Rapat tingkat pimpinan di SMK Giri Pendawa dipimpin Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta, hadir pada saat iti Wakasek Kurikulum I Gst.Ngurah Mataram,Wakasek Kesiswaan I Made Agus Suciarta, Waka Sarpras I Komang Wedana dan Wakasek Humas I Wayan Suiji.
Sumarta dalam arahannya menyampaikan pada intinya kita harus bulatkan tekad,singsingan baju untuk maju mengemban tugas mulia ini,untuk itu kita tingkat pimpinan harus semangat bersatu dalam menghadapi setiap persoalan yang ada,kita tidak boleh patah semangat dalam menghadapi tugas tugas ini. Untuk itu masing masing bidang saya minta untuk menyampaikan ide dan gagasan serta persoalan persoalan yang ada,lebih lebih PPDB sudah mulai bergerak,kita harus punya strategi dalam memperoleh siswa harus lebih banyak dari tahun lalu,mari kita siasati dalam rekrutmen ini. Minggu lalu saya dikirimi instrument untuk segera diisi,isinya tentang standar persekolahan,seperti kurikulum,supervisi,visi misi dan lain lain,saya belum sempat menginformasikan sehingga jawabannya asal mengena, jadinya belum begitu baik. Selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang persiapan UAS,Lepas Pisah,Promosi sekolah, sosialisasi PPDB,penagihan tunggakan dan sarana yang kurang. Mari kita bahas bersama kesempatan pertama pada saudara Waka Kurikulum,Kesiswaan,Sarpras dan terakhir Humas.
Gusti Ngurah Mataram memaparkan tentang kesiapan pelaksanaan UAS yang sudah berlangsung oleh masing masing guru mata pelajaran sesuai jadwalnya masing masing dan itu sudah kita sepakati dalam rapat terdahulu,tingga kita minta nilai dan menentukan kenaikan,untuk kelulusan kelas XII sudah rady tinggal pelaksanaan saja. Untuk Visi Misi nanti bulan Juni setelah UTS kita adakan revew kurikulum sekaligus membahas masalah Visi Misi tersebut,pungkasnya. Sedangkan Agus Suciarta Waka Kesiswaan membahas masalah pemanfaatan uang OSIS dan kerja sama SMK dengan lembaga pariwisata yang ada disekitar Kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen sebagai salah satu bentuk tefa. Sedangkan untuk lepas pisah setelah mendengarkan aspiraasi siswa kelas XII dan teman teman guru cendrung memilih lokasi di auditorium Pr.Besakih dengan pertimbangan lebih gampang dan gaungnya lebih seru di media sosial sekaligus sebagai ajang promosi sekolah,pintanya. Waka Sarpras menimpali dan sependapat dengan kesiswaaan tentang acara lepas pisah,kalau disekolah tahun kemarin sewa kain saja 1 juta dan pembuatan spanduk dan sport foto itu lebih kurang 800 ribuan belum lagi sewa audio,timbangnya.
Kesempatan terakhir Waka Humas I Wayan Suiji,menegaskan agar instrumen yang disampaikan kepala sekolah agar dicetak dan dipelajari sehingga kita tahu kekuatan dan kelemahan sekolah kita,sehingga bisa dipakai dasar untuk melangkah oleh masing masing bidang. Mengenai PPDB dalam mensosialisasikannya buat suatu trik menginformasikan kepada publik sehingga menarik untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini, seperti yang menjadi momok adalah masalah SPP,turunkan SPP menjadi 100 ribu dan 90 ribu biaya praktek , seperti yang disampaikan tadi. Nah untuk acara Samawartana/lepas pisah sebaiknya di Besakih karena sebagai ajang promosi juga mengingat sekarang suasana musim PPDB. Yang tidak kalah pentinya bagaimana mengupayakan agar jam jam kosong bisa diminimalisir,karena ini juga terbisik ditelinga orang tua sebagai informasi yang tidak menguntungkan,pungkasnya.
Rapat berakhir atas kesepakatan Samawartana di Besakih ,UAS sesuai jadwal,SPP 100 ribu, Pakaian seragam wajib yang akan dikordinasikan/ditenderkan oleh Kepala Sekolah dan pembagiannya ditangani oleh tim dari Kopsek Giri Amertha ,hasil keputusan ini akan di informasikan lebih lanjut pada rapat Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang akan dihadiri oleh Ketua Yayasan Drs.I Ketut Sudana,M.Si hari Rabu,24 April 2024 mendatang(manixs).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar