Selasa, 30 April 2024

BONDRES MARA BANGUN PROMOSI IMAJINATIF

Bondres adalah salah satu kesenian tradisional Bali,merupakan selingan dalam kesenian topeng,namun sekarang menjadi pertunjukan tersendiri,terpisah dari kesenian topeng,kemudian  dari sini muncul sebagai tari lawakan atau stanup comedy ala ala Bali,yang dikenal dengan bebondresan. Kesenian bondres diperkirakan lahir sekitar tahun 1980an yang digunakan sebagai medya penyuluhan agar lebih mudah diterima masyarakat semisal penyuluhan keluarga berencana,pertanian dan sebagainya. Penonton sebenarnya disuguhkan alur cerita sebagai inti cerita,namun yang lebih ditonjolkan adalah lawakannya atau bebanyolannya. Kata bondres berasal dari penggalan kata Bodo dan merenges artinya bodoh dan tidak beraturan yang identik dengan warna topengnya yang bodo dan wajahnya tidak karuan seperti giginya busuk,bibirnya sumbing, dan sebagainya.

Di SMK Giri Pendawa kesenian bondres ini, untuk pertama kalinya dipentaskan pada saat acara Sama wartana ke XI tahun pelajaran 2023/2024 di sasana auditorium pasilitas kawasan suci Besakih yang disutradarai oleh I Made Ariawan yang berbandrol Bondres Mara Bangun dengan para pemain Ni Kadek Diah Gita Lestari sebagai pemeran Gek Diah,Putu Gde Saputra pemeran nengah pacul dan I Komang Edy Riawan sebagai pemeran Ketut Bracuk. Dalam lakonnya diceritakan pacul berkenalan dengan seorang pemuda lewat telpon mengajak ketemuan dan jadianlah mereka sebagai pacar,namun sayang saudaranya Pacul yang bernama Ketut Bracuk membuli pacar adiknya yang gendut kayak drum, sehingga mengakibatkan PAcul dan Gek Diah putus hubungan dan meninggalkan Bracuk berama Gek Diah dan disana mereka memanggil penyanyi untuk menghibur dengan lagu Pada Tresna. Dilain sisi Pacul merasa cemburu melihat Gek Diah berjoged sama Bracuk dan menuduh gek Diah mata kranjang dan selingkuh hingga akhirnya mereka bertengkar hebat,melihat kejadian itu Bracuk melerai mereka berdua dan menyatakan diri tidak pacaran dengan Gek Diah,mendengar itu Pacul bersedia kembali dengan Gek Diah karena dinasehati oleh Bracuk "janganlah kalian bertengkar gegara cewek atau cowok,telitilah persoalan dengan baik,kalau iya carilah solusi penyelesaiannya dengan baik,karena kita disini di SMK ini, adalah bersaudara, jangan saling buli,ejek apalagi sampai berkelahi,no we,jangan ya.pinta Bracuk.ingat basudeva kutumbaka (kita  adalah bersaudara). Setelah itu mereka kemudian berjoged saking bahagianya,bersuka ria dengan atraksi kelucuannya. Dalam pentas itu mereka juga menyelipkan promosi yang sangat imajinatif tentang SMK Giri Pendawa.

Ditemui usai pementasan mereka bertiga menyatakan senang bisa menampilkan hiburan,namun sebelum pentas mereka merasa degdegan dan grogi apalagi pentas baru pertama kalinya,sekarang usai pentas plong rasanya sudah dapat tampil maksimal apalagi dipersembahkan pada acara yang spektakuler digedung semewah ini,kami bersyukur dapat ambil peran dalam acara samawartana ini. Edy sang pemeran  Ketut Bracuk menyampaikan dalam latihan yang cukup singkat ini banyak hal yang masih harus kita pelajari,karena kami tidak punya besik/latar belakang penari khususnya tentang pakem pakem seni bebondresan,kami hanya bermodal kenekatan dan ketulusan,syukurnya bapak kadek Ariawan dan bapak Ngakan Ariawan selaku seniman topeng membina kami dengan sabar. Harapan kedepannya agar di SMK lebih hidup,buatlah suatu wadah kegiatan yang menyalurkan hoby siswa terutama dalam seni tari,seni tabuh,seni musik,bondres,ukir buah/fruit carving,jugling,kidung/tembang, ketrampilan bahasa inggris,juga bahasa asing lainnya perlu dibuatkan ekstranya,karena itu modal kami nanti untuk terjun kedunia pariwisata,juga sekalugus kita melestarikan karya leluhur yang adiluhung itu,biar adalah nilai plusnya sekolah ini. Pesan buat kakak kakak yang sudah tamat,jadilan insan yang berbudi,berkarakter jangan biasakan suka membuli(yang berprilaku usil) apalagi di tempat yang baru,kalau membuli seperti kami sebagai adik ya sudahlah,tapi kebiasaan itu kakak bawa di dunia kerja,takutnya gigi kakak cepat rontok dibogem orang,hahah celoteh gek diah sambil ngakak.(manixs)






Sabtu, 27 April 2024

SENIMAN OTODIDAK GETARKAN PANGGUNG WIYATA GRAHA

Salah satu stap pegawai SMK Giri Pendawa I Made Ariawan adalah seorang seniman otodidak berbakat alami,ia tidak mewarisi darah seni namun kompyangnya ada yang suka seni, sejak kelas 1Sekolah Dasar ia senang mendengarkan orang nabuh. Pria kelahiran 31 Agustus 1991 ini, masuk SD 2 Nongan tahun 1997,lanjut ke SMPN 1 Rendang dan selesai di SMAN 1 Rendang tahun 2009  telah menikah dikaruniai 2 putra dan 1 putri,I Gede Bayu Pratama putra pertama dan Ni Kadek Amelia Pratiwi serta I Komang Arsa Prabawa ,putra ke tiga.Ditemui di sela sela kegiatan Samawartana setelah selesai pementasan Topeng Bondres kolaborasi karaoke dan joged karya Ariawan yang berhasil menggetarkan panggung Widya Graha.  Ariawan  sang pembina merasa cukup puas dan tidak menyangka garapannya berhasil memukau penonton ,ia menceritakan awal persiapan bondres ini sulit mencari peserta,dengan penuh kesabaran ia meminta kepada beberapa peserta didik yang punya minat dan astungkaranya  Ni Kadek Diah Gita Lestari,Putu Gede Saputra dan I Komang Edi Riawan menyatakan kesiapannya untuk belajar nari bondres, akhirnya mulai dari nol mereka digarap dalam sebuah pagelaran yang berjudul Bondres mara bangun, ditanya kenapa memakai judul itu Ariawan mengatakan bahwa 10 tahun sudah bekerja di SMK baru kali ini bisa membangun impian sebuah garapan tari bondres,akhirnya bekerjasama dengan salah satu guru yang sudah biasa menari topeng yakni Ngk.Made Ariawan maka terciptalah Topeng bondres yang menceritakan dua orang pemuda yang bernama Pacul dan Bracuk dan seorang perempuan pacarnya Pacul yang bernama Gek Diah yang diperankan Diah Gita Lestari.,Putu Gede Saputra pemeran Pacul dan  I Komang Edi Riawan pemeran Ketut Bracuk. Pacul yang kasmaran dengan Gek Diah berjanji ketemuan lewat telpon,dan setelah mereka ketemu disana saling menyatakan kerinduannya,namun I Bracuk yang melihat Gek Diah yang tubuhnya bongsor,ia membuli gek diah dengan mengatakan tubuhnya seperti drum,mendengar hasutannya I Bracuk Ipacul kemakan hasutan dan akhirnya Gek Diah menyatakan putus dan I Pacul keluar merayu dan mencari cewe lain yang lebih cantik dari Gek Diah, kemudian Bracuk dan Gekdiah menghibur diri dengan memanggil temannya untuk bernyanyi,ibracukpun memanggil temannya untuk menyanyikan lagu pada tresna,disanalah Bracuk dan Gek Diah lupa karena asiknya berjoged mendengarkan lantunan lagu,karena asiknya berpegangan tangan datanglah si Pacul menuduh mereka mata keranjang,mereka bertengkar,namun sebagai kakak I Bracuk menasehati adiknya dan gek diah agar jangan bertengkar lagi dan menyatakan stitmen bahwa mereka adalah saudara tidak boleh bertengkar dan saling membuli,akhirnya Pacul dan Gek Diah sadar dan mereka bersuka ria berjoged dan ngibing menghibur penonton,karena sudah merasa pada bahagia dan bondrespun berakhir dengan ending bahagia sukacita sudah menamatkan pendidikan di SMK Giri Pendawa.

Ariawan cukup puas dengan karyanya karena dalam waktu singkat dan mulai dari nol  bisa menghibur penonton,semua itu karena kerjasama dan dukungan dari semua pihak khususnya semangat anak anak untuk berlatih,kedepan setiap ada moment penting di sekolah kita buat garapan sesuai tema kegiatan, saya siap ngayah apalagi sekarang sudah ada Pak Ngakan Ariawan yang memang piawai dalam menari topeng,sedangkan kalau saya terus terang masih jauh,namun hanya bermodal semangat ngayah,karena melalui persembahan seni dunia ini akan indah,karena keindahan akan membawa kedamaian dihati setiap insan,dengan rasa damai akan muncul keiklasan hati untuk melakukan suatu tugas yang diberikan oleh atasan. Rahayu semoga hidup berbahagia,tutupnya.(manixs)

 I Mad Ariawan yang akrab disapa Dek Kantor


SAMAWARTANA WUJUDKAN GENERASI EMAS YANG CERDAS,CERIA DAN MENCERDASKAN

Pelepasan siswa/Samawartana SMK Giri Pendawa yang ke XI tahun Pelajaran 2023/2024 ini ,di gelar di tempat yang sangat representative di ruang auditorium pasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Sabtu,27 April 2024. Hadir pada kesempatan itu segenap cipitas SMK Giri Pendawa,Ketua Yayasan,Ketua Komite,Camat Rendang,Kapolsek,Perbekel se Kecamatan Rendang,Kepala SMP se Kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen,juga Kepala Badan Pengelola Besakih yang diwakii oleh Sekretarisnya I Wayan Mastra,SH.beserta orang tua siswa kelas XII yang melaksanakan graduation pada hari ini.

Ketua Panitia pelaksana Ni Wayan Melina Pebriani melaporkan bahwa pelaksanaan samawartana kali ini cukup istimewa,karena diijinkan menggunakan pasilitas Auditorium yang sangat megah ini,untuk itu kami segenap warga sekolah mengucapkan terimakasih kepada Kepala Badan,semoga kedepannya kerjasama kita semakin baik,segenap pengisi acara adalah anak anak SMK Giri Pendawa dan dananyapun dari mereka yang dikumpulkan melalui Simpanan pokok dan simpanan sukarela di Koperasi Sekolah Giri Amertha ,ujar Peby.

Lebih lanjut I Komang Sumarta,Kepala SMK Giri Pendawa dalam sambutannya memaparkan tentang capaian dan hambatan yang dialami sekolah yang dipimpinnya,hal paling membanggakan adalah output sekolah kami cukup mampu bersaing di dunia kerja,banyak hotel berbintang yang datang kepada kami untuk menggunakan anak didik kami yang telah lulus, seperti sekarang ada beberapa diantara mereka tidak hadir karena sudah diterima di kawasan Ubud dan Kuta,padahal mereka belum pengumuman kelulusan. Kami juga bersyukur karena SDM yang kami punya,guru guru kami khususnya yang produktif banyak yang pengalaman luar negeri,sehingga dengan mudah mereka mentransfer pengalamannya kepada siswa. Harapannya agar anak anak lulusan SMK Giri Pendawa dengan kerja keras,Cerdas dan tuntas akan mampu menjadi Generasi Emas yang Cerdas,Ceria dan Mencerdaskan sesuai tema lepas pisah hari ini,ungkap Sumarta.

Sementara itu Ketua Komite Jero Ketut Sutawa,setelah menerima pelepasan siswa dari kepala sekolah,dalam pidatonya ia mengharapkan agar para alumni siap menghadapi tantangan kedepan,ibaratnya guru dan orang tua hanya bisa mengantar sampai di pintu gerbang,oleh karenanya setelah melangkah keluar dari pintu gerbang,kalian sendiri yang menentukan kemana arah dan tujuan hidupmu,untuk itu rencanakanlah jalan hidupmu,ibarat membuat rumah, kamu harus buat design-nya,lalu kokohkan pondasinya untuk mewujudkan mimpi mimpimu. Bapak minta jangan kalian pakum,melangkahlah ikuti alur pikir dan potensimu dengan sungguh sungguh,mau melanjutkan sekolah, sekolahlah dengan benar,mau kerja,bekerjalah dengan sungguh sungguh,maka orang tua kalian akan bangga dan terpenting jangan kalian lupakan doa kepada Sang Pencipta Ida Hyang Widhi Waca,karena Beliau penguasa hidup matimu,harap jero Sutawa.

Tidak Ketinggalan juga Ketua Yayasan Giri Pendawa,Jero Mangku Ketut Sudana dalam wejangannya menyampaikan rasa bangganya karena sudah 13 tahun berdiri suka duka dalam mengelola SMK ini sangat dirasakan,terutama tiga tahun terakhir di tahun 2021 dengan adanya wabah covid19 dampaknya sangat terasa sehingga masyarakat benar benar berpikir dalam mengelola hidupnya sehingga berdampak pada sedikitnya serapan anak sekolah,seperti anak anak yang kita wisuda hari ini waktu itu cuma terdaftar 37 orang,1 orang dropout dan 1 orang tidak mengikuti ujian sehingga masih tersisa 35 siswa/I,yang akan kita lepas hari ini ,ungkap Jero Mk.Sudana.

Camat Rendang yang diwakili I Komang Sedayatana, dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada siswa dan berharap agar setelah lepas nantinya,kalau kalian melanjutkan atau bekerja keluar wilayah kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen tolong jaga nama baik kalian,keluarga dan nama baik Kecamatan karena kalian adalah berasal dari kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen,pintanya.

Usai acara sambutan diselingi dengan pengumuman juara lomba Bulan Basa ,Aksara dan Sastra Bali yang dilaksanakan Pebruari kemarin sekaligus penyerahan hadiah dan piagam kepada para pemenang lomba yang disponsori oleh Kopsek Widya Amertha,baru kemudian dilanjutkan dengan pengalungan mendali kepada para alumni sebagai tanda pelepasan, diberi ucapan selamat oleh undangan dan guru serta stap. Sebagai acara terakhir adalah hiburan berupa tari topeng bujuh,Bondres Mara Bangun diselingi karaoke pada tresna dan kolaborasi joged gek diah. Penonton cukup terhibur dengan banyolan banyolan dan goyangan pemain walaupun pentas perdana yang masih belum berpengalaman,tapi mereka mampu tampil memukau sehingga penonton enggan meninggalkan tempat duduknya. Tampilan ini diskenario oleh I Made Ariawan salah seorang staf TU yang mempunyai bakat alam dalam bekesenian, berkolaborasi dengan Ngk.Made Ariawan  dalam membina Bondres, beliau memang berpengalaman menari topeng sekaligus menjabat sebagai Ketua Pasraman Desa Adat Nongan,bakat berkeseniannya beliau peroleh dari istri tercintanya Jero Ni Made Ayu Tisning yang jebolan kokar. Acara berakhir pukul 12.00 dilanjutkan dengan santap siang bersama  secara prasmanan diwantilan kawasan Wiyata Graha pasilitas Pura Agung Besakih.(manixs). 

                                     

Samawartana ke XI


Ketua Panitia Ni Wayan Peby Melina,SS

 
MC. Ni Luh Astri Diantari dan Ni KAdek Wartini 

                                      
                                            Undangan Kepala Desa se Kecamatan Rendang
I Komang Sumarta,Kepala SMK Giri Pendawa
Kepala Sekolah melepas atribut sekolah
 
Penanda tanganan Berita Acara Serah Terima Siswa
Serah terima siswa kepada ketua Komite I Ketut Sutawa

 
Sambutan Sekretaris Badan dan camat Rendang

 
Kru Penabuh asuhan I Made Ariawan

Para pemenang lomba bersama kepala sekolah dan Ketua panitia lomba BBASB
Pemenang lomba BBAS
Bondres  Mara Bangun
I Made Ariawan penata tabuh,     Ngk Made Ariawan penata tari

Foto bersama tim pengisi acara dan siswa kelas X

Foto bersama undangan

 
Ucapan selamat dari guru dan staf




 
Santap siang bersama/SELESAI



















Jumat, 26 April 2024

GELAR GLADI TUNTASKAN PENTAS

Menjelang persiapan Samawartana XI SMK Giri Pendawa sore ini digelar gladi di Wyata Graha pasilitas kawasan Suci Pura Besakih yang dipantau langsung oleh Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,didampingi oleh para Waka. Ketua panitaia acara Ni Wayan Melina Pebriani dengan tekun memperhatikan gelaran acara diatas panggung karpet merah. Seksi acara I Komang Wedana terlihat memberikan arahan kepada dua orang putri pembawa acara  yang masih belum siap mental terbukti sedikit grogi ketika diberikan koreksi,kayaknya baru pertama kali menjadi MC dipanggung sebesar ini. Acara diawali dengan pemaparan acara oleh mc,kemudian ditampilkan tari puspanjali oleh tiga orang penari yang kelihatan masih malu malu terutama penari depan,sedangkan penari belakang terlihat sudah biasa tampil. Setelah tarian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dirigennya agak cepat dan tidak memberi hormat kepada undangan,sehingga sempat di koreksi oleh Kepala Sekolah, dikomando tetap berdiri karena acara dilanjutkan dengan doa (free memory),baru kemudian disilahkan duduk setelah doa selesai. Kesan dan pesan dari siswa yang mewakili lanjut sambutan-sambutan,yang pertama oleh Kepala sekolah kemudian langsung pelepasan atribut sekolah kepada siswa kelas XII,penanda tanganan berita acara serah terima siswa kepada Ketua Komite yang disaksikan oleh Camat,Kepala badan dan Ketua Yayasan. Ketua Komite kemudian memberikan sambutan,dilanjutkan wejangan Ketua Yayasan,Motivasi dari Kepala Badan dan terakhir ucapan syukur dari Camat Rendang. Rencana selanjutnya adalah pengalungan mendali sekolah sebagai tanda anak anak kelas XII sudah tamat,kemudian diselipkan pengumuman pemenang lomba Bulan Basa Bali ke VI oleh Waka Humas sekaligus Ketua Panitia Peringatan Bulan Basa Bali VI di SMK Giri Pendawa. 

Acara semakin semarak diselingi hiburan bondres Mara Bangun dan karaoke duet lagu pada tresna oleh anak anak SMK Giri Pendawa kelas X dibawah asuhan I Made Ariawan alias Dek Kantor. Kantor panggilan akrabnya adalah seniman tabuh otodidak berbakat seni  bukan turunan,ia memang dilahirkan hoby bermain seni,seni tabuh,karaoke dan bondres ia sutradarai dan membuat skenarionya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ditanya tentang kesiapannya menghibur besok diacara puncak,kantor tersenyum kecil sambil berkata "kanggiang samatra sida katur" ucapnya merendah. Bondres mara bangun yang lakonnya menceritakan tentang kehebatan SMK yang patut dibanggakan,namun ulah siswanya yang malas bayar uang komite juga disentil. ditengah lakonnya yang banyol dua pemuda yang memperebutkan seorang gek diah yang pada akhirnya sadar,jangan gara gara cewek kita bertengkar padahal kita bersaudara sebagai anak anak SMK Giri Pendawa pesannya.

Mengakhiri gladi itu sang pemimpin SMK Giri Pendawa sempat bergumam,menyampaikan rasa bangganya,walaupun sarana gong ala kadarnya,Kantor mampu menampilkan garapan yang cukup memukau dan mampu mengambil suasana pementasan,semoga besok diacara puncak dapat tampil optimal sehingga berkesan bagi anak anak khususnya kelas XII dan orang tuanya,ungkap Sumarta dengan rasa syukur (manixs) 

pemeran gek diah yang jadi rebutan walaupun bongsor


suasana saat Gladi

Sang pelatih Kadek Kantor mempin di kendang

Bondres kreasi besutan Md.Ariawan



Rabu, 24 April 2024

RAPAT SATUKAN VISI DALAM SAMAWARTANA DAN MEMBABAT PPDB

Rapat Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang pertama kali dihadiri oleh Ketua Yayasan,dibuka Waka Humas I Wayan Suiji,agenda rapat yang akan dilaksanakan adalah Penyampaian dan penjelasan beberapa agenda kegiatan disekolah seperti Samawartna,PPDB,masalah kesiswaan dan Sarpras,diharapkan semua dapat mengikuti dengan seksama dari awal hingga akhir,ujarnya.

I Komang Sumarta selaku pimpinan rapat terlebih dahulu menginformasikan bahwa rapat Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk pertama kalinya hari ini di tanggal cantik 24-04-24,dihadiri oleh bapak Ketua Yayasan dan beliau sudah kita masukan di group WA sekolah,agar beliau mengetahui keadaan sekolah dan bisa memberikan motivasi pada kita untuk menyemangati kita dalam bertugas,selanjutnya Sumarta memaparkan agenda pertama adalah acara perpisahan/ Samawartana siswa kelas XII,yang awalnya direncanakan di sekolah mengingat jumlah siswa sedikit dan keterbatasan dana. Namun atas serapan keinginan siswa dan teman teman guru,sekaligus pertimbangannya sebagai ajang promosi karena situasinya masa PPDB,maka kami putuskan untuk dilaksanakan di Auditorium Badan Pengelola Besakih dan ini sudah kita tindak lanjuti dengan menerbitkan SK Kepala Sekolah dan Panitia yang didampingi oleh Waka Humas,sudah mengadakan audensi dengan Sekretaris Badan Pengelola Besakih bapak Wayan Mastra,SH. dan hasilnya sudah di acc lengkap dengan peralatan sound sistem,audio dan run table tempat makan prasmanan sudah ready,dengan mengundang orang tua siswa,Forkompinka,semua anggota yayasan,Ketua Komite,para Kepala Desa,para Kepala Sekolah SMA/SMK dan SMP se Kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen. Kemudian program kami terkait dengan PPDB kami menurunkan SPP menjadi Rp.100,000. karena pesaing kita relatif rendah SPPnya,tetapi kami pungut uang praktek sebesar 90 rb.ujarnya.

Selanjutnya giliran Ketua Yayasan Giri Pendawa Drs.I Ketut Sudana,M.Si memberikan arahan setelah menyerap beberapa informasi prihal program sekolah,pada intinya SPP menjadi 100 ribu kami dukung dan sambut baik,sebab kalau tidak kita berani mengubah strategi,maka kita sulit mendapatkan siswa, karena banyaknya pesaing pesaing kita yang menawarkan beberapa kemudahan,silahkan diatur sesuai ketentuan yang berlaku. Kita harus kompak dan bekerjasama antara Yayasan dan Sekolah,tujuan kita sama namun dalam posisi yang berbeda,silahkan laksanakan tupoksi kita masing-masing,seperti guru misalnya,kita harus bertindak adil jangan pilih kasih,terutama guru guru muda samakan kita berikan layanan pada siswa,jangan membedakan antara siswa putra dan putri agar tidak menimbulkan kecemburuan oleh siswa putra demikian juga siswa putri bagi ibu guru. Sudana yang sudah berkarir selama 32 tahun, pernah sebagai guru negeri swasta selama 13 tahun,jadi kepala sekolah 8 tahun, sebagai pengawas selama 1 tahun dan memegang jabatan struktural sebagai Kabid selama 10 tahun hingga pensiun,ia banyak pengalamannya di dunia pendidikan,banyak cerita juga dibagikan dalam rapat ini,pada intinya sebagai ketua yayasan ia minta kerjasama warga sekolah sangat diharapkan, apa yang menjadi kebijakan kepala sekolah harus 1 kata 1 tindakan,sehingga marwah dan martabat sekolah terjaga,maka dengan kesatuan dan persatuan,kekeluargaan yang terjalin selama ini akan mampu menarik minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah kita,ujarnya.

Informasi tambahan juga disampaikan oleh Waka Kurikuluim tentang UTS dan UAS,Waka Kesiswaan menginformasikan Tentang prilaku beberapa siswa yang susah dibina,namun sudah dilaksanakan pembinaan secara intensif,juga Waka Sarpras menginformasikan tentang beberapa kerusakan sarana sekolah seperti keran kamar mandi,bangku bangku yang sudah lapuk,terakhir KTU juga menyampaikan tentang kondisi personil/SDM yang ada di SMK Giri Pendawa sesuai tugasnya. Seksi acara dalam samawartana I Komang Wedana mohon tema pelaksanaan perpisahan,namun tidak mendapat jawaban sehingga Waka Humas mengusulkan tema samawartana adalah "Melalui Samawartana ke XI,Kita Wujudkan Generasi emas,Cerdas,Ceria dan Mencerdaskan"

Rapat diresumekan oleh notulis dan setelah ditutup oleh pembawa acara lanjut diakhiri dengan santap siang bersama(manixs).

 Rapat di Buka oleh Waka Humas

Kepala Sekolah memberikan pemaparan program

Ketua Yayasan memberikan arahan
Peserta Rapat Pendidik dan Tenaga Kependidikan


KTU menyampaikan laporan SDM


Minggu, 21 April 2024

AUDENSI DENGAN SEKRETARIS BADAN PENGELOLA BESAKIH DALAM RANGKA SAMAWARTANA KE XI

Dalam rangka persiapan Samawartana ke XI SMK Giri Pendawa tahun pelajaran 2023/2024,ketua Panitia Pelaksana Ni Wayan Peby Melina bersama jajaran panitia Gusti Ngr Sandi Adi Putra,I Komang Pande Setiawan dan I Made Agus Suciarta, mendampingi Waka Humas I Wayan Suiji atas ijin pimpinan mengadakan audensi dengan Sekretaris Badan Pengelola Besakih I Wayan Mastra.

Dalam audensinya dengan Sekretaris Badan,Suiji didampingi ketua panitia menyampaikan tujuannya untuk meminjam gedung Audio Visual pada hari Sabtu,27 April 2024 dengan mengadakan gladi pada H-1,dengan peserta siswa sejumlah 35 orang dengan mengajak orang tuanya,undangan dari Ketua yayasan beserta anggota, Kepala Desa se kecamatan Rendang,unsur Forkompika Kecamatan Rendang,Ketua Komite,Pengawas Sekolah yang jumlahnya sekitar 200 orang dan rencananya juga meminjam fasilitas meja kursi untuk makan prasmanan,mohon bantuan bapak untuk bisa mengkondisikan pada hari tersebut,ujar Suiji dihadapan Sekban yang didampingi 3 orang stafnya. 

Menanggapi hal tersebut Mastra menyampaikan apresiasinya dan siap untuk membantu ,karena hal ini sebagai bentuk kerjasama antara Badan dengan lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Rendang, termasuk SMK Giri Pendawa yang sudah banyak membantu dalam hal ngayah untuk kebersihan disekitaran Pura Besakih,Silahkan digunakan dengan baik pasilitas yang ada dan pelihara bersama agar dapat berdaya guna dan bermanfaat untuk kepentingan bersama,silahkan dipakai dan nanti kepada petugas kami yang akan mendampingi untuk keperluan lebih lanjut,silahkan dicek langsung di lapangan, semoga lancar,ujar Mastra.

Selanjutnya setelah selesai audensi ,kami langsung cek lokasi di ruang audio dengan fasilitas tempat duduk 215 sit didampingi oleh petugas dan kami mendapatkan penjelasan kelengkapan pasilitas yang ada,kemudian kami lanjut ke aula terbuka rencana sebagai tempat makan yang cukup luas menampung sekitar 300/350 orang namun  run table-nya sekitar 150 sit-an,juga tersedia 4 buah gasebo yang menampung sekitar 24 orang dan tempat duduk lesehan di sepanjang taman. Usai itu kami langsung kembali ke sekolah ,ketua Panitia langsung memantau kesiapan seksi kesenian yang sedang berlatih dan mengatakan akan menyampaikan hasil audensinya dengan Sekretaris Badan (Kepala Badan sedang dinas keluar maka audensi dengan Sekban) kepada bapak Kepala Sekolah selaku penanggung jawab kegiatan,pada saat rapat final hari Rabu,24 April 2024 akan kami laporkan,ujar Peby panggilan akrab ketua panitia(manixs).

Waka Humas I Wayan Suiji didampingi Ketua Panitia Lepas Pisah Ni Wayan Melina Pebriani saat audensi dengan Sekretaris Badan Pengelola Besakih I Wayan MAstra,SH

Tim survey persiapan tempat Samawartana XI

 
Waka Humas bersama Panitia meninjau lokasi Samawartana

 
Ketua Panitia meninjau kesiapan Seksi Kesenian/hiburan binaan I Made Ariawan.






Sabtu, 20 April 2024

RAPIM SMK GIRI PENDAWA

Rapat tingkat pimpinan di SMK Giri Pendawa dipimpin Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta, hadir pada saat iti Wakasek Kurikulum I Gst.Ngurah Mataram,Wakasek Kesiswaan I Made Agus Suciarta, Waka Sarpras I Komang Wedana dan Wakasek Humas I Wayan Suiji. 

Sumarta dalam arahannya menyampaikan pada intinya kita harus bulatkan tekad,singsingan baju untuk maju mengemban tugas mulia ini,untuk itu kita tingkat pimpinan harus semangat bersatu dalam menghadapi setiap persoalan yang ada,kita tidak boleh patah semangat dalam menghadapi tugas tugas ini. Untuk itu masing masing bidang saya minta untuk menyampaikan ide dan gagasan serta persoalan persoalan yang ada,lebih lebih PPDB sudah mulai bergerak,kita harus punya strategi dalam memperoleh siswa harus lebih banyak dari tahun lalu,mari kita siasati dalam rekrutmen ini. Minggu lalu saya dikirimi instrument untuk segera diisi,isinya tentang standar persekolahan,seperti kurikulum,supervisi,visi misi dan lain lain,saya belum sempat menginformasikan sehingga jawabannya asal mengena, jadinya belum begitu baik. Selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang persiapan UAS,Lepas Pisah,Promosi sekolah, sosialisasi PPDB,penagihan tunggakan dan sarana yang kurang. Mari kita bahas bersama kesempatan pertama pada saudara Waka Kurikulum,Kesiswaan,Sarpras dan terakhir Humas.

Gusti Ngurah Mataram memaparkan tentang kesiapan pelaksanaan UAS yang sudah berlangsung oleh masing masing guru mata pelajaran sesuai jadwalnya masing masing dan itu sudah kita sepakati dalam rapat terdahulu,tingga kita minta nilai dan menentukan kenaikan,untuk kelulusan kelas XII sudah rady tinggal pelaksanaan saja. Untuk Visi Misi nanti bulan Juni setelah UTS kita adakan revew kurikulum sekaligus membahas masalah Visi Misi tersebut,pungkasnya. Sedangkan Agus Suciarta Waka Kesiswaan membahas masalah pemanfaatan uang OSIS dan kerja sama SMK dengan lembaga pariwisata yang ada disekitar Kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen sebagai salah satu bentuk tefa. Sedangkan untuk lepas pisah setelah mendengarkan aspiraasi siswa kelas XII dan teman teman guru cendrung memilih lokasi di auditorium Pr.Besakih dengan pertimbangan lebih gampang dan gaungnya lebih seru di media sosial sekaligus sebagai ajang promosi sekolah,pintanya. Waka Sarpras menimpali dan sependapat dengan kesiswaaan tentang acara lepas pisah,kalau disekolah tahun kemarin sewa kain  saja 1 juta dan pembuatan spanduk dan sport foto itu lebih kurang 800 ribuan belum lagi sewa audio,timbangnya.

Kesempatan terakhir Waka Humas I Wayan Suiji,menegaskan agar instrumen yang disampaikan kepala sekolah agar dicetak dan dipelajari sehingga kita tahu kekuatan dan kelemahan sekolah kita,sehingga bisa dipakai dasar untuk melangkah oleh masing masing bidang. Mengenai PPDB dalam mensosialisasikannya buat suatu trik menginformasikan kepada publik sehingga menarik untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini, seperti yang menjadi momok adalah masalah SPP,turunkan SPP menjadi 100 ribu dan 90 ribu biaya praktek , seperti yang disampaikan tadi. Nah untuk acara Samawartana/lepas pisah sebaiknya di Besakih karena sebagai ajang promosi juga mengingat sekarang suasana musim PPDB. Yang tidak kalah pentinya bagaimana mengupayakan agar jam jam kosong bisa diminimalisir,karena ini juga terbisik ditelinga orang tua sebagai informasi yang tidak menguntungkan,pungkasnya.

Rapat berakhir atas kesepakatan Samawartana di Besakih ,UAS sesuai jadwal,SPP 100 ribu, Pakaian seragam wajib yang akan dikordinasikan/ditenderkan oleh Kepala Sekolah dan pembagiannya ditangani oleh tim dari Kopsek Giri Amertha ,hasil keputusan ini akan  di informasikan lebih lanjut pada rapat Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang akan dihadiri oleh Ketua Yayasan Drs.I Ketut Sudana,M.Si hari Rabu,24 April 2024 mendatang(manixs).

 

Rapim SMK Giri Pendawa

Jumat, 19 April 2024

RA.KARTINI SANG PENEMBUS AWIDYA

Ra.Kartini

Peringatan hari Kartini adalah suatu peringatan yang lumrah dan rutin dilaksanakan setiap tahun terutama dikalangan ibu ibu,namun makna yang tersirat didalamnya masih banyak orang awam belum mengenalnya. Padahal yang terkandung didalamnya adalah suatu perjuangan dalam mewujudkan kesetaraan khususnya dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang,juga peringatan yang mengandung makna mendalam mengenai emansipasi perempuan dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan gender.

Kartini dengan nama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat (R.A. Kartini),lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879 ayahnya Bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai Bupati Jepara,yang merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI bahkan jika ditelusuri ke atas merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit,ibunya Bernama  M.A. Ngasirah, hanya rakyat biasa, anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Jepara.

R.A Kartini bisa memperoleh pendidikan karena anak seorang bangsawan ,Dia disekolahkan di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun sembari mempelajari berbagai hal, termasuk bahasa Belanda.Namun sayang sekali karena tradisi keraton maka Kartini remajapun terpaksa dipingit dirumahnya. Dalam situasi pingitan tersebut,keinginan Kartini untuk belajar tak pernah padam, dengan kemampuan Bahasa Belandanya ia gunakan untuk membaca buku(waktu itu buku buku hampir semua berbahasa Belanda karena Belanda sedang menjajah Indonesia) dan menulis surat kepada teman teman korespondensinya yang berasal dari  Belanda,salah satu temannya adalah Rosa Abendanon. Dari komunikasinya dengan Abendanon, timbullah ketertarikan untuk berpikir maju seperti perempuan Eropa. Kartini remaja bertekad hendak memajukan perempuan pribumi yang kala itu banyak dibatasi oleh adat istiadat kuno. Pengetahuan Kartini terkait ilmu pengetahuan dan kebudayaan juga cukup luas. Namun belum seberapa perjuangannya,ia kemudian dinikahkan dengan Bupati Rembang bernama KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat tanggal 12 November 1903,walau sudah pernah memiliki tiga istri. Setelah menikah, sang suami mendukung penuh mimpi-mimpi Kartini, salah satunya untuk membangun sebuah sekolah khusus wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang.13 September 1904, Kartini melahirkan seorang putra bernama Soesalit Djojoadhiningrat,sayang  berselang empat hari melahirkan, Kartini meninggal dunia pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.          

    Sekolah Kartini    

Usai kematiannya, surat-surat Kartini dikumpulkan dan diterbitkan dalam sebuah buku berjudul 'Door Duisternis tot Licht' atau Habis Gelap Terbitlah Terang oleh salah satu temanya di Belanda, Mr JH Abendanon, yang saat itu menjabat Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku ini diterbitkan pada 1911 dengan bahasa Belanda sehingga tak banyak warga pribumi yang bisa membacanya. Kemudian pada 1922, Balai Pustaka menerbitkan versi terjemahan buku Habis Gelap Terbitlah Terang: Buat Pikiran dengan bahasa Melayu.

Atas jasanya, RA.Kartini kemudian dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Presiden Soekarno melalui Kepres No.: 108 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964, juga menetapkan hari lahir Kartini, 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang. 

Betapa besar perjuangan dan pengabdian RA Kartini terhadap kaum ibu di Indonesia,karena atas perjuangannyalah harkat dan martabat Perempuan Indonesia terangkat dari Awidya,kesuraman atau kegelapan,karena Perempuan zaman itu tidak memiliki pengetahuan(awidya). Beliaulah menembus semua itu dengan tekad dan perjuangannya sehingga emansipasi Perempuan Indonesia terangkat karenanya, disamping hari Kartini sang pelopor emansipasi Wanita,juga kaum Perempuan dihormati  melalui peringatan Hari Ibu tiap tanggal 22 Desember. Ibu memang sosok luar biasa, dalam kitab suci Yajur Veda XIV.22 dijelaskan, “yantri rad yantri asi yamani dhruva-asi-dharitri” (Wanita adalah pengawas keluarga. Dia cemerlang. Dia mengatur yang lain-lain dan dia sendiri menjalankan aturan-aturan. Dia adalah modal (aset) keluarga. Dia menopang keluarga). Pada kitab Manawa Dharma Sastra III.55 juga menguraikan standar peraturan keluarga yang mengharuskan menghormati kaum perempuan, dengan menyatakan “Pittrbhir bhratrbhis, caitah patibhir devaraistatha; Pujya bhusayita vyasca, bahu kalyanmipsubhih”. Yaitu, wanita harus dihormati dan disayangi oleh ayah-ayahnya, kakak-kakaknya, suami dan ipar-iparnya yang menghendaki kesejahteraan sendiri. Bila anda ingin sukses dan Bahagia hormatilah ibu, ibu yang ngerupaka atau melahirkan kita,ibu pertiwi tempat kita berpijak,ibu Saraswati yang membuka wawasan,skil dan kompetensi kita dan jangan lupa Ibu Kartini yang memperjuangkan emansipasi Wanita,Selamat Hari Kartini 21 April 2024,rahayu(manixs)

Kamis, 04 April 2024

SMK GIRI PENDAWA GELAR GENTA PATEN

Menindak lanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor :06 Tahun 2024 tentang Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen Mendukung Pengendalian Inflasi di Provinsi Bali,Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali mengintruksikan kepada sekolah sekolah di lingkup Disdikpora yakni SMA/SMK se Bali melalui suratnya No.:B.10.400.3/12364/UK/Dikpora tanggal 1 April 2024 untuk melaksanakan intruksi tersebut melalui Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen di lingkungan sekolah masing-masing.

Menyikapai intruksi tersebut Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,bertindak sigap langsung merapatkan barisan dengan merapatkan segenap Tenaga Pendidik dan Kependidikan untuk bertindak dengan dasar SK,Kepala Sekolah no.100/SMK.GP/IV/2024 tanggal 2 April 2024. mendaulat I Made Agus Suciarta Wakasek Kesiswaan sebagai Ketua Panitia,didukung oleh segenap komponen jajaran SMK Giri Pendawa. Atas dasar tersebut Suciarta mengimplementasikan melalui sosialisasi SE.Gubernur dan Surat Kadisdikpora Provinsi Bali untuk melakukan aksi tanam tanaman pangan cepat panen. Seluruh siswa kelas X yang terlibat,karena siswa kelas XI sedang melaksanakan praktek kerja industri (Prakrin) sedangkan kelas XII sudah libur karena telah selesai ujian beberapa minggu lalu. Siswa kelas X kemudian di bagi 7 kelompok, untuk memudahkan pendampingan dan pembinaan disamping akan lebih efektif dalam bekerja nantinya. Dalam persiapannya masing masing kelompok didampingi oleh guru pendamping, masing masing kelompok memperoleh bibit berbeda ,plastik mulase dan obat obatan yang disediakan oleh sekolah,sedang siswa mengerjakan dengan membawa pupuk organik dari rumah masing-masing,menanam,memelihara,merawat,mengobati hingga panen dan pasca panen,tegas Agus.

Pada saat hari yang telah ditentukan untuk melaksanakan gerakan tanam pangan cepat panen di SMK Giri Pendawa yaitu hari Jumat,05 April 2024,jam 08.00 Wita segenap siswa,guru dan staf berkumpul di lapangan untuk mengikuti pembukaan Genta Paten. Dalam kesempatan itu Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,memaparkan betapa pentingnya program Genta Paten ini, dalam kelangsungan hidup kita. Apa yang diinstruksikan oleh pemerintah itu sesungguhnya cukup baik dan besar manfaatnya. Coba kalian laksanakan dengan sungguh sungguh,ikuti intruksi pendamping,tanyakan pada teman-teman kalian yang sudah pengalaman dalam ber-holtikultura, serap semua ilmunya itu ,kemudian kalian praktekan di rumah hasilnya pasti bermanfaat buat kalian. Kalian bisa bayangkan,kalian punya uang tetapi yang jual cabai/bumbu bumbuan,sayur sayuran tidak ada,namun kalau kalian punya lahan pekarangan di rumah itu ditanami,maka akan sangat membantu buat menyokong kehidupan kalian. Tanaman pangan ini adalah barang yang merupakan kebutuhan pokok kita,karena itu jangan sampai langka,antisipasinya apa, ya ini genta ini,pasti akan berguna,laksanakan dengan sungguh-sungguh ya,harap Sumarta.

Untuk memotisipasi siswa dalam melaksanakan Genta Paten ini ,I Wayan Suiji Pengelola sekaligus pendiri Kopsek Giri Amerta ini berjanji akan memberikan apresiasi bagi kelompok pekerja giat dengan hasil terbaik.,untuk itu kalian harus membuat manajemen kerjanya dari pengolahan awal lahan,penanaman,pemeliharaan,panen dan pesca panennya,kalian harus camkan itu. Kegiatan ini adalah sebagai media pendidikan khususnya Pendidikan Kewirausahaan, kalian harus belajar bekerja keras,terutama dalam mengolah lahan,kalian harus bekerja cerdas,bisa melihat pertumbuhan tanaman, kapan harus disiram,disiangi,kapan harus dipupuk,kapan harus disemprot,kalian harus cerdas mencermati perkembangan tersebut,juga harus bisa bekerja tuntas,selesaikan pekerjaan kalian,jangan setengah setengah dalam bekerja,tuntaskan semuanya sesuai scedul, dan terpenting bekerja iklas,iklas menerima hasil sesuai dengan perbuatan kalian. Saya minta perhatian kalian jangan sampai disini saat memanen saja,namun dipelihara bersama sama,bila perlu buatkan jadwal kerjanya,kerjasama  anggota kelompok sangat menentukan keberhasilan kalian,tergantung bagaimana ketua mengakomodirnya,cetus Suiji.

Usai Kepala Sekolah membuka acara secara resmi, seluruh anggota kelompok Genta paten merapat berada di wilayah bedengannya masing-masing,kemudian Kepala Sekolah bersama Waka,Guru dan Staf melaksanakan penanaman perdana di lokasi yang sudah disediakan. Semoga dengan program ini dapat mendukung penyediaan pangan di masyarakat khususnya dapat sedikit mendukung pencegahan inflasi yang terjadi di daerah Bali,semoga (manixs)
 
Kepala SMK Giri Pendawa,I Komang Sumarta sedang memberikan sambutan dalam pebukaan acara

Pengolahan lahan

                                                  Bu Mega,sedang menanam terong ungu

                                                        Wakasek Humas bercocok Tanam


                                                             Waka Kesiswaan bertanam

Kepala Sekolah memberi conto saat menanam perdana.














Rabu, 03 April 2024

SATPOL PP DAN DINKES GERUDUG SMK GIRI PENDAWA

Dalam rangka penegakan Perda  Nomor 1 Tahun 2017 tentang perubahan atas Perda Nomor 1 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR),Pol PP Kabupaten Karangasem yang dipimpin oleh Pak Ngurah dan Dinas Kesehatan mengadakan sidak ke SMK Giri Pendawa sekitar  pukul 10.35 Wita. Rombongan dengan 4 mobil sekitar 15 orang masuk ke SMK Giri Pendawa menyampaikan tujuannya untuk memantau pelaksanaan Perda  KTR tersebut. Setiap sudut diperiksa secara bersamaan ditelusuri sampai kelorong lorongnya di kantor,ruang kelas,ruang perpustakaan,lab dan ruang waka tidak luput dari pemantauan hingga ke kantin. Namun akhirnya di pojok barat daya tempat kantin setelah ditelisik ditemukan 2 puntung rokok, petugas kantin di interogasi dan ia mengakui yang merokok namun tidak sedang merokok,sehingga tidak diberikan teguran. Konsekwensinya karena temuan tersebut ada di kawasan tanpa rokok yaitu di tempat pendidikan atau sekolah,maka Kepala Sekolah selaku penanggungjawab berkewajiban memberikan pembinaan dan melakukan sosialisasi kepada yang bersangkutan.

Sehubungan dengan  kepala sekolah tidak sedang ada di tempat,karena mengikuti kegiatan dinas di Kubu, maka Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas I Wayan Suiji mewakili kepala sekolah mendampingi sekaligus menandatangani pernyataan untuk menyatakan kesiapan memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada pelaku perokok tersebut,sekaligus kepada segenap warga sekolah.

Usai penyerahan spanduk dan pamplet larangan merokok dalam sesi foto bersama,jajaran Pol PP dan Dinkes melanjutkan perjalan tugasnya ke Kantor Kepala Desa Nongan (manixs)

Surat Pernyataan


Waka Humas mendampingi saat sidak oleh Pol PP

Menjelang penemuan puntung rokok

 
Wakasek humas di berikan arahan sebelum tanda tangan SP

Foto bersama Tim Sidak
Pol PP menuju Kantor Desa Nongan
 
Oprasi KTR








PARADIGMA BARU DALAM KEPENGAWASAN SEKOLAH

SMK Giri Pendawa adalah salah satu sekolah kejuruan yang ada di Kecamatan Rendang,Kabupaten Karangasem yang sudah berdiri sejak tahun 2011,pada awal berdirinya  sekolah ini ada dilingkup Dinas Pendidikan Kabupaten  Kabupaten Karangasem,baru kemudian dengan adanya regulasi baru maka sekolah SMA/SMK ada dalam lingkup Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali. Dalam pelaksanaan oprasionalnya diawasi oleh Dinas Pendidikan melalui Pengawas Sekolah yang berganti ganti dari bapak Drs.I Nyoman Tangkas,M.Si,Bp.I Nyoman Tegteg,ST,M.Pd,bapak Ida bagus Keniten,S.Pd,M.Pd dan mulai April 2024 pengawasnya adalah bapak I Nyoman Pasek.S.Pd,M.Pd yang diangkat sebagai pengawas sekolah mulai Maret 2024 lalu.

Pasek pria kelahiran Desa Nawa Keri,Kecamatan Abang lahir 1980 bekerja sebagai guru di SMA Negeri 2 Amlapura,sejak tahun 2009 ia menekuni tugas tambahan sebagai Wakasek Kurikulum,dia paham betul tentang perkurikuluman yang terus mengalami perubahan. Pria 4 putra putri ini adalah sosok yang kreatif dan inopatif di dunia digital,sehingga dengan kepiawaiannya maka terpilih dalam tim pengembang di kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,sehingga banyak waktunya wara wiri ke berbagai daerah di Indonesia untuk membagikan pengetahuannya,dengan pengalamannya itu ia menciptakan aplikasi Raport yang sudah dipakai ribuan sekolah di seluruh Indonesia.

Dalam penyampaiannya saat silaturahmi perkenalan ke sekolah binaannya di SMK Giri Pendawa hari Selasa,3 April 2024 kemarin ,ia menyampaikan bahwa Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut,namun paradigma pengawas sekarang bukan mencari cari kesalahan dalam mensupervisi tetapi paradigmanya adalah observasi dan pendampingan,perannya masih tetap sebagai observasi akademik maupun manajerial,namun apabila ditemukan masalah kita cari solusi bersama sama sehingga kami merupakan bagian dari sekolah ini,jangan takut kalau pengawas datang seperti dulu seolah olah mencari kesalahan,kami datang untuk memberikan pendampingan sehingga tujuan sekolah akan lebih cepat tercapai. Bila guru guru ada masalah jangan ragu ragu menyampaikan kepada saya,siap kita bantu  karena tugas saya selaku pengawas adalah memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Melakukan pendampingan dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah. Memberikan pertimbangan kepada kepala sekolah untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya,karena fungsi pengawasan dalam manajemen dimana manajemen sepenuhnya adalah tanggung jawab setiap pimpinan pada tingkat mana pun. Sehingga hakikat pengawasan adalah untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyimpangan, pemborosan, penyelewengan, hambatan, kesalahan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran serta pelaksanaan tugas. Yang menjadi sasaran kerja tugas kami adalah pengawasan (supervisi) akademik adalah kinerja guru dalam pembelajaran sedangkan sasaran pengawasan (supervisi) manajerial yaitu kinerja staf dan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan yang dipimpinnya. Untuk itu program kami kedepan rencananya minimal sebulan sekali saya akan datang ke sekolah ini,sekali lagi bukan mencari cari kesalahan tetapi mendampingi bapak ibu guru,staf pegawai dan bapak kepala sekolah dalam melaksanakan tugas. Sekali lagi tolong refleksikan raport pendidikan,kekuatannya dipertahankan sedangkan kelemahannya cari upaya untuk memperkuat,mari kita saling mengisi sehingga tugas kita berjalan beriringan. Bapak ibu guru kita sekarang sedah menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar,tentu banyak sekali perubahan perubahan terjadi,mari kita aktif mendapatkan informasi misalnya silahkan googling di PNM,karena untuk meningkatkan profesionalisma kita tidak bisa mengandalkan pelatihan dari pusat karena keterbatasan,maka kita harus aktif demi anak anak bangsa yang kita didik. Dalam kurikulum sekarang adalah merdeka mandiri,mandiri belajar,mandiri berubah dan mandiri berbagi karena itu kita harus tetap semangat belajar walaupun sudah biasa mengajar agar jangan tertinggalan. Sebagai pedoman di sekolah adalah kurikulum,mari kita revisi termasuk visi dan misinya,tetap semangat bapak ibu,harap Pasek diakhir perkenalannya.

Sementara itu Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd menyampaikan apresiasinya dan terimakasih serta harapannya agar selalu dibina dan dibimbing dalam kami melakukan tugas,banyak hal yang harus kita perbaiki,apalagi saya juga baru menjabat sebagai kepala sekolah,saya akan banyak menimba ilmu dari mentor saya pak Nyoman Pasek,terimakasih mohon maaf apabila dalam perkenalan awal ini ada yang kurang berkenaan,pengkasnya (manixs).

I Nyoman Pasek saat perkenalan dengan guru pegawai dan kepala sekolah

Suasana perkenalan Penagwas,03-04-2024