Gatra Humas, 11 Agustus 2026 — Rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Rendang berlangsung semarak. Salah satu kegiatan yang digelar Selasa (11/8) adalah lomba gerak jalan tingkat SMA/SMK se-Kecamatan Rendang yang diikuti dengan penuh antusias oleh para pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, SMK Giri Pendawa turut ambil bagian dengan mengirimkan empat pleton, terdiri atas dua pleton putra dan dua pleton putri. Peserta memulai perjalanan dari Banjar Dinas Buyan dan berjalan menuju garis finis di Lapangan Singarata dengan menempuh jarak sekitar tiga kilometer.
Koordinator tim gerak jalan SMK Giri Pendawa, I Wayan Gede Arta Sunyana, mengatakan persiapan untuk mengikuti lomba gerak jalan tersebut telah dilakukan sejak dua minggu sebelumnya. Persiapan tidak hanya berupa latihan rutin, tetapi juga melibatkan berbagai pihak untuk memberikan pembinaan kepada para siswa.
Menurutnya, pihak sekolah turut mengundang jajaran kepolisian dan Koramil untuk membantu melatih siswa. Selain itu, latihan juga terus diintensifkan oleh para guru sehingga siswa semakin siap mengikuti kegiatan.
"Gerak jalan sudah dipersiapkan dua minggu sebelumnya, termasuk mengundang pihak kepolisian dan Koramil untuk melatih siswa dan kemudian diintensifkan oleh para guru," ungkapnya.
Antusiasme siswa, terutama dari tim putri, juga terlihat cukup tinggi. Mereka tidak hanya serius mengikuti latihan, tetapi juga berusaha memberikan penampilan terbaik saat perlombaan. Bahkan, karena keterbatasan dana, sejumlah siswa rela mengeluarkan biaya secara pribadi untuk kebutuhan rias dan penampilannya.
"Anak-anak pada intinya sangat antusias, terutama tim putri. Mereka bahkan rela membiayai diri untuk merias. Karena keterbatasan dana, kami laksanakan sesuai kemampuan," ujarnya.
Sementara itu, I Wayan Budi Artawan yang mendampingi siswa di titik start mengatakan pelepasan peserta dilakukan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama dinas terkait. Sejumlah instansi lainnya juga turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut, termasuk pihak sekolah dan kepala sekolah.
Menurutnya, kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta didik.
Pemantauan terhadap peserta juga dilakukan sepanjang rute hingga menuju garis finis. Gusti Ngurah Gede Adnyana yang turut memantau perjalanan peserta melaporkan bahwa para siswa tetap menunjukkan semangat dan antusiasme meskipun harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer.
"Sepanjang perjalanan siswa kelihatan tetap bersemangat dan cukup antusias hingga finis. Kegiatan dapat berjalan lancar dan tidak ada satu hambatan," lapornya.
Dukungan juga datang dari teman-teman peserta yang tidak ikut dalam barisan gerak jalan. Sejumlah siswa, khususnya anggota OSIS, terlihat memantau perjalanan dari sepanjang rute. Mereka memberikan semangat dan dukungan kepada rekan-rekannya yang sedang berjuang menyelesaikan lomba.
Sementara itu, di garis finis, tim kesehatan dan konsumsi SMK Giri Pendawa telah bersiap menyambut para peserta. I Wayan Gede Suarnata mengatakan pihaknya menyiapkan kebutuhan peserta setelah menyelesaikan perjalanan, termasuk makanan dan layanan pijat sederhana bagi siswa yang merasa lelah.
"Kami sudah siap untuk menyambut peserta dengan pijatan kalau lelah dan makanan untuk memulihkan tenaga mereka," ujarnya.
Pelaksanaan gerak jalan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan perlombaan. Bagi pihak sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa untuk memahami nilai-nilai perjuangan, disiplin, kebersamaan, solidaritas, serta semangat persatuan dan kesatuan.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat merasakan secara sederhana bagaimana perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Perjalanan menuju garis finis menjadi gambaran bahwa sebuah tujuan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Sementara bagi siswa yang tidak ikut sebagai peserta, dukungan yang diberikan kepada rekan-rekannya sepanjang perjalanan menjadi bentuk solidaritas. Mereka belajar bahwa sebuah perjuangan tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berada di barisan depan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
"Harapannya, para siswa peserta bisa merasakan perjuangan pendahulu kita, bagaimana disiplin dan kerasnya perjuangan untuk sampai pada finis, yaitu kemerdekaan. Sedangkan yang tidak ikut, mereka bisa memahami bentuk solidaritas untuk mendukung mereka yang berjuang, sebagai wujud kesatuan dan persatuan dalam perjuangan untuk mencapai kesuksesan," demikian harapannya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pesan penting dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI: bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu harus diisi dengan kerja keras, kedisiplinan, kebersamaan, solidaritas, serta semangat persatuan.(manixs)
Merdeka!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar