Salah satu stap pegawai SMK Giri Pendawa I Made Ariawan adalah seorang seniman otodidak berbakat alami,ia tidak mewarisi darah seni namun kompyangnya ada yang suka seni, sejak kelas 1Sekolah Dasar ia senang mendengarkan orang nabuh. Pria kelahiran 31 Agustus 1991 ini, masuk SD 2 Nongan tahun 1997,lanjut ke SMPN 1 Rendang dan selesai di SMAN 1 Rendang tahun 2009 telah menikah dikaruniai 2 putra dan 1 putri,I Gede Bayu Pratama putra pertama dan Ni Kadek Amelia Pratiwi serta I Komang Arsa Prabawa ,putra ke tiga.Ditemui di sela sela kegiatan Samawartana setelah selesai pementasan Topeng Bondres kolaborasi karaoke dan joged karya Ariawan yang berhasil menggetarkan panggung Widya Graha. Ariawan sang pembina merasa cukup puas dan tidak menyangka garapannya berhasil memukau penonton ,ia menceritakan awal persiapan bondres ini sulit mencari peserta,dengan penuh kesabaran ia meminta kepada beberapa peserta didik yang punya minat dan astungkaranya Ni Kadek Diah Gita Lestari,Putu Gede Saputra dan I Komang Edi Riawan menyatakan kesiapannya untuk belajar nari bondres, akhirnya mulai dari nol mereka digarap dalam sebuah pagelaran yang berjudul Bondres mara bangun, ditanya kenapa memakai judul itu Ariawan mengatakan bahwa 10 tahun sudah bekerja di SMK baru kali ini bisa membangun impian sebuah garapan tari bondres,akhirnya bekerjasama dengan salah satu guru yang sudah biasa menari topeng yakni Ngk.Made Ariawan maka terciptalah Topeng bondres yang menceritakan dua orang pemuda yang bernama Pacul dan Bracuk dan seorang perempuan pacarnya Pacul yang bernama Gek Diah yang diperankan Diah Gita Lestari.,Putu Gede Saputra pemeran Pacul dan I Komang Edi Riawan pemeran Ketut Bracuk. Pacul yang kasmaran dengan Gek Diah berjanji ketemuan lewat telpon,dan setelah mereka ketemu disana saling menyatakan kerinduannya,namun I Bracuk yang melihat Gek Diah yang tubuhnya bongsor,ia membuli gek diah dengan mengatakan tubuhnya seperti drum,mendengar hasutannya I Bracuk Ipacul kemakan hasutan dan akhirnya Gek Diah menyatakan putus dan I Pacul keluar merayu dan mencari cewe lain yang lebih cantik dari Gek Diah, kemudian Bracuk dan Gekdiah menghibur diri dengan memanggil temannya untuk bernyanyi,ibracukpun memanggil temannya untuk menyanyikan lagu pada tresna,disanalah Bracuk dan Gek Diah lupa karena asiknya berjoged mendengarkan lantunan lagu,karena asiknya berpegangan tangan datanglah si Pacul menuduh mereka mata keranjang,mereka bertengkar,namun sebagai kakak I Bracuk menasehati adiknya dan gek diah agar jangan bertengkar lagi dan menyatakan stitmen bahwa mereka adalah saudara tidak boleh bertengkar dan saling membuli,akhirnya Pacul dan Gek Diah sadar dan mereka bersuka ria berjoged dan ngibing menghibur penonton,karena sudah merasa pada bahagia dan bondrespun berakhir dengan ending bahagia sukacita sudah menamatkan pendidikan di SMK Giri Pendawa.
Ariawan cukup puas dengan karyanya karena dalam waktu singkat dan mulai dari nol bisa menghibur penonton,semua itu karena kerjasama dan dukungan dari semua pihak khususnya semangat anak anak untuk berlatih,kedepan setiap ada moment penting di sekolah kita buat garapan sesuai tema kegiatan, saya siap ngayah apalagi sekarang sudah ada Pak Ngakan Ariawan yang memang piawai dalam menari topeng,sedangkan kalau saya terus terang masih jauh,namun hanya bermodal semangat ngayah,karena melalui persembahan seni dunia ini akan indah,karena keindahan akan membawa kedamaian dihati setiap insan,dengan rasa damai akan muncul keiklasan hati untuk melakukan suatu tugas yang diberikan oleh atasan. Rahayu semoga hidup berbahagia,tutupnya.(manixs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar