Kamis, 07 November 2024

YAKINLAH AKU PASTI BISA

Namanya Ni Putu Lestari siswi SMK Giri Pendawa kelahiran Besakih,11 Maret 2009 kakak dari I Kadek Hery Pramana,terlahir dari orang tua yang Bernama Ni Ketut Suarti seorang pedagang dengan seorang petani yang bernama  I Nengah Suardana sama sama dari Besakih,Kecamatan Rendang ,KAbupaten Karangasem. Dalam Wawancaranya dengan Gatra Humas(GH),ia menceritakan pengalamannya waktu SMP pernah mengikuti lomba Busana Adat Bali,membaca UUD 1945,pernah juga sebagai Juara Kelas,Juara umum di kelas 9 dan di jenjang SMK pernah mengikutil lomba Gerak Jalan dan Lomba Membaca Teks Sumpah Pemuda pada peringatah Hari Sumpah Pemuda ke 96 Tahun 2024 kemarin.

 

Tari panggilan akrab gadis berbintang Pisces ini bercerita kepada GH,bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana,pada umur 4th ia mempunyai adik laki-laki, waktu itu rasa iri muncul dengan kehadiran adiknya,karena orang tuanya seolah olah lebih menyayangi adiknya daripada dirinya.Sifat jahatnya pernah muncul ketika ia menutupi wajah adiknya dengan menggunakan bantal dan selimut mengakibatkan adiknya sesak nafas karena dibekam. rasa iri menyelimuti hatinya,tapi sekarang saya merasa sangat bersalah atas perbuatan saya waktu itu, namun saya gengsi untuk mengungkapkannya,ujarnya penuh penyesalan,namanya juga anak anak,ketusnya.  

Singkat cerita pada saat berumur 7th,ia tumbuh menjadi anak yang begitu nakal,saking nakalnya pernah di seret sejauh 50 meter, tapi itu tidak seberapa menurutnya .Selain itu kakinya pernah diancam dipotong oleh orang tuanya, namun dilarang oleh tetangganya,di pikir-pikir kocak juga kejadian waktu itu kenangnya.tetapi sekarang ia sudah tumbuh dewasa dengan penuh rasa menyesal karena sudah melukai hati ibu dengan begitu dalam.Namun saya sekarang saya merasa sangat bersyukur karena memiliki ibu seperti ibu yang sekarang,yang memiliki rasa sabar seluas samudra untuk menghadapi anak perempuan yang sangat sulit di atur. I LOVE U MOM❤️,bisiknya.

Selanjutnya Ketika di masa SMP ia pernah ikut lomba menbaca UUD 1945 dan Busana Adat Bali,pada waktu itu dengan pd-nya saya mengajukan diri untuk mengikuti lomba tersebut, H-1 minggu saya mulai mempelajari teks yang sudah diberikan,saya belajar dan terus belajar.H-1 hari saya sudah mempersiapkan suara dan segala macem persyaratnnya,namun sialnya pada hari H saya grogi dan pada akhirnya saya salah membacanya ,sehingga saya merasa sangat malu, namun itu sebuah pengalaman berharga sekaligus memalukan buat diri saya,celetuknya.

Pada saat bulan bahasa 1th yang lalu saya mengikuti busana adat Bali.Saya mengikuti lomba itu karena di tunjuk oleh teman sekelas,awalnya sih saya nolak tapi setelah saya pikir-pikir lagi saya mau mengikuti lomba tersebut.H-2 minggu, saya berlatih dengan pasangan saya,saya berlatih tidak hanya berdua tetapi ditemani oleh teman-teman .H-2 saya berlatih lebih serius tanpa bercanda lagi,pas hari H siapa sangka ternyata lombanya tidak berpasangan☺️,tetapi saya tetap tampil walaupun tidak ada persiapan tampil tunggal.Saya tampil dengan rasa grogi,gemeter,dan ya gitu dehh.Singkat cerita tiba lah pengumuman juara,pada saat itu sedikit pun tidak ada benak pikiran saya untuk mendapatkan juara,Tetapi siapa sangka saya mendapatkan juara 1.Itu menjadi motivasi saya untuk mengikuti lomba-lomba lainnya. Seperti saat mengikuti lomba Membaca Teks Sumpah Pemuda pada peringatan hari sumpah pemuda ke 96 yang baru lalu,saya juga yakin dengan konsep diri untuk tidak ragu mencoba dan meyakinkan diri ,aku pasti bisa,maka astungkara perjuangan tidak menghianati hasilnya, maka puji Tuhan predikat Juara I Membaca naskah teks sumpah pemuda diserahkan oleh Pak Wayan Suiji Waka Humas mewakili kepala sekolah kepada diri saya,ucapnya dengan sumringah.

Jadi,dari situ saya banyak belajar untuk tidak ragu mencoba hal-hal baru.Kita harus yakin bahwa kita bisa melewati hal itu walaupun tidak dengan jalan yang mulus,tetapi jangan menyerah hanya karena gagal 1x.Teruslah cobak hingga kamu berhasil,ingat YAKINLAH AKU PASTI BISA,pesannya sambil mengepalkan tangannya, mengakhiri perbincangan dengan GH.(Tari/manixs)

Sebagai Juara I Lomba Membaca Teks Sumpah Pemuda,sertifikat dan uang pembinaan
diserahkan oleh Drs.I Wayan Suiji Waka Humas,mewakili Kepala Sekolah

Tari berfose saat mengikuti lomba Gerak Jalan 17an kemarin

fose didepan Lab Perhotelan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar