Selasa, 12 November 2024

PENDAKIAN SPIRITUAL DENGAN NGAYAH MUNDUT CATUR DI PURA PASAR AGUNG

Sebudi,16 November 2024,Karya Tabuh Gentuh Wana Kertih, Segara Kertih lan Nubung Pedagingan di Pura Pasar Agung Desa Sebudi, Kecamatan Selat,merupakan upacara besar yang hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali yang puncaknya pada Purnama Kelima 16 November 2024 dan mesineb 27 November 2024,sehingga kesucian sekitar Pura Pasar Agung menjelang hingga berakhirnya karya wajib dijaga bersama-sama termasuk tidak diijinkannya mendaki Gunung Agung selama karya berlangsung,ungkap humas Pr.Pasar Agung I Wayan Suara Arsana disela sela ngayah mendak catur berama OSIS dan siswa Kelas XII AP SMK Giri Pendawa tadi pagi.

Rombongan pengayah dari SMK Giri Pendawa dikomandoi Ni Wayan Melina Pebriani,SS pendamping Waka Humas,mengajak serta guru pendamping siswa, I Gst.Gde Ngurah  Adnyana dan staf TU I Kadek Ariaawan dengan 13 orang anak anak OSIS serta 11 orang siswa kelas XII AP. Dalam keberangkatannya masing masing membawa sepeda motor kumpul jam 07.45 Wita di Pasar Selat dan berangkat bersama menuju Pura Pasar Agung sampai disana sekitar jam 08.10.rombongan diterima pemangku setempat untuk mengadakan persembahyangan bersama sebelum ngaturang ayah,kemudian sekitar pukul 08.30 mulai ngaturang ayah dengan mengangkut bakti catur dari parkir menuju pelataran Pura Pasar Agung,yang jaraknya lumayan jauh dengan anak tangga yang cukup menanjak,untuk bisa melaksanakan ngayah membawa catur ini perlu stamina yang kuat dan hati yang sungguh sungguh untuk ngayah. Didukung oleh hembusan angin yang sepoi sepoi dengan udara yang segar di pegunungan,maka rasa lelah terobati ,lebih-lebih ,panorama  alam pegunungan sekitar pura yang begitu indah. Karenanya peserta ngayah dapat melakukan pendakian bolak balik hingga empat kali naik turun membawa banten dari parkir hingga pelataran pura yang berjarak mendaki sekitar 300 m. Usai ngangkut catur juga sempat ngaturang ayah mereresik disekitar wantilan jaba Tengah yang kondisinya perlu dibersihkan. Pada kesempatan tersebut humas Pura Pasar Agung I Wayan Suara Arsana menyampaikan ucapan terimakasih atas bersinerginya SMK Giri Pendawa dalam rangka ngaturang ayah pada karya di Pura Pasar Agung,kami panitia juga berharap lagi nanti pihak sekolah untuk dapat kembali ngaturaang ayah yang waktunya akan kami informasikan lebih lanjut,semoga atas partisipasi dan keikut sertaannya mepengayah kami doakan semoga SMK Giri Pendawa semakin maju dan terkenal dimasa mendatang,pungkas Suara. Pada kesempatan tersebut ketua rombongan Ni Wayan Melina Pebriani juga mohon maaf karena bapak kepala sekolah dan waka Humas beserta beberapa guru sedang dalam keadaan cuntaka,sehingga sejumlah ini yang bisa nangkil untuk ngayah,semoga dikesempatan yang akan datang bisa lebih banyak,uajar peby panggilan akrab pendamping waka humas.rombongan kemudian pamit dari pelataran pura Pasar Agung sekitar jam 13.30 Wita untuk Kembali ke kediaman masing masing,rahayu(Peby).
Mendak nedungang catur di parkiran


Pendakian spiritual ngayah mundut catur

Foto bareng sebelum mepamit

Sedang di tempat parkir mau pulang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar