Jumat, 26 April 2024

GELAR GLADI TUNTASKAN PENTAS

Menjelang persiapan Samawartana XI SMK Giri Pendawa sore ini digelar gladi di Wyata Graha pasilitas kawasan Suci Pura Besakih yang dipantau langsung oleh Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,didampingi oleh para Waka. Ketua panitaia acara Ni Wayan Melina Pebriani dengan tekun memperhatikan gelaran acara diatas panggung karpet merah. Seksi acara I Komang Wedana terlihat memberikan arahan kepada dua orang putri pembawa acara  yang masih belum siap mental terbukti sedikit grogi ketika diberikan koreksi,kayaknya baru pertama kali menjadi MC dipanggung sebesar ini. Acara diawali dengan pemaparan acara oleh mc,kemudian ditampilkan tari puspanjali oleh tiga orang penari yang kelihatan masih malu malu terutama penari depan,sedangkan penari belakang terlihat sudah biasa tampil. Setelah tarian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dirigennya agak cepat dan tidak memberi hormat kepada undangan,sehingga sempat di koreksi oleh Kepala Sekolah, dikomando tetap berdiri karena acara dilanjutkan dengan doa (free memory),baru kemudian disilahkan duduk setelah doa selesai. Kesan dan pesan dari siswa yang mewakili lanjut sambutan-sambutan,yang pertama oleh Kepala sekolah kemudian langsung pelepasan atribut sekolah kepada siswa kelas XII,penanda tanganan berita acara serah terima siswa kepada Ketua Komite yang disaksikan oleh Camat,Kepala badan dan Ketua Yayasan. Ketua Komite kemudian memberikan sambutan,dilanjutkan wejangan Ketua Yayasan,Motivasi dari Kepala Badan dan terakhir ucapan syukur dari Camat Rendang. Rencana selanjutnya adalah pengalungan mendali sekolah sebagai tanda anak anak kelas XII sudah tamat,kemudian diselipkan pengumuman pemenang lomba Bulan Basa Bali ke VI oleh Waka Humas sekaligus Ketua Panitia Peringatan Bulan Basa Bali VI di SMK Giri Pendawa. 

Acara semakin semarak diselingi hiburan bondres Mara Bangun dan karaoke duet lagu pada tresna oleh anak anak SMK Giri Pendawa kelas X dibawah asuhan I Made Ariawan alias Dek Kantor. Kantor panggilan akrabnya adalah seniman tabuh otodidak berbakat seni  bukan turunan,ia memang dilahirkan hoby bermain seni,seni tabuh,karaoke dan bondres ia sutradarai dan membuat skenarionya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ditanya tentang kesiapannya menghibur besok diacara puncak,kantor tersenyum kecil sambil berkata "kanggiang samatra sida katur" ucapnya merendah. Bondres mara bangun yang lakonnya menceritakan tentang kehebatan SMK yang patut dibanggakan,namun ulah siswanya yang malas bayar uang komite juga disentil. ditengah lakonnya yang banyol dua pemuda yang memperebutkan seorang gek diah yang pada akhirnya sadar,jangan gara gara cewek kita bertengkar padahal kita bersaudara sebagai anak anak SMK Giri Pendawa pesannya.

Mengakhiri gladi itu sang pemimpin SMK Giri Pendawa sempat bergumam,menyampaikan rasa bangganya,walaupun sarana gong ala kadarnya,Kantor mampu menampilkan garapan yang cukup memukau dan mampu mengambil suasana pementasan,semoga besok diacara puncak dapat tampil optimal sehingga berkesan bagi anak anak khususnya kelas XII dan orang tuanya,ungkap Sumarta dengan rasa syukur (manixs) 

pemeran gek diah yang jadi rebutan walaupun bongsor


suasana saat Gladi

Sang pelatih Kadek Kantor mempin di kendang

Bondres kreasi besutan Md.Ariawan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar