Rabu, 31 Januari 2024

RAPAT RUTIN AGENDA BULANAN

Rapat rutin yang diselenggarakan tiap akhir bulan adalah agenda rutin di SMK Giri Pendawa,rapat yang dibuka Wakasek Humas I Wayan Suiji menyampaikan agenda rapat yang diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan arahan Kepala Sekolah I Komang Sumarta yang membahas tentang  permasalahan pembelajaran,LPJ dan pembubaran panitia Hari Ulang Tahun sekokah ke XIII,Pembentukan Panitia PPDB tahun pelajaran 2024/2025,pelaksanaan upacara agama,lomba-lomba dan masalah siswa pindahan australia yang belum masuk dapodik. Dalam arahannya kepala sekolah menekankan agar pembelajaran disekolah jangan sampai terlalu sering kosong,kalau berhalangan mohon guru berkordinasi dengan guru piket untuk diberikan tugas pada siswa,celakanya guru ada,tetapi tidak mengajar sehingga siswa ribut berkeliaran karena jam kosong, kondisi ini sudah terditeksi oleh masyarakat khususnya orang tua siswa, hal ini akan menbawa dampak kurang baik terhadap penerimaan siswa tahun berikutnya. Mengatasi masalah ini saya minta kerjasama semua pihak dan bertanggungjawab terhadap tugasnya,agar image sekolah kita tidak jatuh gara-gara kelakuan guru yang bersangkutan. Saya menjumpai kasus bahwa ada salah satu dan mungkin beberapa guru di absen kehadiran ada menandatangani,tetapi di absen rekap guru mengajar yang dilaksanakan siswa ternyata yang bersangkutan tidak ada mengajar,ini artinya dia masuk tetapi tidak mengajar,mohon ini dicermati dan bisa introspeksi diri,karena apa yang kita lakukan disini, akan diketahui oleh masyarakat melalui cuitan siswa dirumahnya masing-masing. Pada intinya mari kita semua introspeksi diri dan bebenah diri agar melaksanakan tugas sesuai swadarma masing-masing, agar tidak menyusahkan orang lain,saya tidak banyak komentar karena kita sudah sama-sama dewasa.pungkas Sumarta.

Gst Ngr Mataram Wakasek Kurikulum menanggapi informasi yang diberikan kepala sekolah khususnya mengenai jam kosong,ia menyarankan agar pelaksanaan KBM dapat berlangung lancar,guru hendaknya terus dibina dan konfrontasi data kehadirannya,dengan bimbingan yang intensif dari kepala sekolah maka guru akan menjadi sadar akan swadarmanya sebagai pengajar dan kalau bisa diatasi dengan team taching artinya ketika ada guru tidak hadir,maka guru lain dapat menggantikannya sehingga tidak lagi ada istilah jam kosong. Mataram juga memaparkan tentang pelaksanaan UKKS dan UKKN yang sudah diambang pintu sudah siap alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut,semuanya tergantung kaprodi masing masing. Sumber dana yang dibutuhkan adalah bersumber dari swadaya  siswa sesuai hasil kesepakatan dalam rapat sosialisasi UKK bersama orang tua siswa kelas XII,ujarnya.

Dewa Putu Suaba selaku kaprodi perhotelan menginformasikan kesiapan menghadapi UKK karena secara teknis kami sudah siapkan termasuk asessor dari PHRI,semuanya sudah ready,tinggal Sabtu ini sebelum pelaksanaan UKK agar semua warga sekolah dilibatkan untuk mengadakan kebersihan lingkungan,karena kita akan menerima tamu. Sedangkan anak anak yang sedang mengikuti on the job training,ada beberapa masalah,utamanya masalah pindah tempat trening kami sudah selesaikan bersama waka humas kemarin dan sudah clear tetapi yang terakhir ada yang mau pindah tidak saya ijinkan, lapornya.

Selanjutnya Komang Pande Setiawan sebagai ketua HUT sekolah ,melaporkan bahwa pelaksanaan ulang tahun Yayasan dan Sekolah sudah berjalan lancar,atas bimbingan kepala sekolah dan kerjasama warga sekolah,walaupun diselenggarakan secara sederhana,namun agendanya cukup lengkap mulai dari lomba-lomba kompetensi keahlian dibidang perhotelan dan tataboga,juga bakti sosial serta lomba budaya dan praktek keagamaan. Sedangkan anggaran yang dihabiskan bersumber dari dana komite,mohon maaf laporannya sedang dibawa oleh bendahara yang hari ini tidak bisa hadir karena ada acara penting yang tidak bisa diwakilkan,ujarnya.

Akhirnya pada ruang tanya jawab Wakasek Sarpras Komang Wedana menanyakan tentang haknya sebagai wakasek,sudah berjalan satu setengah tahun belum dinikmati dan mengenai pintu FO yang dipecahkan siswa sudah dipesankan dan dalam proses pengerjaan ungkapnya. Kemudian I Made Agus Suciarta pendamping wakasek kesiswaan juga melaporkan tentang kondisi keuangan kesiswaan yang laporan dan keuangannya belum semuanya diterima dan akan dikordinasikan dengan wakasek dan pendamping lainnya yang sudah pindah ketempat lain.

Untuk menanggapi tentang hak wakasek yang belum diterima kepala sekolah mengkonfirmasi kepada bendahara gaji,dan yang bersangkutan secara finansial sudah menerima sama dengan waka lainnya, hanya saja SK kepada yang bersangkutan belum ada,ujar Sri Agustini. kepala sekolah juga meminta maaf atas belum diterimanya SK,tetapi astungkara secara hak finansialnya sudah. Pada kesempatan ini juga saya umumkan,bahwa untuk mengatasi pindahnya teman-teman yang sudah lulus P3K dan Wakasek kesiswaan sedang kosong,maka saya informasikan saudara I Made Agus Suciarta pendamping kesiswaan saya angkat sebagai Wakasek Kesiswaan,SK nya menyusul,sedangkan sebagai Ketua Panitia PPDB tahun pelajaran 2024/2025 saya tunjuk sdr I Wayan Gede Suarnata sesuai rancangan yang disampaikan oleh sdr wakasek humas tadi,ungkap kepala sekolah.

Setelah dikonfirmasikan dan dijawab dengan bijak oleh kepala sekolah,maka semua persoalan menjadi clear dan diterima oleh peserta rapat. Setelah rapat ditutup oleh waka humas,maka acara diakhiri dengan santap siang bersama(manixs).

 Kepala sekolah memimpin rapat

 
Kepala sekolah didampingi Waka Kurikulum,Waka Humas dan Kaprodi PH

Peserta rapat guru dan pegawai

 
Saat rapat sedang berlangsung

 
Wayan Gde Suarnata ditunjuk sebagai Ketua Panitia PPDB TP.2024/2025
I Made Agus Suciarta,S.Pd. Wakasek Kesiswaan yang baru,
mengganti I Komang Warsa,S.Pd,M.Si,M.Pd mutasi sebagai kepala SMAN 1 Tembuku





Selasa, 23 Januari 2024

MENDIDIK ANAK BANGSA SEBUAH YADNYA BERANTAI

Mendidik dan mengajar mempunyai perbedaan prinsip yang mendasar,dimana mendidik adalah memproses siswa menjadi baik, sopan santun, jujur, bertanggung jawab,sedangkan mengajar adalah memproses orang menjadi pintar, cerdas, pandai. Jika bersekolah cuma hanya menjadi sebuah lembaga pengajaran, dan tidak mendidik, maka akibatnya siswa hanya 'pintar' tetapi tidak 'baik.' karena itu mendidik dan mengajar suatu kombinasi yang mesti dilaksanakan di lembaga pendidikan.

SMK Giri Pendawa adalah sebuah lembaga pendidikan yang berusaha mendidik dan mengajar anak didiknya agar out put nya memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional yang dilandasi oleh kecerdasan spiritual,maka dengan demikian akan terwujud siswa-siswi yang memiliki attitude yang baik,cerdas dan bertanggungjawab,itulah harapan kami,ungkap Komang Sumarta Kepala SMK Giri Pendawa dalam diskusinya dengan pengawas sekolah yang baru Ida Bagus Keniten menggantikan pengawas lama I Nyoman Tegteg karena sudah purna tugas.

Ida Bagus Keniten pengawas SMA/SMK Provinsi Bali adalah sosok yang bersahaja,ramah dan humanis dalam membina sekolah binaannya,disamping seorang yang profesional dibidang pendidikan,juga mahir dalam sastra dan agama termasuk mahir dalam dunia IT. Penampilannya kalem sederhana tetapi wawasannya cerdas dan setiap arahannya senantiasa dilandasi dengan filosofi kehidupan dengan memberikan motivasi sebagai penyemangat untuk melaksanakan tugas. Beliau juga mengatakan bahwa guru-guru yang sudah pensiun dan mengabdikan dirinya di sekolah ini adalah melakukan yadnya dan yadnyanya berantai,kalau cari finansial tidak mungkin disini karena lebih besar pasak dari pada tiang, berapa dapat honor disini,masuk bawa mobil,tengah bulan habis honornya untuk beli bbm,tetapi saya yakin beliau beliau itu dapat kepuasan bhatin dan melakukan yadnya kepada anak bangsa ini dan yadnyanya berantai,karena anak-anak yang tamat dari sekolah ini,kemudian bekerja,mendapat gaji sehingga bisa menghidupi dirinya dan kemungkinan menanggung keluarganya,orang tuanya,adik-adiknya,maka itulah yadnya berantainya, karena itu bapak ibu yang mengabdikan diri bersyukurlah yadnyanya dilipat gandakan,maka pahalapun astungkara berlipat ganda,selorohnya sambil bergurau.

Setelah diskusi banyak hal dengan kepala sekolah yang didampingi oleh Waka Humas dan Waka Kurikulum,beliau berpesan bangunlah hubungan yang kondusif dan humanis baik dengan lembaga-lembaga pendukung seperti dudi dan lainnya   utamanya dengan yayasan yang menaungi sekolah ini,karena lembaga ini adalah lembaga pendidikan suasana harus dibangun dalam suasana yang kondusif sehingga proses KBM berlangsung nyaman. Beliau juga memberikan contoh contoh sekolah sesuai pengalamannya membina sekolah sekolah di Gianyar,Karangasem dan kabupaten lainnya,banyak yang lebih baik,tapi banyak juga yang lebih jelek. Coba buat brand khusus sekolah ini, melalalui teaching factory (TeFa) misalnya membuat jajan dan penganan lainnya yang mempunyai ciri khas sekolah ini yang tidak diproduksi di tempat lain,sekaligus sebagai promosi sekolah,jangan lupa perbanyak promosi agar masyarakat tahu dan mengerti tentang baik dan untungnya bersekolah disini,sekarang untuk promosi tidak hanya ke sekolah tetapi lewat media sosial/IT, akan lebih mengena dan diketahui oleh masyarakat banyak.ungkapnya.

Usai bertemu dengan kepala sekolah dan para waka,kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan salah satunya ke Laboratorium Tata Boga, menyaksikan peralatan dan melihat  Ni Kadek Ari Darmayanti dan  Ni KAdek Diah gita Lestari kelas X TB mengadakan praktek persiapan yang akan mengikuti lomba setup table,lipatan napkin dll di Bangli. Pada saat wawancara dengan siswa,beliau juga memberikan motivasi agar berlatih lebih giat,tidak hanya di boga tetapi juga di bidang lainnya,seperti housekeeping,bartender,FO,Laundry,CS dll, sehingga setelah tamat,melamar kerja dibidang apapun siap,maka kamu akan lebih mudah cari kerja kalau menguasai banyak bidang,termasuk ketrampilan budaya,seperti menari,menabuh,mejejaitan,juga seni ukir buah fruit carving dll,makin lengkap skill mu maka akan makin mudah mendapatkan kerja. Begitu pula dalam berkomunikasi,kuasai minimal satu bahasa asing,makin banyak tahu bahasa makin mudah dalam mencari kerja,tapi jangan dilupakan attitudemu harus baik. ok ya,selamat berlomba semoga kalian sukses.

Peninjauan lapangan dilanjutkan dengan melihat lingkungan sekitar khususnya kelas belajar,sehingga sebelum mengakhiri kunjungan pengawasan ke SMK Giri Pendawa, beliau berpesan agar menjaga kebersihan lingkungan sekolah,karena dengan bersih suasana akan nyaman,sehingga apa yang kita tularkan pada siswa akan lebih mudah karena hatinya damai,libatkan semua warga sekolah melalui penjadwalan dan pengawasan oleh para guru. Yang Kedua usahakan jam pelajaran jangan sampai kosong apalagi sering,ini paling menentukan citra diri sekolah,anak anak akan ngoceh dengan orang tua dari mulut ke mulut,ini promosi yang tidak baik yang akan menyebabkan animo masyarakat menurun, habis nanti sekolah ini,tolong tekankan pada guru-guru adakan supervisi,nanti saya juga akan mensupervisi langsung,tetapi waka kurikulum atau kepala sekolah dulu yang melakukan,nanti kalau masih tak ada perubahan saya yang turun tangan langsung,kasihan siswa,pagi pagi sedang enaknya belajar gurunya absen. Saya harap ada perubahan. Kemudian yang ketiga Literasi,tiap pagi harus diberikan,hidupkan perpustakaan, adakan program literasi sehingga anak anak terampil,apakah berbahasa inggris,story teling,satua bali dll. Ke empat tingkatkan 5S kepada warga sekolah,kalau ada tamu datang agar Senyum,Salam Sapa,Santun dan Sahabat. itulah harus ditanamkan pada warga sekolah,khusunya anak anak dan guru pegawai memberi contoh. Begitu kira kira untuk sementara,nanti saya akan terus kesini untuk bersama-sama membangun sekolah ini,terimakasih,ujarnya seraya bersalaman untuk melanjutkan tugas beliau  berikutnya.(manixs)

 
Pengawas bersama Kepala Sekolah didampingi Waka Kurikulum.
Kepala Sekolah,Pengawas,Waka Kurikulum dan Waka Humas.

Pengawas memberi arahan kepada siswi yang sedang praktek pendalaman persiapkan lomba

Memotivasi siswa

Pengawas memberikan wejangan motivasi pada siswa

Peninjauan Lapangan dari kiri ke kanan : Waka Kurikulum,Waka Kesiswaan,
Kepala Sekolah dan Pengawas serta Waka Humas dan Waka Sarpras dibalik camera.

Proses pengawasan











Minggu, 21 Januari 2024

'GIBUNGAN' KEBERKAHAN P3K

Sebagai manusia biasa,setiap keberkahan yang diterima dalam hidupnya,pasti senantiasa mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena Beliaulah berkah itu diturunkan,engan berbagai cara dilakukan,paling tidak sujud syukur dihadapanNya dengan melaksanakan persembahyangan,dengan membayar kaul yang diucapkan dan dengan rasa suka cita lainnya,apapun kegiatannya yang penting sebagai rasa syukur atas berkah yang diterimanya.

Demikian pula halnya siang hari ini Sabtu,20 Januari 2024 keluarga besar SMK Giri Pendawa yang sudah mendapat berkah lulus P3K mengadakan syukuran dengan megibung bersama keluarga besarnya di sekolah ini,sekian tahun sudah bersama tetapi tiba tiba hijrah ketempat lain(yang lebih baik),maka rasa haru dan sedih itu pasti ada, namun dibalik semua itu ada bahagia yang tersirat,melepas sedih merangkul bahagia,bisik Kepala sekolah I Komang Sumarta kepada Putu Dharma Suci koordinator kegiatan syukuran. Darma Sucipun menyahut sendu, saya mewakili teman teman yang pernah singgah dihati sekolah ini,menyampaikan terimakasih kepada keluarga SMK,karena selama kita memadu harapan,tak secuilpun ada rasa dengki dan dusta diantara kita,semua berjalan pada alurnya,meskipun kadang rasa kantuk dan lesu pernah singgah di hati ini,tetapi dengan bimbingan dan elusan mesra profesionalisme dari bapak pimpinan kami sema merasa lapang dada dan nyaman berkeluarga disini. Namun kini nasib menentukan lain,kami dipisahkan dengan keadaan ada yang ke Bangli,ada yang ke Abang tetapi kedekatan hati kami seutuhnya hari ini ada disini, mengenang kisah yang pernah kita rajut bersama selama ini. Kesel kecewa,sedih bahagia pasti pernah kami alami dan mungkin karena prilaku salah kami,maka pada hari ini,semua kesalahan dan kemarahan kami mohon dicabut dari akar hati bapak dan teman teman yang paling dalam dan semua kesalahan itu lemparkan ke keluar dan benamkan disamudra biru penuh harapan. Kami merasa sedih meninggalkan sekolah ini karena berbagai kenangan manis pernah kami rasakan,tapi kami bahagia karena asa dan harapan kami terkabulkan dari cita kami sejak dibangku sekolah. Bapak pimpinan dan rekan rekan semua itulah sebenarnya isi hati kami,walau kami tak berucap karena waktu yang tak menyingkap sehingga kami merasa disekap dalam dekap kasih yang tak tersingkap.

Usai berdiam dalam ucap,maka tanganpun tak sabar menyingkap kain lembut diatas meja,tiba tiba dipojok timur sudah tak sabar,dengan mata mengintip tangan bergrelia membuka selimut gadis gadis yang tertidur pulas diikat tali kasih beralaskan daun daun enau. Setelah ada doa kecil rasa syukur dalam hati,maka dipersilahkan menikmati,semua pada sibuk mempersiapkan diri,tangan dicuci bersih bersih karena akan meraba gadis tidur tadi,mutiara putih bertumpuk tumpuk kemudian ditindih dengan irisan jukut ares,juga dihiasi lawar-lawar indah,maka air liurpun mulai menetes pertanda akan mencapai kenikmatan. dengan sigap tangan mengepal bak perjaka yang akan bertempur,berkelahi memperebutkan kekasih hatinya,setelah berjalan beberapa menit sigadis telanjang yang bernama satay pun diturunkan, dengan beringas kami membantai satu persatu dilahap habis hingga diakhir perjuangan kami pada menikmati kenikmatan yang disuguhkan oleh rekan rekan yang bersyukur lulus P3K melalui 'gibungan kuir'.

Astungkara semua berjalan lancar,semua riang gembira,walau berpisah tetep menyama dadi nyama di SMK Giri Pendawa,yang belum dapat jangan bersedih,mungkin belum takdirmu,semua butuh proses, karena hidup memang berproses untuk menjadi sukses agar nikmat hidup jadi beres sukses hingga akhuir kehidupan bukan hanya menjadi dagelan di tukang bondres.(manixs)

Bp Komang Sumarta saat berbisik dan menerima bisikan dari rekan rekan P3K
dari kiri ke kanan : Pt.Darma Suci,Jero Wullan, Luh Septi,Mangulik,Anis,Kencana Dewi,Susi dan Eka.



Sabtu, 20 Januari 2024

UKK BUKTIKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sesuai standar kompetensi sekolah vokasional Indonesia. UKK dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri. Hasil UKK bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan bagi stakeholder hasil UKK dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. Sehubungan dengan hal tersebut Kepala SMK Giri Pendawa mengundang orang tua siswa kelas XII dan Ketua Yayasan untuk diberikan arahan dan sosialisasi pelaksanaan  program UKK tahun pelajaran 2023-2024 yang pelaksanaannya awal bulan Pebruari.

Acara sosialisasi UKK yang dibuka oleh Waka Humas I Wayan Suiji menyampaikan agenda pertemuan dan tujuan diadakannya sosialisasi.  Bagi siswa yang orang tuanya tidak bisa hadir terpaksa diwakili oleh anaknya agar informasi diketahui oleh seluruh orang tua siswa,karena menyangkut pembiayaan. Sementara itu kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd. dalam arahannya memaparkan  bahwa kegiatan UKK yang akan dilaksanakan bulan depan memerlukan pemikiran kita bersama,bapak ibu sebagai orang tua murid dan kami para guru sebagai pendidik,mendidik anak-anak bapak ibu agar memiliki kompetensi dalam bidangnya sehingga nantinya akan lebih mudah mencari pekerjaan. UKK ini tidak hanya diuji oleh pendidiknya tetapi diuji oleh pihak luar sesuai standar kompetensi oleh pihak yang berwenang untuk menguji,kalau sekolah kita berpartner dengan PHRI Kabupaten Karangasem untuk menguji sehingga kwalifikasinya dapat dipertanggungjawaban. Untuk itulah kita perlu bahas bersama terutama tentang pembiayaan,di medsos atau media masa lainnya mungkin ibu bapak pernah mendengar,membaca bahwa sekolah gratis,tetapi itu di medsos,namun realitanya sekolah negeri saja bayar uang komite apalagi sekolah suasta pasti ada biayanya,namun kami sudah memikirkan maksimal, karena jumlah siswa sangat terbatas hanya 36 orang sedangkan tahun lalu jumlahnya 96,dampak murid sedikit maka dana BOS yang diperolehpun menurun drastis,nah inilah masalahnya,maka dengan keadaan yang demikian kami terpaksa menaikan biaya UKK dari tahun lalu sekitar 20%,ini inklud UKKS dan UKKN. tityang yakin ibu dan bapak pasti bertanggungjawab,bapak berani bertaruh 10 juta pada ayam,maka pada anak sendiri kami yakin akan berani bertaruh lebih maksimal demi masa depan anak ibu bapak,Ujar Sumarta.

Sementara itu ketua Yayasan Giri Pendawa Drs.I Ketut Sudana,M.Si dalam sambutannya meminta kepada anak-anak yang mewakili orang tuanya yang tidak bisa hadir agar menyimak dengan sungguh-sungguh informasi yang disampaikan tadi oleh bapak kepala sekolah,sampaikan dengan benar kepada orang tua kalian jangan ditambah atau jangan dikurangi.  Selanjutnya kepada ibu bapak yang sudah menyempatkan diri untuk hadir dalam pertemuan hari ini,saya sampaikan banyak terimakasih,karena saya tau waktu bapak ibu sangat sibuk,tetapi karena rasa tanggungjawab pada putra putrinya,maka bisa menghadiri acara ini, untuk bisa bersama sama membahas persoalan yang ada. Bapak ibu,semua aspek hidup kita pasti melalui sebuah proses,demikian juga tentang anak anak kita,tahap demi tahap sudah dilalui dalam proses pendidikannya dan kali inilah proses akhirnya sebagai tahapan tertinggi,mari kita usahakan bersama agar anak anak kita sukses dengan perjuangannya dan saya yakin selaku ketua yayasan, bapak ibu pasti mengusahakannya untuk kepentingan buah hati anda. Saya minta mari semua berfikir dan bertindak agar semua program berjalan lancar,sehingga proses akhir pendidikan anak anak kita bisa selesai dengan baik pada waktunya,ujar Sudana

Dalam acara sesi tanya jawab yang dipandu oleh waka Humas,setelah dipaparkan inti pokok pembahasan dan kepada peserta rapat diberikan kesempatan untuk diskusi atau tanyajawab,tidak ada yang mengajukan pertanyaan atau saran,sehingga moderator menegaskan apakah hasil pembahasan yang disampaikan sudah jelas dan dimengerti ? dimengerti dan dilaksaksanakan jawab peserta serentak, sehingga,karena sudah bulat,maka acara ditutup oleh wakasek Humas disertai ucapan terimakasih (manixs).

Kepala SMK Giri Pendawa bersama Ketua Yayasan Giri Pednawa

Suasana rapat


Situasi rapat
Waka Humas sebagai moderator dalam jenjang Tanya Jawab





Jumat, 19 Januari 2024

CEGAH TANGKAL KEKERASAN DI ALTAR GIRI PENDAWA

Kemendikbudristek   meluncurkan Permennya No 46 Tahun 2023  tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dalam lingkungan satuan pendidikan di Indonesia. Peraturan ini hadir untuk melindungi peserta didik mendapatkan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Sedangkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, peraturan ini mendapatkan perlindungan dalam bekerja,yang melatarbelakangi dikeluarkannya peraturan ini adalah, makin maraknya kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan. Hal ini terlihat dari  survey-survey yang menunjukkan   kondisi darurat kekerasan terhadap anak marak terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil Asesmen Nasional tahun 2022, 34,51% peserta didik atau 1 dari 3 peserta didik berpotensi mengalami kekerasan seksual, 26,9% peserta didik atau 1 dari 4 peserta didik berpotensi mengalami hukuman fisik, dan 36,31% peserta didik atau 1 dari 3 peserta didik berpotensi mengalami perundungan. Temuan ini juga dikuatkan dengan hasil dari Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (2021) yang menunjukkan sebanyak 34% atau 3 dari 10 anak laki-laki dan 41,05% atau 4 dari 10 anak perempuan usia 13-17 tahun pernah mengalami satu jenis kekerasan atau lebih di sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya Permendikbudristek PPKSP, kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dapat ditekan seminimal mungkin.

Adapun bentuk Kekerasan yang diatur dalam Permendikbudristek ini adalah:                                                                                                                                                            

a.   Kekerasan psikis;                                                                                                                                     

b.   Perundungan;                                                                                                                               

c.   Kekerasan seksual;                                                                                                                                

d.   Diskriminasi dan intoleransi;

e.   Kebijakan yang mengandung Kekerasan; dan

f.    Bentuk Kekerasan lainnya.

Bentuk kekerasan tersebut dapat dilakukan secara fisik, verbal, nonverbal, dan/atau melalui media teknologi informasi dan komunikasi. Peraturan ini juga menjabarkan definisi masing-masing kekerasan sehingga dapat memberikan pemahaman akan batas-batas hal yang termasuk dalam kekerasan.

Permendikbudristek ini juga merinci apa yang harus dilakukan bila terjadi kekerasan di ling-kungan satuan pendidikan. Yang perlu dipahami adalah, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan. Jika terjadi kasus kekerasan di sekolah, TPPK yang akan bertugas untuk menangani kasus, berpedoman pada kebijakan kementerian terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Namun, jika tindak kekerasan akan dilaporkan atau ditangani aparat penegak hukum, TPPK perlu memfasilitasi dengan melakukan koordinasi kepada satuan tugas atau lembaga bantuan hukum setempat. Selain itu, jika kasus kekerasan tidak dapat terselesaikan oleh TPPK, maka TPPK perlu meneruskan kasus tersebut ke Satuan Tugas, untuk kemudian, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas PPPA agar dapat menangani kasus kekerasan secara optimal.

Selain dari kekerasan yang terjadi pada umumnya di satuan sekolah, peraturan ini Juga memberi bahasan khusus untuk mengatur kekerasan pada kelompok disabilitas dan kekerasan dalam bentuk daring/online/digital.

Dalam hal ruang lingkup, Permendikbudristek ini secara garis besar mengatur tiga cakupan kekerasan:

  1. Kekerasan yang terjadi di dalam lingkungan satuan pendidikan
  2. Kekerasan yang terjadi di luar lokasi satuan pendidikan atau sekolah yang masih dalam kegiatan satuan pendidikan/sekolah, misalnya kegiatan satuan pendidikan seperti magang, karya wisata, dan/jambore, dan
  3. Kekerasan yang melibatkan lebih dari satu satuan Pendidikan(tauran)

Berdasar pada pengalaman yang ada, banyak pihak yang menjadi korban ataupun menjadi saksi yang melihat kekerasan terjadi namun tidak berani melaporkannya karena takut akan ada hal buruk menimpa mereka. Karena itu, peraturan ini juga mengatur mengenai perlindungan dan penjaminan hak korban dan saksi. Tidak sebatas itu saja, perlindungan dan penjaminan hak TPPK juga diperhatikan, karena mereka bisa saja mendapat intimidasi dalam melaksanakan tugasnya. Peran aktif masyarakat dalam implementasi Permendikbudristek No 46 Tahun 2023 Kemendikbudristek memang telah mengeluarkan payung hukum untuk pencegahan dan penanganan kekerasan di satua pendidikan. Namun, tanpa kerja sama semua pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan peraturan tersebut, maka akan menjadi sia-sia. Selain dari pihak sekolah, orang tua siswa sebagai masyarkat juga dapat berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan sekolah. Salah satu caranya adalah dengan cara memberikan inforamasi kepada pihak sekolah apapbila bergabung menjadi anggota TPPK sebagai perwakilan orang tua di sekolah anak masing-masing.

Sebagai upaya pencegahan kekerasan di satuan pendidikan, orang tua juga dapat berpartisipasi dengan turut serta mengkampanyekan dan melakukan sosialisasi terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan baik melalui media sosial maupun kepada orang tua lain serta lingkungan sekitar.

Di dalam keluarga, upaya pencegahan kekerasan dapat dilakukan secara aktif dengan memberikan pengetahuan kepada anak terkait kekerasan, baik untuk mencegah anak menjadi pelaku, yang harus dilakukan saat anak menjadi korban, maupun yang harus dilakukan saat melihat temannya menjadi korban.

Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) adalah tim  yang dibentuk pada satuan pendidikan dalam upaya mencegah dan menangani kasus kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan. Khusus di SMK Giri Pendawa,kita sudah bentuk TPPK dan dilantik pada hari ini,Sabtu 20 Januari 2024 dengan Surat Keputusan Kepala SMK Giri Pendawa No.:97/SMK.GP/I/2024.sebagai Koordinator adalah sdr.I Made Agus Suciarta,S.Pd. unsur Kesiswaan,I Komang Pande Setiawan,A.Md. unsur guru yang merangkap oprator,agar dalam pelaporannya lebih gampang,kemudian dilengkapi tiga anggota dari unsur guru Ngk.Made Ariawan,S,Ag,I Made Ariawan unsur TU dan I Made Bagiarta unsur Komite sekolah. Tugas dan fungsi TPPK ini adalah untuk pencegahan dan penanganan, seperti: 

  1. Menyampaikan usulan atau rekomendasi program pencegahan kekerasan kepada saya selaku kepala satuan pendidikan.;
  2. Memberikan masukan atau saran kepada kepala satuan pendidikan mengenai fasilitas yang aman dan nyaman di satuan pendidikan.
  3. Melaksanakan sosialisasi kebijakan dan program terkait pencegahan dan penanganan kekerasan bersama dengan satuan pendidikan;
  4. Menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan;
  5. Melakukan penanganan terhadap temuan adanya dugaan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan;
  6. Menyampaikan pemberitahuan kepada orang tuawali dari peserta didik yang terlibat kekerasan;
  7. Memeriksa laporan dugaan kekerasan;
  8. Memberikan rekomendasi sanksi kepada kepala satuan pendidikan berdasarkan hasil pemeriksaan;
  9. Mendampingi korban dan atau pelapor kekerasan di lingkungan satuan pendidikan;
  10. Memfasilitasi pendampingan oleh ahli atau layanan lainnya yang dibutuhkan korban, pelapor, dan atau saksi;
  11. Memberikan rujukan bagi korban ke layanan sesuai dengan kebutuhan korban kekerasan;
  12. Memberikan rekomendasi pendidikan anak dalam hal peserta didik yang terlibat kekerasan merupakan anak yang berhadapan dengan hukum; dan
  13. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada kepala dinas pendidikan melalui kepala satuan pendidikan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.

TPPK juga memiliki kewenangan untuk:

  1. Memanggil dan meminta keterangan pelapor korban saksi terlapor orang tua atau wali pendamping dan atau ahli.
  2. Berkoordinasi dengan satuan pendidikan lain yang melibatkan korban saksi pelapor dan atau terlapor dari satuan pendidikan yang bersangkutan jika kekerasan yang terjadi melibatkan satuan pendidikan lain dan
  3. Berkoordinasi dengan pihak lain untuk pemulihan dan identifikasi dampak kekerasan seperti psikolog tenaga medis tenaga kesehatan pekerja sosial rohaniawan dan atau profesi lainnya sesuai kebutuhan.

Nah demikian pentingnya tugas sudara-saudara,karena itu perlu rasa pengabdian yang tinggi sebagai sebuah yadnya dalam kehidupan saudara,dengan demikian misi saudara sebagai TPPK akan berhasil,apabila suasana, situasi dan kondisi sekolah ini menjadi aman dan nyaman,tidak ada kekerasan,tidak ada buli bulian baik dikalangan guru maupun siswa serta warga sekolah lainnya.,ujar Komang Sumarta kepala SMK Giri Pendawa dalam acara pelantikan TPPK Sabtu,20 Januari 2024 (manixs)

Agus Suciarta saat dilantik Kepala Sekolah sebagai Koordinator TPPK



Senin, 15 Januari 2024

SERBA SERBI MONITORING PRAKERIN

Prakerin adalah sebuah kegiatan wajib yang dilaksanakan di sekolah vokasional oleh para siswa yang menginjak kelas XI atau kelas XII pada kurikulum Merdeka Belajar,para siswa kelas X jenjang SMK diberikan teori tentang dunia usaha dan dunia industri,setelah mendapat teori dan praktek selama setahun atau dua tahun di sekolah,maka mereka diterjunkan secara nyata di dunia industri sesuai kompetensi masing masing siswa,apakah di house keeping,tata boga dan lain lainnya untuk melakukan job trening yang akan dibina langsung oleh trainer berpengalaman di tempatnya prakerin.

Demikian halnya dengan siswa siswi kelas XI SMK Giri Pendawa,tahun pelajaran 2023/2024 ini melaksanakan kegiatan di berbagai hotel dikawasan Kuta,Jimbaran,Sanur,Rendang,Selat dan Sidemen,Denpasar dll,yang sudah dimulai awal Januari 2024 bahkan bulan Desember 2023 juga sudah ada memulai,pembekalan sudah lengkap diberikan oleh masing-masing instruktur khususnya kepala program studi,sedah berkali-kali membrefing baik mengenai attitude,kedisiplinan,kesiapan kerja dan lainnya,namun ada juga beberapa siswa yang melanggar kedsepakatan. Hal ini terungkap ketika kami ditelpon oleh HRD Hotel Kuta Paradiso,dimana 2 orang anak didik kami dibilang minggat dari tempatnya trening,berselang dua hari kami panggil anak bersangkutan bersama orang tuanya,datang ke sekolah sabtu kemarin untuk dikonfirmasi. menurut pengakuan anak bersangkutan dia sudah menyampaiakan lewat pesan WA kepada seniornya,dan kami periksa HPnya memang benar sudah melapor tetapi tidak menghadap langsung bahkan name tage nya  dibawa pulang. setelah kami kepala sekolah ,koordinatro prakerin dan saya selaku Kaprodi mendengarkan alasan resignnya anak tersebut karena penyakit asma dan tidak kuat jauh dari orang tua dan sudah mendapat tempat trening di Camaya Villa di Padangaji,kebetulan juga ibunya bekerja disana, maka hari ini kami bersama koordinator mengajak kedua anak tersebut menghadap dan mengklarifikasi kejadian tersebut serta memintakan maaf kepada direktur trainernya bapak Made Arta dan senior trainernya Bp.Wayan Astika. bahkan menurut pak Astika ada salah seorang siswa yang sering tidak masuk dan info supervisornya,anak ini agak malas dan sering menggumam kelelahan,mendengar penjelasan tersebut kami langsung telpon dan konfirmasi anak tersebut dan berjanji besok akan melaksanakan tugas dengan baik,setelah dinasehati oleh kordinator prakerin,Ujar Kaprodi PH Drs.Dewa Putu Suaba.

Sementara itu Kordinator Prakerin I Wayan Suiji yang ditugaskan Kepala Sekolah untuk monitoring dan menyelesaikan masalah tersebu,pagi jam 06.46.sudah sampai di sekolah menunggu 2 orang siswa yang resign tersebut juga sambil mempersiapkan surat tugas bersama Kadek Ariawan staf TU, jam 07.09 Wita berangkat menuju lokasi dan sampai jam 09.30,tetapi karena ada metting maka kami menunggu hingga jam 11.20 baru bisa masuk dan ketemu dengan manager trainer.

Usai masalah di Kuta Paradiso jam 12.00 tim monev berangkat menuju Golden Tulip Jineng Resort Bali di Jalan Sunset Road disini kami juga menunggu kurang lebih 45 menit yang dikonfirmasikan oleh satpam tentang kedatangan kami,kemudian diterima oleh staf HRD Dwiyunita,kami sampaikan tentang tujuan kedatangan karena disini ada siswa trening sebanyak ada 5 orang siswa ,menurut Dwiyunita ,dan 2 orang yang ada dc-nya hingga 10 kali alasan jatuh dari sepeda motor.,yang lain sudah bertugas dengan baik.

Perjalanan kemudian berlanjut jam 13.30 menuju Shindu Beach Hotel,karena tidak tau jalan, menggunakan google map,ternyata diarahkan keselatan hingga hampir ke Jimbaran dan bolak balik dibawa kejalan sempit dan akhirnya kami bisa menembus Jl By Pas Ngurah Rai dan sampai di tujuan jam .15.30 ketemu dengan direktur marketing bapak Made Dwija yang menerima kami dan ketemu dengan si Agus Bintang Suardinata salah satu siswa trening,sedangkan Dewa Gede Karang Sucipta sedang off,satu lagi Ni Luh Pira Mirayanti ,kesannya cukup baik dan melaksanakan tugas dengan semangat,disini anak anak SMK Giri Pendawa yang bertugas cukup disiplin dan bertanggungjawab ujar seniornya.

Setelah mendapat jamuan jus campur campur dari Pak Dwija,kami pamit pulang jam 16.50 menuju Batu Bulan kerumah Pak Dewa dan sayapun pulang ke rumah tiba jam 18.00 Wita,Astungkara tugas hari ini dapat dilaksanakan,semoga anak anak yang lain bisa bertahan dan selesai melaksanakan kewajibannya,ujar Suiji.(manix).

 
Menunggu manajer training di Kuta Paradisso
Usai pembahasan,foto bersama Pak Made Arta (dir.trainer) dan Pk Made Astika trainer
 
Dwiyunita staf HRD Golden Tulip Jineng Resort Bali
Bersama Agus Bintang siswa trening

Bersama Pak MAde Dwija manajer marketing Sindhu Beach Hotel








Jumat, 12 Januari 2024

SMK GIRI PENDAWA BERGIAT WUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Dalam usianya yang keXIII Yayasan Dan SMK Giri Pendawa merayakan ulang tahunnya dengan bersahaja dan sederhana namun tetap bersemangat,karena dilandasi oleh  swadarma dan swadikara  Yayasan dan warga Sekolah, sehingga tetep semangat berkarya seperti yang dituangkan dalam tema perayaan yaitu Melalui Ultah ke XIII Yayasan dan SMK Giri Pendawa,kita Berkarya Wujudkan Profil Pelajar Pancasila,ucap koordinator perayaan I Wayan Suiji sang Wakasek Humas,disela-sela perayaan ulang tahun.

Sementara itu ketua panitia perayaan ulang tahun ke XIII I Komang Pande Setiawan,A.Md melaporkan bahwa ultah kali ini  dihadiri oleh undangan dari unsur forkompinka,perbekel, bendesa, klian banjar adat dan dinas serta pecalang se desa Nongan,lembaga sejawat SMA/SMK, lembaga SMP negeri dan Satap se Kecamatan Rendang,Selat dan Sidemen, Stake holder dari Dunia Usaha seperti Tapa Agung,Lereng Agung,Maha Giri Hotel and Resort ,seluruh anggota yayasan dan komite,kami sampaikan terimakasih atas kehadirannya. Pada kesempatan ini saya laporkan bahwa ulang tahun kali ini dilaksanakan secara sederhana namun tidak mengurangi arti,kegiatan yang sudah kami lakukan sejak sabtu lalu adalah melaksanakan lomba-lomba sesuai kompetensi siswa seperti lomba making bad,towel creations untuk anak PH, sedangkan anak TB ada lomba set up table dan disert pletting ,kegiatan out bond ada tarik tambang,kelereng estapet,nyuun sokasi. juga ada bakti sosial sekitar sekolah dan Pura Dalem Kupa. Kegiatan puncak hari ini adalah perayaan ulang tahun ke XIII, kami berharap bapak camat,ketua yayasan dan stake holder dudi dapat ikut bersama-sama bapak kepala sekolah memotong tumpeng ulang tahun sebagai wujud syukur kami dalam mengabdikan diri di sekolah ini. selanjutnya saya laporkan bahwa dana yang dipakai dalam acara ini adalah sumbang sih para orang tua siswa dalam bentuk sumbangan komite,untuk itu kami sampaikan terimakasih kepada seluruh orang tua siswa.  Sebentar juga ada acara hiburan dari artis sengot dan liku cemplon dari Bangli,selanjutnya bapak kepala sekolah,bapak ketua Yayasan dan Bapak Camat agar berkenan memberikan sambutan dan wejangan untuk kemajuan sekolah kami,ujar Pande..

I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd selaku kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini kebetulan kamis,maka sesuai dengan pergub 80 tahun 2018 tentang bahasa dan sastra Bali,maka setiap hari kamis agar menggunakan bahasa Bali,antuk punika tityang jagi menggunakan bahasa campur-campur Indonesia Bali,bila perlu bapak camat malih jebos pasti malih jebos keajeng dados medaging basa inggris. Inggih pamekasnyane tityang angayu bagya,santukan ida dane sareng sami pamekasnyane, sampun presida nagingin uleman tityang,jagi iring tityang iriki ngaturang rahajeng,ring sira ?,ring sekolah tityang,ring yayasan niki,malih jebos manggala yayasan jagi ngerauhang indik yayasan. Yayasan sareng sekolah puniki sinarengang keadegang sampun mayusa telulas warsa,daweg puniki kependem pancadatu pinaka penemakuhan nangun padma lan sekolah iriki,daweg punika wau ketangun 2 lokal wantuan pemerintah alokal kewangun 0lih yayasan,sane mangkin sampun meweweh sayan nincap, minekadi wangunan Lab TB puniki wantuan pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Bali,dados sajeroning mapekeling wanti warsa kaping XIII puniki,tityang kulewarga ageng SMK Giri Pendawa ngaturang angayubagya,intinya bersyukur asapunika majeng ring Ida Sanghyang Widhi Waca pamekasnyane Ida Bhetara Dalem Panca Pendawa lan Ida Betara Dalem Kupa,taler Ida Bhetara Sri, miwah Ida Sanghyang Aji Saraswati taler Ida Bhetara Sesuhunan sami,santukan tityang sareng kulawarga ageng sami presida kaicen kahuripan presida mepengayah nitenin alit alit duene. Unjuk lungsur pemargin sekolah kerasayang,ritatkala wenten gering Copid 19,gunung meletus mawinan sisya sayan akedik kapolihang,nanging mangkin sampun ngawit nincap pikolihan sisya sane ngeranjing. Dukungan lan wantuan pemerintah,lembaga dunia usaha dan Industri,stake holder pendidikan sami pada nyokong,mawinan presida memargi antar,antuk punika tityang ngaturang suksma atas dukungan ida dane sareng sami. Malih jbos wenten pemotonagn tumpeng,indarang pretyaksaang tumpeng punika memuncuk lanying pinaka niasa,segi tiga dados baosang tri hita karana,ngiring pucukang manah iraga ring Ida Hyang Widhi,ngiring tincapang pasewitran ring sesama taler ring jagat semesta mangda mikolihang santi sekala niskala. Khusus ring wargi SMK Giri Pendawa,Guru-Pegawai,Sisya,reraman sisya naler para krama,ngiring nyikiang kayun kadi muncuk tumpeng,nyujur pikayun utama ngewangun Yayasan lan sekolah puniki mangda sayan nincap kapungkur wekas,antuk karya nyata kadi tema perayaan ulang tahun ke XIII puniki "Melalui HUT ke XIII Yayasan dan SMK Giri Pendawa,Kita Berkarya Wujudkan Profil Pelajar Pancasila" . untuk itu pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan SELAMAT kepada Yayasan dan SMK Giri Pendawa dalam usia  XIII tahun,semoga kedepannya semakin eksis dan mampu menghadapi tantangan zaman mellineal dan genzet untuk mewejudkan profil Pelajar pancasila. Selanjutnya kepada Bapak Ketua Yayasan dan bapak camat atau yang mewakili untuk berkenan memberikan arahan untuk kami pedomani dalam melaksanakan swadarma kami selanjutnya, terimakasih pungkas kepala sekolah.

Ketua Yayasan Giri Pendawa Jero Mangku Drs.I Ketut Sudana,M.Si dalam sambutannya menceritakan tentang sejarah berdirinya Yayasan dan SMK Giri Pendawa,dimana pada awal berdirinya terdiri dari 15 orang anggota tetapi satu orang mengundurkan diri sehingga sampai sekarang jumlahnya 14 orang. lima orang penggagas/perintis adalah Bapak Ngk.Putu Murtika(alm) diganti oleh putranya,kemudian Bapak Made Lumbung mahardi(alm) juga diganti oleh putranya , perintis yang masih ada sdr.bp.Drs.Dewa Putu Suaba,Bpk.Ngk Pt.Suarjana,S.Pd,M.Pd dan Bapak Komang Warsa,S.Pd,M.Si,M.Pd dan kami sepuluh orang lainnya. Walaupun 2 orang sudah menjadi Dewa Hyang,namun kami yakin dari alam sana beliau masih mencintai Yayasan dan Sekolah ini. Sekolah ini berdiri 2011 waktu itu masih meminjam lokasi di SD 4 Rendang di Singerata selama 2 tahun ,karena menunggu bangunan selesai ,dalam proses inilah perlu waktu karena merubah lahan basah menjadi lahan umum untuk sekolah,ini memang agak sulit,hampir putus asa ngurus ijinnya bolak balik,tapi bersyukurlah diakhir perjuangan ada jalan sehingga ijin bisa keluar. Tanahnya sudah dibantu oleh almarhum (bapaknya Pak Kadek Murtiana yang juga anggota Yayasan), sebagai bentuk kerjasama petiga sanan yang luas tanahnya kurang lebih 1,5 hektar sangat memenuhi syarat untuk membangun sekolah. Tiga tahun berturut turut kami dapat bantuan dari pusat dan terakhir Lab TB mendapat bantuan dari Provinsi,sehingga anak kami tidak lagi ujian di Manggis atau di Kubu seperti pengalaman awal kami. Sekarang sudah penguji datang ke sekolah dari assesor profesional dari PHRI dan tim penguji lainnya.  Bapak ibu semua,harapan kami terus berusaha untuk melengkapi pasilitas sekolah,juga bagaimana kami mempromosikan kepada masyarakat untuk sekolah kami,kami juga bersyukur karena disekitar kami ada stake holder yang membantu kami seperti Maha Giri,Lereng Agung,Tapa Agung dan sebagainya. Kami merasa bangga bahwa output SMK Giri Pendawa sudah banyak yang kerja ke luar negeri dan juga dalam negeri karena mentalnya bagus,kerja keras dan kreatif, walaupun namanya manusia tentunya satu dua ada juga yang masih  perlu dibina terutama attitude-nya. Kadang saat perpisahan banyak anak yang sudah tamat kelas XII tidak bisa hadir dalam acara lepas pisah,karena mereka sudah langsung bekerja,ini kebanggaan saya selaku ketua Yayasan,ujarnya. 

Terakhir Camat Rendang yang diwakili oleh I Wayan Sujati,yang juga praktisi pariwisata karena sebelum  jadi PNS pernah sebagai guide mengantar tamu di Besakih. Pria yang sedikit kocak ini juga pasih berbahasa Inggris sering melontarkan joke joke dengan berbahasa Inggris,bukan berarti beliaunya sombong tetapi itulah gayanya bila memberikan sambutan. Namun pada intinya Sujati berharap agar sekolah ini semakin maju dan sukses dalam mengantarkan anak anaknya kejenjang yang lebih bermartabat,karena itu attitude-nya perlu digembleng,karena anak anak zaman mellinial apalagi genzet itu perlu mendapat perhatian lebih ekstra,karena memang mereka lahir dizaman digital yang serba praktis berdasarkan logika dalam narasinya banyak diantara mereka tanpa menggunakan nalar,rasa dan karsa,karena memang pengaruh gadget,dunia ada ditelapak tangan yang dibuka oleh jari jemari,kita generasi X tidak bisa melawan itu, tapi marilah kita berusaha implementasikan konsep mendidik yang dikemukan oleh guru bangsa kita Ki Hajar Dewantoro yaitu ing arso sung tulodo,ing madyo mangun karso tut wuri handayani,. Pada awal sambutannya sujati minta maaf karena bapak camat tidak bisa hadir karena ada kesibukan di Pura Dalem Puri Besakih dalam acara Sabha Pitra yang dihadiri oleh sebagian besar umat Hindu di Bali,untuk itu beliau pak Sujati yang ditunjuk mewakili. Kepada para siswa Sujati mengharapkan agar ingat dengan waktu dan tidak bisa diputar balik,ingat petuah anak lingsir, taki takining sewaka guna widya artinya,siapkan diri untuk mencari ilmu pengetahuan yang berguna, mulai dari usia dini,ibaratnya waktu,jam 06 anak anak TK, jam 07 SD,jam 09 SMP jam 10 SMA/SMK,artinya apa, waktu itu terus berjalan,oleh karenanya pesan saya carilah ilmu /Knolage,,Apektif(Sikap) dan Psikumotor/Ketrampilan sebanyak banyaknya di jenjang ini atau disebut brahmacari asrama,persiapkan diri kalian agar matang menghadapi tantangan hidup,jangan hura hura,jangan buang buang waktumu semasih muda agar kelak kalian tidak menyesal. Zaman sekarang belajar tidak hanya disekolah tetapi maanfaatkan dunia digital dengan bijak,isi diri agar kalian mempunya wawasan yang luas,attitude yang bagus,kreatif,tanggungjawab,mandiri dan sebagainya seperti tema ulang tahun sekolah,kalian harus memiliki profil pelajar pancasila,sebagai sendi kehidupan kalian,niscaya kalian akan menjadi incaran orang orang baik di perhotelan,dunia industri dan sebagainya,bila perlu jadilah tamatan SMK yang mampu menciptakan lapangan kerja,maka kalian akan menjadi pahlawan negara karena mampu menampung tenaga kerja.then you will be a role model in society. You are great,you are successful in facing the challenges of your life. Lastly,happy thirteenth birthday to the Giri Pendawa Foundation and Vocational School,hopefully it will progress further. pungkas sujati.

Usai sambutan acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan dan Kepala SMK giri Pendawa, lanjut diberikan secara simbolis kepada Forkompinka,Stake holder Dudi,Perbekel dan Bendesa Nongan. acara puncak selesai dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba sekaligus penyerahan hadiahnya.  

Pemenangnya adaalah :


Hadiah dan piagam masing-masing diserahkan oleh Camat Rendang,Kapolsek,Danramil,Kepala Sekolah,Ketua Yayasan dan Perbekel serta Bendesa Nongan.(manixs)

 
Sambutan Kepala Sekolah

Penyerahan hadiah oleh Danramil Rendang

Salah satu hasil karya siswa

.Dewa Pt Suaba dan I Km.Warsa,S.Pd,M.Si,M.Pd tokoh pendiri Yayasan dan SMK Giri Pendawa

Pemotongan tumpeng ultah ke XIII oleh  Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah.

 
Pembacaan doa oleh Humas

 
Menyanyikan lagu Indonesia Raya

 
Tampak salah seorang pendiri yayasan Ngk Pt.Suarjana,S.Pd,M.Pd.

Sabtu, 06 Januari 2024

MANUNGGALING IDEP NEMU PENGAPTI

Yayasan lan SMK Giri Pendawa,warsa 2024te puniki mepekeling wanti warsa kaping telulas kemargiang antuk parikrama pacentokan sane kabungkah rahina saniscara pahing ukir pinanggal masehi 06 Januari 2024. Manggala prawartaka karya I Komang Pande Setiawan nlatarang indik parikrama wanti warsa puniki kemargiang antuk makudang-kudang pacentokan kekawitin rahina mangkin,sane kesarengin olih wargi SMK Giri Pendawa,inggyan guru-guru,pegawai lan para sisya sami utaminipun sisya kelas X lan XII dwaning sisya kelas XI kantun ngemiletin trening ring hotel hotel sejebag Bali. Ring galah becik puniki ngiring sareng sareng remba mangda parikrama wanti warsa puniki presida memargi antar sane kemargiang ring rahina raspati pahing sapta kulantir,11 Januari 2024 sane jagi rauh. Indik prebeya keangganing antuk dana komite agengnyane wantah kutus yuta rupiah. Yadiastun asapunika ngiring margyang antuk rasa lascarya mepengayah ring sekolah puniki,yening sampun manunggaling idep pantaraning guru,pegawai lan sisya sami pastika nemu sane keaptiang. Wantah asapunika atur piuning tityang pinaka manggala prawartaka karya.Malih jebos tunas ledang dane manggala SMK Giri Pendawa mangda memungkah parikrama pacentokan nyanggra pekeling wanti warsa kaping XIII,pengaptin Komang Pande.

I Komang Sumarta manggala SMK Giri Pendawa sajeroning mamungkah parikrama inucap maosang indik wanti warsa kaping XIII puniki kemargyang amadya  dwaning pakibeh jagat lan kewentenan prebeya kantun nyutetang. yadiastun asapunika melarapan semangat wargi SMK Giri Pendawa pamekasnyani para sisya ,OSIS,guru lan pegawe saha angga yayasan kantun eling ring swadarma lan swadikaran ipun,mewetu raris prawartaka karya presida ngemargiang ilenan parikrama wanti warsa puniki. mepengawit saking pacentokan-pacentokan ring kewagedan widang perhotelan lan tataboga, taler kejangkepin antuk outbon pinaka hiburan sepisanan ngajegang seni budaya,pinih penting taler pemargi ayah ayah mereresik ring Pura Dalem Kupa sane nuwe wewidangan sekolah puniki pinaka parikrama Bakti Sosial.

Angga prawartaka ,guru,pegawai lan para sisya sami,tityang pinaka pemucuk ring SMK Giri Pendawa puniki merasa angayu bagya antuk ketulusan wargi sareng sami,saha sangkaning paswecan Ida Sanghyang Widhi Waca ring rahina Saniscara Pahing Ukir,nemonin sasih kepitu icaka warsa 1945 galah jam 09.00 wita,parikrama pamungkah pacentokan pacentokan pantaraning nyanggra Wanti Warsa kaping telulas Yayasan lan SMK Giri Pendawa tityang Bungkah, sane ngagem bantang pemargi "Melarapan pakeling wanti warsa Yayasan lan SMK Giri Pendawa kaping telulas,ngiring mekarya   nitetin kewagedan sisya manut Profil Pelajar Pancasila" asapunika penikan dane manggala SMK kelanturang antuk ngetuk mik pang tiga,maka cihna pacentokane presida kekawitin.(manixs)

Manggala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta.