NI
LUH BUNCING PUTRI KEMBAR
siswi kelahiran 8 September 2009
memiliki cita cita sebagai Wanita karier ,terlahir dari pasangan NI
WAYAN LESTIANI dengan I KADEK MERY ANDANA pekerjaan wirausaha. Putri panggilan
akrab gadis ini memiliki saudara kembar buncing yang bernama I MADE KEMBAR PUTRA
DANA SENTANA. Putri dalam konsepnya mempunyai 3 prinsip hidup yakni
knowledge, skill & etitude,dengan motto : Konsisten,
disiplin, jujur, ramah, mandiri, berani, kreatif, bertanggung jawab, memiliki
jiwa kepemimpinan, percaya diri & memiliki wawasan yg luas.
Dihubungi via WA, putri menjelaskan tentang kisah hidupnya,mulai dari Sekolah Dasar ia pernah
menjuarai lari jarak jauh dan lomba metembang sedangkan dikala SMP menyabet
sebagai Juara Kelas,Lomba IPA,Lomba Bahasa Indonesia,Lomba kepramukaan,Lomba
membaca teks proklamasi, Lomba puisi ,Lomba gerak jalan disamping itu ia aktif
di OSIS dan ekskul Silat. Selanjutnya di
SMK aktif juga di Literasi dan gerakjalan sebagai danton,terakhir ini dalam
rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke 96 berhasil menjadi juara I lomba
baca Puisi.
Ditanya
mengenai kisah hidupnya Putri mengungkapkan bahwa dirinya
berasal dari keluarga yg sederhana dan penuh dengan lika liku kesedihan &
kebahagiaan. Saya lahir di tajun " Buleleng " dengan identitas
bersaudara kembar ( cewek/cowok) yg biasa di sebut ( KEMBAR BUNCING), cerita
ini di mulai dari saya berumur 3 bulan, dimana saat itu ibu dan ayah saya
memutuskan untuk bercerai ,ibu saya memutuskan untuk bekerja jauh (di luar
negeri) sebagai karyawan SPA di sebuah perusahaan ternama dan akhirnya saya di
rawat dan didik oleh keluarga dari ayah yaitu nenek & kakek saya . Singkat
cerita saya sudah berumur 6 tahun dan mulai mengenal pendidikan di tingkat SD
yg dimana dominan biaya yg di keluarkan di tanggung oleh kakek & nenek
saya, dengan kondisi kakek saya adalah seorang petani dan tukang ojek, nenek
saya sebagai ibu rumah tangga , meraka adalah pahlawan bagi saya karna berkat
beliau saya bisa tumbuh besar dalam keadaan sehat, saya sangat bersyukur sekali
mempunyai sosok pahlawan tanpa mengharapkan jasa seperti beliau. Singkat cerita
di saat masih duduk di kelas 1 , nenek dan kakek saya memutuskan untuk cerai, sama seperti kisah ibu & ayah saya,
dan saat itu juga saya langsung dipindahkan ke daerah karangasem, kecamatan
selat, desa muncan, di sana saya tinggal di rumah keluarga ayah saya,lebih
tepat nya dirumah kakek yg ke -3 dari 11 bersaudara, saya sangat berterima
kasih atas hati baik beliau saya masih bisa bertahan hidup dan melanjutkan
sekolah tingkat SD selama 1 tahun. Singkat cerita saya naik ke kelas 2 dan
disitu ayah saya memohon kepada kakek saya untuk memberikan hal asuh anak
kepada nya karna ayah saya ingin merawat saya dan adik dibawa ke tempat ayah
saya tinggal, " Keramas, Gianyar, Bali" , dan ternyata ayah saya
telah menikah dengan wanita lain ( dan bisa disebut ibu angkat / tiri) , selama
saya tinggal dengan keluarga baru ayah saya, kehidupan saya dan adik saya berubah
drastis dimana saya tidak lagi mengenal rasa kasih sayang dan cinta seorang ibu
seperti ibu kandung sendiri, dimana ibu tiri itu selalu memarahi , membohongi,
dan memperlakukan saya dan adik saya selayaknya nya pembantu dirumah itu, dan
uang bekal yg di kasi ayah saya, di ambil begitu saja tanpa alasan oleh ibu
tiri itu, tapi saya waktu itu tidak tau mana perbuatan yg baik dan benar, jadi
saya hanya bisa menahan lapar & nangis. Tetapi saya tidak mudah menyerah,
saya selalu percaya akan adanya Tuhan, saya selalu berdoa kepada-Nya, saya
selalu memohon agar saya diberikan petunjuk jalan kebahagiaan dan saya memohon
agar Tuhan mempertemukan saya dengan ibu kandung saya. Singkat cerita saya
sudah naik ke kelas 6 , dimana kondisi datang nya wabah virus COVID-19. Dan
semua siswa belajar dirumah, dan sejak saat itu detik detik doa saya
terkabulkan, dimana saya bertemu dengan ibu saya , tapi saya tidak paham dengan
diri saya kenapa di saat saya bertemu dengan ibu saya, saya merasakan perasaan
yg hampa , padahal ibu kandung saya sangat menyayangi saya tanpa mengenal tanda
jasa sama seperti kakek dan nenek saya dulu yg telah merawat saya, apakah ini
yg dinamakan mandiri? Tanpa merasakn kasih sayang dari seorang ibu?, tapi saya
tetap bersyukur karna Tuhan telah mempertemukan saya dengan ibu saya, sejak
saat itu saya kira ibu saya dan ayah saya kan kembali bersatu tapi takdir
berkata lain, saya di antar ke rumah keluarga ibu saya dan di sana saya di
rawat oleh nenek dari ibu saya, kakek saya pun menerima permintaan ayah saya
tersebut. Dan kemudian saya & adik saya di saya, saya tidak tau alasan ayah
saya membawa saya kerumah ibu saya, tapi saya sangat merasa bersyukur dan
bahagia karna detik detik itu saya mulai kembali merasakan rasa kasih sayang
dari ruang keluarga yg sederhana itu, saya tidak henti henti berterimakasih
kepada Tuhan karna berkat beliau doa saya terkabulkan,tapi cerita saya tetap
berjalan. Singkat cerita saya lulus SD dan melanjutkan ke jenjang SMP,disana
saya mulai tumbuh rasa semangat dan ambisi untuk menempuh ilmu pendidikan yg
seharusnya saya kuasai dari saya mengenal pendidikan tapi saya tidak mudah
putus asa begitu saja,saya percaya bahwa jika saya punya usaha ,niat dan tujuan
maka selama itu juga satu persatu mimpi saya akan terwujud,dimana itu terbukti
dari saya mulai menginjakkan kaki di kelas 7 ,saya merasa bangga dengan diri
saya sendiri karna usaha yg saya lakukan akan ada hasil nya,yg sudah saya catat
di bagian atas pengalaman saya selama di dunia pendidikan, sejak saat itu saya
mulai mengenal diri saya yg sebenarnya, tujuan saya di lahirkan kembali ke
bumi, dan tidak sampai di situ dalam proses saya mendapatkan prestasi dan
pengalaman itu saya ingin sekali membahagiakan pahlawan yg telah merawat dan
menyayangi saya sampai saat ini, saya sangat berterima kasih kepada-NYA
karnanya saya bisa merasakan kasih sayang dan kebahagiaan, dan juga kepada
sosok pahlawan yg selama ini menjaga saya, dan orang terdekat dan orang baik yg
selama ini mau membantu saya dalam keadaan susah dan senang, rasa ini tidak
banyak bisa di jelaskan lewat kata kata seperti cara Tuhan mengabulkan semua
doa doa saya yg tidak bisa di prediksi.Bagaimana pun nanti nya saya akan tetap
berusaha dan bersemangat untuk meraih cita cita saya demi membalas semua
kebaikan para pahlawan yg selama ini peduli dengan saya tanpa mereka
menginginkan saya untuk membalas jasa meraka, karna dengan nanti nya saya
berhasil dan sukses saya bisa membalas semua kebaikan mereka. Akhirnya dari
pengalaman hidup saya adalah :
ü Pengalaman
bukan akhir dari segalanya begitu pun dengan kesuksekan, sukses bukan lah
tujuan akhir tapi sebagai perjalanan untuk menjadi lebih baik.
ü Orang
yg berhasil bukan orang yg pintar, tapi orang yg rajin, karna orang pintar itu
berasal dari mereka yg rajin , mereka yg mau berusaha untuk meraih keberhasilan
itu.
ü Tanpa
disiplin tidak akan ada jalan menuju keberhasilan.
ü Saya
belajar banyak dari kekalahan, dengan saya mengetahui kekurangan itu saya bisa
meraih kemenangan dengan penuh semangat dan ambisi.
ü Doa
memberikan kekuatan pada orang yg lemah.
ü Jika
kita tidak bisa mewarisi harta keluarga setidaknya kita menguasai ilmu
pendidikan.
Selanjutnya redaksi GH untuk
menceritakan pengalaman dan triknya dalam mengikuti lomba puisi,ia
mengungkapkan bahwa selama mengikuti lomba puisi di tingkat SMP & SMK,
dan meraih beberapa pengalaman dan penghargaan prestasi:
Cerita ini di mulai , pada saat saya
melanjutkan ke jenjang SMP , pada bulan tertentu sekolah saya mengadakan
kegiatan untuk memperingati bulan bahasa, 17 Agustus,sumpah pemuda bulan bahasa
Bali & ulang tahun sekolah , nah awal cerita saya di tunjuk oleh wali kelas
saya untuk ikut mewakili kelas dalam berpartisipasi mengikuti lomba puisi, dan
awal nya saya berpikir akan tidak mampu, karna saya belum mengetahui teknik-
teknik dalam berpuisi, singkat cerita hari lomba pun tiba dan saya melihat
banyak sekali teman teman yg hebat di lomba puisi tersebut , tapi saya percaya
dengan diri saya, bahwa ini adalah awal untuk menjadi lebih baik nanti nya di
kesempatan berikut, yg terpenting saya sudah mau dan berani tampil di depan
banyak orang, menang maupun kalah itu nomor 2 , itu prinsip motivasi yg saya
tanamkan dalam diri saya agar saya tidak memiliki pemikiran takut untuk
mencoba. Nah, kesempatan tahun berikutnya pun tiba, saya berambisi untuk tidak
berpindah hati untuk mengikuti lomba yg lain, saya akan memperjuangkan kembali
apa yg selama ini saya inginkan, 1 minggu sebelum lomba saya terus berlatih
dirumah, mencari refrensi bagaimana cara nya berpuisi yg baik dan benar, vokal,
gerak tubuh dan lain sebagainya, nah setelah saya mulai paham, dan saya
memiliki pemikiran bahwa pasti kali ini adalah kesempatan saya untuk menang dan
yah puji Tuhan, apa yg saya usahakan tercapai sesuai keinginan saya dan saya
tidak berhenti sampai disitu, saya tetap konsisten, dan mulai menyukai puisi,
dan dari berpuisi saya memiliki kesempatan untuk berekspresi, meluapkan isi
hati saya mulai dari rasa sedih, penderitaan dan kebahagiaan yg pernah saya
rasakan, dan mulai detik itu saya tahu dimana potensi, bakat dan minat saya yg
sebenarnya, yaa mungkin bagi orang lain terlihat bahwa berpuisi itu sangat
mudah, tapi mereka tidak melihat jalan sebuah proses yg di lewati untuk menjadi
seseorang yg ingin mencari tahu dimana bakat dan minat nya dalam berpuisi.
Kalau Tip berpuisi ada beberapa Langkah
yang harus diikuti seperti:
a) Menentukan
tema, sesuaikan dengan agenda kegiatan
b) Mencari
judul dan isi puisi yg sesuai dengan karakter yg kita kuasai
c) Memahami
isi, vocal tinggi rendah nya nada, ekpresi sedih, menderita atau bahagia ,
gerak tubuh sesuaikan dengan isi puisi
d) Mencari
motivasi seperti contoh orang berpuisi seperti apa, cara nya bagaimana,
menggunakan teknologi media internet aplikasi ( Youtube & tiktok dan
lainnya)
e) Berlatih
di depan cermin agar kita lebih percaya diri
f) Berdoa
agar acara kegiatan di lancar kan dan mendapatkan nilai yg sesuai dengan
harapan
g) Jangan
memiliki sifat yg sombong, terlalu merasa paling bisa dan mampu, dan usahakan
kurangi sifat ( fomo/ plagiat) , tapi yg perlu kita pertahankan adalah mengenal
diri sendiri, percaya bahwa apapun yg kita latih setiap hari dan memahami apa
itu puisi maka percaya bahwa kita pasti bisa tanpa meniru milik orang lain
Dan yakinkan diri bahwa kesempatan
tidak datang dua kali, jadi manfaatkan waktu itu, jadi kan pengalaman sebagai
detik mencapai keberhasilan, jangan pernah berfikir
tidak akan bisa, ubah mindset cara berpikir, jika kita berani mengambil resiko
/ tantangan, pasti ada hasil nya, berhasil ataupun ngga nya, setidak nya kita
berani untuk mecoba, jatuh / gagal 99 kali, maka bangkit lah 100 kali
Beberapa contoh puisi yg pernah saya
bawakan di setiap saya mengikuti lomba yaitu di antaranya:
( Jika, audiens/
pembaca, tertarik dengan judul puisi yg pernah saya bawakan, nanti kalian bisa
mencari lebih mendalam di media internet jadi pergunakan lah media dengan ke
bermanfaat yg membawa dampak positif)
Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini
karya: taufik
Ismail
Tidak ada pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang
berakhiran“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu,
yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan
bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang
bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk
dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya
Merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan
dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa
suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
Basa Bali
karya: suntari pr
Tan uning titiang ring karanan ipun
Sukseman titiangé kategul antuk
benang sutera
Ngeranjing menyusup tulang ngantos
kesumsum
Sané dados bagian awak titiangé
Sareng maurip saking ayunan ngantos
kelih
Seduké ngipi, memanah tur ngemedalang
rasa
Ring sajeroning basa Ibu,
Manah titiangé sampun, kelih antuk
cayané
Keborbor sukseman titiangé, antuk
cayané
Titiang manggihin, pribadin
titiangé.
Titiang mahubungan ring masyrakat,
Terus masemetonan sareng sawitra,
Baktin titiang ring rerama nénten ja
kirang,
Kasih-kinasihan sareng alit-alité.
Sané encen kirang kapikayunin
,nyelipang raos anyar,
Anggén titiang payas sané cocok ring
kala puniki,
Kepanggih rupanipun ngenyagang
manah.
Wahai Pemuda
karya : Rizki Amalia
Dalam satu pertemuan, yang
menyatukan pemuda-pemudi pelosok negeri...
Menghasilkan sebuah janji yang di
tumpahkan di atas selembar kertas lusuh...
Ditulis dengan tinta emas bersama
air mata haru, dirangkai bertahun-tahun lamanya...
Detik - detik itu menjadi saksi akan
peran dan perjuangan sekelompok pemuda yang bersatu...
Demi kesatuan bangsa mereka
berkumpul, berjanji, bercita-cita yang sama...
Mereka mengikat hati..
Mengaku bertumpah darah yang satu
tanah air Indonesia
Mengaku berbangsa yang satu bangsa
Indonesia
Menjunjung bahasa persatuan bahasa
Indonesia...
Sumpah pemuda
Bukan hanya sumpah yang sekedar di
ucapkan
Bukan hanya sumpah yang sekedar di
bacakan
Bukan hanya sumpah yang sekedar di
peringati
Namun, sumpah pemuda adalah sumpah
yang harus di maknai arti setiap baitnya...
Wahai pemuda...
Namamu harum selayaknya putra
mahkota...
Dengan segala pengharapan besar
negeri ini...
Yaa,, negeri yang kaya raya,
berbangsa, beradat dan berbudaya...
Jadilah engkau tombak- tombaknya...
Jadilah engkau pilar-pilarnya...
Wahai pemuda...
Negerimu layu namun tak cukup
disiram jua
Harapan kekayaan alam tak cukup
hanya di pandang
Kepalkan tanganmu sebagai tanda
keyakinan...
Sing-singkan lengan bajumu sebagai
tanda keberanianmu...
Jadikan negerimu ini sebagai sorotan
dunia...
Masamu bukan tak panjang wahai
pemuda
Rintihan rakyat kecil harus kau
selamatkan
Tangisan penderitaan harusnya
musikmu...
Tersayat-sayat tercabik-cabik pasti
hati para pejuang
Melihat generasi muda sibuk dengan
dunianya sendiri
Sibuk membangun negeri
Tapi bukan negeri tercinta
Indonesia...
Sibuk membangun tim yang kuat
Tapi bukan untuk melawan penjajah
Tim yang kuat mereka gunakan dalam
game online
Berleha-leha, berhari-hari hanya
sibuk mengukur keberuntungan lewat judi...
Wahai pemuda...
Pikiran- pikiranmu jangan sampai
sempit bak daun kelor
Luaskanlah seperti langit yang tak
ada ujungnya...
Pundak mu begitu berat dengan segala
macam pengharapan padamu...
Bangsa ini akan kuat seiring kuatnya
dirimu...
Negeri ini akan bangkit bersama
dengan bangkitnya dirimu atau justru...
Akan terkubur dengan hancurnya
dirimu...
Pelita
Hatiku
(Puisi Hari Guru Nasional)
Dan kini, akupun
mengerti
Dirimu yang telah
membuatku berarti
Yang membuatku bahagia
memiliki warna-warna
Pelangi dan kau
membuatku mengerti, bahwa hidup itu untuk dijalani
Suatu saat nanti, aku
akan kembali untuk membalas jasa-jasamu
Bukan dengan apa yang
kau berikan duluatau bahkan, dengan setitik materi yang tak lagi berguna bagimu
Aku akan kembali
dengan guratan kesan,
Dengan kabar gembira
penuh rasa bangga
Ilmu yang kau
torehkan, takkan pernah tergantiJuga semua pengorbananmu untukku,
Dan kali ini,
kuhaturkan terimakasih untukmu.
Wahai Guruku,
Pelita hatiku…
Nah, dari
beberapa contoh puisi yg pernah saya bawakan masih ada banyak sekali, tapi
contoh yg di atas itu saya bagikan kepada pembaca / audiens, sebagai motivasi
sebuah bayangan/gambaran , dan tertarik dengan membaca puisi.
Jadi pesan
saya:
Carilah potensi ,bakat & minat
kalian , manfaatkan manejemen waktu di masa remaja sebaik mungkin jadikan
,jejak langkah awal untuk bahan menambah pengalaman, mental yg kuat, dan
wawasan yg luas, yg nanti nya sangat bermanfaat sekali jika kita bekerja di
bidang komunikasi, memiliki teknik public speaking, personal branding yg teruji
& tahan banding. Harapan saya semoga apa yg saya tuliskan dalam sebuah
cerita & motivasi ini bisa membantu audiens/ pembaca, berpikir lebih matang
,arah tujuan untuk kedepannya akan seperti apa ,mau kemana, untuk apa dan untuk
siapa,jadi open your mindset untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya .. Ingat
kembali tujuan mu di lahirkan kembali untuk apa? , sekarang apa yg harus di
lakukan untuk mencapai itu? , catatlah setiap proses , target, dan tujuan yg
ingin kamu capai, mempermudah untuk mengingat kembali jika kita lupa / hilang
fokus, perbanyak lah mendengarkan , membaca, menulis , berpikir & lakukan
langsung dengan aksi, karna jika hanya sekedar mendengarkan, menulis, dan
membaca, semua akan sia sia tanpa adanya aksi, jadi apapun impian kita, harus
kita kejar walaupun pelan tapi pasti, daripada tidak bergerak sama sekali.
Demikianlah kisah hidup seorang
Putri,dengan ketabahan,kegigihan dan keyakinannya dalam melampaui takdir hidupnya,ia
mampu menaklukan tantangan dan rintangan yang menghadangnya,ia focus dan yakin
akan takdir kehidupan. Intinya hadapi hidup ini dengan serius, jangan
cengeng,jangan mewek,jangan sok dan jangan jumawa dengan kemampuan diri tapi
tanamkan keyakinan dengan kerja keras,kerja cerdas,kerja tuntas dan kerja iklas
untuk menanti anugrah Tuhan,astungkara terlewati.(manixs)
Putri yang imut saat masih kecil
Aneka kegiatan Putri
Saat Putri mengikuti salah satu lomba
Putri Aktif di bela diri
Juara I Lomba baca Puisi Bali









Tidak ada komentar:
Posting Komentar