Minggu, 03 November 2024

PUTRI KEMBAR ,SI JAGO PUISI RAIH MIMPI DENGAN ACTION

 

NI LUH BUNCING PUTRI KEMBAR siswi  kelahiran 8 September 2009 memiliki cita cita sebagai Wanita karier ,terlahir dari pasangan   NI WAYAN LESTIANI dengan I KADEK MERY ANDANA pekerjaan wirausaha. Putri panggilan akrab gadis ini memiliki saudara kembar buncing yang bernama I MADE KEMBAR PUTRA DANA SENTANA. Putri dalam konsepnya mempunyai 3 prinsip hidup yakni knowledge, skill & etitude,dengan motto : Konsisten, disiplin, jujur, ramah, mandiri, berani, kreatif, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, percaya diri & memiliki wawasan yg luas.

Dihubungi via WA, putri menjelaskan tentang kisah hidupnya,mulai dari Sekolah Dasar ia pernah menjuarai lari jarak jauh dan lomba metembang sedangkan dikala SMP menyabet sebagai Juara Kelas,Lomba IPA,Lomba Bahasa Indonesia,Lomba kepramukaan,Lomba membaca teks proklamasi, Lomba puisi ,Lomba gerak jalan disamping itu ia aktif di OSIS dan ekskul Silat.  Selanjutnya di SMK aktif juga di Literasi dan gerakjalan sebagai danton,terakhir ini dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke 96 berhasil menjadi juara I lomba baca Puisi.

Ditanya mengenai kisah hidupnya Putri mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari keluarga yg sederhana dan penuh dengan lika liku kesedihan & kebahagiaan. Saya lahir di tajun " Buleleng " dengan identitas bersaudara kembar ( cewek/cowok) yg biasa di sebut ( KEMBAR BUNCING), cerita ini di mulai dari saya berumur 3 bulan, dimana saat itu ibu dan ayah saya memutuskan untuk bercerai ,ibu saya memutuskan untuk bekerja jauh (di luar negeri) sebagai karyawan SPA di sebuah perusahaan ternama dan akhirnya saya di rawat dan didik oleh keluarga dari ayah yaitu nenek & kakek saya . Singkat cerita saya sudah berumur 6 tahun dan mulai mengenal pendidikan di tingkat SD yg dimana dominan biaya yg di keluarkan di tanggung oleh kakek & nenek saya, dengan kondisi kakek saya adalah seorang petani dan tukang ojek, nenek saya sebagai ibu rumah tangga , meraka adalah pahlawan bagi saya karna berkat beliau saya bisa tumbuh besar dalam keadaan sehat, saya sangat bersyukur sekali mempunyai sosok pahlawan tanpa mengharapkan jasa seperti beliau. Singkat cerita di saat masih duduk di kelas 1 , nenek dan kakek saya memutuskan untuk  cerai, sama seperti kisah ibu & ayah saya, dan saat itu juga saya langsung dipindahkan ke daerah karangasem, kecamatan selat, desa muncan, di sana saya tinggal di rumah keluarga ayah saya,lebih tepat nya dirumah kakek yg ke -3 dari 11 bersaudara, saya sangat berterima kasih atas hati baik beliau saya masih bisa bertahan hidup dan melanjutkan sekolah tingkat SD selama 1 tahun. Singkat cerita saya naik ke kelas 2 dan disitu ayah saya memohon kepada kakek saya untuk memberikan hal asuh anak kepada nya karna ayah saya ingin merawat saya dan adik dibawa ke tempat ayah saya tinggal, " Keramas, Gianyar, Bali" , dan ternyata ayah saya telah menikah dengan wanita lain ( dan bisa disebut ibu angkat / tiri) , selama saya tinggal dengan keluarga baru ayah saya, kehidupan saya dan adik saya berubah drastis dimana saya tidak lagi mengenal rasa kasih sayang dan cinta seorang ibu seperti ibu kandung sendiri, dimana ibu tiri itu selalu memarahi , membohongi, dan memperlakukan saya dan adik saya selayaknya nya pembantu dirumah itu, dan uang bekal yg di kasi ayah saya, di ambil begitu saja tanpa alasan oleh ibu tiri itu, tapi saya waktu itu tidak tau mana perbuatan yg baik dan benar, jadi saya hanya bisa menahan lapar & nangis. Tetapi saya tidak mudah menyerah, saya selalu percaya akan adanya Tuhan, saya selalu berdoa kepada-Nya, saya selalu memohon agar saya diberikan petunjuk jalan kebahagiaan dan saya memohon agar Tuhan mempertemukan saya dengan ibu kandung saya. Singkat cerita saya sudah naik ke kelas 6 , dimana kondisi datang nya wabah virus COVID-19. Dan semua siswa belajar dirumah, dan sejak saat itu detik detik doa saya terkabulkan, dimana saya bertemu dengan ibu saya , tapi saya tidak paham dengan diri saya kenapa di saat saya bertemu dengan ibu saya, saya merasakan perasaan yg hampa , padahal ibu kandung saya sangat menyayangi saya tanpa mengenal tanda jasa sama seperti kakek dan nenek saya dulu yg telah merawat saya, apakah ini yg dinamakan mandiri? Tanpa merasakn kasih sayang dari seorang ibu?, tapi saya tetap bersyukur karna Tuhan telah mempertemukan saya dengan ibu saya, sejak saat itu saya kira ibu saya dan ayah saya kan kembali bersatu tapi takdir berkata lain, saya di antar ke rumah keluarga ibu saya dan di sana saya di rawat oleh nenek dari ibu saya, kakek saya pun menerima permintaan ayah saya tersebut. Dan kemudian saya & adik saya di saya, saya tidak tau alasan ayah saya membawa saya kerumah ibu saya, tapi saya sangat merasa bersyukur dan bahagia karna detik detik itu saya mulai kembali merasakan rasa kasih sayang dari ruang keluarga yg sederhana itu, saya tidak henti henti berterimakasih kepada Tuhan karna berkat beliau doa saya terkabulkan,tapi cerita saya tetap berjalan. Singkat cerita saya lulus SD dan melanjutkan ke jenjang SMP,disana saya mulai tumbuh rasa semangat dan ambisi untuk menempuh ilmu pendidikan yg seharusnya saya kuasai dari saya mengenal pendidikan tapi saya tidak mudah putus asa begitu saja,saya percaya bahwa jika saya punya usaha ,niat dan tujuan maka selama itu juga satu persatu mimpi saya akan terwujud,dimana itu terbukti dari saya mulai menginjakkan kaki di kelas 7 ,saya merasa bangga dengan diri saya sendiri karna usaha yg saya lakukan akan ada hasil nya,yg sudah saya catat di bagian atas pengalaman saya selama di dunia pendidikan, sejak saat itu saya mulai mengenal diri saya yg sebenarnya, tujuan saya di lahirkan kembali ke bumi, dan tidak sampai di situ dalam proses saya mendapatkan prestasi dan pengalaman itu saya ingin sekali membahagiakan pahlawan yg telah merawat dan menyayangi saya sampai saat ini, saya sangat berterima kasih kepada-NYA karnanya saya bisa merasakan kasih sayang dan kebahagiaan, dan juga kepada sosok pahlawan yg selama ini menjaga saya, dan orang terdekat dan orang baik yg selama ini mau membantu saya dalam keadaan susah dan senang, rasa ini tidak banyak bisa di jelaskan lewat kata kata seperti cara Tuhan mengabulkan semua doa doa saya yg tidak bisa di prediksi.Bagaimana pun nanti nya saya akan tetap berusaha dan bersemangat untuk meraih cita cita saya demi membalas semua kebaikan para pahlawan yg selama ini peduli dengan saya tanpa mereka menginginkan saya untuk membalas jasa meraka, karna dengan nanti nya saya berhasil dan sukses saya bisa membalas semua kebaikan mereka. Akhirnya dari pengalaman hidup saya adalah :

ü  Pengalaman bukan akhir dari segalanya begitu pun dengan kesuksekan, sukses bukan lah tujuan akhir tapi sebagai perjalanan untuk menjadi lebih baik.

ü  Orang yg berhasil bukan orang yg pintar, tapi orang yg rajin, karna orang pintar itu berasal dari mereka yg rajin , mereka yg mau berusaha untuk meraih keberhasilan itu.

ü  Tanpa disiplin tidak akan ada jalan menuju keberhasilan.

ü  Saya belajar banyak dari kekalahan, dengan saya mengetahui kekurangan itu saya bisa meraih kemenangan dengan penuh semangat dan ambisi.

ü  Doa memberikan kekuatan pada orang yg lemah.

ü  Jika kita tidak bisa mewarisi harta keluarga setidaknya kita menguasai ilmu pendidikan.

 

Selanjutnya redaksi GH untuk menceritakan pengalaman dan triknya dalam mengikuti lomba puisi,ia mengungkapkan bahwa selama mengikuti lomba puisi di tingkat SMP & SMK, dan meraih beberapa pengalaman dan penghargaan prestasi:

Cerita ini di mulai , pada saat saya melanjutkan ke jenjang SMP , pada bulan tertentu sekolah saya mengadakan kegiatan untuk memperingati bulan bahasa, 17 Agustus,sumpah pemuda bulan bahasa Bali & ulang tahun sekolah , nah awal cerita saya di tunjuk oleh wali kelas saya untuk ikut mewakili kelas dalam berpartisipasi mengikuti lomba puisi, dan awal nya saya berpikir akan tidak mampu, karna saya belum mengetahui teknik- teknik dalam berpuisi, singkat cerita hari lomba pun tiba dan saya melihat banyak sekali teman teman yg hebat di lomba puisi tersebut , tapi saya percaya dengan diri saya, bahwa ini adalah awal untuk menjadi lebih baik nanti nya di kesempatan berikut, yg terpenting saya sudah mau dan berani tampil di depan banyak orang, menang maupun kalah itu nomor 2 , itu prinsip motivasi yg saya tanamkan dalam diri saya agar saya tidak memiliki pemikiran takut untuk mencoba. Nah, kesempatan tahun berikutnya pun tiba, saya berambisi untuk tidak berpindah hati untuk mengikuti lomba yg lain, saya akan memperjuangkan kembali apa yg selama ini saya inginkan, 1 minggu sebelum lomba saya terus berlatih dirumah, mencari refrensi bagaimana cara nya berpuisi yg baik dan benar, vokal, gerak tubuh dan lain sebagainya, nah setelah saya mulai paham, dan saya memiliki pemikiran bahwa pasti kali ini adalah kesempatan saya untuk menang dan yah puji Tuhan, apa yg saya usahakan tercapai sesuai keinginan saya dan saya tidak berhenti sampai disitu, saya tetap konsisten, dan mulai menyukai puisi, dan dari berpuisi saya memiliki kesempatan untuk berekspresi, meluapkan isi hati saya mulai dari rasa sedih, penderitaan dan kebahagiaan yg pernah saya rasakan, dan mulai detik itu saya tahu dimana potensi, bakat dan minat saya yg sebenarnya, yaa mungkin bagi orang lain terlihat bahwa berpuisi itu sangat mudah, tapi mereka tidak melihat jalan sebuah proses yg di lewati untuk menjadi seseorang yg ingin mencari tahu dimana bakat dan minat nya dalam berpuisi.

Kalau Tip berpuisi ada beberapa Langkah yang harus diikuti seperti:

a)     Menentukan tema, sesuaikan dengan agenda kegiatan

b)    Mencari judul dan isi puisi yg sesuai dengan karakter yg kita kuasai

c)     Memahami isi, vocal tinggi rendah nya nada, ekpresi sedih, menderita atau bahagia , gerak tubuh sesuaikan dengan isi puisi

d)    Mencari motivasi seperti contoh orang berpuisi seperti apa, cara nya bagaimana, menggunakan teknologi media internet aplikasi ( Youtube & tiktok dan lainnya)

e)     Berlatih di depan cermin agar kita lebih percaya diri

f)     Berdoa agar acara kegiatan di lancar kan dan mendapatkan nilai yg sesuai dengan harapan

g)    Jangan memiliki sifat yg sombong, terlalu merasa paling bisa dan mampu, dan usahakan kurangi sifat ( fomo/ plagiat) , tapi yg perlu kita pertahankan adalah mengenal diri sendiri, percaya bahwa apapun yg kita latih setiap hari dan memahami apa itu puisi maka percaya bahwa kita pasti bisa tanpa meniru milik orang lain

Dan yakinkan diri bahwa kesempatan tidak datang dua kali, jadi manfaatkan waktu itu, jadi kan pengalaman sebagai detik mencapai keberhasilan, jangan pernah berfikir tidak akan bisa, ubah mindset cara berpikir, jika kita berani mengambil resiko / tantangan, pasti ada hasil nya, berhasil ataupun ngga nya, setidak nya kita berani untuk mecoba, jatuh / gagal 99 kali, maka bangkit lah 100 kali

 

Beberapa contoh puisi yg pernah saya bawakan di setiap saya mengikuti lomba yaitu di antaranya:

( Jika, audiens/ pembaca, tertarik dengan judul puisi yg pernah saya bawakan, nanti kalian bisa mencari lebih mendalam di media internet jadi pergunakan lah media dengan ke bermanfaat yg membawa dampak positif)

Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini

karya: taufik Ismail

 

Tidak ada pilihan lain

Kita harus berjalan terus

Karena berhenti atau mundur

Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita

Dalam pengabdian tanpa harga

Akan maukah kita duduk satu meja

Dengan para pembunuh tahun yang lalu

Dalam setiap kalimat yang berakhiran“Duli Tuanku ?”

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus berjalan terus

Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan

Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

Dan bertanya-tanya inikah yang namanya 

Merdeka

Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan

Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

Tidak ada lagi pilihan lain

Kita harus

Berjalan terus.

 

Basa Bali

karya: suntari pr

 

Tan uning titiang ring karanan ipun

Sukseman titiangé kategul antuk benang sutera

Ngeranjing menyusup tulang ngantos kesumsum

Sané dados bagian awak titiangé

Sareng maurip saking ayunan ngantos kelih

Seduké ngipi, memanah tur ngemedalang rasa

Ring sajeroning basa Ibu,

Manah titiangé sampun, kelih antuk cayané

Keborbor sukseman titiangé, antuk cayané

Titiang manggihin, pribadin titiangé.

Titiang mahubungan ring masyrakat,

Terus masemetonan sareng sawitra,

Baktin titiang ring rerama nénten ja kirang,

Kasih-kinasihan sareng alit-alité.

Sané encen kirang kapikayunin ,nyelipang raos anyar,

Anggén titiang payas sané cocok ring kala puniki,

Kepanggih rupanipun ngenyagang manah.

 

Wahai Pemuda

karya : Rizki Amalia

 

Dalam satu pertemuan, yang menyatukan pemuda-pemudi pelosok negeri...

Menghasilkan sebuah janji yang di tumpahkan di atas selembar kertas lusuh...

Ditulis dengan tinta emas bersama air mata haru, dirangkai bertahun-tahun lamanya...

Detik - detik itu menjadi saksi akan peran dan perjuangan sekelompok pemuda yang bersatu...

Demi kesatuan bangsa mereka berkumpul, berjanji, bercita-cita yang sama...

Mereka mengikat hati..

Mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia

Mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia

Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia...

Sumpah pemuda

Bukan hanya sumpah yang sekedar di ucapkan

Bukan hanya sumpah yang sekedar di bacakan

Bukan hanya sumpah yang sekedar di peringati

Namun, sumpah pemuda adalah sumpah yang harus di maknai arti setiap baitnya...

Wahai pemuda...

Namamu harum selayaknya putra mahkota...

Dengan segala pengharapan besar negeri ini...

Yaa,, negeri yang kaya raya, berbangsa, beradat dan berbudaya...

Jadilah engkau tombak- tombaknya...

Jadilah engkau pilar-pilarnya...

Wahai pemuda...

Negerimu layu namun tak cukup disiram jua

Harapan kekayaan alam tak cukup hanya di pandang

Kepalkan tanganmu sebagai tanda keyakinan...

Sing-singkan lengan bajumu sebagai tanda keberanianmu...

Jadikan negerimu ini sebagai sorotan dunia...

Masamu bukan tak panjang wahai pemuda

Rintihan rakyat kecil harus kau selamatkan

Tangisan penderitaan harusnya musikmu...

Tersayat-sayat tercabik-cabik pasti hati para pejuang

Melihat generasi muda sibuk dengan dunianya sendiri

Sibuk membangun negeri

Tapi bukan negeri tercinta Indonesia...

Sibuk membangun tim yang kuat

Tapi bukan untuk melawan penjajah

Tim yang kuat mereka gunakan dalam game online

Berleha-leha, berhari-hari hanya sibuk mengukur keberuntungan lewat judi...

Wahai pemuda...

Pikiran- pikiranmu jangan sampai sempit bak daun kelor

Luaskanlah seperti langit yang tak ada ujungnya...

Pundak mu begitu berat dengan segala macam pengharapan padamu...

Bangsa ini akan kuat seiring kuatnya dirimu...

Negeri ini akan bangkit bersama dengan bangkitnya dirimu atau justru...

Akan terkubur dengan hancurnya dirimu...

 

 

Pelita Hatiku

(Puisi Hari Guru Nasional)

 

Dan kini, akupun mengerti

Dirimu yang telah membuatku berarti

Yang membuatku bahagia memiliki warna-warna

Pelangi dan kau membuatku mengerti, bahwa hidup itu untuk dijalani

Suatu saat nanti, aku akan kembali untuk membalas jasa-jasamu

Bukan dengan apa yang kau berikan duluatau bahkan, dengan setitik materi yang tak lagi berguna bagimu

Aku akan kembali dengan guratan kesan,

Dengan kabar gembira penuh rasa bangga

Ilmu yang kau torehkan, takkan pernah tergantiJuga semua pengorbananmu untukku,

Dan kali ini, kuhaturkan terimakasih untukmu.

Wahai Guruku,

Pelita hatiku…

 

Nah, ‍dari beberapa contoh puisi yg pernah saya bawakan masih ada banyak sekali, tapi contoh yg di atas itu saya bagikan kepada pembaca / audiens, sebagai motivasi sebuah bayangan/gambaran , dan tertarik dengan membaca puisi.

Jadi pesan saya:

Carilah potensi ,bakat & minat kalian , manfaatkan manejemen waktu di masa remaja sebaik mungkin jadikan ,jejak langkah awal untuk bahan menambah pengalaman, mental yg kuat, dan wawasan yg luas, yg nanti nya sangat bermanfaat sekali jika kita bekerja di bidang komunikasi, memiliki teknik public speaking, personal branding yg teruji & tahan banding. Harapan saya semoga apa yg saya tuliskan dalam sebuah cerita & motivasi ini bisa membantu audiens/ pembaca, berpikir lebih matang ,arah tujuan untuk kedepannya akan seperti apa ,mau kemana, untuk apa dan untuk siapa,jadi open your mindset untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya .. Ingat kembali tujuan mu di lahirkan kembali untuk apa? , sekarang apa yg harus di lakukan untuk mencapai itu? , catatlah setiap proses , target, dan tujuan yg ingin kamu capai, mempermudah untuk mengingat kembali jika kita lupa / hilang fokus, perbanyak lah mendengarkan , membaca, menulis , berpikir & lakukan langsung dengan aksi, karna jika hanya sekedar mendengarkan, menulis, dan membaca, semua akan sia sia tanpa adanya aksi, jadi apapun impian kita, harus kita kejar walaupun pelan tapi pasti, daripada tidak bergerak sama sekali.

 

Demikianlah kisah hidup seorang Putri,dengan ketabahan,kegigihan dan keyakinannya dalam melampaui takdir hidupnya,ia mampu menaklukan tantangan dan rintangan yang menghadangnya,ia focus dan yakin akan takdir kehidupan. Intinya hadapi hidup ini dengan serius, jangan cengeng,jangan mewek,jangan sok dan jangan jumawa dengan kemampuan diri tapi tanamkan keyakinan dengan kerja keras,kerja cerdas,kerja tuntas dan kerja iklas untuk menanti anugrah Tuhan,astungkara terlewati.(manixs)

                                                       

Putri yang imut saat masih kecil

                                                        

Aneka kegiatan Putri

                                                                                    

Saat Putri mengikuti salah satu lomba

                                                 

Putri Aktif di bela diri

                                                    

     Juara I Lomba baca Puisi Bali


 
Sebagai MC disalah satu acara sekolah

                     
                         sebaga danton lomba gerak jalan

                
   
Putri saat berliterasi teknik praktis membaca buku

Sebagai Juara I Baca Puisi dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 96
bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas(Drs.I Wayan Suiji)
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar