Sebudi,16 November 2024,Karya Tabuh Gentuh Wana Kertih, Segara Kertih lan Nubung Pedagingan di Pura Pasar Agung Desa Sebudi, Kecamatan Selat,merupakan upacara besar yang hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali yang puncaknya pada Purnama Kelima 16 November 2024 dan mesineb 27 November 2024,sehingga kesucian sekitar Pura Pasar Agung menjelang hingga berakhirnya karya wajib dijaga bersama-sama termasuk tidak diijinkannya mendaki Gunung Agung selama karya berlangsung,ungkap humas Pr.Pasar Agung I Wayan Suara Arsana disela sela ngayah mendak catur berama OSIS dan siswa Kelas XII AP SMK Giri Pendawa tadi pagi.
Rombongan
pengayah dari SMK Giri Pendawa dikomandoi Ni Wayan Melina Pebriani,SS
pendamping Waka Humas,mengajak serta guru pendamping siswa, I Gst.Gde Ngurah Adnyana dan staf TU I Kadek Ariaawan dengan 13
orang anak anak OSIS serta 11 orang siswa kelas XII AP. Dalam keberangkatannya
masing masing membawa sepeda motor kumpul jam 07.45 Wita di Pasar Selat dan
berangkat bersama menuju Pura Pasar Agung sampai disana sekitar jam 08.10.rombongan
diterima pemangku setempat untuk mengadakan persembahyangan bersama sebelum
ngaturang ayah,kemudian sekitar pukul 08.30 mulai ngaturang ayah dengan
mengangkut bakti catur dari parkir menuju pelataran Pura Pasar Agung,yang
jaraknya lumayan jauh dengan anak tangga yang cukup menanjak,untuk bisa
melaksanakan ngayah membawa catur ini perlu stamina yang kuat dan hati yang
sungguh sungguh untuk ngayah. Didukung oleh hembusan angin yang sepoi sepoi dengan
udara yang segar di pegunungan,maka rasa lelah terobati ,lebih-lebih ,panorama alam pegunungan sekitar pura yang begitu indah.
Karenanya peserta ngayah dapat melakukan pendakian bolak balik hingga empat
kali naik turun membawa banten dari parkir hingga pelataran pura yang berjarak mendaki
sekitar 300 m. Usai ngangkut catur juga sempat ngaturang ayah mereresik
disekitar wantilan jaba Tengah yang kondisinya perlu dibersihkan. Pada
kesempatan tersebut humas Pura Pasar Agung I Wayan Suara Arsana menyampaikan
ucapan terimakasih atas bersinerginya SMK Giri Pendawa dalam rangka ngaturang
ayah pada karya di Pura Pasar Agung,kami panitia juga berharap lagi nanti pihak
sekolah untuk dapat kembali ngaturaang ayah yang waktunya akan kami
informasikan lebih lanjut,semoga atas partisipasi dan keikut sertaannya
mepengayah kami doakan semoga SMK Giri Pendawa semakin maju dan terkenal dimasa
mendatang,pungkas Suara. Pada kesempatan tersebut ketua rombongan Ni Wayan
Melina Pebriani juga mohon maaf karena bapak kepala sekolah dan waka Humas
beserta beberapa guru sedang dalam keadaan cuntaka,sehingga sejumlah ini yang
bisa nangkil untuk ngayah,semoga dikesempatan yang akan datang bisa lebih
banyak,uajar peby panggilan akrab pendamping waka humas.rombongan kemudian
pamit dari pelataran pura Pasar Agung sekitar jam 13.30 Wita untuk Kembali ke
kediaman masing masing,rahayu(Peby).
Mendak nedungang catur di parkiran
Pendakian spiritual ngayah mundut catur


Tidak ada komentar:
Posting Komentar