjadi pada demokrasi yang belum dewasa.

Analogi demokrasi kita bagai anak kecil yang mudah terpengaruh mungkin mencerminkan kondisi demokrasi saat ini. Seperti anak kecil yang membutuhkan bimbingan, tuntunan agar bisa berjalan tegak dengan politik sebagai penyangga pilar demokrasi. Demokrasi juga perlu diarahkan dan dibimbing dengan aturan yang bijaksana berkeadilan.

Namun, kebijakan yang terlalu membatasi ekspresi ASN dapat dianggap sebagai tindakan paternalistik yang mereduksi demokrasi menjadi sekadar simbol tanpa substansi. Netralitas ASN masih bersifat abu-abu karena ASN masih menentukan sikap sebagai pilihan di bilik suara. Lantas dengan memberikan hak suaranya masih bisa dikatakan netral? Keabu-abuan ini melahirkan sifat yang sensitif sedikit disentuh teransang sehingga terjadi  orgasme politik.  

Netralitas ASN seharusnya dapat diwujudkan melalui representasi politik yang matang dan dewasa, bukan melalui pembatasan pose atau hanya sebatas gestur sebagai Bahasa tubuh. Demokrasi yang berkualitas seharusnya mampu mengakomodasi beragam ekspresi tanpa mengorbankan ASN dengan dalih netralitas. Jika kita terlalu fokus pada larangan-larangan semacam ini, kita dapat kehilangan esensi sejati dari demokrasi yang memberdayakan individu untuk menyuarakan pendapatnya.

Ilmu tanda “semiotik” bukan milik partai politik tetapi milik semua orang bergantung pada kesepakatan yang bersifat konvensional.  Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita harus takut dalam membahas isu-isu sensitif dalam konteks demokrasi? Kebebasan berbicara dan ekspresi adalah pilar penting dalam sebuah demokrasi yang matang. Jika kita terlalu takut atau terkekang, demokrasi tersebut bisa menjadi sekadar ilusi tanpa ruang bagi dialog yang sehat dan konstruktif.

Pembelajaran dan Pendidikan demokrasi harus hadir di rumah karakter yang disebut sekolah melalui pemilihan ketua OSIS sebagai ajang Pendidikan demokrasi. Kita tidak boleh alergi berpolitik karena semua bermuara pada kanal-kanal politik. Hadirkan dan perkenalkan demokrasi sehat dan beradab sedini mungkin lewat hajatan pemilihan ketua OSIS di sekolah-sekolah.

Politik adalah sebuah konsep negara yang didalamnya berbicara mengenai kebaikan bersama, keteraturan, kesejahteraan, kebahagiaan dan penyelesaian suatu konflik. Dari politiklah pemimpin dilahirkan, dari politik pula kebijakan ditetapkan, dari politik hukum dirumuskan, dan dari politik pula Pendidikan diformulasikan.

Langkah-langkah yang terlalu berlebihan dalam mengatur ekspresi ASN juga dapat membuka pintu bagi potensi penyalahgunaan kekuasaan. Ketakutan untuk menyebutkan angka 1, 2, dan 3 mungkin menciptakan lingkungan yang tidak sehat, di mana masyarakat menjadi enggan menyuarakan pendapatnya karena takut mendapat sanksi. Demokrasi seharusnya menciptakan ruang bagi dialog terbuka, bukan memupuk ketakutan. Jangan-jangan saat pesta demokrasi tangan menjadi kaku dan angka 1. 2, dan 3 menjadi takut diucap. Jika angka 1,2, dan 3 takut  diucap merupakan ciri demokrasi masih balita yang penuh ketakutan.

Lebih lanjut, ASN seolah-olah dikekang dalam simbol partai politik. Hal ini menciptakan suasana di mana netralitas ASN terancam, dan tugas-tugas mereka dapat dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap suatu paham politik tertentu. Politik seharusnya mampu berdiri di atas kepentingan partai, dan netralitas ASN seharusnya dijaga tanpa merasa terkungkung oleh simbol-simbol politik tertentu.

Dalam menghadapi tantangan kompleks demokrasi, penting bagi pemerintah untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara menjaga netralitas ASN dan memberikan ruang bagi kebebasan ekspresi. Kebijakan yang terlalu restriktif dapat merugikan dinamika demokrasi dan merugikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.

Sebagai negara demokratis yang berkembang, Indonesia perlu terus berinovasi dalam merancang kebijakan yang mendukung esensi demokrasi. Bukan hanya melalui larangan-larangan yang bersifat simbolis, tetapi melalui langkah-langkah konkret yang mengukuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokratis. Sehingga, kita dapat melihat demokrasi Indonesia bukan hanya sebagai sistem yang sensitif, tetapi sebagai sistem yang matang, inklusif, dan memberikan kebebasan sejati kepada setiap warganya. Disemogakan demokrasi tumbuh dewasa dan sehat bermartabat.