Mendidik dan mengajar mempunyai perbedaan prinsip yang mendasar,dimana mendidik adalah memproses siswa menjadi baik, sopan santun, jujur, bertanggung jawab,sedangkan mengajar adalah memproses orang menjadi pintar, cerdas, pandai. Jika bersekolah cuma hanya menjadi sebuah lembaga pengajaran, dan tidak mendidik, maka akibatnya siswa hanya 'pintar' tetapi tidak 'baik.' karena itu mendidik dan mengajar suatu kombinasi yang mesti dilaksanakan di lembaga pendidikan.
SMK Giri Pendawa adalah sebuah lembaga pendidikan yang berusaha mendidik dan mengajar anak didiknya agar out put nya memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional yang dilandasi oleh kecerdasan spiritual,maka dengan demikian akan terwujud siswa-siswi yang memiliki attitude yang baik,cerdas dan bertanggungjawab,itulah harapan kami,ungkap Komang Sumarta Kepala SMK Giri Pendawa dalam diskusinya dengan pengawas sekolah yang baru Ida Bagus Keniten menggantikan pengawas lama I Nyoman Tegteg karena sudah purna tugas.
Ida Bagus Keniten pengawas SMA/SMK Provinsi Bali adalah sosok yang bersahaja,ramah dan humanis dalam membina sekolah binaannya,disamping seorang yang profesional dibidang pendidikan,juga mahir dalam sastra dan agama termasuk mahir dalam dunia IT. Penampilannya kalem sederhana tetapi wawasannya cerdas dan setiap arahannya senantiasa dilandasi dengan filosofi kehidupan dengan memberikan motivasi sebagai penyemangat untuk melaksanakan tugas. Beliau juga mengatakan bahwa guru-guru yang sudah pensiun dan mengabdikan dirinya di sekolah ini adalah melakukan yadnya dan yadnyanya berantai,kalau cari finansial tidak mungkin disini karena lebih besar pasak dari pada tiang, berapa dapat honor disini,masuk bawa mobil,tengah bulan habis honornya untuk beli bbm,tetapi saya yakin beliau beliau itu dapat kepuasan bhatin dan melakukan yadnya kepada anak bangsa ini dan yadnyanya berantai,karena anak-anak yang tamat dari sekolah ini,kemudian bekerja,mendapat gaji sehingga bisa menghidupi dirinya dan kemungkinan menanggung keluarganya,orang tuanya,adik-adiknya,maka itulah yadnya berantainya, karena itu bapak ibu yang mengabdikan diri bersyukurlah yadnyanya dilipat gandakan,maka pahalapun astungkara berlipat ganda,selorohnya sambil bergurau.
Setelah diskusi banyak hal dengan kepala sekolah yang didampingi oleh Waka Humas dan Waka Kurikulum,beliau berpesan bangunlah hubungan yang kondusif dan humanis baik dengan lembaga-lembaga pendukung seperti dudi dan lainnya utamanya dengan yayasan yang menaungi sekolah ini,karena lembaga ini adalah lembaga pendidikan suasana harus dibangun dalam suasana yang kondusif sehingga proses KBM berlangsung nyaman. Beliau juga memberikan contoh contoh sekolah sesuai pengalamannya membina sekolah sekolah di Gianyar,Karangasem dan kabupaten lainnya,banyak yang lebih baik,tapi banyak juga yang lebih jelek. Coba buat brand khusus sekolah ini, melalalui teaching factory (TeFa) misalnya membuat jajan dan penganan lainnya yang mempunyai ciri khas sekolah ini yang tidak diproduksi di tempat lain,sekaligus sebagai promosi sekolah,jangan lupa perbanyak promosi agar masyarakat tahu dan mengerti tentang baik dan untungnya bersekolah disini,sekarang untuk promosi tidak hanya ke sekolah tetapi lewat media sosial/IT, akan lebih mengena dan diketahui oleh masyarakat banyak.ungkapnya.
Usai bertemu dengan kepala sekolah dan para waka,kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan salah satunya ke Laboratorium Tata Boga, menyaksikan peralatan dan melihat Ni Kadek Ari Darmayanti dan Ni KAdek Diah gita Lestari kelas X TB mengadakan praktek persiapan yang akan mengikuti lomba setup table,lipatan napkin dll di Bangli. Pada saat wawancara dengan siswa,beliau juga memberikan motivasi agar berlatih lebih giat,tidak hanya di boga tetapi juga di bidang lainnya,seperti housekeeping,bartender,FO,Laundry,CS dll, sehingga setelah tamat,melamar kerja dibidang apapun siap,maka kamu akan lebih mudah cari kerja kalau menguasai banyak bidang,termasuk ketrampilan budaya,seperti menari,menabuh,mejejaitan,juga seni ukir buah fruit carving dll,makin lengkap skill mu maka akan makin mudah mendapatkan kerja. Begitu pula dalam berkomunikasi,kuasai minimal satu bahasa asing,makin banyak tahu bahasa makin mudah dalam mencari kerja,tapi jangan dilupakan attitudemu harus baik. ok ya,selamat berlomba semoga kalian sukses.
Peninjauan lapangan dilanjutkan dengan melihat lingkungan sekitar khususnya kelas belajar,sehingga sebelum mengakhiri kunjungan pengawasan ke SMK Giri Pendawa, beliau berpesan agar menjaga kebersihan lingkungan sekolah,karena dengan bersih suasana akan nyaman,sehingga apa yang kita tularkan pada siswa akan lebih mudah karena hatinya damai,libatkan semua warga sekolah melalui penjadwalan dan pengawasan oleh para guru. Yang Kedua usahakan jam pelajaran jangan sampai kosong apalagi sering,ini paling menentukan citra diri sekolah,anak anak akan ngoceh dengan orang tua dari mulut ke mulut,ini promosi yang tidak baik yang akan menyebabkan animo masyarakat menurun, habis nanti sekolah ini,tolong tekankan pada guru-guru adakan supervisi,nanti saya juga akan mensupervisi langsung,tetapi waka kurikulum atau kepala sekolah dulu yang melakukan,nanti kalau masih tak ada perubahan saya yang turun tangan langsung,kasihan siswa,pagi pagi sedang enaknya belajar gurunya absen. Saya harap ada perubahan. Kemudian yang ketiga Literasi,tiap pagi harus diberikan,hidupkan perpustakaan, adakan program literasi sehingga anak anak terampil,apakah berbahasa inggris,story teling,satua bali dll. Ke empat tingkatkan 5S kepada warga sekolah,kalau ada tamu datang agar Senyum,Salam Sapa,Santun dan Sahabat. itulah harus ditanamkan pada warga sekolah,khusunya anak anak dan guru pegawai memberi contoh. Begitu kira kira untuk sementara,nanti saya akan terus kesini untuk bersama-sama membangun sekolah ini,terimakasih,ujarnya seraya bersalaman untuk melanjutkan tugas beliau berikutnya.(manixs)


.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar