Kamis, 28 Desember 2023

DEKJUN MELEPAS LAJANG PADA JEGEG SRAYA

Pernikahan dalam Agama Hindu merupakan tahapan berumah tangga atau Grahasta Asrama dalam catur Asrama, merupakan yadnya dan perbuatan dharma. Menurut Lontar Agastya Parwa ,pawiwahan atau perkawinan adalah mewujudkan suatu kehidupan yang disebut “Yatha Sakti Kayika Dharma” yang artinya dengan kekuatan sendiri mampu melaksanakan dharma\,apakah dharma agama,dharma pakraman maupun dharma negara sebagai kewajiban dalam melaksanakan grehasta asrama.

Demikian halnya dengan I Made Junaedi pria kelahiran 13 Juni 1995 yang berasal dari Bangbang Biaung,Selat ini, melepas lajangnya dengan jegeg Seraya Timur  Ni Nyoman Witi dalam acara pawiwahan yang digelar pada hari Kamis,28 Desember 2023. Pria yang akrab disapa Dekjun ini adalah putra kedua pasangan  I Komang Gatra dan Ni Nengah Indrawati,  dari 3 bersaudara, Dekjun mengenyam pendidikan terakhirnya   diploma 2 jurusan otomotif, dan sekarang menjadi salah satu staf tata usaha di SMK Giri Pendawa. sedangkan pasangan hidupnya Ni Nyoman Witi adalah putri ketiga yang dilahirkan dari pasangan  I Ketut Sadru dan Ni Made Mindri, dengan tiga bersaudara. Disela-sela acara resepsi pernikahannya yang dihadiri oleh keluarga besar SMK Giri Pendawa dan undangan lainnya Gatra Humas sempat menanyakan kisah kasihnya dengan sang pujaan hati,dengan tersenyum  ia menceritakan kisah cerita singkatnya saat kami wawancarai, "pertemuan saya dengan Nyoman, berawal dari media sosial yaitu Facebook,lanjut  beralih ke Masengger, Nyoman ngechat saya duluan dan akhirnya  kami semakin dekat, setelah jelang waktu beberapa hari nyoman terus ngechat ,terus mendesak pengen nikah karena usia sudah tidak muda lagi, karena saya juga merasa usia sudah tidak muda lagi, maka kita sepakat untuk nikah lagi 2 tahun. Satu bulan berjalan akhirnya pertemuan pertama terjadi, dan pertemuan pertama dengan calon mertua, setelah bertemu juga dengan keluarga saya di selat, kedua orang tua saya setuju dan besoknya dicarikan dewasa ayu, dan di setujui tgl 28 desember 2023 olih Ida Nak Lingair Suranadi, kemudian diberikan dewasa lagi 20 hari kedepan, semua termasuk persiapan tetaring, banten di kerjakan bersama keluarga, semua termasuk mendadak, dan tergesa", tapi astungkara ida betara sueca pemargi karyan tityang sekeluarga memargi antar lan labda karya.ungkapnya.

Acara tiyang simpel satu hari selesai,dari acara medarma suwaka,meminang/madik,ngupasaksi sebagai wiwaha samskara dengan tri saksi (Bhuta saksi,Manusa Saksi dan Dewa Saksi) langsung hari itu efektif dan efesien soalnya jarak Selat-Seraya lumayan jauh,sehingga kami kedua belah pihak,Purusa-Predana sepakat mengambil jalan itu dan sudah direstui oleh pemuput Ida Nak Lingsir  Kegiatan atau pebantenan di Desa Adat Seraya kurang lebih sama dengan di desa-desa lainnya, tetapi yang menarik dan unik bagi saya adalah proses setelah natab di seraya adalah medewi dewi, dimana  mempelai wanita menari sambil bernyayi atau metembang, dan mempelai pria nyuun rantasan  sebagai simbul sesuunan/kawitan pempelai wanita di ngupasaksi bahwa sang mempelai wanita akan meninggalkan atau mepamit/ pergi dari anaggah/merajan bajang,cerita Dekjun dengan penuh semangat.

Sementara itu I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd,selaku ketua rombongan dari keluarga besar SMK Giri Pendawa yang hadir memberikan doa restu kepada mempelai berdua,juga mengharapkan agar sang dampati bisa memenuhi harapannya dalam menjalankan grahasta asrama,banyak hal yang harus disesuaikan,karena menyatukan dua insan yang berbeda,maka perlu pemahaman saling mengisi,saling melengkapi dan terpenting saling menyayangi,jika itu terjadi maka akan terbentuk kulawarga sukinah, memiliki putra/putri yang suputra dan harus ingat dengan tupoksi masing-masing, Kadek sebagai nakhoda keluarga yang disebut kepala keluarga dan bertanggungjawab pada keluarga,sedangkan Nyoman sebagai kepala rumah tanggga bertanggung jawab kepada rumah tangga seperti mendidik anak anak,mengajarkan etika sopan santun,bersosialisasi dengan masyarakat lingkungan,menjalankan sesana adat,memasakkan keluarga dan tugas lainnya, dan tidak kalah penting syukuri hidup ini,apapun yang terjadi harus dihadapi,didiskusikan dan dilaksanakan bersama sama, begitu Made dan Nyoman kami keluarga besar SMK Giri Pendawa mendoakan semoga kalian langgeng kapungkur wekas,astungkara pungkas Komang Sumarta.(manixs).

Pasangan pengantin
Rasa bahagia turut dirasakan oleh keluarga besar SMK Giri Pendawa
Luapan rasa gembira dari stap Tata Usaha karena sahabatnya
telah menemukan pelabuhan hatinya jegeg Seraya.
Selamat dekjun,adeng adengin dek,canda KTU Made Sri Agustini.






Senin, 25 Desember 2023

MENYAMA BRAYA WUJUDKAN KERUMAKETAN KELUARGA SMK GIRI PENDAWA

 
Kepala sekolah menerima kami dan menginformasikan acara pawiwahan keponakannya.

Diskusi ringan usai makan

Diskusi ringan dengan undangan

Menyama braya adalah tradisi yang dilaksanakan di keluarga SMK Giri Pendawa yang implementasinya dalam bentuk acara suka-duka ,semisal ketika ada salah satu keluarga yang  menikah itu tergolong acara suka dan ketika ada keluarga yang sedih atau duka juga dilaksanakan seperti kematian,sakit dan sebagai-nya.Hal ini adalah wujud kekeluargaan dikalangan keluarga besar SMK Giri Pendawa,ditanya sumber dana,pengelola Suka Duka Braya Santhi Ni Wayan Melina Pebriani,SS mengatakan bahwa sumber dana dari suka-duka dari persentasa kegiatan dan atau sumbangan lain yang tidak mengikat. Mengenai yang mendapatkan bantuan adalah anggota yang bersangkutan 100%/Rp.500.000,-(lima ratus ribu rupiah), sedangkan suami/istri,orang tua dan anak bersangkutan mendapatkan 50 sd.75%,ungkap Peby.

Seperti kegiatan hari ini bertepatan dengan Hari Ibu,Jumat 22 Desember 2023 mendapat undangan dari bapak Kepala Sekolah dalam acara pernikahan keponakannya yang bernama I Kadek Suryadiva profesi ahli tatto, putra dari kakaknya kepsek yang bernama I Made Subada  tinggal di Lombok profesi sebagai pemborong menyunting gadis asal Blayu,Tabanan yang bernama Ni Putu Sri Wahyuni karyawati hotel,hari ini upacara pawiwahannya sekaligus acara resepsi,maka kami hadir dan memberi ucapan selamat dan doa restu kepada mempelai dan keluarga yang berbahagia,diharapkan acaranya lancar dan menjadi keluarga yang sukinah,rukun bahagia selama hidupnya,pungkas Pebi mengakhiri perbincangannya dengan redaksi Gatra Humas.(manixs)


Minggu, 24 Desember 2023

PARTISIPASI SMK GIRI PENDAWA DALAM WUJUDKAN KEASRIAN LINGLUNGAN SMKN 2 KUBU

Menunjuk Surat Himbauan Kepala Disdikpora Provinsi Bali No.: B.31.420/60122/SMK/ DIKPORA tanggal 18 Desember 2023 acara menanam pohon perindang di lingkungan SMK Negeri 2 Kubu pada hari Jumat,22 Desember 2023 jam 09.00 ,Pada kesempatan itu Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd, tidak bisa hadir karena pada hari itu bertepatan dengan upacara perkawinan keponakannya,maka beliau tidak bisa melaksanakan tugas dan ditunjuklah para Waka bersama perwakilan OSIS untuk menghadirinya. Namun karena beberapa waka berhalangan hadir karena ada acara adat,setelah dikordinasikan oleh Waka Humas I Wayan Suiji,maka yang bisa berangkat mewakili kepala sekolah adalah Waka  Sarpras I Komang Wedana,S.Pd bersama pendamping Waka Humas Ni Wayan Melina Pebriani,SS beserta 4 orang siswa perwakilan OSIS  seperti Ni Pt. Desvita Setiari mantan ketua OSIS kelas XII Perhotelan,Ni Komang Noviantari kelas XII PH,Ni kAdek Diah Sariani XII TB dan I Putu Agus Adnyana XII TB.

Rombongan yang berangkat pukul 07.30 Wita,dinakhodai oleh I Komang Wedana melaju dengan mulus di jalan Pempatan menuju Kubu karena kepiawaiannya dalam mengendalikan gerobak jepang yang berlebel Avanza,deritan roda diatas aspal cukup sengit melalui tantangan menanjak dan terjal dapat dikemudikan dengan lembut oleh penyiar kesayangan Radio Srinadi Klungkung ini,apalagi didampingi oleh guide jepang yang dipanggil Peby ini sebagai co pilotnya, maka perjalanan nanjak terjal dan panas ini tak terasa dilalui karena diiringi canda dan celotehan ramai para siswa.

Tak terasa sampailah pada tempat yang dituju,sambutan warga sekolah SMKN 2 Kubu dalam melayani tamu perwakilan SMK negeri swasta se Kabupaten Karangasem, cukup ramah dan antusias menerima kami,karena kami memang ditunggu untuk melaksanakan partisipasi dalam bergotong royong dengan tujuan untuk mewujudkan keasrian lingkungan sekolah tersebut. Kondisi sekitar sekolah yang cukup gersang dengan iklim yang kering menyebabkan lingkungan kurang asri sehingga perlu diadakan reboisasi yang melibatkan Kepala Sekolah,Wakil Kepala Sekolah dan perwakilan OSIS sekolah masing masing dari 13 sekolah negeri swasta  se kabupaten Karangasem,yang diundang yaitu; SMKN 1 Amlapura,SMKN 2 Kubu,SMKN 1 Kubu,SMKN 1 Bebandem,SMKN 1 Abang,SMKN 1 Manggis,SMK Giri Pendawa,SMK PGRI Amlapura,SMK TI Bali Global Karangasem,SMKS Dharma Prasanti,SMKS Nusa Dua Toya Anyar,SMKS Saraswati Amlapura dan SMKS Widya Wisata Graha. Ujar Wedana selaku ketua rombongan sekaligus mewakili Kepala Sekolah.

Sementara itu Ni Wayan Melina Pebriani,SS.mewakili Waka Humas menyampaikan bahwa setelah sampai ditempat ,rombongan SMK Giri Pendawa dengan 6 personil lengkap dengan tanaman Bunga Kenangga dan peralatan untuk menanam serta pupuknya,disambut dengan baik dan diarahkan ketempat spesial sekolah tersebut yaitu di areal Parhyangan yaitu Padmasana tempat persembahyangan di sekolah tersebut. Siswa kita cukup antusias untuk berpartisiapsi mewujudkan keasrian sekolah tersebut,karena diharapkan nantinya kenanga ini hidup,akan selamanya SMK Giri Pendawa dikenang di sekolah tersebut sebagai wujud persatuan dan kebersamaan dilevel Sekolah Menengah Kejuruan se Kabupaten Karangasem. Anak-anak yang ikut cukup senang dan berkesan dalam acara ini,karena usai kegiatan diajak refresing ke objek wisata alami Padang Savana di wilayah Kubu.pungkas Pebi di sela-sela kesibukannya mempersiapkan acara undangan sore ini (manixs).

Ketua rombongan I Komang Wedana,S.Pd,mewakili Kepsek menanam pohon Kenanga,

Anak-anak OSIS berpartisipasi menanam Kenanga di area Padmasana

Ni Wayan Melina Pebriani,SS,pendamping Waka Humas 
sedang mendokumentasikan kegiatan gotong royong.
Aktivitas refresing di Padang Savana Kubu

Survey tempat wisata Padang Savana Kubu (doc.Wedana)






Selasa, 19 Desember 2023

BELA NEGARA WUJUDKAN MARTABAT BANGSA

The Indonesian Ministry of Defense, Director General of Defense Potential, has issued   a Guide to Commemorating National Defense Day (HBN) which was then followed up by the Regional Secretary of Bali Province through SE No. : B.16.003.4/8078/Bid.III/BKBP  Concerning  the Commemoration of the 75th National Defense Day 2023, December 19 2023, so that all agencies and school institutions commemorate the 75th National Defense Day. This is important to implement to strengthen loyalty Indonesian people in their country, because of Indonesia's position as an archipelagic country, flanked by two continents and two oceans so that it is a strategic crossing, resulting in the dynamics of global, regional and national environmental development being very dynamic in influencing the pattern, form and escalation of threats  to state sovereignty and integrity . territory and the safety of the entire nation.

National  Defense is a mental character that every citizen must have in order to always be  adaptive and prepared to face every threat and to create a Deterrent Effect for other countries . National Defense is a determination, attitude, behavior and actions of citizens, both individual and collective, to maintain state sovereignty , territorial integrity   and the safety of the nation and state imbued with love for the Republic of Indonesia based on Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD Republic of Indonesia in 1945) from threats. National Defense efforts are a basic human obligation and honor for every citizen which is carried out with full awareness, responsibility and willingness to sacrifice in service to the state and nation as mandated in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia .           

On this basis, Giri Pendawa Vocational School held a Flag Ceremony commemorating the 75th National Defense Day at the local ceremony field with the theme "Waging State Defense for an Advanced Indonesia". Even though it was a semester holiday, teachers, staff and students were still present as a moral responsibility as Indonesians. because National Defense Day (HBN) is a historic day for the Indonesian nation in  commemoration of the Declaration of   the Emergency Government of the Republic of Indonesia  (PDRI) on 19 December 1948  in West Sumatra, which was later stipulated by the President of the Republic of Indonesia in Presidential Decree  Number 28 of 2006. Furthermore, in the Regulation Presidential Number 115 of 2023 concerning Policies for Developing National Defense Awareness, commemoration of National Defense Day is one of the programs of the National Action Plan for National Defense (RANBN) which must be implemented by all Ministries/Institutions, Regional Government, TNI and Polri every year as part of the Development Master Plan Awareness of National Defense for the period 2020 to 2045 said I Komang Sumarta, S.Pd, M.Pd, Head of Giri Pendawa Vocational School in his mandate as supervisor at the flag ceremony which began with reading the President of the Republic of Indonesia's speech to commemorate the 75th National Defense Day.            

Furthermore, after telling the long history of the Emergency Government of the Republic of Indonesia, with fiery enthusiasm, Sumarta motivated all the ceremony participants so that the commemoration of National Defense Day was not just a day of commemoration, but let us together reflect on the struggle of our predecessors' heroes to reclaim it. independence from Dutch henchmen from the motherland of this archipelago. We who are present here as the generation who received independence, let us encourage ourselves by imitating the struggle of our predecessors by working hard, working smart, working thoroughly and sincerely in carrying out our respective duties, kindle the spirit of struggle to fill and defend our country from various AGHT (Threats, Disruptions, Obstacles and Challenges) from various attacks from other countries who want our country not to progress. It is on your shoulders that the future of this country is at stake, today's AGHT still exists but its form is different, for example drug trafficking and illegal drugs are not only in cities but have spread to remote villages, if you are not alert then you will be exposed and your life will be destroyed. , threats and disturbances are not only in the form of goods but also in the form of propaganda and provocations on social media, so be careful playing on social media, if you are not selective then you can fall into and be exposed to heretical teachings, hate speech, slander and various behaviors that are contrary to the norms and culture of the archipelago that we inherited from our ancestors. So once again sir, let us uphold national teachings and implement religious teachings, especially the Tri Basic Framework of Hindu Religion, namely Tattwa, how do we understand and transform science and technology so that we have reliable competence to protect ourselves, then not only knowledge and skills but also Ethics or morality, how we think, speak and behave in a good way, not anarchic, not provocative, not pitting ourselves against each other and not committing other immoral acts. "Finally, Upakara means that after we are able to have good competence and morals, of course our lives will be prosperous, so establish good social relations with fellow brothers, relatives, the environment and nationality, so that we can defend the honor and dignity of our nation and country," he concluded.

After giving the address and speech, Komang Sumarta gave appreciation and appreciation with SK. Principal of SMK Giri Pendawa No.: 051/SMKGP/XII/2023, dated 19 December 2023 concerning Giving Appreciation and Awards to Drs. pioneered and founded Giri Pendawa Vocational School and is still actively serving as a senior teacher with additional duties as Head of the Hospitality Study Program. This action plan for giving appreciation and awards is sponsored by the Giri Amertha Vocational School/Kopsek Giri Pendawa Cooperative which is managed and managed by I Wayan Suiji (manixs)

Pick-up of the Master of Ceremonies by the Adjutant

 
Teachers and staff who attended the 75th HBN commemorative Flag Ceremony
The atmosphere of the apple is full of solemnity
Reading of the text of UUD 1945 and the National Defense Pledge
 
Flag raisers
 

Presentation of Awards and Appreciation to Drs. Dewa Putu Suaba
who was represented (because of illness) by his son Dewa Putu Suarya, SE.
Photo with staff teachers who were present with the Principal, from left to right: Student Affairs Assistant Agus Suciarta, TKJ Assistant Gde Suarnata, TU Staff Md. Pujiarta, KTU Made Sri Agustini, Deputy Head of Public Relations Wayan Suiji, Km. Sumarta Principal, Komang Tia Setiani Treasurer BOS, Luh Officialingsih Bag. Money Committee, Dewa Putu Suarya Head of TB Study Program and Head of TKJ Study Program and Curriculum Companion Komang Pande Setiawan.













Sabtu, 16 Desember 2023

GERIMIS SARASWATI

Hari raya  Saraaswati adalah hari yang penting bagi umat hindu, khususnya bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan karena Umat Hindu mempercayai hari Saraswati adalah turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan keberadaban umat manusia. Hari raya Saraswati diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya pada hari Saniscara Umanis wuku Watugunung. Ujar Koordinator Piodalan Saraswati yang sekaligus Waka Humas SMK Giri Pendawa I Wayan Suiji,lebih lanjut Suiji memaparkan apabila menelisik tentang sejarah rahina Saraswati maka tidak terlepas dari cerita Watugunung Runtuh yang dimulai saat jatuhnya wuku Watugunung dalam wariga dewasa yakni pada hari Redite Klion Watugunung,mitosnya ketika Watugunung kalah berperang disorga loka maka mayatnya jatuh kebumi pada hari itu. Permohonannya apabila jatuh di laut maka ijinkanlah cuaca panas agar tubuhnya tidak kedinginan,sebaliknya bila jatuh didarat maka akan turun hujan,begitulah mitosnya,seperti hari ini gerimis turun di hari Saraswati,mungkin juga Watugunung jatuh di darat maka mungkin juga karakter watugunung menyusupi jiwa jiwa manusia apalagi ini tahun pemilu akan kemungkinan akan terjadi berjiwa perang,mengedepankan ego,memfitnah dan menjelekan orang lain ,merasa diri paling hebat dan paling benar,serta unggul itulah karakter Watugunung,tapi akhirnya runtuh juga dan muncul pemenang yang dilindungi semesta ungkap Suiji.

Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd ,M.Pd menambahkan dalam diskusi itu bahwa hari-hari pada wuku Watugunung dan wuku Sinta adalah rangkain hari penuh makna dalam menjalani kehidupan,dimulai dari hari Soma Umanis Candung atau dikenal juga dengan hari Candung Watang, ibaratnya ketika kita dilahirkan oleh ibu tercinta,betapa perjuangan beliau dalam melahirkan kita bagaikan air didaun talas,sedikit bergoyang maka air diatas daun talas itu akan jatuh,demikian juga ketika ibu melahirkan kita,sedikit saja salah maka nyawa akan melayang ibaratnya megantung bok akatih maka hargai dan hormatilah ibu kita,karena sorga ditelapak kaki ibu. 

Anggara Pahing Watugunung disebut Paid-Paidan artinya ketika kita dilahirkan sebelum bisa berjalan pasti mengalami proses merangkak atau mepaid-paidan,mulai belajar dituntun orang tua,dipelihara orang tua sehingga nantinya kita bisa berdiri dan memulai kehidupan baru di semesta ini.

Buda Pon Watugunung disebut Urip Kelatas,setelah kita bisa berdiri,sedikit demi sedikit,selangkah demi langkah mulai maju berproses menjalani kehidupan,menuju masa depan sesuai usaha dan karma kita kedepannya.

Raspati Wage Watugunung disebut Penegtegan,disinilah kita mulai mengenal jati diri mulai bisa berkomunikasi dengan tetangga dan lingkungan sekitar,mulai mengenal orang lain selain keluarga menetapkan/negtegang jiwa jiwa kemanusiaan,bertumbuh sebagai manusia dengan menggunakan wiweka.

Sukra Klion disebut Pengredanaan,disini orang tua mendoakan dan membimbing bahwa kita akan dilepas untuk diberikan tanggungjawab mendidik kepada orang lain khususnya guru pengajian untuk lebih berkembang dan berkolaborasi dengan insan insan lainnya sesama manusia.

Sabtu Umanis Watugunung dikenal hari Saraswati  yang artinya Tuhan menurunkan Ilmu Pengetahuan sehingga manusia dianugrahkan keistimewaan dalam Tri Premana jika dibandingkan dengan makluk lain, karena kita dikaruniai kelebihan yang berupa idep dan idep inilah yang membedakan dan dapat menguasai makluk makluk lainnya. Kalau dalam kehidupan kita sudah mulai masuk sekolah dan diajarkan pengetahuan baru oleh guru guru kita sehingga pengetahuan hidup kita semakin luas dan mulai mengenal proses kehidupan.

Minggu Pahing Wuku Sinta dikenal dengan hari Banyu Pinaweruh/Banyu Pinaruh artinya apabila kita sudah melalui proses pendidikan dan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang luas, sehingga kecerdasan kita semakin mengalir seperti air (Banyu pinaruh) dengan sendirinya kita akan mempunyai posisi tertentu dalam kehidupan bermasyarakat karena punya kompetensi sehingga mudah mencari pekerjaan dan bahkan bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat banyak.

Soma Pon Sinta disebut Soma Ribek merupakan hari yang penuh berkah pada umumnya hari ini mengupacarai harta benda khususnya uang.Artinya apabila kita sudah mempunyai kompetensi bisa mengelola hidup dan kehidupan tentu akan memiliki harta yang banyak karena berkah pengetahuan itu.

Anggara Wage Sinta disebut hari Sabuh Emas mengandung makna kemuliaan,karena orang yang dianugrahi Dewi Saraswati adalah orang pilihan karena dianugrahi kemuliaan,apakah kemuliaan karena jabatan,karena kebajikan,karena kedarmawanan dan sebagainya.

Terakhir Buda Klion Sinta disebut Pagerwesi atau Pagar dari besi artinya setelah memiliki kemakmuran dan kemuliaan jagalah semua itu dengan kuat dan kokoh sebagai anugrah dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa khususnya Dewi Saraswati. Denngan demikian kehidupan kita akan berkah dan mendapatkan kemuliaan dan keberlimpahan.,Pungkas Sumarta.

Demikian penting Pilosofi pelaksanaan  hari Saraswati mestinya bisa kita menyikapi dan mengimplementasikan dalam kehidupan nyata sehingga bisa membentuk karakter mulia sesuai ajaran dharma,maka kalau semua bisa melaksanakan,maka dunia akan tentram,damai sejahtra.astungkara cetus Dewa Putu Suaba Kaprodi PH mengakhiri obrolan Saraswati,karena acara persembahyangan akan dimulai yang dipandu oleh Wakasek Sarpras I Komang Wedana,S.Pd yang juga penyiar paporit Radio Srinadi Klungkung. Usai persembahyangan acara diakhiri dengan nunas boga samatra layuban babi guling. (manixs)

 
Latihan gong persiapan Saraswati

 
Persiapan membuat pejati oleh siswa putri

                             Obrolan Saraswati Kepala Sekolah bersama Humas dan Kaprodi PH

Pelaksanaan piodalan dengan ngayah Rejang Dewa
Pemangku ngaturang piodalan Saraswati
Proses Piodalan Saraswati





REFLEKSI DIRI DALAM SURATAN NILAI RAPORT

Suasana pembagian raport semster ganjil tahun pelajaran 2023/2024 terasa sedikit berbeda,karena hari ini berbarengan dengan hari pengredanaan,sebagai persiapan upacara Piodalan Saraswati esok hari,namun demikian tidaklah mengurangi semangat para siswa untuk mempersiapkan pembuatan penjor,masang busana dan membuat banten caru dan pejati untuk dipersembahkan pada acara piodalan tersbut,sedangkan banten pokok untuk piodalan dengan babi gulingnya dibelikan pada tukang banten atau serati.

Namun demikian pada hari Jumat 15 Desember 2023 adalah jadwal penerimaan raport,semua siswa dikumpulkan di lapangan upacara untuk mendengarkan proses dan acara pembagian raport serta pengumuman sang juara. Sebelum acara pembagian raport ,Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd dalam arahannya menegaskan ,bahwa agenda pembagian raport adalah merupakan refleksi diri bagi seluruh siswa yang telah melalui proses pembelajaran selama satu semester. Untuk itu silahkan dilihat hasil kalian selama enam bulan dan itu perlu dievaluasi untuk kemudian diambil langkah langkah prefentif agar semester depan ada peningkatan. Kalian harus evaluasi diri,agar bisa membenahi diri untuk lebih meningkat,percuma ada nilai yang kalian terima kalau kalian tidak bisa mengevaluasi diri. Evaluasi itu perlu dilakukan untuk meninjau kelemahan dan kelebihan kita dalam bidang kogntifnya, sejauh mana kalian sudah membaca buku,mendengarkan guru sehingga sehingga kalian memperoleh nilai segitu,Bagai mana penilaian Apektif kalian atau sikap kalian,bisakah kalian mengormati orang yang lebih tua atau bisakah kalian saling menghormati,itu adalah sikap Apektif.,sedangkan point ke tiga adalah psycomotor adalah keterampilan  kalian dalam menghadapi hidup ini.

Peganglah tiga asfek pendidikan ini anak-anakku,maka kalian akan bisa diterima di semua kelompok, dengan demikian hidup kalian kelak akan lebih nyaman,kedepan tantangannya berat anak anak,hidup ini akan semakin penuh persaingan dan intrik,saling jegal dan saling menjelekan dan bahkan memfitnah  dan menghina satu sama lainnya kalau kalian tidak pegang tiga prinsif tadi,dengan demikian gagalah hidup kalian. Disisi lain nilai raport ini adalah cerminan kinerja kalian selama semester,yang kerja keras,cerdas,tuntas dan iklas maka kalian akan menjadi juara dan yang malas,memelas apalagi sering tungkas, hasilnya akantidak memuaskan,percaya kata bapak.

Akhirnya bapak ucapkan selamat kepada anak-anak yang berprestasi dan jangan berkecil hati bagi yang belum berhasil,karena bila kalian sadar diri maka kebaikan itu akan datang menemui kalian,tetapi kalau kalian tidak mau introsfeksi diri maka kalian akan terus ketinggalan dilorong kegelapan.pungbkasnya.

Usai pengarahan maka pendamping Waka Kurikulum I Komang Pande Setiawan,A.Md mengumumkan peraih prestasi umum sebagai berikut :

Juara Umum Kelas XII diraih oleh : 1. 2. 3.

Juara Umum Kelas XI didapat oleh : 1. 2. 3.

Juara Umum di Kelas X diterima oleh : 1. 2. 3.

Demikian informasi juara,maka pembagian raport dilakukan di kelas masing-masing oleh para wali yang didahului dengan kesan dan pesan dari walinya.(manixs)

Suasana trisandya sesaat sebelum pengarahan Kepala Sekolah

Sang Juara berfoto bersama Kepala Sekolah dan Para Waka


Rabu, 13 Desember 2023

PASRAMAN KILAT WIDYA GIRI SMK GIRI PENDAWA

Pasraman kilat adalah sebuah kegiatan pendidikan non formal yang berlandaskan ajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti,hal ini dilaksanakan di SMK Giri Pendawa dengan brending Widya Giri yang artinya kecerdasan yang menggunung atau tangguh,karena harapannya setelah melaksanakan pasraman ini para peserta memiliki pengetahuan yang mantap dalam bidang keagamaan dan sikap mental yang berbudi pekerti luhur.

Dasar pelaksanaan kegiatan pasraman ini adalah Surat Kadisdikpora Provinsi Bali No.: B.31.420./ 3687 / UPTD. BPTKK/ Dikpora tanggal 7 Desember 2023 tentang Pelaksanaan Pesraman Kilat,yang ditindak lanjuti dengan Surat Keputusan Kepala SMK Giri Pendawa No.: 421.3 /051/SMK.GP/XII/2023 tanggal 11 Desember 2023 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Pasraman Kilat di SMK Giri Pendawa yang diselenggarakan mulai liburan semester ganjil pada hari Senin,18 Desember 2023 sampai dengan 21 Desember 2023.

Pasraman yang mengangkat tema "Melarapan Pasraman Kilat,Ngiring Tincapang Sesana Adat,Seni lan Budaya Nitenin Wiweka Jnana Sisya"  yang mengandung makna bahwa melalui pasraman singkat ini mari kita tingkatkan pemahaman terhadap kewajiban dibidang Adat,Seni dan Budaya untuk mendidik siswa agar cerdas, bisa memilih memilah mana yang baik dan manayang buruk dalam melakoni kehidupan ini dan ini sekaligus merupakan tujuan dari pada pasraman kilat,ujar I Wayan Desi Bawantara,S.Pd.H ketua panitia,  pada laporan pembukaan pasraman, Lebih lanjut ia juga berharap agar para peserta mengikutinya dengan baik,sehingga berdaya guna dalam kehidupannya kelak. Mengenai anggaran pasraman ,bersumber dari dana komite. Materi yang diajarkan meliputi upakara banten pejati,caru,seni tabuh, gegitaan,yoga dan bakti sosial yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XII karena kelas XI sedang mengikuti trening di dunia usaha dan dunia industri,untuk itu agar berkenan bapak kepala sekolah membuka secara resmi pasraman ini,ucap Desi.

Sementara itu I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd,kepala SMK Giri Pendawa dalam sambutannya menyhampaikan apresiasinya kepada panitia khususnya para instruktur yang mendidik anak anak kita, agar paham dalam kegiatan adat seni dan budaya. Kepada anak-anaku semua kegiatan ini sangat penting buat kalian ikuti, karena kita ketahui bersama ,bahwa dasar kita beragama adalah sradha atau keyakinan,kita mengenal Panca Sradha,lima dasar keyakinan,yaitu yakin pada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sanghyang Widi Waca sehingga setiap saat kita harus eling kepadaNya,karena beliaulah kita dikaruniai kehidupan.Kemudian keyakinan kedua adalah yakin akan adanya Atma sebagai percikan kecil dari Tuhan,beliaulah bersemayam dalam diri kita sehingga kita memiliki sabda, bayu dan idep.Kemudian dari atma menghidupi panca mahabuta tubuh kita, sehingga kita bisa berlaku baik atau buruk,semua itu ada hukumnya yang disebut Karma Phala,kita yakini itu ada,selanjutnya kalau lelaku kita baik maka akan amor ing acintya,menyatu denganNya sebaliknya kalau laku kita acubakarma maka kita akan lahir kembali yang disebut Reinkarnasi/Samsara,untuk menebus laku jelek kita,untuk itu berbuat baiklah agar kita dapat menyatu denganNya. Tetapi kalau prilaku hidup kita dalam kebaikan,baik di adat mekrama,baik dalam beragama, baik dalam segala hal maka setelah kita meninggal atma kita akan amor denganNya maka disebut dengan Moksa sebagai sradha ke lima dari Panca Srada. Anakku semuanya , kita beragama tidak cukup hanya sradha saja tapi terpenting adalah actionnya,bagaimana kita melaksanakan Tri Kaya Parisudha,bagaimana kita melaksanakan Tatwamasi,juga bagaimana kita melaksanakan Panca Yadnya sebagai konpensasi Tri Rnam kita,patut semua itu kita eksekusi untuk menguatkan sradha bakti kita. Bali terkenal dengan agama ,adat dan budayanya karena ketiga komponen itu saling bersinergi,banyak orang suka dengan Bali ,tapi banyak juga yang sirik dengan keterkenalan Bali dengan Agama Hindunya,nah mereka inilah yang berbahaya,berupaya merongrong peradaban Bali dari berbagai lini,terutama anak-anak muda sebagai generasi penerus,kalian dalam rongrongan sradha/keyakinan, dapat dikatakan Bali Dalam Genggaman. Keyakinan akan agama Bali semakin susut,banyak generasinya disodori miras plus,sehingga mabuk lupa akan jati dirinya sebagai orang Bali,lupa dengan sanggah kawitannya bahkan yang lebih miris banyak anak-anak muda yang paid bangkung,sehingga lari dari kulitnya bahkan kadang mereka menjelek jelekan leluhurnya sendiri,sangat miris,juga munculnya berbagai aliran sampradaya yang mau merubah adat dan peradaban Bali. Menyikapi situasi kondisi Bali seperti inilah maka kalian perlu diisi dan mau mengisi diri untuk kebesaran leluhur yang telah menciptakan peradaban Bali yang adiluhung, kita patut berbangga hati dan mau melestarikan warisan leluhur kita,kalau tidak ,kalian akan sangat berdosa pada leluhur,ingat bisama leluhur yen kita tan menget maring sesana gama bali,kita sugih gawe kurang pangan,pecengilan ring pesanakan,aywa lupa piteketku..demikian hebatnya sabda beliau, Untuk itu mari kita laksanakan piteket anak lingsir agar kita rahayu dan tidak alpaka guru dengan leluhur,karena itu hari ini Senin,18 Desember 2023 tepat jam 09.10 menit atas anugrah leluhur dan Ida Hyang Widi Wasa maka Pasraman Kilat Widya Giri ini saya buka secara resmi dan dilaksanakan kegiatannya lebih lanjut,ucap Komang Sumarta sambil mengetuk mkikropon 3x sebagai tanda pembukaan pasraman secara resmi.

Dengan dibukanya pasraman oleh Kepala Sekolah,maka pelaksanaan pasraman dimulai oleh pembinanya masing masing (manixs)

                                       

                                                            Benner Pasraman Kilat

                                                               Sambutan Kepala Sekolah


1.Darma Gita yang dibimbing oleh I Wayan Gde Suarnata S.Pd.





2.Mejejaitan dibimbing oleh Luh Resminingsih



3.Upakara caru dibimbing oleh I Gst Gde Ngr.Adnyana,Gst Ngr.Adi Sandi Putra,SE



4.Tabuh oleh I Kadek Ariawan.



5. Yoga oleh Ni Wayan Melina Pebriani,SS



Jumat, 08 Desember 2023

RAPAT RUTIN TERAKUMULASI DALAM PENETAPAN NILAI,SARASWATI DAN PASRAMAN

Rapat rutin SMK Giri Pendawa pada hari Sabtu,09 Desember 2023 diselenggarakan berbarengan dengan pembahasan pelaksanaan hari raya Saraswati dan Pasraman Kilat sesuai dengan Surat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali No. : B.31.420./3687/UPTD.BPTKK/Dikpora tanggal 7 Desember 2023 tentang Pelaksanaan Pesraman Kilat.

Rapat yang diawali dengan pengarahan Kepala SMK Giri Pendawa I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd menyampaikan apresiasi,penghargaan dan evaluasinya di akhir semester ganjil tahun ini sudah berjalan dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab dari masing-masing bidang, baik guru maupun staf pegawai sesuai job-nya masing masing. Namun segala kekurangan dan kelemahannya mari kita evaluasi dan perbaiki bersama-sama secara kolektif koligial,misalnya kekurangan pada raport sekolah kita,mari kita perbaiki kekurangannya melalui program yang diharapkan seperti tentang assesment,workshop peningkatan prestasi,visi misi sekolah perlu dikaji lagi,Komunikasi dengan orang tua dan dunia usaha dan dunia industri perlu ditingkatkan,ektra yang belum jalan kita jalankan demikian juga pojok baca yang belum ada kita adakan semester depan dan lain lainnya. Demikian halnya dengan rapat kita hari ini,saya berharap masing-masing bidang yang menangani untuk melaporkan kekurangan dan kelebihan yang ada,sehingga dapat dibenahi bersama,ujarnya.

Selanjutnya GNR Mataram,S.Pd,M.Si selaku Wakasek  Kurikulum memaparkan bahwa berdasarkan laporan para wali kelas dapat disimpulkan bahwa secara umum nilai pada akhir semester ini tidak ada masalah,namun kendalanya adalah tentang absen kehadiran siswa banyak yang bolong,dan ini hendaknya disikapi jangan sampai menimbulkan masalah dikemudian hari,kalau masih bisa ditolerir tolong dibantu dan apa yang menjadi kendala bisa kita komunikasikan dengan orang tua siswa yang bersangkutan dipanggil dan dibina pada saat penerimaan raport nanti .ungkap Mataram.

Lebih lanjut Wayan Suiji Wakasek Humas melaporkan tentang persiapan pasraman dan hari raya Saraswati yang jatuh hampir bersamaan,oleh karenanya ia berharap kegiatan pasraman ini dapat diinkludkan dengan kegiatan piodalan Saraswati sehingga hasil praktek kegiatan pasraman dapat langsung diimplementasikan pada saat Piodalan Saraswati. Juga efektifnya tidak mengganggu liburan sekolah,sehingga masing-masing kegiatan berjalan beriringan,saat liburan anak anak bisa fokus membantu orang tuannya mengingat anak sekolah masih bisa membantu orang tuanya saat liburan,tutur  Suiji.

Selanjutnya Wakasek Kesiswaan yang juga Kepala SMA 1 Tembuku menyampaikan bahwa kegiatan Suksesi OSIS sudah berjalan lancar,namun proses pelantikan dan serahterima tugas belum bisa dilaksanakan ,mengingat padatnya agenda,sehingga nanti pada saat yang tepat dapat dilaksanakan apakah di sekolah atau di luar sekolah itu tergantung dari bapak ibu semua,yang terpenting semua pihak terlibat di dalamnya hingga acara dapat berjalan lancar,sedangkan mengenai dana OSIS masih tersimpan rapi di Koperasi Mekar Sari,saya selaku Wakasek Kesiswaan tidak membawa uang sepeserpun,agar pada saat terjadi mutasi kita mudah melimpahkan kepada yang diberi tugas,jadinya aman. Kemudian yang kedua pada kesempatan yang berbahagia ini dihadapan bapak ibu guru dan staf pegawai saya menginformasikan hari ini saya mohon ijin untuk mundur dari jabatan saya selaku Wakasek Kesiswaan,karena terus terang saja saya tidak bisa menyisihkan waktu untuk hadir melaksanakan tugas di sekolah kita ini,karena terbentur banyaknya tugas yang saya pikul, sebagai Kepala Sekolah,Sebagai Bendesa dan Bendesa Alitan Kecamatan Rendang,Sebagai Ketua BPD desa Pempatan juga BPD tingkan Nasional dll.. Untuk itulah saya merasa tidak enak dengan bapak ibu karena tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik,untuk itu saya akan mengajukan ppengunduran diri kepada Ketua Yayasan karena beliau yang memberi mandat kepada saya, hal lain apabila ada kesalahan saya kepada bapak ibu semua selama kita bersama sama disini,pada kesempatan ini saya mohon maaf yang setulus tulusnya,semoga silaturahmi kita yang sudah baik sebagai keluarga besar SMK Giri Pendawa dapat berlanjut selamanya.rahayu,pungkas Warsa.

Sementara itu Wakasek Sarpras I Komang Wedana,S.Pd.H dan Ketua Panitia Prakerin Dewa Putu Suarya ,SE melaporkan bahwa anak anak kelas XI semua sudah tertampung di tempat praktek menyebar di Wilayah Sanur,Kuta,Nusa Dua,Ubud dan Sidemen,astungkara nanti kita monev pada waktunya. Sedangkan Km.Wedana melaporkan bahwa kaca yang dipecahkan oleh siswa akan segera diperbaiki dengan meminjam dana talangan dan nantinya akan diganti oleh siswa yang memecahkan dengan persentase 24% bagi pelaku utama dan 19 persen dari 4 pelaku lainnya. ungkap Wedana.

Setelah ditanggapi dan dibahas serta disepakati,maka kepala sekolah mengesahkan penetapan nilai dan menyimpulkan pemecahan masalah yang sudah disepakati tinggal masing-masing bidang mengeksekusinya ujar Sumarta.Rapat berakhir dengan santap siang bersama.(manixs)

KTU beserta guru dan Pegawai

                                            Kepala Sekolah bersama para Wakasek

Rapat Pendik dan Tapendik

Suasana rapat saat diskusi





Selasa, 05 Desember 2023

KISAH KASIH SANG GURU


GUSTI ADI SANDI  PUTRA

Gempita suara riuh di ruang kelas,

Ungkapan sukur dari jiwa jiwa yang iklas,

Saat saat diajar sang guru yang lugas,

Tanda kasih yang terbalas,

Itulah gusti Sandi Adi putra yang tidak memelas.


Saat ini ulang tahun sang guru,

Anak anak bikin kejutan yang seru,

Nantikan kehadiran pak guru,

Di kelas yang bikin haru,

Ingat merayakan ulang tahun guru.


Ada yang nangis haru,

Dalam hati yang membiru,

Ingat akan kisah yang diburu.


Pada hari ini,

Ungkapan kata dalam tirani,

Tak perlu lagi dihujani,

Rasa bahagia harus kita jalani,

Akan menuju masa depan yang mumpuni.


Mesio,6 desember 2023

dari sahabat

manixs

Pendewasaan Demokrasi Indonesia

Sebagai sebuah negara demokrasi tentu Pemilu sebagai peranti untuk menyuarakan aspirasi rakyat terhadap negara.  Demokrasi, sebagai sistem pranata  pemerintahan yang berdasarkan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan tentu ujungnya adalah untuk rakyat. Hajatan pemilu seharusnya bergembira dalam menyambut pesta demokrasi, layaknya pesta-pesta yang lainnya.  Demokrasi menjadi wahana bagi kebebasan berekspresi gagasan atau menyuarakan gagasan yang dititip melalui wakil di pemerintahan. Yang mewakili harus menjaga keadaban sebagai negara demokrasi. Namun, di Indonesia terutama dalam konteks hajatan demokrasi yang disebut Pemilu, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi sorotan dan buah bibir di kalangan pemangku kepentingan “politik”. ASN serasa geli, menjadi risih bahkan diambang ketakutan setiap datang pesta demokrasi disebut Pemilu.  ASN seakan menjadi  dongkrak politik untuk mengangkat beban demokrasi yang begitu berat dan agar betul-betul terlihat sebagai negara demokrasi. ASN menjadi pusat perhatian tatkala Pemilu sehingga ASN seperti gadis yang sensitif terhadap rangsangan politik dan terkadang selalu menggoda. Hak politik dikebiri oleh netralitas tapi kewajiban politik tetap berjalan sesuai fitrah demokrasi sebagai warga negara yang menjungjung tinggi mnilai-nilai demokrasi. Langkah-langkah pemerintah yang kontroversial, khususnya dalam larangan terhadap sembilan pose ASN sepertinya sangat sensitif. Hal ini memicu perdebatan tentang apakah demokrasi Indonesia terlalu sensitif dan belum dewasa. Jika seandainya pula warna pakaian, gaya swafoto sampai gestur tubuh dalam berpose masih diatur saat jelang Pemilu, pertanda demokrasi Indonesia masih proses pendewasaan dan perlu nutrisi agar cepat tumbuh subur dan dewasa. Jika hal ini terjadi berarti demokrasi kita menjadi beku dan politik menjadi kaku.

           Larangan terhadap sembilan pose ASN menjadi cermin kehati-hatian pemerintah dalam menjaga netralitas ASN. Namun, banyak yang berpendapat bahwa kebijakan ini menunjukkan ketidakdewasaan dalam memahami esensi demokrasi.  Demokrasi seharusnya bukan hanya tentang melarang pose tertentu, melainkan memberikan kebebasan ekspresi yang lebih luas yang tetap dibingkai oleh aturan. Partai adalah rumah demokrasi tempat berkreasi menuju dedikasi kekuasaan yang bermartabat. ASN menjadi salah tingkah bahkan ada semacam ketakutan menyambut datangnya pesta demokrasi hanya karena ada pergeseran makna kata netralitas. Jika demokrasi kita terlalu sensitif nanti berpakaian pun orang menjadi takut bahkan bisa jadi pakaian ASN bisa putih dan hitam agar tidak mencirikan warna partai tertentu, ironis. Dagelan politik hanya terjadi pada demokrasi yang belum dewasa.

             Analogi demokrasi kita bagai anak kecil yang mudah terpengaruh mungkin mencerminkan kondisi demokrasi saat ini. Seperti anak kecil yang membutuhkan bimbingan, tuntunan agar bisa berjalan tegak dengan politik sebagai penyangga pilar demokrasi. Demokrasi juga perlu diarahkan dan dibimbing dengan aturan yang bijaksana berkeadilan. Namun, kebijakan yang terlalu membatasi ekspresi ASN dapat dianggap sebagai tindakan paternalistik yang mereduksi demokrasi menjadi sekadar simbol tanpa substansi. Netralitas ASN masih bersifat abu-abu karena ASN masih menentukan sikap sebagai pilihan di bilik suara. Lantas dengan memberikan hak suaranya masih bisa dikatakan netral? Keabu-abuan ini melahirkan sifat yang sensitif sedikit disentuh teransang sehingga terjadi  orgasme politik.  

                Netralitas ASN seharusnya dapat diwujudkan melalui representasi politik yang matang dan dewasa, bukan melalui pembatasan pose atau hanya sebatas gestur sebagai Bahasa tubuh. Demokrasi yang berkualitas seharusnya mampu mengakomodasi beragam ekspresi tanpa mengorbankan ASN dengan dalih netralitas. Jika kita terlalu fokus pada larangan-larangan semacam ini, kita dapat kehilangan esensi sejati dari demokrasi yang memberdayakan individu untuk menyuarakan pendapatnya. Ilmu tanda “semiotik” bukan milik partai politik tetapi milik semua orang bergantung pada kesepakatan.

            Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita harus takut dalam membahas isu-isu sensitif dalam konteks demokrasi? Kebebasan berbicara dan ekspresi adalah pilar penting dalam sebuah demokrasi yang matang. Jika kita terlalu takut atau terkekang, demokrasi tersebut bisa menjadi sekadar ilusi tanpa ruang bagi dialog yang sehat dan konstruktif. Pembelajaran dan Pendidikan demokrasi harus hadir di rumah karakter yang disebut sekolah melalui pemilihan ketua OSIS sebagai ajang Pendidikan pesta demokrasi. Kita tidak boleh alergi berpolitik karena semua bermuara pada kanal-kanal politik. Hadirkan dan perkenalkan demokrasi sehat dan berada sedini mungkin lewat hajatan pemilihan ketua OSIS di sekolah-sekolah. Politik adalah sebuah konsep negara yang didalamnya berbicara menganai kebaikan bersama, keteraturan, kesejahteraan, kebahagiaan dan penyelesaian suatu konflik. Dari politiklah pemimpin dilahirkan, dari politik pula kebijakan ditetapkan, dari politik hukum dirumuskan, dan dari politik pula Pendidikan diformulasikan.

           Langkah-langkah yang terlalu berlebihan dalam mengatur ekspresi ASN juga dapat membuka pintu bagi potensi penyalahgunaan kekuasaan. Ketakutan untuk menyebutkan angka 1, 2, dan 3 mungkin menciptakan lingkungan yang tidak sehat, di mana masyarakat menjadi enggan menyuarakan pendapatnya karena takut mendapat sanksi. Demokrasi seharusnya menciptakan ruang bagi dialog terbuka, bukan memupuk ketakutan. Jangan-jangan saat pesta demokrasi tangan menjadi kaku dan angka 1. 2, dan 3 menjadi takut diucap. Jika angka 1,2, dan 3 susah diucap merupakan ciri demokrasi masih balita.

              Lebih lanjut, ASN seolah-olah dikekang dalam simbol partai politik. Hal ini menciptakan suasana di mana netralitas ASN terancam, dan tugas-tugas mereka dapat dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap suatu paham politik tertentu. Politik seharusnya mampu berdiri di atas kepentingan partai, dan netralitas ASN seharusnya dijaga tanpa merasa terkungkung oleh simbol-simbol politik tertentu.

            Dalam menghadapi tantangan kompleks demokrasi, penting bagi pemerintah untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara menjaga netralitas ASN dan memberikan ruang bagi kebebasan ekspresi. Kebijakan yang terlalu restriktif dapat merugikan dinamika demokrasi dan merugikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.

           Sebagai negara demokratis yang berkembang, Indonesia perlu terus berinovasi dalam merancang kebijakan yang mendukung esensi demokrasi. Bukan hanya melalui larangan-larangan yang bersifat simbolis, tetapi melalui langkah-langkah konkret yang mengukuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokratis. Sehingga, kita dapat melihat demokrasi Indonesia bukan hanya sebagai sistem yang sensitif, tetapi sebagai sistem yang matang, inklusif, dan memberikan kebebasan sejati kepada setiap warganya. Disemogakan demokrasi tumbuh dewasa dan sehat bermartabat.

                                                                                                                               Oleh: I Komang Warsa

                                                                             Penulis  Peduli Demokrasi dan perindu politik beradab