Kamis, 28 Desember 2023

DEKJUN MELEPAS LAJANG PADA JEGEG SRAYA

Pernikahan dalam Agama Hindu merupakan tahapan berumah tangga atau Grahasta Asrama dalam catur Asrama, merupakan yadnya dan perbuatan dharma. Menurut Lontar Agastya Parwa ,pawiwahan atau perkawinan adalah mewujudkan suatu kehidupan yang disebut “Yatha Sakti Kayika Dharma” yang artinya dengan kekuatan sendiri mampu melaksanakan dharma\,apakah dharma agama,dharma pakraman maupun dharma negara sebagai kewajiban dalam melaksanakan grehasta asrama.

Demikian halnya dengan I Made Junaedi pria kelahiran 13 Juni 1995 yang berasal dari Bangbang Biaung,Selat ini, melepas lajangnya dengan jegeg Seraya Timur  Ni Nyoman Witi dalam acara pawiwahan yang digelar pada hari Kamis,28 Desember 2023. Pria yang akrab disapa Dekjun ini adalah putra kedua pasangan  I Komang Gatra dan Ni Nengah Indrawati,  dari 3 bersaudara, Dekjun mengenyam pendidikan terakhirnya   diploma 2 jurusan otomotif, dan sekarang menjadi salah satu staf tata usaha di SMK Giri Pendawa. sedangkan pasangan hidupnya Ni Nyoman Witi adalah putri ketiga yang dilahirkan dari pasangan  I Ketut Sadru dan Ni Made Mindri, dengan tiga bersaudara. Disela-sela acara resepsi pernikahannya yang dihadiri oleh keluarga besar SMK Giri Pendawa dan undangan lainnya Gatra Humas sempat menanyakan kisah kasihnya dengan sang pujaan hati,dengan tersenyum  ia menceritakan kisah cerita singkatnya saat kami wawancarai, "pertemuan saya dengan Nyoman, berawal dari media sosial yaitu Facebook,lanjut  beralih ke Masengger, Nyoman ngechat saya duluan dan akhirnya  kami semakin dekat, setelah jelang waktu beberapa hari nyoman terus ngechat ,terus mendesak pengen nikah karena usia sudah tidak muda lagi, karena saya juga merasa usia sudah tidak muda lagi, maka kita sepakat untuk nikah lagi 2 tahun. Satu bulan berjalan akhirnya pertemuan pertama terjadi, dan pertemuan pertama dengan calon mertua, setelah bertemu juga dengan keluarga saya di selat, kedua orang tua saya setuju dan besoknya dicarikan dewasa ayu, dan di setujui tgl 28 desember 2023 olih Ida Nak Lingair Suranadi, kemudian diberikan dewasa lagi 20 hari kedepan, semua termasuk persiapan tetaring, banten di kerjakan bersama keluarga, semua termasuk mendadak, dan tergesa", tapi astungkara ida betara sueca pemargi karyan tityang sekeluarga memargi antar lan labda karya.ungkapnya.

Acara tiyang simpel satu hari selesai,dari acara medarma suwaka,meminang/madik,ngupasaksi sebagai wiwaha samskara dengan tri saksi (Bhuta saksi,Manusa Saksi dan Dewa Saksi) langsung hari itu efektif dan efesien soalnya jarak Selat-Seraya lumayan jauh,sehingga kami kedua belah pihak,Purusa-Predana sepakat mengambil jalan itu dan sudah direstui oleh pemuput Ida Nak Lingsir  Kegiatan atau pebantenan di Desa Adat Seraya kurang lebih sama dengan di desa-desa lainnya, tetapi yang menarik dan unik bagi saya adalah proses setelah natab di seraya adalah medewi dewi, dimana  mempelai wanita menari sambil bernyayi atau metembang, dan mempelai pria nyuun rantasan  sebagai simbul sesuunan/kawitan pempelai wanita di ngupasaksi bahwa sang mempelai wanita akan meninggalkan atau mepamit/ pergi dari anaggah/merajan bajang,cerita Dekjun dengan penuh semangat.

Sementara itu I Komang Sumarta,S.Pd,M.Pd,selaku ketua rombongan dari keluarga besar SMK Giri Pendawa yang hadir memberikan doa restu kepada mempelai berdua,juga mengharapkan agar sang dampati bisa memenuhi harapannya dalam menjalankan grahasta asrama,banyak hal yang harus disesuaikan,karena menyatukan dua insan yang berbeda,maka perlu pemahaman saling mengisi,saling melengkapi dan terpenting saling menyayangi,jika itu terjadi maka akan terbentuk kulawarga sukinah, memiliki putra/putri yang suputra dan harus ingat dengan tupoksi masing-masing, Kadek sebagai nakhoda keluarga yang disebut kepala keluarga dan bertanggungjawab pada keluarga,sedangkan Nyoman sebagai kepala rumah tanggga bertanggung jawab kepada rumah tangga seperti mendidik anak anak,mengajarkan etika sopan santun,bersosialisasi dengan masyarakat lingkungan,menjalankan sesana adat,memasakkan keluarga dan tugas lainnya, dan tidak kalah penting syukuri hidup ini,apapun yang terjadi harus dihadapi,didiskusikan dan dilaksanakan bersama sama, begitu Made dan Nyoman kami keluarga besar SMK Giri Pendawa mendoakan semoga kalian langgeng kapungkur wekas,astungkara pungkas Komang Sumarta.(manixs).

Pasangan pengantin
Rasa bahagia turut dirasakan oleh keluarga besar SMK Giri Pendawa
Luapan rasa gembira dari stap Tata Usaha karena sahabatnya
telah menemukan pelabuhan hatinya jegeg Seraya.
Selamat dekjun,adeng adengin dek,canda KTU Made Sri Agustini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar