Namanya Ni Putu Lestari siswi SMK Giri Pendawa kelahiran Besakih,11 Maret 2009 kakak dari I Kadek Hery Pramana,terlahir dari orang tua yang Bernama Ni Ketut Suarti seorang pedagang dengan seorang petani yang bernama I Nengah Suardana sama sama dari Besakih,Kecamatan Rendang ,KAbupaten Karangasem. Dalam Wawancaranya dengan Gatra Humas(GH),ia menceritakan pengalamannya waktu SMP pernah mengikuti lomba Busana Adat Bali,membaca UUD 1945,pernah juga sebagai Juara Kelas,Juara umum di kelas 9 dan di jenjang SMK pernah mengikutil lomba Gerak Jalan dan Lomba Membaca Teks Sumpah Pemuda pada peringatah Hari Sumpah Pemuda ke 96 Tahun 2024 kemarin.
Tari
panggilan akrab gadis berbintang Pisces ini bercerita kepada GH,bahwa dirinya berasal
dari keluarga sederhana,pada umur 4th ia mempunyai adik laki-laki, waktu itu rasa
iri muncul dengan kehadiran adiknya,karena orang tuanya seolah olah lebih
menyayangi adiknya daripada dirinya.Sifat jahatnya pernah muncul ketika ia menutupi
wajah adiknya dengan menggunakan bantal dan selimut mengakibatkan adiknya sesak
nafas karena dibekam. rasa iri menyelimuti hatinya,tapi sekarang saya merasa
sangat bersalah atas perbuatan saya waktu itu, namun saya gengsi untuk
mengungkapkannya,ujarnya penuh penyesalan,namanya juga anak anak,ketusnya.
Singkat cerita pada saat berumur 7th,ia tumbuh menjadi anak yang begitu nakal,saking nakalnya pernah di seret sejauh 50 meter, tapi itu tidak seberapa menurutnya .Selain itu kakinya pernah diancam dipotong oleh orang tuanya, namun dilarang oleh tetangganya,di pikir-pikir kocak juga kejadian waktu itu kenangnya.tetapi sekarang ia sudah tumbuh dewasa dengan penuh rasa menyesal karena sudah melukai hati ibu dengan begitu dalam.Namun saya sekarang saya merasa sangat bersyukur karena memiliki ibu seperti ibu yang sekarang,yang memiliki rasa sabar seluas samudra untuk menghadapi anak perempuan yang sangat sulit di atur. I LOVE U MOM❤️,bisiknya.
Selanjutnya
Ketika di masa SMP ia pernah ikut lomba menbaca UUD 1945 dan Busana Adat Bali,pada
waktu itu dengan pd-nya saya mengajukan diri untuk mengikuti lomba tersebut,
H-1 minggu saya mulai mempelajari teks yang sudah diberikan,saya belajar dan
terus belajar.H-1 hari saya sudah mempersiapkan suara dan segala macem
persyaratnnya,namun sialnya pada hari H saya grogi dan pada akhirnya saya salah
membacanya ,sehingga saya merasa sangat malu, namun itu sebuah pengalaman
berharga sekaligus memalukan buat diri saya,celetuknya.
Pada
saat bulan bahasa 1th yang lalu saya mengikuti busana adat Bali.Saya mengikuti
lomba itu karena di tunjuk oleh teman sekelas,awalnya sih saya nolak tapi
setelah saya pikir-pikir lagi saya mau mengikuti lomba tersebut.H-2 minggu,
saya berlatih dengan pasangan saya,saya berlatih tidak hanya berdua tetapi
ditemani oleh teman-teman .H-2 saya berlatih lebih serius tanpa bercanda
lagi,pas hari H siapa sangka ternyata lombanya tidak berpasangan☺️,tetapi saya
tetap tampil walaupun tidak ada persiapan tampil tunggal.Saya tampil dengan
rasa grogi,gemeter,dan ya gitu dehh.Singkat cerita tiba lah pengumuman
juara,pada saat itu sedikit pun tidak ada benak pikiran saya untuk mendapatkan
juara,Tetapi siapa sangka saya mendapatkan juara 1.Itu menjadi motivasi saya
untuk mengikuti lomba-lomba lainnya. Seperti saat mengikuti lomba Membaca Teks
Sumpah Pemuda pada peringatan hari sumpah pemuda ke 96 yang baru lalu,saya juga
yakin dengan konsep diri untuk tidak ragu mencoba dan meyakinkan diri ,aku
pasti bisa,maka astungkara perjuangan tidak menghianati hasilnya, maka puji
Tuhan predikat Juara I Membaca naskah teks sumpah pemuda diserahkan oleh Pak
Wayan Suiji Waka Humas mewakili kepala sekolah kepada diri saya,ucapnya dengan
sumringah.
Jadi,dari
situ saya banyak belajar untuk tidak ragu mencoba hal-hal baru.Kita harus yakin
bahwa kita bisa melewati hal itu walaupun tidak dengan jalan yang mulus,tetapi
jangan menyerah hanya karena gagal 1x.Teruslah cobak hingga kamu berhasil,ingat YAKINLAH AKU PASTI BISA,pesannya sambil mengepalkan tangannya, mengakhiri perbincangan dengan GH.(Tari/manixs)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar