Pasraman kilat adalah sebuah kegiatan pendidikan non formal yang berlandaskan ajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti,hal ini dilaksanakan di SMK Giri Pendawa dengan brending Widya Giri yang artinya kecerdasan yang menggunung atau tangguh,karena harapannya setelah melaksanakan pasraman ini para peserta memiliki pengetahuan yang mantap dalam bidang keagamaan dan sikap mental yang berbudi pekerti luhur.
Dasar pelaksanaan kegiatan pasraman ini adalah Surat Kadisdikpora Provinsi Bali No.: B.31.420./ 3687 / UPTD. BPTKK/ Dikpora tanggal 7 Desember 2023 tentang Pelaksanaan Pesraman Kilat,yang ditindak lanjuti dengan Surat Keputusan Kepala SMK Giri Pendawa No.: 421.3 /051/SMK.GP/XII/2023 tanggal 11 Desember 2023 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Pasraman Kilat di SMK Giri Pendawa yang diselenggarakan mulai liburan semester ganjil pada hari Senin,18 Desember 2023 sampai dengan 21 Desember 2023.
Pasraman yang mengangkat tema "Melarapan Pasraman Kilat,Ngiring Tincapang Sesana Adat,Seni lan Budaya Nitenin Wiweka Jnana Sisya" yang mengandung makna bahwa melalui pasraman singkat ini mari kita tingkatkan pemahaman terhadap kewajiban dibidang Adat,Seni dan Budaya untuk mendidik siswa agar cerdas, bisa memilih memilah mana yang baik dan manayang buruk dalam melakoni kehidupan ini dan ini sekaligus merupakan tujuan dari pada pasraman kilat,ujar I Wayan Desi Bawantara,S.Pd.H ketua panitia, pada laporan pembukaan pasraman, Lebih lanjut ia juga berharap agar para peserta mengikutinya dengan baik,sehingga berdaya guna dalam kehidupannya kelak. Mengenai anggaran pasraman ,bersumber dari dana komite. Materi yang diajarkan meliputi upakara banten pejati,caru,seni tabuh, gegitaan,yoga dan bakti sosial yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XII karena kelas XI sedang mengikuti trening di dunia usaha dan dunia industri,untuk itu agar berkenan bapak kepala sekolah membuka secara resmi pasraman ini,ucap Desi.
Sementara itu I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd,kepala SMK Giri Pendawa dalam sambutannya menyhampaikan apresiasinya kepada panitia khususnya para instruktur yang mendidik anak anak kita, agar paham dalam kegiatan adat seni dan budaya. Kepada anak-anaku semua kegiatan ini sangat penting buat kalian ikuti, karena kita ketahui bersama ,bahwa dasar kita beragama adalah sradha atau keyakinan,kita mengenal Panca Sradha,lima dasar keyakinan,yaitu yakin pada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sanghyang Widi Waca sehingga setiap saat kita harus eling kepadaNya,karena beliaulah kita dikaruniai kehidupan.Kemudian keyakinan kedua adalah yakin akan adanya Atma sebagai percikan kecil dari Tuhan,beliaulah bersemayam dalam diri kita sehingga kita memiliki sabda, bayu dan idep.Kemudian dari atma menghidupi panca mahabuta tubuh kita, sehingga kita bisa berlaku baik atau buruk,semua itu ada hukumnya yang disebut Karma Phala,kita yakini itu ada,selanjutnya kalau lelaku kita baik maka akan amor ing acintya,menyatu denganNya sebaliknya kalau laku kita acubakarma maka kita akan lahir kembali yang disebut Reinkarnasi/Samsara,untuk menebus laku jelek kita,untuk itu berbuat baiklah agar kita dapat menyatu denganNya. Tetapi kalau prilaku hidup kita dalam kebaikan,baik di adat mekrama,baik dalam beragama, baik dalam segala hal maka setelah kita meninggal atma kita akan amor denganNya maka disebut dengan Moksa sebagai sradha ke lima dari Panca Srada. Anakku semuanya , kita beragama tidak cukup hanya sradha saja tapi terpenting adalah actionnya,bagaimana kita melaksanakan Tri Kaya Parisudha,bagaimana kita melaksanakan Tatwamasi,juga bagaimana kita melaksanakan Panca Yadnya sebagai konpensasi Tri Rnam kita,patut semua itu kita eksekusi untuk menguatkan sradha bakti kita. Bali terkenal dengan agama ,adat dan budayanya karena ketiga komponen itu saling bersinergi,banyak orang suka dengan Bali ,tapi banyak juga yang sirik dengan keterkenalan Bali dengan Agama Hindunya,nah mereka inilah yang berbahaya,berupaya merongrong peradaban Bali dari berbagai lini,terutama anak-anak muda sebagai generasi penerus,kalian dalam rongrongan sradha/keyakinan, dapat dikatakan Bali Dalam Genggaman. Keyakinan akan agama Bali semakin susut,banyak generasinya disodori miras plus,sehingga mabuk lupa akan jati dirinya sebagai orang Bali,lupa dengan sanggah kawitannya bahkan yang lebih miris banyak anak-anak muda yang paid bangkung,sehingga lari dari kulitnya bahkan kadang mereka menjelek jelekan leluhurnya sendiri,sangat miris,juga munculnya berbagai aliran sampradaya yang mau merubah adat dan peradaban Bali. Menyikapi situasi kondisi Bali seperti inilah maka kalian perlu diisi dan mau mengisi diri untuk kebesaran leluhur yang telah menciptakan peradaban Bali yang adiluhung, kita patut berbangga hati dan mau melestarikan warisan leluhur kita,kalau tidak ,kalian akan sangat berdosa pada leluhur,ingat bisama leluhur yen kita tan menget maring sesana gama bali,kita sugih gawe kurang pangan,pecengilan ring pesanakan,aywa lupa piteketku..demikian hebatnya sabda beliau, Untuk itu mari kita laksanakan piteket anak lingsir agar kita rahayu dan tidak alpaka guru dengan leluhur,karena itu hari ini Senin,18 Desember 2023 tepat jam 09.10 menit atas anugrah leluhur dan Ida Hyang Widi Wasa maka Pasraman Kilat Widya Giri ini saya buka secara resmi dan dilaksanakan kegiatannya lebih lanjut,ucap Komang Sumarta sambil mengetuk mkikropon 3x sebagai tanda pembukaan pasraman secara resmi.
Dengan dibukanya pasraman oleh Kepala Sekolah,maka pelaksanaan pasraman dimulai oleh pembinanya masing masing (manixs)
Benner Pasraman Kilat
Sambutan Kepala Sekolah1.Darma Gita yang dibimbing oleh I Wayan Gde Suarnata S.Pd.
2.Mejejaitan dibimbing oleh Luh Resminingsih
3.Upakara caru dibimbing oleh I Gst Gde Ngr.Adnyana,Gst Ngr.Adi Sandi Putra,SE
4.Tabuh oleh I Kadek Ariawan.
5. Yoga oleh Ni Wayan Melina Pebriani,SS
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar