Kamis, 28 November 2024

XII PERHOTELAN DALAM LITERASI "ME-DHARMA SUAKA"

Gatra Humas,Sabtu 30 November 2024.

Kegiatan literasi Jumat,29 november 2024 hari ini berbeda dengan biasanya,karena kelas XII Perhotelan mengusung tema drama budaya dengan melakonkan episode "Me-dharma suaka" yaitu sebuah acara tahapan prosesi perkawinan di Adat Bali yang biasanya didahului dengan acara "mesedek" dimana dalam acara ini pihak pengantin laki-laki bersama ayah ibu dan saudaranya datang kerumah perempuan mengutarakan maksud dan tujuannya untuk meminang anak gadisnya,sekaligus membuat kesepakatan tentang acara selanjutnya. Barulah kemudian.

Acara berikutnya adalah "me-dharma suaka"  drama pendek yang dipentaskan oleh kelas XII PH dalam literasi di acara JBL(Jumat Bersih dan Literasi),dalam acara ini kehadiran pihak purusa mengajak keluarga besar terutama Jero klian(diperankan oleh Ketut Joniarta) dan Jero pemangku merajan (diperankan oleh I Putu Tedi Irawan) sebagai saksi medarma suaka sekaligus menegaskan "pepinangan" . Pihak keluarga predana/perempuan menyambut kehadiran pihak purusa/laki laki yang dipandu oleh seorang MC (diperankan I Kd.Joni Darmadi sebagai Jodar) agar acara tersebut berjalan lancar. Perwakilan pihak predana sebagai juru raos diwakili oleh I Nyoman Lanyuk(diperankan I Pt.Dwi Arta) menyambut dan menanyakan tujuan kehadiran para tamunya,kemudian dijawab dan dijelaskan oleh juru bicara pihak laki yaitu Dewa Gobler(diperankan Dw Kd.Sinarta) bahwa kehadirannya adalah ingin meminang putri bapak Nyoman Plegir (diperankan I Km.Ira Irawan) dan Men Rani(diperankan Ni Komang Rani) yang bernama Gek Asih (diperankan Ni Pt Asih Apriyani) untuk dinikahkan dengan Gung Tomblos(diperankan I Gd.Suma Nuarta) putra dari Gung De Kenjir (diperankanI Gd.Kertayasa) dan Sak Byang Ngepir (diperankan Ni Luh Vira Mirayanti) sekaligus memperkenalkan yang hadir bersama,sekaligus menyampikan terimakasih atas penyambutan dan mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Selanjutnya juru raos memanggil Geg Asih untuk bertanya lebih lanjut tentang kebenaran hubungan mereka,gek Asih datang dari kamarnya lalu duduk disamping bapaknya,disanalah ia ditanyai apakah memang benar gek asih suka sama gung De Tomblos,setelah dijawab dengan anggukan dan ayah ibunya melalui juru bicara sepakat merestui hubungan mereka dan menanyakan kelanjutan acaranya. Selanjutnya dijawab dan disampaikan rencana akad nikahnya oleh Dewa gobler selaku juru bicara pihak purusa dan dinyatakan akan diambil untuk dinikahkan tiga hari lagi. Setelah mencapai kesepakatan pengantin melakukan tukar cincin sebagai tanda pinangan sudah diterima dengan restu kedua belah pihak,disanalah kedua orang tua pihak purusa dan predana menasehati anak anaknya dalam rangka mengarungi rumah tangga,jangan henti henti belajar dan gek Asih bisa menyesuaikan diri di jero nantinya,semoga kalian hidup rukun selamanya,Juga saksi dari pemangku dan klian merajan memberi nasehat dan ketentuan  yang harus dilakukan setelah berumah tangga,dramapun diakhiri dengan rasa suka dan syukur kedua belah pihak ditutup dengan ucapan paramasanti dan salaman,rahayu ucap sang sutradara I Gst Ngurah Adi Sandi Putra,SE sekaligus wali kelas XII PH.(manixs)

 Kru "Me-Dharma Suaka"

 
Pragmen Me-Dharma Suaka dibawakan oleh
Siswa siswi kelas XII Akomodasi Perhotelan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar