Jumat, 08 Desember 2023

RAPAT RUTIN TERAKUMULASI DALAM PENETAPAN NILAI,SARASWATI DAN PASRAMAN

Rapat rutin SMK Giri Pendawa pada hari Sabtu,09 Desember 2023 diselenggarakan berbarengan dengan pembahasan pelaksanaan hari raya Saraswati dan Pasraman Kilat sesuai dengan Surat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali No. : B.31.420./3687/UPTD.BPTKK/Dikpora tanggal 7 Desember 2023 tentang Pelaksanaan Pesraman Kilat.

Rapat yang diawali dengan pengarahan Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd menyampaikan apresiasi,penghargaan dan evaluasinya di akhir semester ganjil tahun ini sudah berjalan dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab dari masing-masing bidang, baik guru maupun staf pegawai sesuai job-nya masing masing. Namun segala kekurangan dan kelemahannya mari kita evaluasi dan perbaiki bersama-sama secara kolektif koligial,misalnya kekurangan pada raport sekolah kita,mari kita perbaiki kekurangannya melalui program yang diharapkan seperti tentang assesment,workshop peningkatan prestasi,visi misi sekolah perlu dikaji lagi,Komunikasi dengan orang tua dan dunia usaha dan dunia industri perlu ditingkatkan,ektra yang belum jalan kita jalankan demikian juga pojok baca yang belum ada kita adakan semester depan dan lain lainnya. Demikian halnya dengan rapat kita hari ini,saya berharap masing-masing bidang yang menangani untuk melaporkan kekurangan dan kelebihan yang ada,sehingga dapat dibenahi bersama,ujarnya.

Selanjutnya GNR Mataram,S.Pd,M.Si selaku Wakasek  Kurikulum memaparkan bahwa berdasarkan laporan para wali kelas dapat disimpulkan bahwa secara umum nilai pada akhir semester ini tidak ada masalah,namun kendalanya adalah tentang absen kehadiran siswa banyak yang bolong,dan ini hendaknya disikapi jangan sampai menimbulkan masalah dikemudian hari,kalau masih bisa ditolerir tolong dibantu dan apa yang menjadi kendala bisa kita komunikasikan dengan orang tua siswa yang bersangkutan dipanggil dan dibina pada saat penerimaan raport nanti .ungkap Mataram.

Lebih lanjut Wayan Suiji Wakasek Humas melaporkan tentang persiapan pasraman dan hari raya Saraswati yang jatuh hampir bersamaan,oleh karenanya ia berharap kegiatan pasraman ini dapat diinkludkan dengan kegiatan piodalan Saraswati sehingga hasil praktek kegiatan pasraman dapat langsung diimplementasikan pada saat Piodalan Saraswati. Juga efektifnya tidak mengganggu liburan sekolah,sehingga masing-masing kegiatan berjalan beriringan,saat liburan anak anak bisa fokus membantu orang tuannya mengingat anak sekolah masih bisa membantu orang tuanya saat liburan,tutur  Suiji.

Selanjutnya Wakasek Kesiswaan yang juga Kepala SMA 1 Tembuku menyampaikan bahwa kegiatan Suksesi OSIS sudah berjalan lancar,namun proses pelantikan dan serahterima tugas belum bisa dilaksanakan ,mengingat padatnya agenda,sehingga nanti pada saat yang tepat dapat dilaksanakan apakah di sekolah atau di luar sekolah itu tergantung dari bapak ibu semua,yang terpenting semua pihak terlibat di dalamnya hingga acara dapat berjalan lancar,sedangkan mengenai dana OSIS masih tersimpan rapi di Koperasi Mekar Sari,saya selaku Wakasek Kesiswaan tidak membawa uang sepeserpun,agar pada saat terjadi mutasi kita mudah melimpahkan kepada yang diberi tugas,jadinya aman. Kemudian yang kedua pada kesempatan yang berbahagia ini dihadapan bapak ibu guru dan staf pegawai saya menginformasikan hari ini saya mohon ijin untuk mundur dari jabatan saya selaku Wakasek Kesiswaan,karena terus terang saja saya tidak bisa menyisihkan waktu untuk hadir melaksanakan tugas di sekolah kita ini,karena terbentur banyaknya tugas yang saya pikul, sebagai Kepala Sekolah,Sebagai Bendesa dan Bendesa Alitan Kecamatan Rendang,Sebagai Ketua BPD desa Pempatan juga BPD tingkan Nasional dll.. Untuk itulah saya merasa tidak enak dengan bapak ibu karena tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik,untuk itu saya akan mengajukan ppengunduran diri kepada Ketua Yayasan karena beliau yang memberi mandat kepada saya, hal lain apabila ada kesalahan saya kepada bapak ibu semua selama kita bersama sama disini,pada kesempatan ini saya mohon maaf yang setulus tulusnya,semoga silaturahmi kita yang sudah baik sebagai keluarga besar SMK Giri Pendawa dapat berlanjut selamanya.rahayu,pungkas Warsa.

Sementara itu Wakasek Sarpras I Komang Wedana,S.Pd.H dan Ketua Panitia Prakerin Dewa Putu Suarya ,SE melaporkan bahwa anak anak kelas XI semua sudah tertampung di tempat praktek menyebar di Wilayah Sanur,Kuta,Nusa Dua,Ubud dan Sidemen,astungkara nanti kita monev pada waktunya. Sedangkan Km.Wedana melaporkan bahwa kaca yang dipecahkan oleh siswa akan segera diperbaiki dengan meminjam dana talangan dan nantinya akan diganti oleh siswa yang memecahkan dengan persentase 24% bagi pelaku utama dan 19 persen dari 4 pelaku lainnya. ungkap Wedana.

Setelah ditanggapi dan dibahas serta disepakati,maka kepala sekolah mengesahkan penetapan nilai dan menyimpulkan pemecahan masalah yang sudah disepakati tinggal masing-masing bidang mengeksekusinya ujar Sumarta.Rapat berakhir dengan santap siang bersama.(manixs)

KTU beserta guru dan Pegawai

                                            Kepala Sekolah bersama para Wakasek

Rapat Pendik dan Tapendik

Suasana rapat saat diskusi





Selasa, 05 Desember 2023

KISAH KASIH SANG GURU


GUSTI ADI SANDI  PUTRA

Gempita suara riuh di ruang kelas,

Ungkapan sukur dari jiwa jiwa yang iklas,

Saat saat diajar sang guru yang lugas,

Tanda kasih yang terbalas,

Itulah gusti Sandi Adi putra yang tidak memelas.


Saat ini ulang tahun sang guru,

Anak anak bikin kejutan yang seru,

Nantikan kehadiran pak guru,

Di kelas yang bikin haru,

Ingat merayakan ulang tahun guru.


Ada yang nangis haru,

Dalam hati yang membiru,

Ingat akan kisah yang diburu.


Pada hari ini,

Ungkapan kata dalam tirani,

Tak perlu lagi dihujani,

Rasa bahagia harus kita jalani,

Akan menuju masa depan yang mumpuni.


Mesio,6 desember 2023

dari sahabat

manixs

Pendewasaan Demokrasi Indonesia

Sebagai sebuah negara demokrasi tentu Pemilu sebagai peranti untuk menyuarakan aspirasi rakyat terhadap negara.  Demokrasi, sebagai sistem pranata  pemerintahan yang berdasarkan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan tentu ujungnya adalah untuk rakyat. Hajatan pemilu seharusnya bergembira dalam menyambut pesta demokrasi, layaknya pesta-pesta yang lainnya.  Demokrasi menjadi wahana bagi kebebasan berekspresi gagasan atau menyuarakan gagasan yang dititip melalui wakil di pemerintahan. Yang mewakili harus menjaga keadaban sebagai negara demokrasi. Namun, di Indonesia terutama dalam konteks hajatan demokrasi yang disebut Pemilu, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi sorotan dan buah bibir di kalangan pemangku kepentingan “politik”. ASN serasa geli, menjadi risih bahkan diambang ketakutan setiap datang pesta demokrasi disebut Pemilu.  ASN seakan menjadi  dongkrak politik untuk mengangkat beban demokrasi yang begitu berat dan agar betul-betul terlihat sebagai negara demokrasi. ASN menjadi pusat perhatian tatkala Pemilu sehingga ASN seperti gadis yang sensitif terhadap rangsangan politik dan terkadang selalu menggoda. Hak politik dikebiri oleh netralitas tapi kewajiban politik tetap berjalan sesuai fitrah demokrasi sebagai warga negara yang menjungjung tinggi mnilai-nilai demokrasi. Langkah-langkah pemerintah yang kontroversial, khususnya dalam larangan terhadap sembilan pose ASN sepertinya sangat sensitif. Hal ini memicu perdebatan tentang apakah demokrasi Indonesia terlalu sensitif dan belum dewasa. Jika seandainya pula warna pakaian, gaya swafoto sampai gestur tubuh dalam berpose masih diatur saat jelang Pemilu, pertanda demokrasi Indonesia masih proses pendewasaan dan perlu nutrisi agar cepat tumbuh subur dan dewasa. Jika hal ini terjadi berarti demokrasi kita menjadi beku dan politik menjadi kaku.

           Larangan terhadap sembilan pose ASN menjadi cermin kehati-hatian pemerintah dalam menjaga netralitas ASN. Namun, banyak yang berpendapat bahwa kebijakan ini menunjukkan ketidakdewasaan dalam memahami esensi demokrasi.  Demokrasi seharusnya bukan hanya tentang melarang pose tertentu, melainkan memberikan kebebasan ekspresi yang lebih luas yang tetap dibingkai oleh aturan. Partai adalah rumah demokrasi tempat berkreasi menuju dedikasi kekuasaan yang bermartabat. ASN menjadi salah tingkah bahkan ada semacam ketakutan menyambut datangnya pesta demokrasi hanya karena ada pergeseran makna kata netralitas. Jika demokrasi kita terlalu sensitif nanti berpakaian pun orang menjadi takut bahkan bisa jadi pakaian ASN bisa putih dan hitam agar tidak mencirikan warna partai tertentu, ironis. Dagelan politik hanya terjadi pada demokrasi yang belum dewasa.

             Analogi demokrasi kita bagai anak kecil yang mudah terpengaruh mungkin mencerminkan kondisi demokrasi saat ini. Seperti anak kecil yang membutuhkan bimbingan, tuntunan agar bisa berjalan tegak dengan politik sebagai penyangga pilar demokrasi. Demokrasi juga perlu diarahkan dan dibimbing dengan aturan yang bijaksana berkeadilan. Namun, kebijakan yang terlalu membatasi ekspresi ASN dapat dianggap sebagai tindakan paternalistik yang mereduksi demokrasi menjadi sekadar simbol tanpa substansi. Netralitas ASN masih bersifat abu-abu karena ASN masih menentukan sikap sebagai pilihan di bilik suara. Lantas dengan memberikan hak suaranya masih bisa dikatakan netral? Keabu-abuan ini melahirkan sifat yang sensitif sedikit disentuh teransang sehingga terjadi  orgasme politik.  

                Netralitas ASN seharusnya dapat diwujudkan melalui representasi politik yang matang dan dewasa, bukan melalui pembatasan pose atau hanya sebatas gestur sebagai Bahasa tubuh. Demokrasi yang berkualitas seharusnya mampu mengakomodasi beragam ekspresi tanpa mengorbankan ASN dengan dalih netralitas. Jika kita terlalu fokus pada larangan-larangan semacam ini, kita dapat kehilangan esensi sejati dari demokrasi yang memberdayakan individu untuk menyuarakan pendapatnya. Ilmu tanda “semiotik” bukan milik partai politik tetapi milik semua orang bergantung pada kesepakatan.

            Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita harus takut dalam membahas isu-isu sensitif dalam konteks demokrasi? Kebebasan berbicara dan ekspresi adalah pilar penting dalam sebuah demokrasi yang matang. Jika kita terlalu takut atau terkekang, demokrasi tersebut bisa menjadi sekadar ilusi tanpa ruang bagi dialog yang sehat dan konstruktif. Pembelajaran dan Pendidikan demokrasi harus hadir di rumah karakter yang disebut sekolah melalui pemilihan ketua OSIS sebagai ajang Pendidikan pesta demokrasi. Kita tidak boleh alergi berpolitik karena semua bermuara pada kanal-kanal politik. Hadirkan dan perkenalkan demokrasi sehat dan berada sedini mungkin lewat hajatan pemilihan ketua OSIS di sekolah-sekolah. Politik adalah sebuah konsep negara yang didalamnya berbicara menganai kebaikan bersama, keteraturan, kesejahteraan, kebahagiaan dan penyelesaian suatu konflik. Dari politiklah pemimpin dilahirkan, dari politik pula kebijakan ditetapkan, dari politik hukum dirumuskan, dan dari politik pula Pendidikan diformulasikan.

           Langkah-langkah yang terlalu berlebihan dalam mengatur ekspresi ASN juga dapat membuka pintu bagi potensi penyalahgunaan kekuasaan. Ketakutan untuk menyebutkan angka 1, 2, dan 3 mungkin menciptakan lingkungan yang tidak sehat, di mana masyarakat menjadi enggan menyuarakan pendapatnya karena takut mendapat sanksi. Demokrasi seharusnya menciptakan ruang bagi dialog terbuka, bukan memupuk ketakutan. Jangan-jangan saat pesta demokrasi tangan menjadi kaku dan angka 1. 2, dan 3 menjadi takut diucap. Jika angka 1,2, dan 3 susah diucap merupakan ciri demokrasi masih balita.

              Lebih lanjut, ASN seolah-olah dikekang dalam simbol partai politik. Hal ini menciptakan suasana di mana netralitas ASN terancam, dan tugas-tugas mereka dapat dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap suatu paham politik tertentu. Politik seharusnya mampu berdiri di atas kepentingan partai, dan netralitas ASN seharusnya dijaga tanpa merasa terkungkung oleh simbol-simbol politik tertentu.

            Dalam menghadapi tantangan kompleks demokrasi, penting bagi pemerintah untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara menjaga netralitas ASN dan memberikan ruang bagi kebebasan ekspresi. Kebijakan yang terlalu restriktif dapat merugikan dinamika demokrasi dan merugikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.

           Sebagai negara demokratis yang berkembang, Indonesia perlu terus berinovasi dalam merancang kebijakan yang mendukung esensi demokrasi. Bukan hanya melalui larangan-larangan yang bersifat simbolis, tetapi melalui langkah-langkah konkret yang mengukuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokratis. Sehingga, kita dapat melihat demokrasi Indonesia bukan hanya sebagai sistem yang sensitif, tetapi sebagai sistem yang matang, inklusif, dan memberikan kebebasan sejati kepada setiap warganya. Disemogakan demokrasi tumbuh dewasa dan sehat bermartabat.

                                                                                                                               Oleh: I Komang Warsa

                                                                             Penulis  Peduli Demokrasi dan perindu politik beradab


Minggu, 03 Desember 2023

WAJAH GURU DI HARI GURU

Belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja adalah jargon  merdeka belajar yang sering terngiang dalam telinga para siswa dan guru. Jargon tersebut menjadi booming di era pembelajaran mediamorfosis ketiga. Jargon ini terdengar seperti suatu kemajuan yang revolusioner, namun perlu dipertanyakan apakah keberadaan guru masih memiliki peran yang signifikan dalam proses pendidikan? Seakan-akan “kehadiran guru tidak diperlukan lagi” karena kemajuan teknologi yang “dianggap” bisa menggantikan guru. Belajar tidak lagi terpaku pada ruang kelas dan jadwal tertentu. Dengan teknologi sebagai katalisator, siswa dapat mengakses pengetahuan di manapun mereka berada. Ini adalah bentuk kebebasan belajar yang mencerminkan semangat merdeka belajar. Namun, perlu diingat bahwa kebebasan ini bukan berarti kehilangan kehadiran dan bimbingan seorang guru.

Pendidikan kapan pun tetap memerlukan sosok gùru yang sangat dirindukan oleh peserta didik untuk mengejawantah peradaban karakter dan moralitas. Belajar bagian dari mentrasfer ilmu pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Akan tetapi, proses mendidik adalah menuntun umat manusia agar menjadi selamat dunia akhirat. Masih ingatkah dengan cerita   Bangbang Ekalawya seorang siswa yang ditolak oleh guru Drona sebagai muridnya tetapi tetap memerlukan figur guru Drona yang selalu hadir sekalipun hanya sebatas patung Drona yang terbuat dari tanah liat. Jika kita ilhami dan renungkan sejatinya guru harus hadir di tengah-tengah siswa jika kita berbicara Pendidikan sebagai taksu spirit rumah karakter. Pendidikan bagian proses memanusiakan manusia menjadi manusia yang manusiawi dan berbeda dengan seekor binatang tidak lagi memerlukan proses pembinatangan. Kambing dilahirkan secara otomatis menjadi kambing. Akan tetapi, manusia lahir jika di besarkan di lingkungan harimau otomatis perilakunya menjadi harimau karena naluri kebitangannya ditempa oleh lingkungnan binatang. Makanya guru  (guru rupaka dan guru pengajian)  memiliki tugas untuk mendidik. Oleh karena itu, tugas guru mendidik pikiran agar tidak liar dan membangun akhlak . mengajar jauh lebih mudah dibandingkan mendidik. Guru dalam mengajar tugasnya mentrasfer ilmu kemungkinannya bisa tergantikan oleh teknologi tetapi mendidik adalah penguasaan pengetahuan yang disinkronkan dengan etika moralitas keilmuan. Hanya Pendidikan yang menghasilkan peradaban ilmu sebagai kemasklahatan umat manusia sedangkan belajar tanpa bingkai Pendidikan menghasilkan kehancuran kemanusiaan karena ilmu. Misalnya senjata kimiawi, bom dan senjata biologis semua itu memicu kehancuran manusia jika tidak hadir rasa kemanusiaan. Guru adalah suatu kebutuhan  karena tidak ada  seorang pun akan berhasil dalam kemajuan  dan bisa melepaskan diri dari kegelapan tanpa guru.

Mediamorfosis ketiga  menjadikan siswa dan guru dihadapkan satu pilihan mengikuti   atau akan tertinggal dan tergilas oleh teknologi untuk selamanya. Belajar pada dunia mediamorfosis ketiga seakan-akan dunia pendidikan kehilangan roh ketika konsep belajar lebih ditekankan dibandingkan dengan konsep mendidik. Belajar di era mediamorfosis ketiga menghadirkan kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Siswa dan guru dapat mengakses pengetahuan di mana saja dan kapan saja. Namun, kebebasan ini tidak boleh mengaburkan pemahaman akan hakikat pendidikan sebagai proses mendidik, bukan hanya memperoleh informasi. Jika belajar lebih diutamakan niscaya pendidikan  tanpa roh bahkan ancaman rapuhnya peradaban karakter di depan mata. Jika pendidikan tanpa roh belajar hanya untuk bisa bukan untuk mengubah prilaku ke arah yang lebih baik. Jadi  belajar hanya untuk menjadi tahu dari tidak tahu.  Belajar hanya untuk memperoleh pengetahuan tanpa mengubah perilaku menuju kebaikan akan membuat pendidikan kehilangan substansi. Hakikat pendidikan sejati adalah mengubah prilaku manusia ke arah yang lebih baik, menjadikan mereka lebih manusiawi dalam menjaga harkat dan martabat kemanusiaan. Dalam menghadapi mediamorfosis ketiga, pendidikan harus tetap memegang teguh hakikatnya sebagai agen perubahan perilaku. Mempertahankan keseimbangan antara belajar dan mendidik adalah kunci untuk mencegah kehilangan roh pendidikan.

Dasyatnya gelombang digital nyaris menghempaskan kita (baca: guru yang tidak melek teknologi)  bahkan terdampar di pantai begitu saja hanya karena tidak bisa berenang di lautan teknologi. Wajah guru akan menjadi kusam pada mirat teknologi tanpa bingkai digital bahkan nyaris wajah kita tidak terlihat pada cermin. Wajah guru mesti menjadi pajangan dan terlihat  indah pada cermin di kelas-kelas karakter seperti layaknya patung guru Drona yang dibuat Ekalawya sekalipun ditolak guru drona hanya karena bukan kalangan ningrat. Guru simbol karakter yang harus hadir dan sebagai sosok panutan yang digugu dan ditiru dan sebagai penghapus kegelapan. Belajar tanpa guru ibarat manusia tanpa jiwa maka penguasaan ilmu seperti hewan-hewan pintar.  guru ibarat napas yang selalu hadir dan ada setiap jiwa sebagai napas kehidupan. Belajar tanpa guru ibarat manusia tanpa jiwa. Proses pemanusiaan, yang tidak hanya terbatas pada pengetahuan, memerlukan kehadiran guru sebagai pemandu. Manusia membutuhkan pendidikan, bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk mengalami proses pemanusiaan yang membuatnya berbeda dengan binatang. Manusia butuh proses pemanusiaan dan akan berbeda dengan binatang. Binatang seperti kambing tidak butuh proses pembinatangan atau pengkambingan karena kambing dilahirkan pasti menjadi kambing sedangkan manusia butuh proses pemanusiaan agar menjadi manusia yang manusiawi melalui pendidikan bukan sebatas belajar.

Dalam kehidupan kita, guru bukan hanya sosok yang berada di bangku sekolah, tetapi juga manifestasi dari nilai-nilai budaya dan spiritualitas. Setiap tanggal 25 November, kita merayakan Hari Guru sebagai penghormatan kepada mereka yang mengajarkan kita tentang tahu dari tidak tahu, dan lebih dari sekadar pendidikan formal, guru juga menjadi panduan dalam membangun pondasi kehidupan. Kita dilahirkan dari guru yang disebut guru reka, yang melibatkan nilai-nilai kehidupan sehari-hari, etika, dan norma-norma budaya. Kemudian, melalui sang guru, kita memperoleh pengetahuan formal yang membantu kita menjadi tahu tentang tahu. Keduanya adalah pilar penting dalam membentuk karakter dan kepribadian. Kita selalu harus ingat dan perlu dengan guru. Kalau mau kerja ingat sujud sembah kepada betara guru sane melinggih di merajan kemulan, saat membangun pondasi banggunan undagi juga harus membuat sepat siku-siku sebagai guru agar bangunan menjadi pas, jika kita belajar mewirama juga jangan melupakan guru laghu yang bermakna guru "berat"  laghu "ringan". Dan juga tidak kalah pentingnya jika mencari hari baik untuk memulai suatu pekerjaan yang disebut dewasa harus juga memperhatikan guru karena dewasa tanpa guru akan tidak baik. Guru memang harus selalu hadir di setiap napas kehidupan umat manusia. Selamat hari guru disemogakan selalu ada dan hadir di hati para siswa(bali tribun news/manixs).


I Komang Warsa,S.Pd,M.Si,M.Pd. Wakasek Kesiswaan SMK Giri Pendawa


PKKS AGENDA TAHUNAN EVALUASI KINERJA KEPALA SEKOLAH

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Tahun Pelajaran 2023-2024  yang dilaksanakan pada hari Jumat,24 November 2023 ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk menilai kinerja dari Kepala Sekolah. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data tentang kualitas kerja Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya. Adapun standar minimal prosedur tugas Kepala Sekolah adalah sebagai pendidik, adminis-trator, supervisor, pemimpin, inovator, dan motivator. Sementara tujuan dari diadakannya PKKS ini salah satunya adalah untuk memperoleh data tentang pelaksanaan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab kepala sekolah dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajerial dan supervisi pada sekolah yang dipimpin,ujar Nyoman Tegteg ketua tim PKKS dalam pengarahannya

Sebelumnya Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta memaparkan sekapur sirih tentang SMK Giri Pendawa dari sejak berdiri,hingga ia menjabat satu tahun terakhir ini,juga disampaikan ucapan terimakasih dan harapan agar tim penilai setelah melakukan penilaian agar memberikan evaluasi bimbingan dan petunjuk sehingga kekurangan-kekurangan yang ada dapat diperbaiki dikemudian hari sehingga memenuhi standar kompetensi yang diharapkan,pungkasnya 

Setelah perkenalan dengan tim PKKS,tim penilai sekaligus pengawas SMA/SMK Provinsi Bali langsung mengadakan penilaian yang didampingi oleh masing-masing bidang dengan menunjukan bukti-bukti dapat berupa data, dokumen, kondisi lingkungan fisik sekolah, pembiasaan, dan lain-lain yang dapat diidentifikasi.  Selain itu, tim penilai juga  menggali informasi dari pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan sekolah,   seperti guru, pegawai dan peserta didik. Penilain mencatat semua bukti yang teridentifikasi pada setiap kriteria penilaian. Terhadap semua komponen perwakilan tersebut dilakukan wawancara oleh para tim penilai. Wawancara ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang penilaian perilaku oleh guru dan peserta didik terhadap kepala sekolah selain dari data instrumen yang sudah ada. 

Sementara itu Koordinator Panitia PKKS I Gst.Ngurah Mataram,S.Pd,M.Si yang juga Wakasek Kurikulum menyampaikan bahawa persiapan PKKS inin sudah dilaksanakan sebelumnya dengan  Susunan kepanitiaan PKKS SMK GIRI PENDAWA TP 2023/2024 adalah sebagai berikut:

I. Penasehat : Ketua Yayasan Giri Pendawa (Drs. I Ketut Sudana, M.Si) dan Ketua Komite SMK Giri Pendawa (I Ketut Sutawa)

II. Penanggung Jawab : Kepala SMK Giri Pendawa (I Komang Sumarta, S.Pd.,M.Pd)

III. Koordinator : IGN Mataram, S.Pd.,M.Si (Waka. Kurikulum)

IV. Ketua : I Nyoman Pande Setiawan, S.Kom (Asisten Wk Kurikulum)

V. Sekretaris : I Wayan Gede Suarnata, S.Pd (Guru)

VI. Bendahara : Ni Luh Eka Mega Suryani, S.Pd.,M.Pd (Guru)

VII. Seksi-seksi :

1. Standar Isi dan Standar Proses Koordinatornya : Drs. I Wayan Suiji dibantu Ni Wayan Melina Pebriani, SS,I Wayan Suryana Arimbawa, S.Pd dan Ni Putu Sri Erawati, S.Pd

2. Standar Penilaian dan standard Kelulusan Koordinatornya : I Komang Warsa, S.Pd., M.Si.,M.Pd dibantu I Made Agus Suciarta, S.Pd,I Wayan Parsa Adiputra, S.Pd,Ni Nengah Susiadnyani, S.Pd

3. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Koordinatornya : Drs. I Dewa Putu Suaba dibantu oleh I Gusti Ngurah Adi Sandi Putra, SE,Ni Kadek Sri Agustini,Ni Komang Sahitya Dewi. P., S.Pd.

4. Standar Sarana dan Prasarana dan standard Pengelolaan,Koordinatornya : I Komang Wedana, S.Pd. dibantu I Gusti Ngr Gede Adnyana, A.Md,I Kadek Pujiarta dan I Made Junaedi

5. Standar Pembiayaan Koordinatornya : I Dewa Putu Suarya, SE anggota I Wayan Desi Bawantara, S.Pd,Ni Komang Tia Setiani dan Luh Resminingsih

6. Konsumsi : Ni Wayan Widnyani + Ni Made Sumarni W., S.Pd

7. Keamanan, Tansportasi: I Kadek Murtiana + I Kadek Ariawan

Rasa syukur dan bangga dirasakan seluruh warga SMK Giri Pendawa karena telah berhasil dan lancar melaksanakan PKKS tahun ini. Harapan dari seluruh warga sekolah adalah mendapat penilaian yang baik. Kegiatan PKKS ini juga diharapkan bisa memberi dorongan semangat kepada semua warga sekolah dalam meningkatkan kinerja demi pengembangan mutu pendidikan sekolah SMK Giri Pendawa ke depannya (manixs_

Pengarahan ketua Tim PKKS



Suasana saat penilaian

Foto bersama usaia penilaian 

Jumat, 01 Desember 2023

DRS.I KETUT SUDANA,M.SI MANGGALA YAYASAN GIRI PENDAWA

Yayasan Giri Pendawa sane keadegang medasar antuk Ijin Opersional Bupati Karangasem Nomor : 420/1622/Disdikpora, 25 Juni 2012 sane megenah ring wewidangan Kupa ,Banjar Dinas Bujaga,Desa Nongan,Kabupaten Karangasem,kemanggalain olih Drs.I Ketut Sudana,M.Si saking pengawit ngantos mangkin. Ketut Sudana sane kabiseka pemangku Dadia Pejenengan Pasek Gelgel Pegatepan ring Batusesa,dane embas daweg warsa 1958 ring Banjar Adat Belatung,Desa Menanga,Kecamatan Rendang.mesekolah SD ring SD Tegenan warsa 1972 tamat,lantur ring SMP Muncan tamat 1975,ngelanturang ring SMA 2 denpasar lulus warsa 1979 dawege punika keni perpanjangan malih 6 sasih. Saking juwet ngelanjutang masekolah raris dane kuliah ring FKIP Unud Singaraja jurusan Bahasa Indonesia,puput warsa 1984.

Sesampune lulus raris mengabdi ring SMA 2 Amlapura pinaka guru Bahasa Indonesia,kalih warsa mepengayah raris 1986 ke-angkat dados pegawai negeri ring sekolahe punika salami 12 warsa,raris kemutasi dados Kepala SMP 1 Bebandem warsa 1998,pitung warsa irika 2005 kemutasi malih dados Kepala SMPN 1 Amlapura wantah awarsa,2006 kemutasi dados guru ring SMPN 2 Amlapura taler wantah awarsa,2007 kemutasi ke Dinas Pendidikan Pemuda lan Olahraga dados pengawas SMA/SMK,taler awarsa dawning 2008 kelantik dados Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum ngantos 2014,kemutasi malih dados Kabid Ketenagaan salami 2 warsa,2016 malih mutasi dados Kabid SMP wantah 3 sasih ngelantur dados Kabid Paud lan PNF ngantos purna tugas utawi pensiun 2018.

Jero Mangku Sudana merabian sareng Dra.Ni Nyoman Taman,M.Si puniki medue putra asiki lan putri kekalih,sami sampun merabian,sane pinih duur dados kepala SMA 12 ring Denpasar sampun medua 3 putra-putri megenah ring Denpasar. Sios ring punika dane Mk.Sudana taler ngelanturang S2 ring UNHI tamat 2004,dane nenten waged ring karier kemanten nanging akeh mepengayah ring para krama(kegiatan social) minekadi dados Klian Banjar Adat Dharma Santi Subagan ngawit 2008 ngantos mangkin,sane keengku olih 88 KK,ring pesantian taler waged saha dados prejuru ring paiketan pemangku ring Kecamatan Karangasem lan Kabupaten Karangasem.

Nagingin masa purna tugas jero mk  putih lancig sane megenah ring Jl.Untung Surapati,Gang Sedap Malam No.2 A,Subagan,Karangasem puniki medue Toko Kelontong ring Kecicang kewantu olih 3 pekerja sane waged ring geginan ipun. Asapunika baos dane duk megendu wirasa sareng redaksi gatra humas kesarengin manggala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd. dane taler ngaptiang mangda manggala Yayasan setata kepaica kerahayuan mangda presida nitenin Yayasan sane ngemban SMK Giri Pendawa sane patut iraga sareng sami piara,mangda presida muponin alit alit generasi muda Bali pamekasnyane waged ring tattwa,Susila lan upakara ring kahuripan sida mahurip medue kewagedan(professional) ring kahuripan.(manixs)

Drs.I Ketut Sudana,M.Si manggala Yayasan Giri Pendawa


PEMBUKAAN PEMBEKALAN PRAKERIN SMK GIRI PENDAWA

Praktek Kerja Industri yang disingkat Prakerin adalah salah satu program wajib yang dilaksanakan di sekolah vokasional,karena untuk mengimplementasikan praktek yang diajarkan disekolah selanjutnya dipraktekan  di dunia Usaha atau dunia industri ,apakah sudah sesuai dengan kebutuhan DuDi,atau belum, sehingga diharapkan ada kesesuaian dan kecocokan (link and match) nantinya.

Sehubungan dengan kegiatan Prakerin,SMK Giri Pendawa sebelum menerjunkan siswanya ke DuDi, terlebih dahulu dibekali dengan berbagai landasan kompetensi dan proses pelaksanaan prakerin hingga kewajiban siswa pada saat selesai nantinya. Pembekalan dilaksanakan selama 3 hari mulai hari Senin,20 Nopember sampai Rabu 22 nopember 2023. Dalam pembukaan pembekalan Dewa Putu Suarya SE,selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan prakerin tahun ini diikuti oleh 43 orang siswa terdiri dari jurusan AP dan Tata Boga dengan pendanaan shering dari orang tua 50% dari subsidi dana BOS 50% dan anak anak semuanya sudah tertampung di hotel restoran tempat magang,karena untuk rekrutmen pemagangan kami berikan anak anak mencari sendiri,mun gkin punya keluarga sehingga komunikasi dan akomodasi menjadi lebih gampang,sedangkan anak-anak yang tidak kenal dan tidak tahu mencari lokasi maka kami panitia mencarikan tempat yang mendekati dengan keinginan siswa,untuk itu pada kesempatan ini kami sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada teman teman panitia yang sudah melaksanakan tugasnya masing-masing,sebentar berkenan bapak kepala sekolah untuk membuka secara resmi pembekalan prakerin tahun ini,terimakasih pungkasnya.

Sementara itu Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd dalam sambutannya menegas-kan bahwa sesuai Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional salah satu klausulnya menyebutkan adalah bagaimana meningkatkan anak anak seluruh Indonesia termasuk anak-anak SMK Giri Pendawa agar berkwalitas,langkahnya  yang pertama  agar siswa memiliki kompetensi spiritual,punya sradha bakti terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Kompetensi Kepribadian anak-anak punya etika,sopan santun,bagaimana menghargai oranglain, kemudian ada Kompetensi sosial yaitu bisa beradaptasi dengan lingkungan dimanapun kalian berada termasuk di tempat kalian praktek nanti. Selanjutnya ada kompetensi pengetahuan yang bisa diakses dari berbagai sumber tergantung usaha kalian,yang tidak kalah penting adalah kompetensi ketrampilkan/skil yang sudah diasah oleh guru-guru kali-an.  Selanjutnya permendustrian no.: 3 Tahun 2017 tentang magang nasional menyebutkan bahwa DuDi wajib menyediakan tempat praktek bagi siswa SMK sehingga ada link and mach antara sekolah dengan dudi. Prakerin ini ada dasar hukumnya bukan mau maunya sekolah mengadakan prakerin tetapi dituntut oleh undang-undang negara,oleh karenanya sebelum kalian terjun praktek maka hari ini kalian diberikan bekal baik bekal nasehat,himbauan,petunjuk maupun job discription praktek nantinya, astungkara guru-guru kalian sudah kenyang pengalaman di dunia pariwisata, sehingga diharapkan dengan pengalamannya bekerja di dunia wisata dapat ditularkan pada kalian semua, sehingga program prakerin berjalan lancar. Tidak hanya itu tapi kita juga mencari guru tamu dari Tapa agung,LA sehingga tata kelola dan tata etika di dunia usaha akan dapat dijelaskan secara rinci sehingga kalian anak anaku dapat melaksanakan tugas dengan baik ungkapnya.

Dalam sesi pembekalan koordinator prakerin I Wayan Suiji yang sekaligus Wakasek Humas menyampaikan tentang pengenalan program prakerin setelah kepala sekolah memberikan materi kebijakan Kepala SMK Giri Pendawa. Suiji menjelaskan bahwa dasar teknis dalam panitia melaksanakan kegiatan adalah SK Kepala SMK Giri Pendawa Nomor : 070 /033.a/SMK.GP/X/2023 tentang Panitia Pelaksana Prakerin SMK Giri Pendawa tahun pelajaran 2023/2024.,dengan SK ini panitia melaksanakan tugas yang diisyaratkan dalam SK seperti job diskription masing-masing,materi pembekalan seperti Etika dan tanggungjawab profesi yang disajikan oleh Ketua Yayasan,Dinamika on the job trening oleh kaprodi Perhotelan,Kiat Sukses kerja di dunia wisata oleh kaprodi Tata Boga,Tata Kelola dan peran Dudi dalam on the job trening oleh owner Tapa Agung Hotel & Resort,Tata krama dan Personal Brending oleh Kaprodi TKJ,Pengumpulan data dan pembuatan laporan oleh Wakasek Kurikulum dan Wakasek Kesiswaan.

Suiji juga menyampaikan bahwa skedul trening sudah disusun mulai dari sosialisasi dengan orang tua tanggal 21 Oktober kemarin, pencarian Dudi tempat prakerin, pembekalan,pelepasan prakerin yang dilaksanakan tanggal 27 November 2023 bertepatan dengan purnama kenem sehingga 4 Desember siswa sudah mulkai ketempat praktek masing-masing,setelah itu dilakukan monev kemasing-masing lokasi oleh panitia,dipoerkirakan Juni 2024 sudah semuanya final sampai pengujian laporan. Untuk bimbingan akan dilakukan oleh guru pembimbimbing masing masing tegasnya.(manixs).

Sambutan Kepala Sekolah saat pembukaan pembekalan.
Suasana saat ketua panitia memberikan arahan
Ketua Yayasan memberikan materi pembekalan
Benner pembekalan
Pengenalan Program Prakerin oleh Waka Humas
Peserta Pembekalan Prakerin