Pelepasan siswa/Samawartana
SMK Giri Pendawa yang ke XI tahun Pelajaran 2023/2024 ini ,di gelar di tempat
yang sangat representative di ruang auditorium pasilitas Kawasan Suci Pura Agung
Besakih Sabtu,27 April 2024. Hadir pada kesempatan itu segenap cipitas SMK Giri
Pendawa,Ketua Yayasan,Ketua Komite,Camat Rendang,Kapolsek,Perbekel se Kecamatan
Rendang,Kepala SMP se Kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen,juga Kepala Badan
Pengelola Besakih yang diwakii oleh Sekretarisnya I Wayan Mastra,SH.beserta
orang tua siswa kelas XII yang melaksanakan graduation pada hari ini.
Ketua Panitia pelaksana Ni
Wayan Melina Pebriani melaporkan bahwa pelaksanaan samawartana kali ini cukup istimewa,karena
diijinkan menggunakan pasilitas Auditorium yang sangat megah ini,untuk itu kami
segenap warga sekolah mengucapkan terimakasih kepada Kepala Badan,semoga
kedepannya kerjasama kita semakin baik,segenap pengisi acara adalah anak anak
SMK Giri Pendawa dan dananyapun dari mereka yang dikumpulkan melalui Simpanan
pokok dan simpanan sukarela di Koperasi Sekolah Giri Amertha ,ujar Peby.
Lebih lanjut I Komang
Sumarta,Kepala SMK Giri Pendawa dalam sambutannya memaparkan tentang capaian
dan hambatan yang dialami sekolah yang dipimpinnya,hal paling membanggakan
adalah output sekolah kami cukup mampu bersaing di dunia kerja,banyak hotel
berbintang yang datang kepada kami untuk menggunakan anak didik kami yang telah
lulus, seperti sekarang ada beberapa diantara mereka tidak hadir karena sudah
diterima di kawasan Ubud dan Kuta,padahal mereka belum pengumuman kelulusan.
Kami juga bersyukur karena SDM yang kami punya,guru guru kami khususnya yang
produktif banyak yang pengalaman luar negeri,sehingga dengan mudah mereka
mentransfer pengalamannya kepada siswa. Harapannya agar anak anak lulusan SMK
Giri Pendawa dengan kerja keras,Cerdas dan tuntas akan mampu menjadi Generasi Emas
yang Cerdas,Ceria dan Mencerdaskan sesuai tema lepas pisah hari ini,ungkap
Sumarta.
Sementara itu Ketua
Komite Jero Ketut Sutawa,setelah menerima pelepasan siswa dari kepala
sekolah,dalam pidatonya ia mengharapkan agar para alumni siap menghadapi
tantangan kedepan,ibaratnya guru dan orang tua hanya bisa mengantar sampai di
pintu gerbang,oleh karenanya setelah melangkah keluar dari pintu gerbang,kalian
sendiri yang menentukan kemana arah dan tujuan hidupmu,untuk itu rencanakanlah
jalan hidupmu,ibarat membuat rumah, kamu harus buat design-nya,lalu
kokohkan pondasinya untuk mewujudkan mimpi mimpimu. Bapak minta jangan kalian
pakum,melangkahlah ikuti alur pikir dan potensimu dengan sungguh sungguh,mau melanjutkan
sekolah, sekolahlah dengan benar,mau kerja,bekerjalah dengan sungguh
sungguh,maka orang tua kalian akan bangga dan terpenting jangan kalian lupakan doa
kepada Sang Pencipta Ida Hyang Widhi Waca,karena Beliau penguasa hidup matimu,harap
jero Sutawa.
Tidak Ketinggalan juga Ketua Yayasan Giri Pendawa,Jero Mangku Ketut Sudana dalam wejangannya menyampaikan rasa bangganya karena sudah 13 tahun berdiri suka duka dalam mengelola SMK ini sangat dirasakan,terutama tiga tahun terakhir di tahun 2021 dengan adanya wabah covid19 dampaknya sangat terasa sehingga masyarakat benar benar berpikir dalam mengelola hidupnya sehingga berdampak pada sedikitnya serapan anak sekolah,seperti anak anak yang kita wisuda hari ini waktu itu cuma terdaftar 37 orang,1 orang dropout dan 1 orang tidak mengikuti ujian sehingga masih tersisa 35 siswa/I,yang akan kita lepas hari ini ,ungkap Jero Mk.Sudana.
Camat Rendang yang diwakili I Komang Sedayatana, dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada siswa dan berharap agar setelah lepas nantinya,kalau kalian melanjutkan atau bekerja keluar wilayah kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen tolong jaga nama baik kalian,keluarga dan nama baik Kecamatan karena kalian adalah berasal dari kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen,pintanya.
Usai acara sambutan diselingi dengan pengumuman juara lomba Bulan Basa ,Aksara dan Sastra Bali yang dilaksanakan Pebruari kemarin sekaligus penyerahan hadiah dan piagam kepada para pemenang lomba yang disponsori oleh Kopsek Widya Amertha,baru kemudian dilanjutkan dengan pengalungan mendali kepada para alumni sebagai tanda pelepasan, diberi ucapan selamat oleh undangan dan guru serta stap. Sebagai acara terakhir adalah hiburan berupa tari topeng bujuh,Bondres Mara Bangun diselingi karaoke pada tresna dan kolaborasi joged gek diah. Penonton cukup terhibur dengan banyolan banyolan dan goyangan pemain walaupun pentas perdana yang masih belum berpengalaman,tapi mereka mampu tampil memukau sehingga penonton enggan meninggalkan tempat duduknya. Tampilan ini diskenario oleh I Made Ariawan salah seorang staf TU yang mempunyai bakat alam dalam bekesenian, berkolaborasi dengan Ngk.Made Ariawan dalam membina Bondres, beliau memang berpengalaman menari topeng sekaligus menjabat sebagai Ketua Pasraman Desa Adat Nongan,bakat berkeseniannya beliau peroleh dari istri tercintanya Jero Ni Made Ayu Tisning yang jebolan kokar. Acara berakhir pukul 12.00 dilanjutkan dengan santap siang bersama secara prasmanan diwantilan kawasan Wiyata Graha pasilitas Pura Agung Besakih.(manixs).
Samawartana ke XI


Foto bersama undangan


.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)



.jpeg)

.jpeg)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar